PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Smartphone

Bestprofit | Hati-Hati, Smartphone Ternyata Bisa Disadap Lewat

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Bestprofit (2/7) – Peneliti belum lama ini mengungkapkan temuan yang cukup mengejutkan soal baterai smartphone.

Tak disangka, baterai ternyata bisa dijadikan alat oleh peretas untuk memata-matai para pengguna smartphone.

Temuan mengejutkan itu terungkap dari penelitian para ilmuwan di Technion, UT Austin dan Hebrew University.

Para peneliti mengklaim baterai yang dirancang khusus ini bisa dipakai untuk menyadap berbagai jenis informasi dari smartphone.

Tim peneliti juga mengatakan baterai khusus tersebut akan memonitor perangkat keras yang ada di dalam smartphone secara terus-menerus.

Dengan memantau GPU dan memori smartphone, si peretas bisa mendapatkan informasi tentang pengguna.

“Yang paling mengkhawatirkan adalah jika baterai khusus itu menangkap informasi dari CPU dan layar sentuh smartphone,” kata tim peneliti.

Tim peneliti menunjukkan dalam sebuah eksperimen bahwa seorang peretas–dengan berbagai tingkat akurasi–dapat menangkap karakter yang diketik melalui layar sentuh, memulihkan riwayat browser, dan mendeteksi panggilan masuk. bestprofit

Peretas bahkan bisa mengetahui kapan dan di mana sebuah foto diambil oleh pengguna. Pencurian data juga mungkin bisa dilakukan melalui browser yang terpasang pada smartphone tersebut.

Untuk keakurata, peretas mengetahui tombol apa saja yang ditekan. Hal tersebut diklaim bisa mencapai 36 persen. Peretas bahkan bisa melakukan pencarian terhadap password yang sudah tersimpan.

Dalam kasus situs web mana saja yang telah diakses oleh pengguna, penelitian menunjukkan tingkat akurasi mencapai 65 persen.

Yang mengejutkan adalah tingkat akurasi seorang peretas dalam mendeteksi panggilan telepon telah dilakukan bisa mencapai 100 persen.

Eksperimen juga menunjukkan akurasi yang tinggi terkait dengan penggunaan kamera.

Selain mendeteksi ketika foto telah diambil, peretas dapat memperoleh data tentang penggunaan lampu kilat dan kondisi pencahayaan.

Tim peneliti juga menunjukkan bagaimana seorang peretas bisa mengakali pengguna agar memakai baterai jahat yang telah dibuatnya.

“Mereka bisa melakukannya dengan menjual baterai jahat itu melalui pemasok aksesori ponsel atau gerai ponsel biasa,” tulis tim peneliti. bestprofit
Meski begitu, tim peneliti meminta para pengguna agar tidak buru-buru panik. Sebab, serangan semacam ini masih terlalu dini untuk terjadi dalam waktu dekat.

Untuk memproduksi dan mengedarkan baterai jahat secara massal memerlukan matarantai yang panjang.

Selain itu, proses pengumpulan dan pengambilan data selalu berjalan lambat, dan hasilnya tidak selalu akurat.

Namun, tim peneliti tetap mengingatkan agar para pengguna untuk selalu waspada saat ingin mengganti baterai ponsel.

“Biasanya, peretas akan memanfaatkan situs penjualan online dan harga baterai yang murah dari versi aslinya. Ini akan menjadi daya tarik bagi pengguna ponsel yang ingin mengganti baterai secara mudah dan murah,” tulis tim peneliti sebagaimana dilansir Dream.co.id dari Security Week. bestprofit

 

Sumber : Liputan6

PT Bestprofit | Studi: Smartphone Sebabkan Gangguan Pendengaran

best profit bestprofit pt bestprofit

PT Bestprofit (25/6) – Menghabiskan banyak waktu mendengarkan konser musik rock memang memiliki dampak buruk bagi pendengaran.

Namun, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan JAMA Otolaryngology – Head & Neck Surgery menyebut, anak-anak berusia 9 tahun ke bawah berisiko mengalami gangguan pendengaran gara-gara penggunaan smartphone dan tablet.

Mengutip laman Gizmodo, Jumat (22/6/2018), para peneliti dari Belanda mengamati lebih dari 3.000 anak dengan usia 9 hingga 11 tahun.

Anak-anak tersebut terdaftar dalam studi populasi jangka panjang dan kesehatannya diamati sejak lahir.

Para peneliti kemudian menganalisa hasil dari survei terbaru yang diambil dari tahun 2012 hingga 2015, termasuk masalah pendengaran di anak-anak.

