PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Suku Bunga

Harga Emas Turun; Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga | Best Profit

278582_ilustrasi-emas-batangan_663_382

Best Profit (2/6) – Harga Emas turun pada akhir perdagangan Jumat dinihari (02/06) setelah laporan tenaga kerja swasta naik mengalahkan perkiraan, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga ASĀ  dan mengangkat dolar AS.

Harga emas spot LLG turun 0,15 persen pada $ 1,266.20 per ons. Pada hari Rabu, menyentuh sesi tinggi $ 1,273.74 per ons, terkuat sejak 25 April.

Harga emas berjangka A.S. untuk pengiriman Agustus turun $ 5,30 menjadi $ 1,270.10 per ons.

Tenaga kerja swasta meningkat sebesar 253.000, jauh di atas harapan. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan laporan tersebut menunjukkan bahwa gaji swasta tumbuh pada 185.000 di bulan Mei, dari 174.000 di bulan April.

Angka ADP datang menjelang laporan non farm payroll Departemen Tenaga Kerja AS yang lebih lengkap pada hari Jumat, yang mencakup pekerjaan sektor publik dan swasta.

Juga membebani emas adalah indeks dolar yang sedikit lebih kuat, yang memperpanjang kenaikan setelah data ADP, yang telah didukung oleh imbal hasil Treasury A.S. yang lebih tinggi dan menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga A.S. bulan ini.

Data gaji penting dari Amerika Serikat dapat berarti Fed akan menaikkan suku bunga seperti yang diharapkan pada pertemuan 13-14 Juni.

Pedagang percaya ada kemungkinan kenaikan suku bunga 87 persen, menurut alat FedWatch milik CME Group.

Permintaan untuk koin emas American Eagle tetap tidak memuaskan, data dari Mint A.S. menunjukkan, dengan penjualan untuk lima bulan pertama tahun ini turun 56 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi 186.500 ounces.

Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,21 persen menjadi $ 17,25 per ons.

Platinum turun 1,70 persen pada $ 927,50 per ons, setelah menyentuh level terendah $ 923, terlemah sejak 15 Mei.

Penjualan kendaraan baru A.S. di bulan Mei kemungkinan disangga oleh diskon besar, analis industri yang memperkirakan bahwa permintaan pada bulan tersebut sedikit berubah atau naik sedikit setelah dua bulan turunnya penjualan.

Platinum terutama digunakan dalam katalis otomatis yang mengurangi emisi berbahaya dari knalpot

Palladium terakhir terlihat naik 1,01 persen pada $ 825,22, setelah menyentuh puncak intraday $ 827,60, tertinggi sejak 1 Mei.

Sumber : Vibiznews

Wall Street Melemah Usai The Fed Pertahankan | Bestprofit

Wall_Street_-_New_York_Stock_Exchange2-700x357

Bestprofit (4/5) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah usai the Federal Reserve (The fed) mempertahankan suku bunga. Investor pun mencermati laporan keuangan perusahaan.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham S&P 500 melemah tipis 3,04 poin atau 0,13 persen ke level 2.388,13. Indeks saham Nasdaq tergelincir 22,82 poin atau 0,37 persen ke level 6.072,55. Indeks saham Dow Jones naik 8,01 poin atau 0,04 persen ke level 20.957.

Indeks saham acuan S&P 500 melemah usai bank sentral AS atau the Fed menyatakan ada penguatan di sektor tenaga kerja dan mengabaikan pertumbuhan ekonomi AS melemah pada kuartal I 2017.

Ini memberi sinyal pengetatan kebijakan moneter berlanjut dengan kemungkinan menaikkan suku bunga pada awal Juni. Berdasarkan survei Reuters, sekitar 65 persen investor yakin suku bunga naik pada Juni.

Ada pun sektor saham keuangan mengambil kesempatan ada kemungkinan kenaikan suku bunga. Indeks sektor saham keuangan S&P naik 0,6 persen usai pernyataan the Fed, dan memimpin kenaikan sektor saham. Adapun tujuh dari 11 sektor saham melemah.

