PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Yunani

Naiknya Saham AS Pasca Yunani Capai Kesepakatan Dengan Kreditur

212884_aktivitas-di-bursa-efek-new-york_663_382

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/7) – Saham AS menguat, dengan ekuitas mencatat reli terbaik mereka dalam tiga hari sejak Maret, setelah Yunani mencapai kesepakatan dengan para kreditur.

Saham konsumen dan teknologi yang paling meningkat, dengan Netflix Inc dan Amazon.com Inc melonjak lebih dari 2,3 persen. Microsoft Corp dan Facebook Inc naik setidaknya 1,9 persen. MarkWest Energy Partners LP naik 11 persen seiring Marathon Petroleum Corp yang berencana untuk membeli pengolah gas alam terbesar kedua AS dengan harga sekitar $ 15.8 milyar. Saham Marathon naik mencapai rekornya sebesar 9,1 persen.

Indeks Standard & Poor 500 naik 0,9 persen ke level 2,095.75 pada 11:54 siang di New York, mendekati harga rata-ratanya selama 100 hari terakhir. Dow Jones Industrial Average naik 191,31 poin, atau 1,1 persen, ke level 17,951.72. Nasdaq Composite Index naik 1,3 persen setelah lompatan terbesar sejak Januari.(mrv)

Sumber: Bloomberg

Emas Naik untuk Hari Kedua

Ilustrasi+Emas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/7) – Emas naik di hari kedua, memperpanjang rebound dari level terendahnya dalam tiga bulan terakhir, terkait spekulasi bahwa risiko pelemahan ekonomi China dan Yunani akan mendorong Federal Reserve untuk menunda menaikkan suku bunga AS.

Semua kecuali satu anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) “mengindikasikan bahwa mereka akan perlu untuk melihat lebih banyak bukti bahwa pertumbuhan ekonomi cukup kuat” sebelum menaikkan suku bunga, Risalah pertemuan the Fed yang dirilis Rabu kemarin menunjukkan. Suku bunga yang lebih tinggi dapat meredam daya tarik emas karena emas tidak dapat membayar bunga atau memberikan imbal hasil seperti aset lain seperti obligasi dan ekuitas.

Emas turun dalam empat kuartal terakhir, kemerosotan terpanjang sejak tahun 1997 lalu, terkait prospek kenaikan suku bunga. Risalah pertemuan the Fed menunjukkan kekhawatiran the Fed bahwa ketidak stabilan ekonomi luar negeri menimbulkan risiko untuk ekspansi ekonomi AS. Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Kamis memangkas proyeksi pertumbuhan global pada tahun 2015 ini.

Emas untuk pengiriman segera naik sebesar 0,2 persen ke level $1,160.73 per ons pukul 01:47 di New York. Harga emas meningkat sebesar 0,3 persen pada Rabu kemarin pasca menembus level $1,147.36, terendah sejak 18 Maret lalu.

IMF dalam memotong perkiraan mengacu pada pelemahan pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama dan memperingatkan bahwa gejolak pasar keuangan dari China hingga Yunani memperlambat prospek pertumbuhan. Saham China jatuh dalam beberapa pekan terakhir, dan Yunani sedang berjuang untuk mencapai kesepakatan dengan kreditur Eropa tetap dalam zona euro. (izr)

Sumber: Bloomberg

Pejabat The Fed Kaji Optimisme Perekonomian Terkait Krisis Yunani

Ttraders work during the IPO of Mobile game maker King Digital Entertainment Plc on the floor of the New York Stock Exchange

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/7) – Pejabat Federal Reserve pada bulan Juni melihat perekonomian bergerak menuju kondisi yang akan mendukung peningkatan suku bunga, sementara juga ia mengungkapkan kekhawatiran mengenai tingkat belanja konsumen yang lemah serta risiko dari China dan Yunani.

Anggota FOMC “melihat kondisi ekonomi sebagai terus mendekati konsistensinya dengan bukti awal” untuk menaikan suku bunga pada waktu yg bersamaan, menurut risalah pertemuan pada 16-17 Juni yang dirilis Rabu di Washington. Dengan semua anggota tapi satu “mengindikasikan bahwa mereka akan perlu untuk mengkaji lebih banyak bukti bahwa pertumbuhan ekonomi sudah cukup kuat.”

Pejabat The Fed pada bulan Juni diperkirakan akan menaikkan suku dua kali tahun ini, sambil menurunkan outlook mereka untuk kenaikan berikutnya. Sejak itu, pasar global telah terguncang oleh risiko meningkatnya keluarnya Yunani dari euro dan gejolak di ekuitas China.

Risalah menunjukkan beberapa pejabat Fed pada pertemuan “disebutkan ketidakpastian mereka menegnai apakah Yunani dan kreditor resmi akan mencapai kesepakatan dan mengenai laju pertumbuhan ekonomi di luar negeri, terutama China dan negara emerging market lainnya.”(yds)

Sumber: Bloomberg