Orangtua dari 2.000 anak melaporkan apakah anak-anak mereka mendengarkan music player secara teratur. Dari jumlah tersebut, 800 anak mendengarkan music player setidaknya satu hingga dua kali seminggu. pt bestprofit

Secara keseluruhan berdasarkan tes, 14 persen atau sekitar 450 anak menderita gangguan pendengaran. Tujuh persen dinyatakan positif mengalami gangguan pendengaran frekuensi tinggi.

Gangguan pendengaran ini seringkali disebabkan karena paparan kebisingan dan umumnya terjadi hanya pada salah satu telinga.

Dari 2.000 anak yang pernah mendengarkan music player, para peneliti mengestimasi bahwa anak-anak yang mendengarkan music player portabel setidaknya tiga kali seminggu memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena gangguan pendengaran.

Studi ini bukan yang pertama kalinya menemukan hubungan antara kehilangan pendengaran pada anak-anak dan penggunaan music player.

“Studi kami merupakan salah satu studi dengan populasi terbesar. Berdasarkan studi ini, ada hubungan antara penggunaan music player dengan gangguan pendengaran pada anak usia 9-11 tahun,” kata Carlijn M.P le Clercq, seorang otolaryngologist di Erasmus University Medical Center Rotterdam. pt bestprofit

Dia menambahkan, gangguan pendengaran terjadi jauh sebelum anak-anak terekspos dengan suara berisik lainnya.

Jika studi ini benar adanya, kemungkinan gangguan pendengaran pada anak kian parah dari tahun ke tahun.

“Pertama, anak usia 9-11 tahun tumbuh dengan perangkat elektronik portabel yang lebih banyak dalam kehidupan sehari-hari, dengan begitu potensi paparan lebih besar. Misalnya dengan penggunaan tablet,” katanya.

Dia melanjutkan, efek paparan juga meningkat seiring dengan seringnya anak berinteraksi dengan perangkat.

Kendati demikian, Carlijn mengatakan, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah ada peningkatan gangguan pendengaran dan konsekuensinya. pt bestprofit

 

Sumber : Liputan6

Kecanduan Smartphone, Bocah 13 Tahun Masuk | Best Profit

016080400_1478071883-kids-devices_wide-021840fb575f39c6de0522e857c2760137186860

Best Profit (17/4) – Penggunaan gadget seperti smartphone bagi anak-anak memang harus dibatasi. Jika tidak, bisa kecanduan seperti bocah yang satu ini.

Di Amerika Serikat, seorang bocah berusia 13 tahun terpaksa masuk panti rehabilitasi karena sangat ketergantungan dengan smartphone-nya. Kedua orangtuanya pun memboyong sang anak ke panti rehabilitasi “Restart Life Centre” di wilayah Seattle, Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir The Independent, Senin (17/4/2017), panti rehabilitasi ini memiliki program pemulihan intensif bagi anak-anak dan remaja yang tak bisa lepas dari perangkat elektronik. Tak tanggung-tanggung, program pemulihan anak-anak tersebut bisa berlangsung lebih dari delapan tahun.

Hilarie Cash, pendiri Restart Life Center, mengatakan bahwa sejatinya gadget dapat menghibur pengguna, khususnya anak-anak. Hanya saja, penggunaan gadget secara berlebihan bisa menghilangkan naluri alami dari anak.

“Setiap anak memiliki naluri alami, mereka seharusnya bisa bergerak, mengeksplorasi dan berinteraksi sosial lebih dari yang mereka pikir. Cuma, penggunaan gadget membatasinya dan menjadi gap yang besar,” kata Cash.

Cash juga mengungkapkan, survei terbaru yang dilakukan 1.500 orangtua di Inggris. Survei mencatat, anak berusia 7 tahun ternyata sudah mendapat izin untuk menggunakan smartphone, setelahnya ada anak berusia 10 tahun yang juga diperkenankan memakai smartphone dan tablet.

Bahkan, berdasarkan laporan Ofcom pada 2016, 64 persen dari anak berusia 12-15 tahun dan 65 persen dari anak-anak di rentang usia tersebut, mengatakan bahwa mereka sudah berada dalam ‘screen time’, yaitu kondisi di mana selalu memegang smartphone dalam waktu berjam-jam.

Imbauan Orangtua

Karena itu, Cash mengimbau kepada para orangtua agar selalu membatasi durasi anak-anak mereka saat bermain gadget. Orangtua juga harus membahas dampak buruk dan baik dari penggunaan gadget itu sendiri.

Di saat yang sama, Richard Graham, psikiater dari rumah sakit jiwa Inggris berpendapat, orangtua sudah harus sadar akan risiko dari kecanduan smartphone.

“Kita harus lihat, apa perangkat mereka benar menganggu aktivitas? Apa yang membuat mereka bolos sekolah? Ketika anak-anak tak bisa berhenti main gadget, mereka akan kehilangan kendali,” tukasnya.

Sumber : Liputan6