PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Wall Street

Bestprofit | Sektor Saham Kesehatan Bawa Wall Street Melemah

best profit bestprofit pt bestprofit

Bestprofit (10/10) –  Wall Street turun dari rekornya pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Ini usai kenaikan saham Microsoft dan saham teknologi lainnya, gagal mengimbangi penurunan saham General Electric dan sektor kesehatan.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,06 persen menjadi 22,761,07. Sementara indeks S&P 500 kehilangan 0,18 persen menjadi 2.544,73. Dan Nasdaq Composite turun 0,16 persen menjadi 6.579,73.

Adapun indeks Volatilitas CBOE .VIX, indikator Wall Street, naik 0,77 poin menjadi 10,42. Ini posisi tertinggi dalam dua minggu. bestprofit

Pasar antara lain dipengaruhi saham sektor kesehatan yang bergerak turun 0,67 persen, seiring penurunan saham Medtronic (MDT.N) sebesar 3,61 persen. Ini setelah pembuat perangkat medis tersebut memperingatkan bahwa keuntungan kuartalannya akan terkena dampak Badai Maria yang melanda Puerto Riko.

Adapun indeks S&P 500 menguat 14 persen pada 2017 dan pekan lalu mencapai rekor tertinggi, didukung kenaikan pendapatan perusahaan dan antusiasme bahwa Presiden Donald Trump akan memotong pajak perusahaan. bestprofit

Di sisi lain, JPMorgan Chase (JPM.N) dan Citigroup (CN) akan melaporkan perolehan laba kuartalannya pada Kamis. Investor berharap adanya kenaikan di sektor ini.

“Tidak seperti saham restoran, film dan bahan bangunan dan beberapa saham discretionary yang dilanda badai, saya tidak berharap bank-bank terpengaruh oselama kuartal tersebut,” kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

Secara keseluruhan, pendapatan perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan akan meningkat 4,8 persen pada kuartal terakhir, menurut data Thomson Reuters, turun dari pertumbuhan dua digitnya yang tercatat dalam dua kuartal pertama tahun ini. bestprofit

Adapun saham yang merosot antara lain, saham GE (GE.N) yang turun 3,94 persen setelah konglomerat tersebut menunjuk CFO baru dan mengatakan bahwa pihaknya memberi perusahaan pengelola investasi Trian Fund Management sebuah kursi dewan.

Sementara saham yangg mencatat penguatan yakni Nvidia (NVDA.O) yang naik 2,26 persen dan indeks teknologi informasi S & P 500 menambahkan 0,24 persen, membawa kenaikan pada 2017 menjadi 28 persen.
Sekitar 4,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, jauh di bawah rata-rata 6,1 miliar per hari selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters. bestprofit

Sumber : Liputan6

Harga Emas Melonjak Usai Wall Street dan | PT Bestprofit Malang

PT bestprofit Best Profit Bestprofit

PT Bestprofit Malang (25/8) – Harga emas naik seiring dolar Amerika Serikat (AS) dan wall street yang tertekan. Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$ 3,7 atau 0,3 persen ke level US$ 1.294,70 per ounce usai melemah 0,4 persen. Sebelumnya harga emas sempat berada di level tertinggi US$ 1.296,70 pada awal pekan ini. Harga emas itu termasuk di level tertinggi sejak awal Juni.

Pergerakan indeks dolar AS membayangi harga emas. Indeks dolar AS turun 0,4 persen. Tekanan indeks dolar AS juga diikuti dengan bursa saham AS yang tertekan. Adapunn bursa saham AS atau wall street yang merosot membuat emas lebih menarik. Ini dapat mengangkat harga emas.

Pada awal perdagangan dolar AS sempat menguat dan harga emas tertekan di kisaran sempit. Ini seiring sentimen pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Donald Trump membuat kemajuan untuk reformasi pajak sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun momentum tersebut melambat seiring Donald Trump siap untuk menutup pemerintahan. Langkah ini agar mendapatkan pendanaan untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko.

