PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: saham

Best Profit | Bursa Wall Street Hentikan Pelemahan

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Best Profit (14/5) – Bursa saham Amerika hentikan kerugian perdagangan selama 3 hari berturut  pada sesi yang berakhir Jumat dinihari WIB (14/5/2021). Ketiga indeks utama di bursa Wall Street tersebut rebound dan naik lebih tinggi dari posisi terendah 1 bulan lebih sebelumnya.

Indeks Dow Jones naik 433,79 poin atau 1,29 persen menjadi  34.021,45, setelah mencapai tertinggi 34.181,77. Indeks S&P 500 berakhir dengan 49,46 poin atau 1,22 persen pada 4.112,50, sementara itu Nasdaq ditutup lebih tinggi sebesar 93,31 poin atau 0,72 persen pada 13.124,99.

Terjadi aksi bargain hunting merespon data klaim pengangguran awal yang turun menjadi 473 ribu minggu lalu, level terendah sebelum pandemi  dan lebih baik dari perkiraan penurunan 490 ribu. Ini menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja Amerika Serikat mulai meningkat. best profit

Dari penguatan saham ini terlihat investor mengabaikan kekhawatiran tentang inflasi dan kemungkinan pengetatan moneter oleh Federal Reserve. Sementara itu, harga produsen naik 0,6%, lebih dari ekspektasi 0,3%, menunjukkan bahwa inflasi di Amerika Serikat sedang meningkat.

Memang beberapa pejabat Fed terus-menerus mengecilkan resiko dari kenaikan inflasi, seperti komentar salah seorang gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang  memperkirakan inflasi akan melampaui target Fed 2% untuk dua tahun ke depan tetapi  bank sentral tersebut tidak akan menaikkan suku bunga sampai ekonomi terbesar dunia itu berada di jalur pemulihan. best profit

Saham maskapai penerbangan menunjukkan kinerja yang baik, dengan pengumuman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit bahwa orang yang telah divaksinasi penuh tidak perlu memakai masker wajah atau menjaga jarak sosial di sebagian besar tempat. Pengumuman ini juga memperkuat saham-saham travel dan pariwisata.

Saham yang menunjukkan kenaikan signifikan seperti saham Travelers Companies, saham American Airlines, saham JP Morgan Chase, saham Home Depot dan saham 3M yang alami kenaikan lebih dari 2% masing-masing. best profit

Sumber : Vibiznews

Best Profit | Wall Street Merosot Imbas Aksi Jual Saham

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Best Profit (12/) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan saham Selasa, 11 Mei 2021 seiring aksi jual terjadi di saham teknologi.

Di wall street, saham teknologi alami pukulan besar seiring kekhawatiran kenaikan inflasi dan valuasi yang tinggi. Aksi jual tersebut akhirnya menyebar ke seluruh pasar sepanjang hari. Akan tetapi, pada Selasa sore waktu setempat, saham teknologi berbalik arah, dan menguat seiring investor mengambil posisi saham Amazon dan Netflix.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham Nasdaq akhirnya turun tipis kurang dari 0,1 persen ke posisi 13.389,43. Indeks saham Nasdaq sempat tergelincir 2,2 persen pada sesi perdagangan.

Indeks saham Dow Jones susut 473,66 poin atau 1,4 persen ke posisi 34.269,16 dan alami penurunan terburuk sejak 26 Februari 2021. Indeks saham S&P 500 tergelincir 0,9 persen menjadi 4.152,10 setelah 10 sektor saham alami tekanan. best profit

Sebelumnya pada sesi yang bergejolak, saham teknologi menekan pasar dan aksi jual meluas ke sektor saham bank, energi hingga industri. Namun, sebagian besar saham teknologi akhirnya ditutup menguat. Saham Amazon dan Netflix naik lebih dari satu persen.

Saham Apple dan Alphabet juga memangkas kerugian secara signifikan. ARK Innovation ETF memperoleh kenaikan lebih dari dua persen setelah alami rugi sebelumnya.

Indeks volatilitas Cboe, ukuran ketakutan di pasar melonjak tinggi ke posisi 23,73, level yang tidak terlihat dalam dua bulan. Pada tahun lalu, sebagian besar indeks Cboe di atas 20, dan turun ke level terendah di bawah 16 pada April. Indeks volatilitas yang naik sering kali disertai dengan penurunan pasar. best profit

Saham Tesla turun 1,9 persen, meski demikian, penurunan jauh dari posisi terendah. Investor membeli saham teknologi yang melemah di tengah aksi jual.

Saham teknologi sempat dihindari karena kekhawatiran inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi. Perusahaan yang berorientasi pada pertumbuhan mencatat kenaikan cenderung terpukul karena kenaikan suku bunga. Hal itu lantaran dapat memangkas nilai pendapatan ke depan.

Investor Stanley Druckenmiller menuturkan, pihaknya masih memiliki saham untuk jangka panjang. Di sisi lain, bank sentral AS dan pemerintah AS berisiko membahayakan status cadangan dolar AS dengan menyuntikkan terllau banyak stimulus dalam ekonomi yang sudah panas.

