PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: saham

Best Profit | Koreksi Saham Wall Street Berlanjut, Yield Obligasi AS Melompat Tinggi

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Best Profit (5/3) – Tekanan terhadap ketiga indeks utama saham Wall Street kembali berlanjut pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari WIB (5/3/2021). Indeks Dow Jones dan S&P 500 merosot ke level penutupan terendah dalam sebulan, sementara itu Nasdaq jatuh ke level penutupan terendah dua bulan.

Indeks Nasdaq anjlok 274,28 poin atau 2,1 persen menjadi 12.723,47, sedangkan indeks Dow Jones jatuh 345,95 poin atau 1,1 persen menjadi 30.924,14 dan indeks S&P 500 merosot 51,25 poin atau 1,3 persen menjadi 3.768,47. Aksi jual lanjutan di bursa Wall Street terjadi karena imbal hasil treasury melonjak sebagai reaksi atas komentar yang sangat diantisipasi oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Imbal hasil pada catatan patokan sepuluh tahun melonjak saat Powell berbicara, mengakhiri sesi pada level penutupan tertinggi dalam setahun. Investor  terus memantau aktivitas di pasar obligasi, karena lonjakan ini  telah meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi dan prospek suku bunga. best profit

Dari laporan ekonomi yang masuk, Departemen Tenaga Kerja merilis laporan yang menunjukkan peningkatan moderat dalam klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS di pekan yang berakhir 27 Februari. Klaim  pengangguran  naik tipis ke 745.000, meningkat 9.000 dari level  minggu sebelumnya di 736.000.

Sebuah laporan terpisah yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan peningkatan pesanan baru yang lebih besar dari yang diharapkan untuk barang-barang manufaktur AS di bulan Januari. best profit

Secara sektoral, sektor yang paling banyak jatuh adalah sektor teknologi dimana  saham perangkat keras komputer menunjukkan pelemahan signifikan dengan NYSE Arca Computer Hardware Index jatuh 4,7 persen ke level penutupan terendah dalam sebulan. Demikian dengan saham semikonduktor, jaringan dan bioteknologi juga  berkontribusi pada penurunan tajam Nasdaq.

Sementara itu, terlihat  saham energi termasuk di antara sedikit kelompok yang melawan tren turun, karena harga minyak mentah untuk kontrak berjangka bulan April melonjak $ 2,55 menjadi $ 63,83 per barel setelah OPEC dan sekutunya setuju untuk memperpanjang pengurangan produksi. best profit

Sumber : Vibiznews

Best Profit | Investor Cermati Imbal Hasil Obligasi, Bursa Saham Asia Merosot

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Best Profit (26/2) – Bursa saham Asia Pasifik melemah tajam pada perdagangan Jumat pekan ini dipicu bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang tertekan. Tekanan wall street itu didorong karena lonjakan imbal hasil obligasi menjadi kekhawatiran investor.

Di Jepang, indeks saham Nikkei melemah 2,51 persen. Indeks saham Topix tergelincir 1,92 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi merosot 2,74 persen. Pada awal perdagangan, indeks saham Nikkei dan Kospi masing-masing turun tiga persen.

Indeks saham Australia merosot 2,27 persen. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang susut 1,14 persen. Investor mencermati perkembangan imbal hasil obligasi pada sesi Jumat. Sebelumnya, imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun tercatat 1,6 persen, dan angka itu level tertinggi lebih dari setahun. best profit

“Imbal hasil menguat karena investor optimistis. Mereka percaya pemulihan akan bertahan dan harga akan kembali naik seiring ada permintaan,” tulis Direktur BK Asset Management, Kathy Lien seperti dilansir dari CNBC, Jumat (26/2/2021).

Optimisme investor tentang prospek ekonomi meningkat baru-baru ini karena pengembangan vaksin yang positif. “Dalam lingkungan seperti ini, imbal hasil obligasi harus lebih tinggi terlepas dari apakah the Federal Reserve menaikkan suku bunga,” ujar Lien. best profit

Imbal hasil pada obligasi pemerintah bertenor 10 tahun di 1,5078 persen. Sedangkan imbal hasil obligasi negara berjangka waktu 30 tahun berada 2,278 persen. Di Asia Pasifik, imbal hasil obligasi 10 tahun Australia naik menjadi 1,87 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun juga naik menjadi 0,169 persen.

