PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Topix

Bursa Asia Merosot Mengikuti Indeks Topix Jepang dengan Saham Komoditas

nikkei4-700x357

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/6) – Saham Asia jatuh untuk hari kedua, setelah merosotnya ekuitas global seiring pelemahan dalam produsen komoditas dengan minyak dan tembaga di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan global moderat sebelum keputusan kebijakan bank sentral.

Indeks MSCI Asia Pacific jatuh 0,8 % ke level 130,60 pada pukul 09:10 pagi waktu Tokyo, pangkas kenaikan pekan ini menjadi 0,6 %. Optimisme bahwa biaya pinjaman akan tetap rendah untuk lebih lama di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi global mereda menjelang serangkaian peristiwa dalam dua minggu ke depan. Sebelum pertemuan Federal Reserve dan Bank of Jepang (BOJ) pekan depan, diikuti oleh pemungutan suara pada keanggotaan Inggris di Uni Eropa, memiliki potensi untuk mengacaukan pasar.

Ekuitas global telah kembali pulih dari posisi terendahnya bulan Februari diikuti rally pada saham komoditas. Harga minyak telah melonjak lebih dari 90 % di tengah gangguan tak terduga dan merosot tajam dalam output AS, yang berada di bawah tekanan dari kebijakan Organisasi Negara Pengekspor Minyak yang ‘memompa tanpa batas. (knc)

Sumber : Bloomberg

Saham Asia Turun seiring Topix Perpanjang Kerugian di Bear Market Global

050a48f066b940de1280ee44c5292d1c

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/2) – Saham Asia jatuh, dengan indeks acuan regional menuju penurunan mingguan terbesar dalam sebulan, setelah pasar saham global merosot ke pasar beruang dan saham Jepang memperpanjang kerugian seiring penguatan yen.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 1,7 persen ke level 114,50 pada pukul 09:11 pagi waktu Tokyo. Indeks itu sedang menuju penurunan 4,9 persen minggu ini. Indeks Topix tergelincir 4,1 persen menyusul dibukanya pasar kembali perdagangan setelah hari libur kemarin. Dikombinasikan kerugian di AS dan Eropa ekuitas menyeret MSCI World Index All-Country turun 20 persen dari rekor dicapai pada Mei, yang merupakan definisi umum dari pasar beruang.

Kegiatan bank sentral tetap fokus seiring suku bunga negatif telah mengalahkan kekhawatiran investor terhadap perlambatan perekonomian China dan mendekati penurunan dua tahun harga minyak. Swedia menurunkan suku bunga yang sudah di bawah nol, sekitar dua minggu lalu setelah Jepang mengejutkan pasar dengan memberlakukan suku bunga negatif dalam upaya untuk meredam kekacauan. Investor mengabaikan hari kedua dari pernyataan dari Janet Yellen, yang mengindikasikan bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga acuan dalam menghadapi gejolak global yang gagal membendung aksi jual pada aset berisiko.

Kontrak pada indeks Hang Seng merosot 1,4 persen dalam perdagangan terbaru mereka, sedangkan untuk Indeks Hang Seng China Enterprises turun 1,6 persen. Saham-saham Hong Kong jatuh hari Kamis, itu merupakan awal terburuk mereka pasca tahun baru lunar sejak tahun 1994 menyusul semakin dalamnya gejolak ekuitas global. Pasar di Cina daratan, Taiwan dan Vietnam masih ditutup untuk liburan. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Dibuka Naik Terkait Topix Pangkas Awal Tahun Terburuknya Sejak 2009

nikkei4-700x357

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/2) – Saham Jepang naik untuk hari kedua setelah BOJ melakukan dorongan tak terduga untuk stimulus, memangkas awal terburuk indeks Topix sejak tahun 2009. Kerditur kembali jatuh menyusul keputusan bank sentral untuk memulai pengisian atas beberapa deposito mereka yang di tahan di institusi tersebut.

Indeks Topix naik 1 persen menjadi 1,446.97 pada 09:00 pagi di Tokyo, setelah ditutup lebih tinggi pada Jumat di tengah fluktuasi yang tidak menentu karena investor masih menilai rencana BOJ untuk memperkenalkan tingkat bunga negatif pada beberapa deposito. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1 persen menjadi 17,688.83. Yen diperdagangkan pada 121,35 per dolar setelah merosot 1,9 persen pada hari Jumat.

Kenaikan pada Jumat kemarin memangkas penurunan Topix di bulan Januari ke 7,5 persen. indeks tersebut jatuh ke Bear Market pada 20 Januari, diterpa kekhawatiran perlambatan di China dan penurunan dalam minyak serta komoditas lainnya. Bank, penjelajah energi dan asuransi adalah satu-satunya yang mengalami penurunan antara 33 kelompok industri Topix Senin ini.(mrv)

Sumber: Bloomberg