PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: WTI

Minyak Lanjutkan Gainnya Terkait Pencabutan Larangan Ekspor AS

best profit bestprofit pt bestprofit

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/12) – Minyak mentah naik hari kedua setelah jatuh ke posisi terendah enam tahun di tengah tanda-tanda AS memungkinkan ekspor tak terbatas untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.

Minyak WTI naik sebanyak 4,3%, menambahkan gain sebanyak 1,9% pada Senin di tengah meluasnya reli pada saham AS dan Eropa. Kantor Demokrat terbuka untuk mencabut larangan ekspor minyak mentah Amerika jika mereka mendapatkan konsesi yang memadai dalam pertukaran, seorang pegawai kepemimpinan Demokrat mengatakan Senin. Persediaan minyak mentah AS kemungkinan turun pekan lalu, menurut survei Bloomberg jelang rilis data resmi pemerintah pada Rabu.

Minyak diperdagangkan mendekati level yang terakhir terlihat selama krisis keuangan global pekan ini setelah OPEC efektif mencabut batas produksi dalam upaya untuk mempertahankan pangsa pasar. Membatalkan pembatasan pengiriman minyak mentah AS di luar negeri bisa membuka pasar baru, buoying harga nilai minyak mentah domestik.

WTI untuk pengiriman Januari naik $ 1,19, atau 3,3%, ke $ 37,50 per barel pada 01:25 siang di New York Mercantile Exchange. Acuan minyak AS tergelincir di bawah $ 35 per barel pada Senin untuk pertama kalinya sejak Februari 2009. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah 46% di atas rata-rata 100 hari. Gap antara WTI dan Brent menyusut menjadi sedikitnya $ 1,28 per barel, gap terkecil sejak Januari.

Jenis bent untuk pengiriman Januari, yang berakhir Rabu, naik $ 1,03, atau 2,7%, ke level $ 38,95 per barel di ICE Futures Europe exchange London. Kontrak Februari yang lebih aktif meningkat $ 1,09 ke level $ 39,25.(yds)

Sumber: Bloomberg

Minyak Mantapkan Posisi Pasca Penurunan Enam Pekan

056036000_1439550656-Kilang_Pertamina_di_Dumai-ok

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/10) – Minyak sedikit berubah di New York pasca penurunan terbesarnya dalam enam minggu di tengah perdebatan cara pandangan untuk permintaan global.

Minyak West Texas Intermediate naik sebesar 2,8 persen setelah penurunan 5,1 persen pada Senin kemarin. Pasar global akan tetap kelebihan pasokan pada 2016 karena melambatnya pertumbuhan permintaan, Badan Energi Internasional mengatakan dalam sebuah laporan Selasa. Sebaliknya, Abdalla Salem El-Badri, Sekretaris Jenderal Organisasi Negara Pengekspor Minyak, mengatakan bahwa konsumsi minyak dunia pada Senin kemarin meluas, sementara negara-negara non-OPEC akan mengalami kekurangan pasokan.

Minyak menguat di atas $ 50 per barel pada pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Juli, namun telah gagal untuk mempertahankan keuntungan di tengah spekulasi bahwa pasar dapat tetap kelebihan pasokan. Perlambatan ekonomi China mempengaruhi pertumbuhan global di tengah  penurunan harga komoditas pada tahun ini. OPEC telah memproduksi lebih dari 30 juta barel kuota harian selama 16 bulan berturut-turut.

WTI untuk pengiriman November turun 11 sen menjadi $ 46,99 per barel pada 02:05 siang di New York Mercantile Exchange. Minyak berjangka sebelumnya menyentuh $ 46,60, atau terendahnya sejak 6 Oktober lalu. Volume semua minyak berjangka yang diperdagangkan adalah 32 persen di atas rata-rata 100 harinya.

Minyak Brent untuk pengiriman November turun 34 sen menjadi $ 49,52 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan pada premium sebesar $ 2,53 untuk WTI.(mrv)

Sumber: Bloomberg

Bullish Minyak Memimpin Harga ke $ 50 per Barrel

oil-oil-700x357

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/10) – Hedge fund berbalik paling bullish terhadap minyak dalam tiga bulan terakhir, meningkatkan kepercayaan diri lebih bahwa produsen cukup cepat menarik kembali untuk menurunkan kelebihan pasokan.

Dengan minyak AS yang mengambang mendekati $ 50 per barel setelah hampir tiga bulan berada di level $ 40-an, manajer keuangan mendorong posisinet-long mereka di minyak mentah West Texas Intermediate sebesar 12% dalam pekan yang berakhir pada 6 Oktober, menurut data dari Commodity Futures Trading Commission. Longs, atau spekulasi bahwa harga akan menguat, naik ke level tertinggi dalam 14 minggu, sementara short turun. Investor juga meningkatkan spekulasi bullish mereka dalam acuan minyak Brent Eropa.

WTI naik 7,3% dalam laporan mingguan ke $ 48,53 per barel di New York Mercantile Exchange. WTI turun $ 2,53, atau 5,1%, untuk menetap di $ 47,10 pada hari Senin, penurunan terbesar sejak 1 September yang lalu.(frk)

Sumber: Bloomberg