Terbitkan Saham Baru Senilai 446,42 Miliar, Laju Saham ENRG Cari Tumpuan Bangkit

news

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/5) – PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) akan menerbitkan saham baru melalui mekanisme private placement senilai Rp446,42 miliar. Energi Mega Persada akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) 4,46 miliar saham baru setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan akan meminta restu dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 17 Juni 2015. Perseroan berencana menggunakan dana hasil penerbitan saham baru tersebut untuk pengembangan usaha dan modal kerja perseroan maupun anak usaha ENRG.

Adapun penerbitan saham baru tersebut akan dilakukan dalam jangka waktu 2 tahun setelah RUPSLB. Rerata harga penutupan saham ENRG selama 25 hari bursa berturut-turun mencapai Rp83 per lembar. Akan tetapi, mengingat harga nominal saham perseroan Rp100 per lembar, harga pelaksanaan PMTHMETD minimum Rp100 per lembar. Perseroan diperkirakan dapat mengantongi dana minimum Rp446,42 miliar.

Dengan aksi korporasi tersebut, pemegang saham lama akan terdilusi hingga 9,09%. Struktur kepemilikan pasca private placement a.l. UBS AG Singapore S/A Teignwood International (Group) Co. Ltd. (14,63%), BNYM S/A Mackenzie Cuncill Recoverry (6,99%), PT Bakrie & Brothers Tbk. (5,71%), PT Prudential Life Assurance (5,55%), publik (55,02%).

Pada kuartal III-2014, Perusahaan minyak grup Bakrie ENRG alami penurunan laba bersih 78,65 persen karena lonjakan beban non operasional. Laba Energi Mega turun menjadi $45,8 juta atau $0,09 sen per saham sepanjang periode 9 bulan pertama 2014 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar $214,23 juta atau $0,47 sen per saham.

Pos non operasional alami kerugian sebesar $82,66 juta dari sebelumnya yang masih membukukan keuntungan sebesar $92,4 juta. Kerugian tersebut dikarenakan peningkatan beban lain-lain serta sudah tidak diterimanya kembali pendapatan dari blok Masela yang dijual tahun lalu. Sementara, penjualan selama Januari-September naik tipis, sebesar 4,5 persen, menjadi $603 juta dari sebelumnya $577 juta.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (12/5/15) saham ENRG dibuka pada level 80 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 81 dan bergerak dalam kisaran 81 – 86 dengan volume perdagangan saham mencapai 205 juta lembar saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ENRG sejak awal November terpantau telah berada pada tren bearish dan tertekan menuju level supportny. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Three Black Crows terbentuk pada Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan ENRG dalam potensi pelemahan lanjutan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ENRG masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan ENRG. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp75 hingga target resistance di level Rp104.

Sumber : Vibiznews