PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: saham

Bursa Wall Street Tergelincir, Saham Teknologi | Best Profit

USD-30-800-540-700x357

Best Profit (16/6) – Bursa saham A.S. ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat dinihari (16/06) terganjal lagi kinerja buruk saham teknologi besar.

Indeks Dow Jones turun sekitar 15 poin, dengan Goldman Sachs memberikan kontribusi paling banyak dalam kerugian. Indeks 30-an saham ini sempat turun lebih dari 100 poin di awal sesi.

Indeks S & P 500 turun 0,2 persen dengan teknologi informasi turun 0,5 persen; Sektor ini sempat turun lebih dari 1 persen.

Indeks Nasdaq turun sekitar 0,5 persen setelah jatuh lebih dari 1 persen sebelumnya pada hari Kamis.

Saham Facebook, Amazon, Apple dan Netflix semuanya ditutup lebih rendah. Snap, sementara itu, ditutup 4,92 persen lebih rendah pada $ 17 per saham, dari harga IPO-nya. Saham Alphabet juga turun setelah diturunkan oleh analis di Canaccord Genuity.

Teknologi telah merosot tahun ini, dengan sektor teknologi S & P naik sekitar 18 persen dengan mudah mengungguli industri lainnya.

Awal pekan ini teknologi menyelesaikan penurunan dua hari terbesar sejak Desember.

Data ekonomi terbaru mengecewakan. Bulan lalu, ekonomi A.S. menambahkan 138.000 pekerjaan, jauh di bawah kenaikan yang diharapkan sebesar 185.000. Sementara itu, Departemen Perdagangan mengatakan pada hari Rabu bahwa penjualan ritel turun 0,3 persen di bulan Mei, menandai penurunan satu bulan terbesar sejak Januari tahun lalu. Penurunan tiba-tiba membingungkan para ekonom, yang memperkirakan kenaikan 0,1 persen.

Investor juga terus mencerna keputusan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dan menyusun rencana untuk melepaskan neraca senilai $ 4,5 triliun.

Bank sentral A.S. menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini, seperti yang diperkirakan secara luas, namun beberapa investor meragukan rencana the Fed.

Pada hari Rabu, Departemen Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumen – ukuran kunci inflasi – turun 0,1 persen di bulan Mei. Data tersebut menyeret imbal hasil 10 tahun ke level terendah dalam tujuh bulan. Pada hari Kamis, imbal hasil melonjak mendekati 2,16 persen.

Menurut analis, The Fed akan mulai mengurangi neraca pada bulan September, yang berarti kenaikan suku bunga berikutnya mungkin tidak sampai Desember.

Ada banyak data ekonomi yang dirilis pada hari Kamis, termasuk klaim pengangguran mingguan, yang mencapai 237.000.

Indeks bisnis Philadelphia Fed mencapai 27,6 di bulan Juni, sementara survei manufaktur Empire State mencapai 19,8.

Indeks Dow Jones turun 14,66 poin atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 21.359,90, dengan penurunan tertinggi saham Nike dan kinerja terbaik saham General Electric.

Indeks S & P 500 tergelincir 5,46 poin atau 0,22 persen, berakhir pada 2.432,46, dengan bahan memimpin tujuh sektor lebih rendah dan utilitas sebagai terbaik.

Indeks Nasdaq merosot 29,39 poin atau 0,47 persen, ditutup pada 6.165,50.

Malam nanti akan dirilis data ekonomi perumahan Housing Starts dan Building Permits Mei yang diindikasikan meningkat. Juga akan dirilis data Michigan Consumer Sentiment Juni yang diindikasikan stabil.

Sumber : Vibiznews

Hasil Kinerja Perusahaan AS Jadi Penopang Wall | PT Bestprofit

Wall_Street_-_New_York_Stock_Exchange2-700x357

PT Bestprofit (10/5) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi dengan indeks saham S&P 500 tergelincir usai catatkan penguatan ke level tertinggi.

Sementara itu, Apple menjadi perusahaan AS pertama kali yang mencatatkan kapitalisasi pasar saham di atas US$ 800 miliar. Kinerja keuangan perusahaan AS dan Emmanuel Macron yang memenangkan pemilihan Presiden Prancis telah memberikan kepercayaan diri investor. Namun, valuasi saham AS lebih mahal.

Investor juga masih fokus dan berharap Presiden AS Donald Trump dapat memangkas pajak perusahaan dan individu.

“Laba perusahaan meningkat dan potensial reformasi pajak menjadi peranan besar. Mengapa Anda menjual saham jika nanti mendapatkan pemotongan pajak,” ujar Bruce Bittles, Chief Invesment Strategist Robert W.Baird and Co, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (10/5/2017).

