PT Best Profit Futures Malang

Wall Street Kembali Melemah Akibat Tekanan Harga Minyak

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/2) – Wall Street kembali turun pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) karena adanya tekanan dari penurunan harga minyak dunia. Reli yang terjadi sebelumnya tak berlanjut.

Setiap indeks acuan di Amerika Serikat (AS) turun lebih dari 1 persen. Penurunan yang terjadi pada Wall Street tersebut terjadi setelah penurunan harga minyak yang mencapai 4 persen.

Mengutip Reuters, Rabu (24/2/2016), Dow Jones Industrial Averange (DJIA) jatuh 167,03 poin atau 1 persen ke level 16.453,63. S&P 500 juta kehilangan 19,47 poin atau 1 persen di 1.926,03.NasdaqComposite juga melemah 48,77 poin atau 1,07 persen menjadi 4.521,84.

Harga minyak mengalami penurunan setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Al-Naimi memberikan sinyal bahwa Arab tidak akan melanjutkan kesepakatan yang dibuat oleh empat negara sebelumnya. Pada pekan lalu  4 negara yaitu Arab Saudi, Rusia, Venezuela dan Qatar sepakat untuk membekukan produksi jika diikuti oleh produsen minyak lainnnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong kenaikan harga minyak.

Namun dalam pertemuan dengan perusahaan minyal global yang berlangsung pada pekan ini, Ali Al-Naimi mengatakan bahwa ada kemungkinan Arab Saudi tidak ikut dalam kesepakatan tersebut. Ia justru meyebutkan bahwa para produsen minyak besar seharusnya mampu beradaptasi dengan keadaan. Mereka bisa mengurangi biaya produksi yang tinggi dengan menurunkan biaya operasional atau jika tidak bisa maka harus melikuidasinya.

Pernyataan dari Al-Naimi langsung mendorong penurunan harga minyak dan berakibat kepada anjloknya saham-saham di sektor komoditas. “Pelaku pasar benar-benar khawatir dengan keadaan saat ini,” jelas Head of Asset Allocation Wells Fargo Private Bank, Winston-Salem, North Carolina, AS, Tracie McMillion.

Chief Investment Officer United Wealth Management, Bridgeport, Connecticut, AS, John Traynor mengatakan bahwa saat ini Wall Street sedang menuju proses penurunan ke titik terendah. “Kami rasa ini hanya kemunduran kecil di dalam proses pemulihan yang sedang berlangsung,” jelasnya.

Sumber : Liputan6