PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Suku Bunga

Wall Street Melemah Usai The Fed Pertahankan | Bestprofit

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Bestprofit (4/5) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah usai the Federal Reserve (The fed) mempertahankan suku bunga. Investor pun mencermati laporan keuangan perusahaan.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham S&P 500 melemah tipis 3,04 poin atau 0,13 persen ke level 2.388,13. Indeks saham Nasdaq tergelincir 22,82 poin atau 0,37 persen ke level 6.072,55. Indeks saham Dow Jones naik 8,01 poin atau 0,04 persen ke level 20.957.

Indeks saham acuan S&P 500 melemah usai bank sentral AS atau the Fed menyatakan ada penguatan di sektor tenaga kerja dan mengabaikan pertumbuhan ekonomi AS melemah pada kuartal I 2017.

Ini memberi sinyal pengetatan kebijakan moneter berlanjut dengan kemungkinan menaikkan suku bunga pada awal Juni. Berdasarkan survei Reuters, sekitar 65 persen investor yakin suku bunga naik pada Juni.

Ada pun sektor saham keuangan mengambil kesempatan ada kemungkinan kenaikan suku bunga. Indeks sektor saham keuangan S&P naik 0,6 persen usai pernyataan the Fed, dan memimpin kenaikan sektor saham. Adapun tujuh dari 11 sektor saham melemah.

Perusahaan masuk indeks saham S&P 500 diperkirakan mencatatkan laba tumbuh 14,2 persen. Penguatan laba itu terkuat sejak 2011.

Berdasarkan data Reuters. Indeks saham S&P 500 pun telah naik 11,6 persen sejak kemenangan Presiden AS Donald Trump ada 8 November. Ini didorong ada harapan pemangkasan pajak dan peraturan, serta belanja infrastruktur. Namun, kini investor mempertanyakan realisasi rencana itu.

“Ada begitu banyak optimisme terhadap agenda Trum pada awal tahun, kini mereda,” ujar Robert Pavlik, Analis Boston Private, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (4/5/2017).

Selain itu, sejumlah saham pun tertekan. Saham Apple melemah 0,3 persen, dan membebani indeks saham. Akan tetapi, akhir pergerakan saham Apple pulih usai perseroan melaporkan kinerja keuangan kuartalan.

Saham New York Times Co melonjak 12,6 persen usai perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan besar dalam enam tahun. Selain itu, saham Facebook melemah lebih dari 1 persen usai perseroan melaporkan kinerja keuangan kuartalan.

Volume perdagangan saham sekitar 7,3 miliar saham di bursa saham Amerika Serikat atau wall street. Angka ini di atas rata-rata harian sekitar 6,6 miliar saham.

Sumber : Liputan6

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Picu | PT Bestprofit

PT bestprofit Best Profit Bestprofit

PT Bestprofit (11/4) – Harga emas berakhir sedikit berubah terpicu ekspektasi jika Federal Reserve (The Fed) akan kembali meningkatkan suku bunga acuannya demi mengimbangi kekhawatiran atas ketegangan politik di Korea Utara dan Timur Tengah.

Di akhir sesi perdagangan, harga emas terdorong pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen, bahwa ini saat tepat untuk secara bertahap menaikkan suku bunga acuan jika ekonomi negaranya terus menguat.

Melansir laman Reuters, Selasa (11/4/2017), harga emas di pasar spot naik 0,04 persen ke posisi US$ 1.254,06 per ounce. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Juni menetap 0,3 persen lebih rendah ke posisi US$ 1.253,90 per ounce.

Pada Jumat pekan lalu, harga logam naik di atas US$ 1.270 untuk pertama kalinya sejak awal November. Ini setelah data pekerjaan AS tercatat lebih rendah dari harapan.

“Tampaknya terjadi beberapa aksi profit taking setelah pergerakan 200 hari rata-rata (harga emas) pada hari Jumat,” kata analis Mitsubishi Jonathan Butler.

Harga emas juga terdorong langkah Amerika Serikat yang meluncurkan serangan rudal ke sebuah pangkalan udara di Suriah.

Pembantu Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan terkait ini. Sekretaris Negara AS Rex Tillerson menegaskan bahwa serangan itu merupakan peringatan bagi negara-negara lain, termasuk Korea Utara.

“Emas kini terjebak di antara ketegangan politik yang bisa memicu arus safe haven, dan pasar melihat risiko geopolitik untuk kenaikan suku bunga AS berikutnya,” menurut catatan Standard Chartered.

Harapan bahwa laju suku bunga AS meningkat tahun ini, mengangkat biaya bagi memegang bullion non-unggul, yang terbukt menjadii tarik utama pada emas.

Di pasar berharga lainnya, harga perak tergelincir. Harga perak turun 0,2 persen menjadi US$ 17,93 per ounce, setelah mencapai posisi tertinggi sejak 27 Februari di level US$ 18,47 pada Jumat.

Sedangkan harga Platinum 1,2 persen lebih rendah ke posisi US$ 939,9, sedangkan paladium turun 1,6 persen menjadi US$ 788,20.

Sumber : Liputan6

Wall Street Menguat Usai The Fed Naikkan Suku | PT Bestprofit

PT Bestprofit

PT Bestprofit (16/3) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street naik usai the Federal Reserve atau bank sentral AS menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam 3 bulan.

The Federal Reserve menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen menjadi 0,75 persen-1 persen. Pihaknya juga belum berencana untuk mempercepat laju pengetatan moneter. Hal ini telah menjadi perhatian pelaku pasar.

“Pelaku pasar berpikir the Federal Reserve mungkin lebih agresif. Namun faktanya mereka tidak, dan tentu akan berlanjut,” ujar Eric Schoenstein, Manajer Portofolio Jensen Quality Growth Fund, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (16/3/2017).

Sentimen kenaikan suku bunga the Federal Reserve telah mengangkat wall street. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 112,73 poin atau 0,54 persen menjadi 20.950,1. Indeks saham S&P 500 menguat 19,81 poin atau 0,84 persen menjadi 2.385,26. Sedangkan indeks saham Nasdaq bertambah 43,23 poin atau 0,74 persen menjadi 5.900,05.

Indeks saham S&P 500 sektor keuangan mencatatkan performa buruk. Saham energi telah mendorong kenaikan indeks saham S&P usai kenaikan harga minyak. Sedangkan indeks saham Russell 2000 yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil naik 1,5 persen.

Ada pun penjualan ritel AS mencatatkan kenaikan tipis dalam enam bulan pada Februari ini. Hal ini mendorong produk domestik bruto (PDB) tumbuh 0,8 persen sesuai target.

Saham-saham yang pengaruhi wall street antara lain saham Exxon naik 1,2 persen. Saham Chevron mendaki 1,4 persen. Selain itu, saham Apple melonjak 1,1 persen ke level US$ 140,46. Saham Twitter merosot 1,9 persen menjadi US$ 15,03. Ada pun volume perdagangan saham sekitar 6,98 miliar saham.

Sumber : Liputan6