Selain itu, pelaku pasar juga hati-hati jelang pertemuan bank sentral di Jackson Hole. Pasar akan mencari petunjuk soal perubahan kebijakan moneter bank sentral terutama AS dan Eropa.

Tingkat suku bunga lebih tinggi cenderung mendorong dolar AS. Selain itu mengurangi permintaan emas. “Pasar akan melihat lebih banyak aksi lagi pada Jumat. Ketika kita akan mendapatkan pidato “duel” dari Draghi dan Yellen,” ujar Edward Meir, Konsultan INTL FCStone seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (24/8/2017).

Ia menuturkan, harga emas akan bergerak lebih tinggi jika kedua bankir tersebut menyatakan pandangan lebih lembut. Ini lantaran kekhawatiran inflasi yang melambat.

Sumber : Liputan6

Komentar Trump Bikin Wall Street Tertekan | Bestprofit Malang

Bestprofit PT Bestprofit Best Profit

Bestprofit Malang (24/8) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah seiring investor hadapi ancaman dari Presiden AS Donald Trump soal shutdown atau menghentikan sementara pemerintahan jika Kongres gagal keluarkan anggaran pembangunan tembok perbatasan Meksiko.

Tekanan saham sempat mereda usai komentar dari Ketua DPR AS Paul Ryan. Ia menyebutkan pemerintah tidak perlu melakukan shutdown. Namun itu tidak cukup untuk menenangkan ketegangan lantaran tenggat waktu untuk menyetujui pengeluaran semakin dekat. Selain itu juga kenaikan pinjaman pemerintah.

Kongres akan memiliki waktu kerja selama 12 hari usai dari reses. Kongres memiliki waktu pada 5 September untuk menaikkan plafon utang sebelum Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pilihan terakhir yang berlaku pada semua kewajiban pemerintah.

Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menyatakan kegagalan menaikkan plafon utang pada waktu yang tepat akan mendorongnya untuk kembali meninjau penilaian atas utang negara AS yang berimplikasi negatif.

“Apa yang dilihat selama seminggu terakhir di pasar keuangan terkait situasi politik AS,” ujar Paul Eitelman, Multi-Asset Investment Strategist di Russell Investments, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (24/8/2017).

Komentar Donald Trump juga mempengaruhi pasar surat utang dan mata uang dengan indeks dolar AS tergelincir 0,4 menjadi 93,14. Imbal hasil surat utang bertenor 10 tahun turun di bawah 2,17 persen.

Investor juga semakin khawatir dengan kemampuan Trump untuk membuat Undang-Undang yang pro pertumbuhan karena turbulensi politik di Gedung Putih.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones turun 87,8 poin atau 0,4 persen menjadi 21.812,09. Indeks saham S&P 500 merosot 8,44 poin atau 0,34 persen menjadi 2.444,07. Sedangkan indeks saham Nasdaq tergelincir 19,07 poin atau 0,3 persen menjadi 6.278,41.

Sementara itu, indeks volatilitas CBO yang mengukur kegelisahan pasar naik 6 poin menjadi 12,03. Investor pun melihat pidato Pimpinan the Federal Reserve Janet Yellen di pertemuan para bankir di Jackson Hole, Wyoming untuk mencari sinyal kebijakan moneter bank sentral AS.

Investor juga akan menimbang sentimen data penjualan rumah di Amerika Serikat yang turun ke level terendah dalam tujuh bulan pada Juli 2017.

Adapun indeks saham barang konsumsi turun 0,8 persen diseret tekanan saham Lowe’s Companies sebesar 3,71 persen. Saham Home Depot turun 0,54 persen.

Volume perdagangan saham di bursa saham AS atau wall street tercatat 5,04 miliar saham. Ini di bawah rata-rata perdagangan saham 6,2 miliar saham selama 20 sesi terakhir.

Sumber : Liputan6