Investor juga mencermati saham teknologi di Asia Pasifik. Saham konglomerat Jepang grup SoftBank melemah 2,8 persen. Di Korea Selatan, saham Samsung Electronics susut 3,4 persen.

Indeks dolar AS berada di posisi 90,13 dari level sebelumnya di bawah 90. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran USD 106,19 setelah melemah di posisi USD 105,6. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Wall Street Perkasa Berkat Sektor Saham Keuangan hingga Energi

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Best Profit (25/2) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kembali bangkit pada perdagangan Rabu waktu setempat seiring investor terus mencermati saham-saham yang berdampak terhadap kebangkitan ekonomi. Langkah investor tersebut juga sambil melihat risiko inflasi dan kenaikan suku bunga.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 24 Februari 2021, indeks saham Dow Jones menghapus kerugian 110 poin.  Indeks saham Dow Jones menguat 424,51 poin atau 14, persen ke posisi 31.961,86 yang didukung sektor saham energi, industri dan keuangan.

Saham Boeing melonjak 8,1 persen, Chevron naik 3,7 persen. Sementara itu, Goldman Sachs dan Visa masing-masing naik lebih dari tiga persen. Indeks saham S&P 500 menguat 1,1 persen menjadi 3.925,40.

Indeks saham Nasdaq juga menguat satu persen. Pada perdagangan kemarin, investor melakukan aksi jual saham-saham teknologi seiring imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun mencapai 1,4 persen. Imbal hasil itu tertinggi sejak Februari 2020. best profit

Suku bunga yang lebih tinggi dapat mendorong investor untuk keluar dari investasi berisiko ke obligasi. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi dapat menghambat pertumbuhan perusahaan karena diuntungkan dengan tingkat bunga rendah. Saham Apple, Amazon dan Facebook pun tertekan dengan sentimen imbal hasil obligasi tersebut.

“Volatilitas perdagangan sudah diperkirakan, dan imbal hasil tinggi akan terus mendorong lebih banyak risiko ke dalam sektor, tetapi penurunan pasar saham dimaksudkan untuk masuk area beli,” tulis Quantative and Derivatibe Morgan Stanley Christopher Metli, dilansir dari CNBC, Kamis (25/2/2021).

Sementara itu, imbal hasil turun dari posisi tertinggi setelah Ketua The Federal Reserve Jerome Powell terus mengabaikan inflasi. Ia menuturkan, bisa memakan waktu tiga tahun untuk mencapai target bank sentral secara konsisten. best profit

Dalam kesaksian di depan Komite Jasa Keuangan, Powell menambahkan, inflasi dapat bergejolak karena pembukaan pembatasan dan ada peningkatan permintaan. Akan tetapi, ia tidak mengharapkan inflasi menjadi tinggi. Bank sentral juga memiliki alat untuk melawannya jika perlu.

Selain itu, wall street berbalik arah pada sesi sebelumnya setelah pernyataan dovish Powell yang meredakan kekhawatiran tentang perubahan kebijakan moneter dalam menghadapi kenaikan inflasi dan suku bunga. Powell menuturkan, inflasi masih lemah dan ekonomi AS jauh dari tujuan pekerjaan dan inflasi.

“Suku bunga yang lebih tinggi dapat memoderasi keuntungan pasar yang luas, kelipatannya harus ditekan, dan fase terakhir dari tema siklus awal yang mengarah ke value,” ujar Chief US Strategist Ned David Research, Ed Clissold. best profit

Saham Tesla pun naik 6,2 persen setelah Cathie Wood dan Ark Invest membeli saham Tesla. Wood membeli lebih dari USD 120 juta saham Tesla untuk ETF Ark Innovation.

Bitcoin kembali menguat di atas USD 50.000. Hal ini setelah mata uang kripto banyak dibeli dari Square. Disisi lain, Staf Badan Pengawas Obat dan Makanan mendukung vaksin COVID-19, suntikan tunggal Johnson & Johnson untuk penggunaan darurat, dan membawa vaksin ketiga ke AS. best profit

Sumber : Liputan6