PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Yuan

Pelemahan Yuan China Seret Saham AS Ke Level 3 Bulan Terendah

index

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/1) – Saham AS turun ke level 3 bulan terendah, mengikuti ekuitas di seluruh dunia setelah mata uang China melemah, memicu kekhawatiran investor bahwa perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia akan menekan pertumbuhan global.

Perusahaan energi dan material di Indeks Standard & Poor 500 dipimpin aksi jual, merosot setidaknya 2,6 % seiring langkah-langkah China yang memicu kekhawatiran dapat mengirim pasar keuangan ke dalam pelemahan pada musim panas lalu. Saham Chevron Corp. menurun 3,9 %, sedangkan produsen tembaga Freeport-McMoRan Inc anjlok sebesar 8 %. Sebanyak 6 dari 10 industri utama turun setidaknya 1 %.

Indeks S&P 500 turun 1,3 % ke level 1,990.40 pada pukul 04:00 sore waktu New York, memangkas penurunan sebanyak 1,9 % saat sebelumnya melemah ke level terendah sejak 6 Oktober lalu. (knc)

Sumber : Bloomberg

Devaluasi Yuan Masih Dukung Penguatan Harga Emas

Ilustrasi+Harga+Emas+Naik

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/8) – Harga emas berjangka mampu menguat setelah turun dalam dua sesi. Akan tetapi, analis menekankan hati-hati terhadap gerak harga emas mengingat China sengaja melemahkan mata uang Yuan atau devaluasi Yuan.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik 0,5 persen atau sekitar US$ 5,7 menjadi US$ 1.118,40 per ounce di divisi Comex. Sedangkan harga perak untuk pengiriman September ditutup menguat 8,5 sen atau 0,6 persen menjadi US$ 15,298 per ounce.

“Langkah China mendevaluasi Yuan pada pekan lalu berpotensi menunda kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat pada September. Dengan demikian ini mendukung harga emas,” tulis analis Barclays seperti dikutip dari laman Marketwatch, Selasa (18/8/2015).

Dalam riset Barclays juga menyebutukan, kalau penguatan harga emas sebenarnya terjadi pekan lalu. Saat ini minat investor secara keseluruhan tampaknya kurang meyakinkan untuk emas.Rencana bank sentral AS menaikkan suku bunga menjadi salah satu alasan investor menjadi kurang berminat terhadap emas.

Hal itu lantaran imbal hasilnya bisa lebih rendah. Karena itu, pelaku pasar fokus terhadap pertemuan bank sentral AS pada pekan ini.Dengan rilis data ekonomi seperti indeks harga konsumen dan pertemuan The Fed pada Rabu pekan ini maka dapat mempengaruhi harga emas ke depan. Emas diperkirakan bergerak di level support psikologis US$ 1.100 per ounce. (Ahm/Igw)

Sumber : Liputan6

Sentimen Devaluasi Yuan Mereda, Bursa Asia Menguat

IHSG-3-ok

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/8) – Bursa saham Asia sedikit berubah di awal pekan ini seiring investor masih terus mengawasi pergerakan mata uang China Yuan yang melemah pada pekan lalu. Sementara itu, dolar Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan moderat setelah data ekonomi AS cukup cerah.

Indeks saham MSCI Asia Pacific naik 0,1 persen menjadi 138,43 pada pukul 09.01 waktu Tokyo. Indeks saham acuan regional ini telah turun 2 persen pada pekan lalu. Penguatan indeks saham diikuti indeks saham Jepang Topix sebesar 0,2 persen. Rilis data ekonomi yaitu produk domestik bruto (PDB) turun 1 persen pada periode April-Juni 2015. Ekonom memperkirakan, PDB turun 1,8 persen.

Sementara itu, indeks saham Korea Selatan naik 0,2 persen. Diikuti indeks saham Australia mendaki 0,1 persen. Indeks saham Selandia Baru naik 0,3 persen. Sebelumnya bank sentral China telah menaikkan Yuan pada Jumat pekan lalu setelah melemahkannya pada Selasa 11 Agustus 2015. Bank sentral China menenangkan pasar setelah menyatakan tidak ada dasar untuk terus menerus membuat Yuan melemah.

“Situasi Yuan telah melalui puncaknya, sekarang relatif tenang. Kini perhatian pelaku pasar kepada kebijakan bank sentral Amerika Serikat untuk menaikkan suku bunganya,” kata Hirotsugu Nagata, Analis Mizuho Securities Co seperti dikutip dari laman Bloomberg, Senin (17/8/2015).

Di pasar uang Yen tidak terpengaruh dengan data yang menunjukkan kalau data pertumbuhan ekonomi Jepang menyusut pada kuartal II 2015. Bila ada kekhawatiran terjadi kontraksi pada kuartal II maka ada kemungkinan harapan bank sentral Jepang akan melanjutkan pelonggaran moneter.