PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Wall Street

Bestprofit | Wall Street Anjlok Imbas Kekhawatiran

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Bestprofit (15/3) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah usai Presiden AS Donald Trump berusaha menerapkan tarif baru di China. Ini mendorong kekhawatiran akan perang dagang yang dapat meningkatkan biaya dan membebani ekspor perusahaan AS.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones melemah 248,91 poin atau 1 persen ke posisi 24.758,12. Indeks saham S&P 500 tergelincir 15,83 poin atau 0,57 persen ke posisi 2.749,62. Indeks saham Nasdaq melemah 14,20 poin atau 0,19 persen ke posisi 7.469,81.

Pemerintahan AS menekan China untuk mengurangi surplus perdagangannya AS sebesar US$ 100 miliar. Trump mencari cara untuk mengenakan tarif impor China hingga US$ 60 miliar. Tarif tersebut dikenakan di sektor teknologi, telekomunikasi dan pakaian jadi.

“Seiring laporan kinerja keuangan berakhir, pengembangan pemerintahan di Washington menjadi lebih menonjol bagi investor,” ujar Brand McMillian, Kepala Riset Commonwealth Financial Network, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (15/3/2018). bestprofit

“Tentu dari sudut pandang ekonomi, efek potensial dari tarif terus mengkhawatirkan pasar. Saat ini berada dalam masa tidak ada kabar baik yang keluar,” tambah dia.

Sebelumnya Trump telah memberlakukan tarif impor baja dan aluminium serta panel surya dan mesin cuci. Langkah tersebut dapat memicu ancaman pembalasan dari beberapa mitra dagang.

Menurut investor, Boeing Co mungkin sangat rentan kena pembalasan. Sentimen itu mendorong saham Boeing Co merosot 2,5 persen, dan membebani indeks saham Dow Jones sehingga wall street tertekan.  bestprofit

Selain itu, investor juga mempertimbangkan rilis data yang menunjukkan penjualan ritel AS melemah selama tiga bulan berturut-turut. Ini menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2018.

Saham sempat melemah terbatas usai analis ekonomi dan komentator Larry Kudlow menyatakan dirinya menerima tawaran untuk menggantikan Gary Cohn sebagai penasihat ekonomi tertinggi Gedung Putih. Sebelumnya Larry Kudlow dikenal mendukung perdagangan bebas.

Sementara itu dilihat dari pergerakan saham, saham Signet Jewelers melemah 1,2 persen usai perseroan memberikan perkiraan pendapatan yang kurang baik. Saham Ford naik 2,2 persen usai Morgan Stanley menaikkan rekomendasi saham. Ditambah dongkrak perkiraan kinerja pendapatan produsen mobil tersebut.

Volume perdagangan saham di wall street tercatat 6,53 miliar saham. Angka ini di bawah rata-rata selama 20 hari perdagangan terakhir di kisaran 7,14 miliar saham. bestprofit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Trump Pecat Menlu Rex Tillerson, Wall Street

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Best Profit (14/3) – Tiga indeks utama Wall Street kembali terjungkal pada penutupan perdagangan saham Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pelemahan ini terseret sentimen pemecatan Menteri Luar Negeri (Menlu), Rex Tillerson oleh Donald Trump dan potensi tambahan pengenaan tarif impor AS.

Melansir Reuters, Rabu (14/3/2018), indeks saham Dow Jones Industrial Average anjlok 171,58 poin atau 0,68 persen ke level 25.007,03.

Indeks S&P 500 terkoreksi 17,71 poin atau 0,64 persen di level 2.765,31, sedangkan indeks Nasdaq turun cukup dalam 1,02 persen atau 77,31 poin ke level 7.511,01.

Adapun volume transaksi perdagangan di bursa saham AS tercatat 6,89 miliar dibanding rata-rata 7,11 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Wall street tertekan dipengaruhi langkah Trump yang memecat Tillerson terutama menyangkut kebijakan AS dengan Korea Utara dan Rusia. best profit

Kini, Trump menunjuk Direktur CIA Mike Pompeo sebagai Menlu AS yang baru. Sementara jabatan Direktur CIA diamanahkan pada Gina Haspel.

“Setiap ada perubahan, investor menjadi cemas. Mereka harus mencari tahu apa dampaknya,” kata Manajer Portofolio di Amundi Pioneer Asset Management, John Carey.

Namun demikian, Carey menuturkan, Tillerson dan Haspel merupakan sosok yang cukup dikenal. Sehingga diharapkannya tidak akan mengganggu atau berdampak terhadap pasar.

Bursa saham AS terkoreksi karena pengenaan tarif impor untuk produk-produk China yang ditargetkan menghasilkan US$ 30 miliar per tahun akan dirilis segera setelah pekan depan. best profit

“Ini mungkin akan mengganggu,” ujar Managing Director di Astor Investment Management, Bryan Novak.

