PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Turki

Best Profit | Pasar Asia Anjlok, Turki Jadi Perhatian Ditengah

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Best Profit (10/8) – Pasar saham Asia anjlok pada Jumat di tengah ketegangan perdagangan global yang meningkat, sementara pasar mata uang diganggu oleh anjloknya rubel Rusia setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru, dan karena kekhawatiran akan anjloknya lira Turki.

Washington mengatakan akan memberlakukan sanksi baru karena telah memutuskan bahwa Moskow telah menggunakan agen syaraf terhadap mantan agen Rusia dan putrinya di Inggris, yang disangkal oleh Kremlin.

Lira Turki jatuh ke rekor terendah terhadap dolar pada hari Kamis, setelah pertemuan antara delegasi Turki dan pejabat AS di Washington tidak menghasilkan solusi yang jelas mengenai keretakan diplomatik akibat penahanan seorang pendeta AS di Turki.

Memperdalam kekhawatiran investor tentang lintasan otoriter Turki di bawah Presiden Tayyip Erdogan dan kejatuhan ekonomi juga membebani mata uang. Best Profit

Lira berada di 5.5700 melawan dolar pada pukul 00:21 GMT, setelah menyentuh titik terendah sepanjang waktu.

Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak dijadwalkan untuk mengungkap rencana terbaru ekonomi Turki pada hari Jumat.

Gejolak dalam mata uang yang muncul dan ketegangan perdagangan global yang berkelanjutan membantu mendukung dolar pada Kamis, tetapi berdampak tipis pada perdagangan awal di pasar Asia.

Dolar bergerak datar terhadap yen dan euro, sementara indeks dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam saingan utama naik 0,1 persen lebih tinggi pada 95,613.

Imbal hasil Treasury 10 tahun AS juga jatuh, berada di 2,9276 persen dibandingkan dengan penutupan di 2,935 persen pada Kamis. Best Profit

Di pasar ekuitas, indeks MSCI terluas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,3 persen.

Indeks saham Nikkei Jepang turun 0,5 persen meskipun data yang menunjukkan bahwa ekonomi negara itu tumbuh pada tingkat tahunan lebih cepat dari yang diperkirakan 1,9 persen pada kuartal kedua dalam tanda meningkatkan momentum.

Wall Street memberikan sedikit arahan untuk pasar di Asia pada Jumat, dengan Dow Jones Industrial Average jatuh 0,29 persen, S & P 500 berakhir 0,14 persen lebih rendah sementara Nasdaq Composite menguat 0,04 persen.

Perhatian di Australia pada hari Jumat akan fokus pada ramalan ekonomi terbaru dari Reserve Bank of Australia (RBA) dalam pernyataannya tentang kebijakan moneter.

Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan Rabu bahwa “terbaik tentu saja” tindakan bagi bank sentral akan mempertahankan suku kas pada rekor terendah meskipun ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi akan rata-rata 3 persen tahun ini dan berikutnya.

Dalam komoditas, minyak mentah AS merosot 0,2 persen pada $ 66,67 per barel, sementara minyak mentah Brent 0,3 0,3 lebih rendah pada $ 71,88 per barel.

Emas bergerak lebih tinggi, dengan perdagangan spot emas naik 0,1 persen menjadi $ 1212,96 per ounce. Best Profit

 

Sumber : Vibiznews

Indonesia-Turki Siap Kembalikan Tren Positif | Best Profit

184021820160802-101757-3459-presiden.jokowi-.resmikan-.pameran-.lukisan-.istana-780x390

Best Profit (7/7) – Indonesia dan Turki sepakat untuk berupaya mengembalikan trend positif perdagangan dan investasi, dan meningkatkan kerjasama dalam berbagai bidang, khususnya pertahanan. Dalam pertemuan di ibukota Ankara, pemimpin kedua negara juga membahas beberapa isu global.

Membalas kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Jakarta dua tahun lalu, Presiden Joko Widodo secara khusus singgah di Turki dalam perjalanannya menuju ke Hamburg, Jerman, untuk menghadiri KTT G-20.

Indonesia dan Turki memang sudah memiliki hubungan erat dan kerjasama dalam berbagai bidang selama puluhan tahun, antara lain dalam bidang perdagangan dan investasi, pertahanan, energi, dan penanggulangan terorisme.

Ketika bertemu Presiden Erdogan di Istana Kepresidenan Turki, Kamis (6/7), Presiden Joko Widodo kembali menegaskan upaya untuk mengembalikan trend positif perdagangan dan investasi kedua negara lewat perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki atau IT-CEPA dan mengurangi hambatan perdagangan serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.