“Saya tidak dapat menemukan periode dalam sejarah di mana kebijakan moneter dan fiskal tidak sejalan dengan keadaa ekonomi, tidak satu pun. Jika mereka ingin melakukan semua ini dan mempertaruhkan status mata uang cadangan kami, risiko gelembung aset meledak, biarlah. Namun, saya pikir kita setidkanya harus membicarakannya,” ujar dia dilansir dari CNBC, Rabu (12/5/2021). best profit

Berita terbaru termasuk kekurangan tenaga kerja serta lonjakan indeks harga konsumen pada Maret 2021 membantu memicu kekhawatiran inflasi.

Lowongan kerja melonjak ke rekor tertinggi pada Maret 2021 seiring pengusaha berjuang untuk menemukan pekerja untuk mengisi posisi tersebut.

Bahkan ketika bantuan yang dibutuhkan melonjak dari Februari sebesar 597.000 atau 8 persen menjadi 8,12 juta, perekrutan naik hanya 215.000 atau 3,7 persen menjadi lebih dari enam juta.

“Ketika valuasi tetap tinggi, bahkan memperhitungkan penjualan kemarin dan hari ini, suku bunga rendah memudar karena pasar mempertanyakan laporan lowongan kerja yang kuat terhadap ketersediaan tenaga kerja dan kebutuhan untuk meningkatkan upah untuk mengisi posisi belum lagi kekhawatiran sumbangan fiskal halangi pekerja untuk kembali,” ujar Chief Market Strategist Prudential Financial, Quincy Krosby.

Saham teknologi terpukul pada awal pekan seiring investor keluar dari saham seperti Apple dan Microsoft serta menyeret Dow Jones dan S&P 500 keluar dari posisi tertinggi. Dua indeks saham acuan tersebut turun dua persen saat awal pekan. Indeks saham Nasdaq melemah 2,5 persen. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Wall Street Menguat, Indeks Dow Jones Cetak Rekor Jelang Rilis Data Tenaga Kerja

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Best Profit (7/5) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan saham Kamis, 6 Mei 2021 seiring investor mengantisipasi rilis data tenaga kerja untuk mengukur pemulihan pasar tenaga kerja.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 0,9 persen hingga sentuh rekor ke posisi 34.548,53. Indeks saham S&P 500 mendaki 0,8 persen ke posisi 4.201,62. Indeks saham Nasdaq bertambah 0,4 persen ke posisi 13.632,84.

Penguatan wall street didukung data klaim penggangguran. Untuk pertama pertama kali, klaim pengangguran mencapai 498.000 hingga 1 Mei, dan sentuh level terendah di era pandemi COVID-19. Klaim pengangguran itu lebih baik dari perkiraan Dow Jones di kisaran 527.000. best profit

Data tersebut dirilis sebelum data tenaga kerja April 2021 yang diumumkan pada Jumat,7 Mei 2021. Ekonom berharap 1 juta tenaga kerja bertambah pada April 2021 dan tingkat pengangguran turun menjadi 5,8 persen dari 6 persen.

“Data ekonomi hari ini membuktikan selangkah lagi penuh untuk pemulihan ekonomi, lebih cepat dari yang diharapkan,” ujar Managing Director of Investment Strategy E-Trade Financial, Mike Loewengart, dilansir dari CNBC, Jumat (7/5/2021).

Ia menambahkan, penguatan data tenaga kerja akan membuat semua tertuju melihat langkah the Federal Reserve atau bank sentral AS  selanjutnya. best profit

Saham PayPal naik 1,9 persen setelah perseroan melaporkan kinerja lebih baik dari yang diharapkan.Pendapatan naik 31 persen.  Sementara itu, Etsy merosot lebih dari 14 persen setelah memperingatkan penjualan akan melambat karena peningkatan dari pandemi COVID-19 berkurang.

Di sisi lain, indeks saham Nasdaq mencatat sesi negatif empat kali berturut-turut pada Rabu, dan alami penurunan harian terpanjang sejak Oktober. Pada pekan ini, indeks saham teknologi cenderung melemah.

“Momentum pendapatan sektor teknologi terhadap pasar yang lebih luas mencapai puncaknya pada akhir Mei 2020,” ujar Chief Market Strategist Truist Keith Lerner. best profit

Ia menambahkan, pihaknya mengharapkan ekonomi jauh di atas tren pada 2021 dan 2022 sehingga valuasi akan diuntungkan.

“Memang ketika melihat indikasi valuasi, didominasi oleh keuangan dan cenderung memiliki eksposur yang lebih besar ke sektor yang sensitif secara ekonomi sehingga lebih dimanfaatkan untuk pemulihan ekonomi,” kata dia.

Indeks Russell 1000 value telah naik 17 persen sepanjang 2021. Sedangkan indeks Russell 1000 growth telah tumbuh lima persen.

Namun, dia menambahkan kekhawatiran masih tetap ada di pasar. Pertama, paket stimulus federal telah mendorong pertumbuhan, dan pada titik tertentu ekonomi harus kembali ke pertumbuhan organik. best profit

Sumber : Liputan6