Penguatan indeks saham acuan juga didorong saham Apple. Saham Apple naik 0,64 persen ke level US$ 153,99 sehingga mendorong kapitalisasi pasar saham menjadi US$ 802,0 miliar. Untuk pertama kalinya, perusahaan AS sentuh kapitalisasi pasar saham di atas US$ 800 miliar. Investor optimistis perusahaan dapat meluncurkan model dengan fitur terbaik saat perayaan 10 tahun iPhone.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, (Rabu pagi WIB), indeks saham Dow Jones melemah 0,17 persen ke level 20.975,78. Indeks saham S&P 500 tergelincir 0,10 persen ke level 2.396,92. Indeks saham Nasdaq naik 0,29 persen ke level 6.120,59.

Sejumlah saham juga catatkan penguatan. Saham Electronic Arts naik 3,9 persen. Saham Valeant Pharmaceuticals melompat 24 persen usai perseroan catatkan untung pertama kali.

Kemudian 4 ddari 11 sektor saham indeks S&P 500 cenderung naik dipimpin sektor saham konsumen.

Volume perdagangan saham tercatat 6,7 miliar saham di wall street. Volume perdagangan saham itu sesuai dengan rata-rata harian dalam 20 sesi.

Sumber : Liputan6

Keputusan Tunjangan Kesehatan Diambil, Wall | PT Bestprofit

USD-30-800-540-700x357

PT Bestprofit (5/5) – Wall Street ditutup mendatar pada perdagangan Kamis pekan ini (Jumat pagi waktu Jakarta). Penurunan tajam dari saham-saham dari sektor energi mampu dilawan oleh kenaikan saham dari beberapa emiten yang membukukan kinerja kuartalan yang cukup solid. Dewan Perwakilan Rakyat AS juga telah mengambil keputusan mengenai perbaikan tunjangan kesehatan.

Mengutip Reuters, Jumat (5/5/2017), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 6,43 poin atau 0,03 persen menjadi 20.951,47. S&P 500 naik 1,39 poin atau 0,06 persen menjadi 2.389,52. Sedangkan Nasdaq Composite bertambah 2,79 poin atau 0,05 persen menjadi 6.075,34.

Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Kamis sore telah memutuskan untuk mencabut beberapa kebijakan tunjangan kesehatan bagi masyarakat AS yang tertuang dalam Obamacare dan menggantinya dengan sistem baru yang diusulkan oleh wakil dari Partai Republik. Perwakilan tersebut akan segera mengirimkan kebijakan pengganti tersebut kepada Senat AS.

Adanya titik terang mengenai tunjangan kesehatan tersebut memberikan kepastian kepada para investor di pasar modal setelah sebelumnya sempat muncul ketidakpercayaan kepada Presiden AS Donald Trump karena sulitnya meloloskan kebijakan tunjangan kesehatan tersebut.

Sejak Donald Trump terpilih menjadi presiden AS memang indeks S&P di Wall Street terus melonjak hingga 11,7 persen karena didorong oleh janji-janji kampanye untuk memotong pajak, mendorong pembangunan infrastruktur dan juga deregulasi beberapa kebijakan salah satunya mengenai Obamacare.

“Fokus pelaku pasar sebenarnya kepada rencana pemotongan pajak, tetapi mereka tak mau melewatkan mengenai tunjangan kesehatan ini,” jelas President LibertyView Capital Management, Jersey City, New Jersey, AS, Rick Meckler.

Di luar itu, sektor energi tertekan 1,9 persen karena penurunan saham dari Exxon mobil sebesar 1,3 persen dan Chevron yang anjlok 1,8 persen.

Penurunan saham-saham di sektor energi tersebut karena harga minyak jatuh sekitar 5 persen karena adanya tanda-tanda bahwa organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dan beberapa negara lainnya tidak akan mengambil langkah drastis untuk mengurangi produksi minyak mentah.

Sentimen lain yang mempengaruhi gerak Wall Street adalah pernyataan dari Bank Sentral AS pada Rabu kemarin. Dalam keterangannya, Bank Sentral AS masih akan menjalankan kebijakan pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga sesuai dengan rencana. Namun memang, Bank Sentral AS tidak akan mengacuhkan data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang melemah.

Saat ini, investor Wall Street tengah fokus kepada keluarnya data tenaga kerja yang menjadi ukuran perekonomian di luar GDP. “Data ini sangat penting. Sebagian besar pelaku pasar menginginkan terjadi kenaikan jumlah pekerja dalam satu bulan ini,” jelas Alan Gayle, Director of Asset Allocation RidgeWorth Investments, Atlanta, AS.

Sumber : Liputan6