Indeks utama wall street terkoreksi menyusul pelemahan saham-saham perusahaan teknologi dan keuangan. Saham Microsoft Corp (MSFT.O), Facebook Inc (FB.O) dan Alphabet Inc (GOOGL.O) melorot di kisaran 1,5 persen dan 2,4 persen.

“Sektor saham teknologi reli kuat kemarin dan pekan lalu. Ini ada profit taking, tapi ini tekanan jangka pendek,” kara Direktur di O’Neil Securities, Ken Polcari.

Sementara sektor saham keuangan melemah terseret penurunan imbal hasil obligasi AS merespons data inflasi dan pemecatan Tillerson.

General Electric Co (GE.N) terperosok 4,4 persen setelah J.P Morgan memangkas target harga saham dari US$ 14 menjadi US$ 11 per lembar. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Wall Street Melemah Terseret Sektor Saham Energi

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Best Profit (1/3) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah didorong saham energi. Hal itu juga tak lepas dari indeks saham acuan S&P 500 yang alami penurunan terbesar sejak Januari 2016.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones melemah 380 poin atau 1,5 persen ke posisi 25.029. Indeks saham S&P 500 tergelincir 1,1 persen ke posisi 2.713. Sedangkan indeks saham Nasdaq merosot 0,8 persen ke posisi 7.273.

Sepanjang Februari, indeks saham Dow Jones turun lebih dari empat persen. Indeks saham S&P 500 susut 3,9 persen. Indeks saham Nasdaq melemah 1,9 persen. Indeks saham S&P sektor energi melemah 1,3 persen seiring harga minyak tertekan.

Sementara itu, saham ritel naik didorong kenaikan kinerja keuangan. Ini ditunjukkan dari saham Booking Holdings naik 7,7 persen usai laporan kinerja kuartalan. Sedangkan saham TJX menguat 10 persen. Saham Celgene melemah 8,1 persen usai regulator AS menolak aplikasi perseroan mengenai obat sclerosis. best profit

Indeks saham S&P 500 dan Dow Jones sempat sentuh level tertinggi dalam 10 bulan usai alami aksi jual pada awal bulan. Hal itu dipicu kekhawatiran tingginya inflasi dapat mendorong bank sentral AS atau the Federal Reserve menaikkan suku bunga lebih tinggi dari investor harapkan. Wall street pun kembali pulih, namun masih bergejolak.

“Kita melihat sedikit pembalikan arah dari keuntungan pekan lalu,” ujar Paul Nolte, Portfolio Manager Kingsview Asset Management, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (1/3/2018).

Sekitar 76 persen perusahaan masuk S&P 500 pun dilaporkan mencatatkan keuntungan di atas prediksi. Hal itu berdasarkan data Reuters. Sebelumnya pada awal perdagangan, wall street sempat naik usai pemerintah AS merevisi aktivitas data ekonomi menjadi 2,5 persen.

Namun, aktivitas pabrik turun pada Februari. Penjualan rumah juga ikut merosot pada Januari.Indeks saham mengukur kecemasan investor atau indeks the CBOE naik 19,63 dalam jangka pendek. best profit

Sebelumnya, Wall street mengalami penurunan harian terbesar sejak aksi jual pada tiga pekan lalu usai Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell mengeluarkan pernyataan soal pertumbuhan ekonomi AS.

Pernyataan Powell membangkitkan kekhawatiran dari pelaku pasar bahwa kemungkinan besar suku bunga acuan Bank Sentral AS akan naik lebih tinggi dari perkiraan awal.

Mengutip Reuters, Rabu 28 Februari 2018, Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 299,24 poin atau 1,16 persen menjadi 25.410,03. Untuk S&P 500 kehilangan 35,32 poin atau 1,27 persen menjadi 2.744,28. Sedangkan Nasdaq Composite turun 91,11 poin atau 1,23 persen ke 7.330,35.Wall Street mencatat kerugian persentase harian terbesar sejak 8 Februari.

Gubernur the Fed Jerome Powell memberikan pandangan yang cukup optimistis mengenai pertumbuhan ekonomi AS dan mengatakan bahwa data-data yang ada memperkuat pandangannya bahwa angka inflasi akan tumbuh.

Dari pandangan Powell tersebut, pelaku pasar bertaruh bahwa kemungkinan besar Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga empat kali dalam tahun ini.

Kepala analis JonesTrading in Greenwich Michael O’Rourke menjelaskan bahwa Powell memberikan petunjuk secara halus bahwa ekonomi AS semakin kuat. “Jadi ada kemungkinan suku bunga naik empat kali tahun ini,” jelas dia.

Hal tersebut tentu saja akan sangat berpengaruh kepada Wall Street. best profit

Sumber : Liputan6