PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Timah

Komoditi Perkebunan Laku Keras Tapi Ekspor Timah Nyaris Anjlok Hingga 100%

TIMAH-700x357

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/9) – Badan Pusat Statistik (BPS) telah melaporkan kemarin  (15/9) bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia tercatat sebesar US$ 433,8 juta pada Agustus 2015 lalu atau turun jika dibandingkan dengan perolehan yang tercatat di bulan sebelumnya yaitu sebesar US$ 1,33 miliar. Angka tersebut merupakan selisih lebih antara ekspor dan impor, yang masing-masing membukukan nilai masing-masing sebesar US$ 12,7 miliar dan US$ 12,27 miliar. Secara rinci kinerja ekspor pada bulan lalu tercatat meningkat 10,79 persen (mom), sementara impor tumbuh lebih tinggi, yakni mencapai 21,69 persen (mom).

Ekspor nonmigas Agustus 2015 mencapai US$11,17 miliar, naik 11,23 persen dibanding Juli 2015, sedangkan dibanding ekspor Agustus 2014 turun 5,99 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2015 terhadap Juli 2015 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$237,1 juta (121,75 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada timah sebesar US$103,8 juta (99,96 persen). Sedangkan jika menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode Januari-Agustus 2015 turun 7,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 9,15 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik 1,77 persen.

Jika kriteria ekspor non migas dipersempit dalam kriteria HS 2 digit maka nilai ekspor komoditi lainnya yang juga bukukan peningkatan antara lain kendaraan dan bagiannya meningkat US$ 147,8 juta atau naik 41,04 persen, mesin dan pesawat mekanik meningkat US$ 146,3 juta atau naik 37,26 persen. Lalu kopi, teh, dan rempah-rempah juga meningkat US$ 49 juta atau naik 49,06 persen, serta karet dan barang dari karet bukukan peningkatan terkecil hanya sebesar US$ 81,7 juta atau naik 16,75 persen. Sedangkan komoditi HS 2 digit yang mencatat penurunan terbesar adalah ekspor timah yang pada bulan lalu mencatat penurunan sebesar -US$ 103,8 juta atau turun -99,96 persen.

Tajamnya penurunan ekspor timah pada bulan lalu tidak lepas dari intervensi yang dilakukan pemerintah. Pasca penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 33 Tahun 2015 tentang perubahan Permendag No. 44/2014 tentang Ketentuan Ekspor Timah, volume perdagangan ekspor timah batangan Indonesia naik pesat. Dengan revisi Permendag tersebut, maka para eksportir timah diwajibkan memiliki sertifikat CnC yang bertujuan untuk menjamin ketelusuran asal barang. Maksudnya ialah asal usul bijih timah yang digunakan untuk bahan baku timah murni batangan harus CnC, sedangkan untuk timah solder dan barang lainnya dari timah harus dilengkapi bukti pembelian bahan baku tumah murni batangan dari bursa timah.

Perlu diketahui, sebelum peraturan ini resmi diberlakukan, volume ekspor timah pada Mei 2015 lalu misalnya menunjukkan bahwa volume transaksi perdagangan timah di Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI) berhasil mencapai 6.395 ton, atau melonjak 35,3% ketimbang April 2015 sebesar 4.725 ton. Lonjakan ekspor timah pada bulan-bulan lalu disebabkan oleh banyaknya perusahaan yang memanfaatkan waktu tersisa sebelum efektifnya Permendag Nomor 33/2015.

 

Sumber : Vibiznews

TINS Habiskan Sekitar 40 Miliar Guna Eksplorasi, Laju Sahamnya Jaga Momentum Positif

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/5) – PT Timah Tbk (TINS) melakukan kegiatan eksplorasi di laut pada bulan April 2015, berupa kegiatan pemboran prospeksi dan pemboran rinci di perairan Bangka, perairan Belitung Timur dan perairan Kundur Barat dengan menggunakan enam unit kapal bor. Adapun biaya yang dikeluarkan atas kegiatan eksplorasi PT Timah di darat maupun di laut pada bulan April 2015 sebesar Rp38.842.819.686, dengan rincian sebesar Rp25.211.744.710 untuk operasional dan Rp13.631.074.976 untuk biaya investasi.

Hasil kegiatan eksplorasi di laut mendapatkan sumber daya terekam sebesar 3.542 ton, sumber daya tertunjuk sebesar 2.158 ton, dan sumber daya terukur sebesar 7.570 ton. Semuanya merupakan tipe endapan timah alluvial. Kegiatan eksplorasi di darat mendapatkan sumber daya tereka sebesar 50.179 ton, sumber daya tertunjuk 7.846 ton dan sumber daya terukur 4.536 ton.

Hingga kuartal I tahun 2015, TINS harus menerima mencatat kerugian Rp19,1 miliar anjlok daripada capaian laba Rp95,02 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Padahal pendapatan usaha TINS naik menjadi Rp1,35 triliun dari pendapatan usaha tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,24 triliun. Namun kenaikan tersebut juga mendongkrak beban pokok yang naik jadi Rp1,21 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya yang sebesar Rp911,96 miliar.

Sementara laba bruto turun menjadi Rp145,95 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang sebesar Rp325,39 miliar. Rugi sebelum pajak yang diderita perseroan Rp8,63 miliar, usai laba sebelum pajak yang diraih yakni Rp169,92 miliar di tahun sebelumnya. Adapun pada posisi keuangan jumlah aset per Maret 2015 turun menjadi Rp9,10 triliun dari jumlah aset per Desember 2014 yang mencapai Rp9,75 triliun.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (12/5/15) saham TINS ditutup naik 1,2% pada level 825 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 815 dan bergerak dalam kisaran 810 – 830 dengan volume perdagangan saham mencapai  8 juta lembar saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TINS sejak awal bulan Desember terlihat terus mengalami pelemahan tajam menuju level support kuatnya namun saat ini pergerakannya dalam potensi rebound terbatas, terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Doji Evening Star menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan TINS dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TINS masih akan dalam tren rebound teknikal dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TINS. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp750 hingga target resistance di level Rp1180.

Sumber : Vibiznews