PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: The Fed

PT Bestprofit | Jelang Keputusan The Fed, Harga Emas Tertekan

PT bestprofit Best Profit Bestprofit

PT Bestprofit (21/3) – Harga emas jatuh pada perdagangan Selasa karena penguatan nilai tukar dolar AS. Penguatan dolar AS ini menjelang pengumuman dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) mengenai suku bunga.

Mengutip Reuters, Rabu (21/3/2018), The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya pada tahun ini di Maret ini. Rencana tersebut membuat harga emas turun 4 persen dari harga tertinggi yang telah dicapainya pada Januari lalu.

Suku bunga yang tinggi akan berdampak negatif terhadap harga emas. Kenaikan suku bunga akan meningkatkan imbal hasil obligasi dan mengurangi daya tarik logam mulia.

Kenaikan suku bunga juga mendorong penguatan dolar AS sehingga harga emas akan lebih mahal bagi para innvestor yang bertransaksi menggunakan mata uang di luar dolar AS. pt bestprofit

Harga emas di pasar spot turun 0,3 persen ke USD 1.312,16 per ounce pada pukul 1.35 siang waktu London. Sementara dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang dan imbal hasil obligasi AS naik.

Untuk harga emas berjangka AS pengiriman April turun USD 90 atau 0,5 persen ke level USD 1.311,9 per ounce.

“Semua bertanya-tanya sampa titik mana penurunan ini akan terjadi,” kata analis U.S. Bank Wealth Management, Rob Haworth.

The Fed diperkirakan akan mengambil keputusan dengan sangat berhati-hati untuk menaikkan suku bunga. Hal ini tentu saja akan membantu harga emas untuk tetap bertahan di level yang ada saat ini. pt bestprofit

Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas menguat seiring melemahnya pasar ekuitas setelah menyentuh posisi terendah dalam lebih dari dua minggu.

Ekuitas global terjebak dalam momen terburuknya sejak November. Wall Street tergelincir setelah saham Facebook merosot usai ada laporan jika terjadi penyalahgunaan data pengguna yang menimbulkan kekhawatiran pelanggaran privasi yang lebih luas, memicu penjualan saham teknologi.

“Kita melihat sebagian besar lebih memilih membeli emas karena adanya penurunan dalam ekuitas dan fakta bahwa pedagang percaya akan ada kenaikan suku bunga oleh The Fed,” kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures. pt bestprofit

Sumber : Liputan6

Best Profit Malang | Bursa AS Ditutup Sedikit Lebih Tinggi

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Best Profit Malang (21/9) – S & P 500 dan Dow berakhir sedikit lebih tinggi pada penutupan bursa AS, hari Kamis dinihari tadi, menambah rekor penutupan mereka, setelah Federal Reserve mengisyaratkan bahwa mereka memperkirakan kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun dan mengungkapkan jadwal waktu untuk mengurangi neraca keuangannya.

The Fed meninggalkan suku bunga tidak berubah untuk saat ini, seperti yang telah diantisipasi secara luas, namun ekspektasi investor berubah untuk bulan Desember setelah bank sentral A.S. memberi sinyal kenaikan satu tingkat lagi pada akhir tahun meskipun data inflasi baru-baru menunjukkan pelemahan.

Sejalan dengan ekspektasi Fed mengatakan akan dimulai pada bulan Oktober untuk memotong sekitar $ 4,2 triliun obligasi Treasury A.S. dan kepemilikan sekuritas berbasis mortgage dengan awalnya memotong hingga $ 10 miliar setiap bulan dari jumlah efek jatuh tempo yang diinvestasikan kembali. Best profit

Saham keuangan melonjak setelah pernyataan tersebut karena hasil Treasury A.S. naik pada prospek tingkat suku bunga yang lebih tinggi sementara harga saham sektor utilitas turun karena kekhawatiran bahwa sektor defensif akan terlihat kurang menarik seiring kenaikan suku bunga.

Sementara beberapa investor mengatakan bahwa nada the Fed lebih hawkish daripada yang diperkirakan orang lain dan senang saat Ketua Fed Janet Yellen menegaskan kembali pendiriannya bahwa pengurangan neraca akan bergantung pada data.

Dow Jones Industrial Average .JJI naik 41,79 poin atau 0,19 persen menjadi ditutup pada 22,412,59, mencapai rekor untuk ketujuh kalinya.
S & P 500 .SPX naik 1,59 poin atau 0,06 persen menjadi 2.508,24, mencatat rekor penutupan tertinggi keenam dalam tujuh sesi terakhir. The Nasdaq Composite .IXIC turun 5,28 poin atau 0,08 persen menjadi 6.456,04, dengan Apple Inc (AAPL.O) sebagai hambatan terbesarnya. Best profit

Sektor S & P. Sektor SPSY berakhir 0,6 persen lebih tinggi karena bank mendapat keuntungan dari tingkat yang lebih tinggi. Sektor ini telah meningkat dalam delapan dari sembilan sesi terakhir dan mencatat kenaikan 6,7 persen pada saat investor mengantisipasi pertemuan Fed.
Sektor consumer staples .SPLRCS turun 0,9 persen sementara sektor utilitas .SPLRCU berakhir 0,8 persen lebih rendah.

Saham Apple turun 1,7 persen setelah mengakui smartwatch terbarunya memiliki masalah di konektivitas.
Sekitar 6,7 miliar saham berpindah tangan di bursa A.S. dibandingkan dengan rata-rata 6 miliar selama 20 sesi terakhir. Best profit

Sumber : Vibiznews

Bestprofit Malang | Jelang Pertemuan The Fed, Harga Emas

Bestprofit

Bestprofit Malang (19/9) – Harga emas turun 1 persen pada perdagangan Senin dan menyentuh level terendah dalam dua pekan karena penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil surat utang AS. Penguatan dolar AS dan imbal hasil ini jelang pertemuan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Selain itu, Wall Street yang mencetak rekor tertinggi dan meredanya ketegangan di Semenanjung Korea juga membuat pelaku pasar melepas aset-aset safe haven yang sebelumnya mereka genggam.

Mengutip Reuters, Selasa (19/9/2017), harga emas di pasar spot turun 1,04 persen ke level US$ 1.305,46 per punce pada pukul 2.05 siang di London. Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember yang merupakan kontrak paling aktif ditutup turun US$ 14,40 atau 1,09 persen menjadi US$ 1.310,8 per ounce.

Harga perak di pasar spot juga turun 2,63 persen ke US$ 17,117 per ounce. Sementara platinum turun 0,99 persen menjadi US$ 954,5 per ounce dan palladium naik 1,42 persen ke US$ 936,1 per ounce.

Pada 8 September lalu, harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan di level US$ 1.357,54 per ounce. Hal tersebut karena pelaku pasar mengambil posisi aman atau memborong aset-aset safe haven karena adanya ketegangan geopolitik di semenanjung Korea dan adanya hantaman Badai Harvey dan Irma di AS.

“Ada banyak spekulasi di emas pada waktu itu, tapi tampaknya sekarang sudah mulai surut,” jelas analis Commerzbank Carsten Fritsch. Saat ini, pelaku pasar sedang menghitung kemungkinan Bank Sentral AS menaikkan suku bunga.

Para pejabat the Fed bertemu pada Selasa dan Rabu waktu setempat. Investor memperkirakan Fed akan mengumumkan rencana pemangkasan neraca keuangan yang seharusnya mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas.

“Emas tidak lagi mendapat angin saat ini. Logam mulia tersebut kemungkinan akan tertekan,” jelas analis INTL FCStone Edward Meir.

Sumber : Liputan6