Perusahaan masuk indeks saham S&P 500 diperkirakan mencatatkan laba tumbuh 14,2 persen. Penguatan laba itu terkuat sejak 2011.

Berdasarkan data Reuters. Indeks saham S&P 500 pun telah naik 11,6 persen sejak kemenangan Presiden AS Donald Trump ada 8 November. Ini didorong ada harapan pemangkasan pajak dan peraturan, serta belanja infrastruktur. Namun, kini investor mempertanyakan realisasi rencana itu.

“Ada begitu banyak optimisme terhadap agenda Trum pada awal tahun, kini mereda,” ujar Robert Pavlik, Analis Boston Private, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (4/5/2017).

Selain itu, sejumlah saham pun tertekan. Saham Apple melemah 0,3 persen, dan membebani indeks saham. Akan tetapi, akhir pergerakan saham Apple pulih usai perseroan melaporkan kinerja keuangan kuartalan.

Saham New York Times Co melonjak 12,6 persen usai perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan besar dalam enam tahun. Selain itu, saham Facebook melemah lebih dari 1 persen usai perseroan melaporkan kinerja keuangan kuartalan.

Volume perdagangan saham sekitar 7,3 miliar saham di bursa saham Amerika Serikat atau wall street. Angka ini di atas rata-rata harian sekitar 6,6 miliar saham.

Sumber : Liputan6

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Picu | PT Bestprofit

278582_ilustrasi-emas-batangan_663_382

PT Bestprofit (11/4) – Harga emas berakhir sedikit berubah terpicu ekspektasi jika Federal Reserve (The Fed) akan kembali meningkatkan suku bunga acuannya demi mengimbangi kekhawatiran atas ketegangan politik di Korea Utara dan Timur Tengah.

Di akhir sesi perdagangan, harga emas terdorong pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen, bahwa ini saat tepat untuk secara bertahap menaikkan suku bunga acuan jika ekonomi negaranya terus menguat.

Melansir laman Reuters, Selasa (11/4/2017), harga emas di pasar spot naik 0,04 persen ke posisi US$ 1.254,06 per ounce. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Juni menetap 0,3 persen lebih rendah ke posisi US$ 1.253,90 per ounce.

Pada Jumat pekan lalu, harga logam naik di atas US$ 1.270 untuk pertama kalinya sejak awal November. Ini setelah data pekerjaan AS tercatat lebih rendah dari harapan.

“Tampaknya terjadi beberapa aksi profit taking setelah pergerakan 200 hari rata-rata (harga emas) pada hari Jumat,” kata analis Mitsubishi Jonathan Butler.

Harga emas juga terdorong langkah Amerika Serikat yang meluncurkan serangan rudal ke sebuah pangkalan udara di Suriah.

Pembantu Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan terkait ini. Sekretaris Negara AS Rex Tillerson menegaskan bahwa serangan itu merupakan peringatan bagi negara-negara lain, termasuk Korea Utara.

“Emas kini terjebak di antara ketegangan politik yang bisa memicu arus safe haven, dan pasar melihat risiko geopolitik untuk kenaikan suku bunga AS berikutnya,” menurut catatan Standard Chartered.

Harapan bahwa laju suku bunga AS meningkat tahun ini, mengangkat biaya bagi memegang bullion non-unggul, yang terbukt menjadii tarik utama pada emas.

Di pasar berharga lainnya, harga perak tergelincir. Harga perak turun 0,2 persen menjadi US$ 17,93 per ounce, setelah mencapai posisi tertinggi sejak 27 Februari di level US$ 18,47 pada Jumat.

Sedangkan harga Platinum 1,2 persen lebih rendah ke posisi US$ 939,9, sedangkan paladium turun 1,6 persen menjadi US$ 788,20.

Sumber : Liputan6