“Bidang kerjasama lain yang mengalami peningkatan signifikan adalah industri pertahanan. Saya menyambut baik hasil konkret kerja sama industri pertahanan antara lain berupa peluncuran tank kelas menengah ‘Kaplan’ produksi bersama Indonesia dan Turki. Tadi juga telah kita sepakati untuk menambah kerjasama di bidang pembuata kapal selam dan truk. Ini juga akan segera ditindaklanjuti oleh tim kedua negara,” ucapnya.

Selain memproduksi tank bersama, pemerintah Indonesia dan Turki juga sepakat mengembangkan kerjasama kedirgantaraan. Hal ini telah dituangkan dalam nota kesepahaman antara PT. Dirgantara Indonesia dan Turkish Aerospace Industry.

Sejumlah kapal pembangkit listrik atau “power-ship” asal Turki juga dilaporkan telah beroperasi di Medan, Amurang, Bolok dan Ambon untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah itu.

Selain kerjasama bilateral, Jokowi dan Erdogan juga membahas isu global antara lain soal perselisihan negara-negara Teluk dan upaya melawan terorisme.

“Selain isu bilateral kami juga melakukan pembahasan isu dunia antara lain masalah Qatar yang kita harapkan bisa diselesaikan lewat komunikasi dan dialog yang baik antar negara-negara yang memiliki masalah,” kata Presiden Joko Widodo.

Indonesia dan Turki juga sepakat untuk saling berbagi informasi intelijen dan pembangunan sistem teknologi informasi intelijen yang lebih canggih untuk mempermudah penanganan terorisme global.

“Indonesia dan Turki telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama terutama terkait dengan ‘Foreign Terrorist Fighters’ melalui kerja sama bidang informasi intelijen dan juga pembangunan sistem IT di bidang intelijen sehingga memudahkan kita bekerja sama dalam rangka memberantas terorisme.”

Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Turki pada pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.

Dalam kunjungan kerja ini, Presiden Joko Widodo juga mengunjungi Mausoleum Attaturk yang merupakan makam tokoh pendiri dan presiden pertama Turki , Mustafa Kemal Ataturk, dilanjutkan ke Mesjid Kotacepe di pusat kota Ankara dan bertemu dengan sejumlah ulama setempat.

Sumber : VoaIndonesia

Turki Tangkap Lebih Banyak Jenderal | PT BESTPROFIT FUTURES

A0E873CE-CE28-446D-8599-D5D0FA8A1276_cx0_cy8_cw0_w987_r1_s_r1

BESTPROFIT FUTURES

BESTPROFIT FUTURES (9/9) – Pihak berwenang Turki hari Kamis (8/9) mengeluarkan surat penangkapan terhadap enam jenderal, beberapa pejabat militer, dan 16 pengusaha terkait usaha kudeta yang gagal Juli lalu.

Media pemerintah melaporkan, Turki mengklaim mereka yang ditangkap atau diperintahkan untuk ditangkap memiliki hubungan dengan ulama Fethullah Gulen yang berdomisili di AS dan dituduh memicu usaha kudeta yang mengakibatkan lebih dari 270 orang tewas.

Mereka yang ditangkap termasuk dua pria bersaudara yang memiliki bisnis roti dan kue, serta seorang pengusaha pakaian. Mereka, menurut kantor berita Anadolu, diklaim oleh Ankara sebagai bagian dari Organisasi Teroris Gulen (FETO).

Gulen membantah keterlibatannya dalam kudeta yang gagal itu.

Surat perintah penangkapan itu muncul satu hari setelah Turki menahan beberapa orang, termasuk tiga jurnalis dan seorang politisi, dan mengeluarkan perintah penangkapan terhadap 105 lainnya yang diklaim Turki memiliki hubungan dengan Gulen.

Sejak percobaan kudeta Juli lalu, hampir 5.000 personel militer dipecat dan hampir 4.300 pegawai pemerintah diberhentikan. Paling sedikit 17 ribu orang telah ditangkap dan disidangkan.

Mereka yang ditangkap termasuk dua pria bersaudara yang memiliki bisnis roti dan kue, serta seorang pengusaha pakaian. Mereka, menurut kantor berita Anadolu, diklaim oleh Ankara sebagai bagian dari Organisasi Teroris Gulen (FETO).

Surat perintah penangkapan itu muncul satu hari setelah Turki menahan beberapa orang, termasuk tiga jurnalis dan seorang politisi, dan mengeluarkan perintah penangkapan terhadap 105 lainnya yang diklaim Turki memiliki hubungan dengan Gulen. BESTPROFIT FUTURES

Sumber : VOA