PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Wall Street

Harga Emas Melonjak Usai Wall Street dan | PT Bestprofit Malang

PT bestprofit

PT Bestprofit Malang (25/8) – Harga emas naik seiring dolar Amerika Serikat (AS) dan wall street yang tertekan. Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$ 3,7 atau 0,3 persen ke level US$ 1.294,70 per ounce usai melemah 0,4 persen. Sebelumnya harga emas sempat berada di level tertinggi US$ 1.296,70 pada awal pekan ini. Harga emas itu termasuk di level tertinggi sejak awal Juni.

Pergerakan indeks dolar AS membayangi harga emas. Indeks dolar AS turun 0,4 persen. Tekanan indeks dolar AS juga diikuti dengan bursa saham AS yang tertekan. Adapunn bursa saham AS atau wall street yang merosot membuat emas lebih menarik. Ini dapat mengangkat harga emas.

Pada awal perdagangan dolar AS sempat menguat dan harga emas tertekan di kisaran sempit. Ini seiring sentimen pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Donald Trump membuat kemajuan untuk reformasi pajak sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun momentum tersebut melambat seiring Donald Trump siap untuk menutup pemerintahan. Langkah ini agar mendapatkan pendanaan untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko.

Selain itu, pelaku pasar juga hati-hati jelang pertemuan bank sentral di Jackson Hole. Pasar akan mencari petunjuk soal perubahan kebijakan moneter bank sentral terutama AS dan Eropa.

Tingkat suku bunga lebih tinggi cenderung mendorong dolar AS. Selain itu mengurangi permintaan emas. “Pasar akan melihat lebih banyak aksi lagi pada Jumat. Ketika kita akan mendapatkan pidato “duel” dari Draghi dan Yellen,” ujar Edward Meir, Konsultan INTL FCStone seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (24/8/2017).

Ia menuturkan, harga emas akan bergerak lebih tinggi jika kedua bankir tersebut menyatakan pandangan lebih lembut. Ini lantaran kekhawatiran inflasi yang melambat.

Sumber : Liputan6

Komentar Trump Bikin Wall Street Tertekan | Bestprofit Malang

Bestprofit

Bestprofit Malang (24/8) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah seiring investor hadapi ancaman dari Presiden AS Donald Trump soal shutdown atau menghentikan sementara pemerintahan jika Kongres gagal keluarkan anggaran pembangunan tembok perbatasan Meksiko.

Tekanan saham sempat mereda usai komentar dari Ketua DPR AS Paul Ryan. Ia menyebutkan pemerintah tidak perlu melakukan shutdown. Namun itu tidak cukup untuk menenangkan ketegangan lantaran tenggat waktu untuk menyetujui pengeluaran semakin dekat. Selain itu juga kenaikan pinjaman pemerintah.

Kongres akan memiliki waktu kerja selama 12 hari usai dari reses. Kongres memiliki waktu pada 5 September untuk menaikkan plafon utang sebelum Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pilihan terakhir yang berlaku pada semua kewajiban pemerintah.

Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menyatakan kegagalan menaikkan plafon utang pada waktu yang tepat akan mendorongnya untuk kembali meninjau penilaian atas utang negara AS yang berimplikasi negatif.

“Apa yang dilihat selama seminggu terakhir di pasar keuangan terkait situasi politik AS,” ujar Paul Eitelman, Multi-Asset Investment Strategist di Russell Investments, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (24/8/2017).

Komentar Donald Trump juga mempengaruhi pasar surat utang dan mata uang dengan indeks dolar AS tergelincir 0,4 menjadi 93,14. Imbal hasil surat utang bertenor 10 tahun turun di bawah 2,17 persen.

Investor juga semakin khawatir dengan kemampuan Trump untuk membuat Undang-Undang yang pro pertumbuhan karena turbulensi politik di Gedung Putih.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones turun 87,8 poin atau 0,4 persen menjadi 21.812,09. Indeks saham S&P 500 merosot 8,44 poin atau 0,34 persen menjadi 2.444,07. Sedangkan indeks saham Nasdaq tergelincir 19,07 poin atau 0,3 persen menjadi 6.278,41.

Sementara itu, indeks volatilitas CBO yang mengukur kegelisahan pasar naik 6 poin menjadi 12,03. Investor pun melihat pidato Pimpinan the Federal Reserve Janet Yellen di pertemuan para bankir di Jackson Hole, Wyoming untuk mencari sinyal kebijakan moneter bank sentral AS.

Investor juga akan menimbang sentimen data penjualan rumah di Amerika Serikat yang turun ke level terendah dalam tujuh bulan pada Juli 2017.

Adapun indeks saham barang konsumsi turun 0,8 persen diseret tekanan saham Lowe’s Companies sebesar 3,71 persen. Saham Home Depot turun 0,54 persen.

Volume perdagangan saham di bursa saham AS atau wall street tercatat 5,04 miliar saham. Ini di bawah rata-rata perdagangan saham 6,2 miliar saham selama 20 sesi terakhir.

Sumber : Liputan6

Wall Street Terdongkrak Harapan Reformasi | Best Profit Malang

wallstreet-700x357

Best Profit (23/8) – Wall Street mampu menguat pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong penguatan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini setelah keluar komentar dari para pengampu kebijakan mengenai rencana reformasi perpajakan.

Mengutip Reuters, Rabu (23/8/2017), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 196,21 poin atau 0,9 persen menjadi 21.899,96. S&P 500 melonjak 24,11 poin atau 0,99 persen menjadi 2.452,48. Sedangkan Nasdaq Composite menambahkan 84,35 poin atau 1,36 persen menjadi 6.297,48.

Tim dari Presiden AS Donald Trump dengan beberapa annggota parlemen telah melakukan beberapa diskusi mengenai rencana reformasi perpajakan. Setelah cukup lama tak ada kemajuan, dalam diskusi terakhir sepertinya terdapat sedikit harapan bagi para pebisnis.

Perubahan dalam agenda reformasi perpajakan tersebut pro pebisnis sehingga mendorong optimisme pelaku pasar terhadap rencana pemotongan pajak bagi warga negara dan juga bagi perusahaan.

“Tidak ada isu yang sangat sensitif yang membebani bursa saham saat ini. Semua mulai membaik,” jelas analis Evercore ISI Dennis DeBusschere kepada Bloomberg TV.

Dalam beberapa hari terakhir Wall Street memang cukup tertekan karena kekacauan di Gedung Putih dan ketegangan geopolitik antara AS dengan Korea Utara.

Sebelumnya, Kepala Strategi Donald Trump, Steve Bannon hengkang ada Jumat 18 Agustus 2017. Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengonfirmasi hal tersebut, namun tak dijelaskan apakah Bannon mengundurkan diri atau dipecat.

Selain itu, Trump pelemahan Wall Street juga terjadi usai peringatan awal Trump pada Korea Utara. Dia juga menyebut, negara yang memiliki nuklir itu harus gugup jika ingin menyerang Amerika Serikat atau sekutunya.

Trump merespons klaim Korea Utara bahwa mereka akan menembakkan nuklir jarak menengah lewat Jepang dan mendarat di wilayah pasifik di Guam.

Sumber : Liputan6