PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: saham Asia

Sebagian Besar Ekuitas Asia Turun Terkait Perusahaan Energi, Bahan Material Turun

8ed4869fa455a0e1cad525fa7124a353
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/12) – Sebagian besar saham Asia turun, ikuti pelemahan saham AS, terkait saham energi dan bahan material menurun pasca  rebound dalam kemerosotan minyak.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1 persen menjadi 131,12 pada 09:13 pagi di Tokyo, dengan hampir tiga saham turun untuk setiap dua saham yang naik. Indeks saham energi turun untuk hari ketiga, sementara BHP Billiton Ltd merosot 2,5 persen di Sydney menjadi hambatan terbesar pada indeks yang lebih luas. Indeks Standard & Poor 500 kehilangan 0,2 persen pada Senin, setelah indeks Shanghai Composite membukukan penurunan terbesar dalam sebulan terkait jatuhnya laba industri yang menambah kekhawatiran akan perubahan daftar rezim negara tersebut dan berakhirnya larangan penjualan saham akan merugikan permintaan saham.
Indeks Shanghai Composite melemah 2,6 persen, penurunan terbesar satu hari sejak 27 November. Investor masih resah bahwa berakhirnya larangan enam bulan pada penjualan oleh pemegang saham dengan spekulasi dari 5 persen atau lebih di perusahaan China akan melepaskan gelombang jual lain seperti reformasi sistem penawaran umum perdana melihat sejumlah besar iklan baru mencairkan permintaan ekuitas yang ada. Pasar di China dan Hong Kong belum memulai perdagangan Selasa, dengan indeks berjangka di Indeks Hang Seng sedikit berubah.(mrv)
Sumber: Bloomberg

Bursa Saham Jepang Dibuka Melemah 0.28%

url

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/12) – Bursa Saham Jepang dibuka melemah 0.28% pada Kamis ini setelah yen kembali merosot terhadap dolar. Indeks Nikkei 225 turun 49.39 poin ke level 17,804.84. Perdagangan saham hari ini diperkirakan akan sepi karena hari libur Natal.

Sementara itu di New York, Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat rekor baru pada sesi perdagangan yang hanya berlangsung setengah hari akibat hari libur Natal, satu hari setelah melampaui 18,000 poin yang pertama kalinya, ditutup menguat 0.03% ke level 18,030.21.

Dolar berada pada level 120.43 yen di Kamis pagi ini, dibandingkan dari level 120.44 yen di New York Rabu sore. Euro dibeli di level $1.2190 dan 146.74 yen terhadap level $1.2202 dan di level 146.97 yen di sesi perdagangan AS.

Sementara tren penurunan melanda Bursa Saham Tokyo, Saham Sumitomo Mitsui Financial Group catat gain 1.0% ke level 4,402.5 yen di awal perdagangan ini.

Kenaikan saham Sumitomo muncul setelah adanya berita yang melaporkan bahwa grup unit perbankan inti tersebut Kamis ini akan mengumumkan kesepakatan dengan Citigroup untuk membeli perusahaan bisnis ritel yang berbasis di New York tersebut di Jepang. (bgs)

Pengaruh Divergen Kebijakan, Yen Turun Ke Level 6 Thn Terendahnya

Japanese 10,000 yen bank notes and coins are displayed March 3, 2006. The yen fell on Friday after J..

BESTPROFIT FUTURES (5/9) – Yen tergelincir ke level terendahnya sejak 2008 lalu terhadap dollar dan euro dekati level 14 bulan terendahnya, terkait spekulasi bahwa ekonomi AS sedang mengarah ke kenaikan suku bunga pinjaman, sementara Jepang dan Eropa berupaya memicu pertumbuhan ekonomi. Di lain pihak emas turun seiring saham-saham Jepang menguat.

Yen turun sebesar 0.4% ke level 105.71 per dollar pukul 9:23 pagi waktu Tokyo, level intraday terendah sejak Oktober 2008 lalu. Euro ditutup ke level terendahnya sejak Juli tahun lalu, seiring dollar Selandia Baru dan mata uang di emerging-market melemah terhadap dollar AS. Sementara emas turun ke level harga terendahnya sejak 10 Juni lalu. Indeks MSCI Asia Pacific melemah sebesar 0.2%, setelah Bursa Saham Australia melemah dan Indeks Topix Jepang catat gain 0.2%. Indeks Berjangka Standard & Poor 500 stagnan sejalan dengan obligasi Treasury AS dengan tenor 10 tahun perpanjang penurunan.

Kemarin European Central Bank secara mengejutkan menurunkan acuan suku bunga dan mengumumkan rencana untuk membeli sekuritas yang dimiliki swasta, sementara Bank of Japan made mempertahankan program stimulusnya. Pada AS sendiri, dimana Federal Reserve telah memangkas kembali rekor stimulusnya, sedangkan rilis data menunjukkan industri jasa Amerika bulan lalu tumbuh pada laju tertingginya dalam 9 bulan terakhir, dengan rilis hari ini terkait data payroll dipekirakan akan mempertegas pemulihan pada pasar tenaga kerja.

Sumber : Bloomberg