PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Wifi

Lebih Ngebut, WiFi di Masa Depan Bakal Gunakan | Bestprofit

053036000_1489907850-dims

Bestprofit (20/3) – Seorang mahasiswa PhD di Belanda menciptakan terobosan teknologi WiFi terbaru, yang mana koneksinya akan menggunakan sinar infrared (inframerah). Dengan menggunakan infrared, koneksi WiFi diklaim dapat berjalan lebih cepat dari yang biasanya.

Dikutip Tekno Liputan6.com dari Engadget, Senin (20/3/2017), WiFi buatan mahasiswa Eindhoven University of Technology tersebut bisa berjalan dalam kecepatan 40 gigabita per detik dalam cakupan sinar infrared. Bahkan, WiFi berbasis infrared ini juga bisa digunakan sejumlah perangkat berat, seperti laptop dan komputer.

Tim pengembang teknologi WiFi berbasis infrared telah menguji kecepatan unduh dan unggah. Hasilnya cukup menakjubkan. Namun, uji coba masih dilakukan dalam jarak dekat.

Sayangnya, pengembangan teknologi tersebut masih memiliki sejumlah masalah. Salah satunya adalah kendala sinar infrared yang tidak bisa menembus dinding seperti sinyal WiFi biasa. Jadi, harus ada perangkat antena di setiap ruangan untuk bisa menghubungkan sinar infrared yang terpancar.

Inovasi WiFi berbasis infrared bukanlah yang pertama di dunia teknologi. Sebelumnya, ada juga teknologi WiFi berbasis lampu yang disebut LiFi.

LiFi merupakan teknologi nirkabel yang konon akan menjadi alternatif selain WiFi. Teknologi ini tengah diuji untuk mengirim data. Bedanya, jika WiFi berbasis infrared dapat berjalan dalam kecepatan 40 gigabita per detik, LiFi hanya mampu 16 gigabita (maksimal) per detik.

LiFi diprediksi akan menjadi perangkat rumahan yang ramah lingkungan dan efisien. Selain berfungsi sebagai bohlam lampu LED, LiFi dipastikan bisa menciptakan koneksi antar-perangkat rumahan, mengingat teknologi ini diusung untuk era IoT (Internet of Things).

Sumber : Liputan6

Buang Sampah ke Tempatnya Bisa Dapat Wi-Fi Gratis

wifi

Menyadari kebutuhan internet dalam kehidupan sehari-hari, dua lulusan jurusan perniagaan memutuskan untuk memberikan Wi-Fi gratis kepada orang-orang dengan cara unik. Mereka menamainya “Wi-Fi Trash Bin” atau “Tong Sampah Wi-Fi”. Demikian seperti dilansirĀ Firstpost, Rabu (19/08/2015).

“Ketika seseorang membuah sampah ke tempat sampah, tempat sampah tersebut akan memunculkan kode unik, yang dapat digunakan untuk mengakses Wi-Fi secara gratis”, kata Prateek Agarwal, salah satu dari dua pendiri inisiatif ini.

Agarwal dan rekannya Raj Desai, yang belajar pemrograman secara otodidaktik, bepergian secara luas ke negara-negara seperti Denmark, Finlandia, Singapura, dan lain-lain. Mereka menyadari bahwa menjaga kebersihanĀ lingkungan sangat memerlukan perubahan sikap orang-orangnya.

“Kami memetik banyak hal dari negara-negara seperti Finlandia, Denmark, Singapura, dan lain-lain, lalu memutuskan untuk membangun sebuah sistem yang mirip dengan itu,” ujar Pratik menambahkan.

Kedua orang yang berasal dari Mumbai ini mendapat ide tersebut saat mengunjungi NH7 Weekender, sebuah festival musik yang tersebar di sekitar area yang luas, dan sebagai festival musik, selain disajikan musik, makanan, dan minuman, juga ada banyak sampah.

“Kami butuh enam jam untuk menemukan teman-teman kami. Karena tidak ada jaringan, kami tidak bisa menjangkau mereka melalui telepon. Itulah yang memicu ide ini, dan kami pikir mengapa tidak memberikan Wi-Fi gratis bagi orang yang menggunakan hotspot,” kata Pratik.

Menjaga kebersihan tempat dan membantu untuk tetap terhubung dengan teman-teman mereka adalah pendorong utama di belakang proyek inovatif mereka.

Percobaan yang mereka danai sendiri, dengan dukungan operator MTS, terbukti sukses di berbagai festival Weekender yang diselenggarakan di Bangalore, Kolkata, dan Delhi. Namun pada saat ini ide mereka belum dijalankan.

(why/cas)

Waspada! Hacker Bisa Susupi Smartphone via WiFi

054000500_1412143367-wifi_gratisan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/4) – Menurut hasil riset perusahaan keamanan perangkat mobile, Skycure, ditemukan fakta bahwa kini hacker dapat merusak dan menyusup ke dalam sistem keamanan perangkat mobile via jaringan WiFi.

CEO Skycure, Adi Sharabani mengatakan salah satu indikasi perangkat mobile terkena serangan hacker melalui WiFi dapat dilihat daru frekuensi seringnya aplikasi mengalami crash ketika diakses.

“Banyak pengguna yang berbanggapan bahwa crash yang terjadi pada saat membuka aplikasi adalah masalah teknis. Banyak yang berpikir bahwa itu hanyalah bug yang terdapat pada aplikasi, namun penelitian kami menyatakan lebih dari itu,” ungkap Sharabani seperti yang dikutip dari laman Business Insider, Kamis (23/4/2015).

Dalam penelitiannya, pihak Skycure menemukan indikasi bahwa para hacker mulai menggunakan jaringan WiFi untuk melakukan serangan DDoS kepada para pengguna perangkat mobile. Serangan DDoS tersebut diarahkan memang untuk menciptakan kerusakan pada aplikasi.

DDoS Attack sendiri merupakan bentuk serangan yang dilakukan terhadap sistem komputer ataupun server (dalam kasus ini aplikasi) yang terdapat dalam jaringan internet. Tujuan dari serangan jenis ini adalah membuat aplikasi yang diserang kerepotan dan tidak dapat diakses oleh pengguna.

Bila dilihat secara mendasar, konsep serangan DDoS sebenarnya cukup simpel. Pelaku atau hacker akan membuat banyak jaringan ‘komputer palsu’ alias ‘booter’ yang digunakan untuk melakukan request (permintaan perintah) terhadap suatu aplikasi yang dituju. Dengan begini, hacker dapat membanjiri aplikasi yang ingin diserang dengan request palsu, sehingga aplikasi kewalahan dan akhirnya tumbang (crash).

Setelah keseluruhan aplikasi tumbang, hacker dapat dengan mudah menyusup ke dalam perangakt mobile pengguna dan mengumpulkan berbagai data penting.

Skycure mengklaim telah menemukan jenis serangan ini ke sejumlah perangkat bersistem operasi iOS (iPhone dan iPad). Salah satu penyebab utamanya adalah, banyak pengguna perangkat mobile yang kerap tidak sadar ketika perangkatnya tengah tersambung ke jaringan WiFi berbahaya yang memang sudah dipersiapkan oleh para hacker.

“Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi jenis serangan seperti ini. Yang terbaik adalah berhati-hati ketika ingin mengakses jaringan WiFi publik. Hanya itu,” tandas Sharabani.

Sumber : Liputan6