PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Rusia

Ada Dugaan Rusia Terlibat di Pemilu AS Bikin Wall | Best Profit

Wall_Street_-_New_York_Stock_Exchange2-700x357

Best Profit (12/7) – Wall Street hanya sedikit berubah pada penutupan perdagangan saham Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Sentimen politik menjadi penggerak Wall Street pada perdagangan kali ini.

Mengutip Reuters, Rabu (12/7/2017), Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 0,55 poin menjadi 21,409.07. S&P 500 kehilangan 1,9 poin atau 0,08 persen, menjadi 2.425,53. Sedangkan Nasdaq Composite menambahkan 16,91 poin atau 0,27 persen menjadi 6,193.31.

Wall Street tertekan di awal perdagangan Selasa usai adanya berita yang menyatakan bahwa putera laki-laki tertua dari Presiden AS Donald Trump mendapat surat elektronik (email) dukungan dari Rusia untuk memenangkan ayahnya dalam pemilihan Presiden AS melawan Hillary Clinton.

Email tersebut merujuk kepada seorang jaksa dari Pemerintahan Rusia yang menawarkan informasi yang dapat digunakan oleh Tump dalam kampanye melawan Hillary Clinton.

Namun pada perdagangan saham di siang hari, tekanan terhadap Wall Street pulih setelah Pemimpin Senat AS Mitch McConnell menyatakan bahwa ada penundaan masa reses selama dua pekan pada Agustus nanti.

Dengan adanya penundaan masa reses tersebut maka akan memberikan lebih banyak waktu bagi senat untuk menyelesaikan pembahasan beberapa undang-undang yang saat ini sedang berjalan.

“Semula semua berjalan dengan sentimen negatif. Dengan adanya penundaan masa reses ini menjadi sesuatu yang mungkin bisa menggerakkan ke arah positif,” jelas chief investment officer Commonwealth Financial, Waltham, Massachusetts, AS, Brad McMillan.

Sebenarnya adanya sentimen politik dari email Trump Jr tersebut masih ada di dalam Wall Street. Namun kekuatannya tidak terlalu besar lagi. “Komitmen dari Senat AS untuk mengubah beberapa kebijakan lebih dilihat oleh pelaku pasar,” tambah Brad McMillan. Best Profit

Sumber : Liputan6

Kesepakatan Rusia dan Arab Saudi | PT BESTPROFIT FUTURES

oil-flickr-700x357

BESTPROFIT FUTURES

BESTPROFIT FUTURES (6/9) – Harga minyak melonjak setelah Rusia dan Arab Saudi sepakat untuk membahas cara-cara menstabilkan pasar minyak. Kesepakatan ini diumumkan para menteri energi kedua negara masing-masing yakni Alexander Novak dan Khalid al-Falih.

Melansir laman BBC, Selasa (6/9/2016), harga minyak mentah Brent awalnya melonjak 5 persen tapi kemudian jatuh dan hanya naik 1,6 persen menjadi US$ 47,56 per barel.

Pada awal 2016, harga minyak jatuh ke level terendah dalam hampir 13 tahun karena membanjirnya produksi dan masih jauh di bawah harga minyak pada dua tahun yang lalu di posisi US$ 110 harga per barel.

Menteri Rusia Novak mengatakan kesepakatan, yang mungkin mencakup upaya untuk membatasi produksi minyak, adalah momen bersejarah antara anggota OPEC, kartel produsen minyak dan non-anggota seperti Rusia.

Dia menambahkan, Rusia bersedia untuk bergabung dengan langkah pembekuan produksi minyak. Perjanjian untuk mendirikan sebuah gugus tugas bersama terkait produksi minyak tersebut diumumkan pada konferensi pers di KTT G20 di kota Hangzhou, China.

Namun, Menteri Arab Saudi al-Falih menilai langkah pembekuan produksi tidak perlu dilakukan sekarang. bestprofit futures

“Pembekuan [tingkat produksi] adalah salah satu kemungkinan yang lebih disukai, tapi itu tidak perlu hari ini. Pasar semakin baik dan kami telah melihat bahwa harga mencerminkan hal ini (perbaikan),” kata dia setelah perjanjian kerjasama ini diresmikan.

Meskipun berbeda pandangan mereka, Novak menilai bulan dari paruh kedua tahun ini akan menjadi patokan yang baik untuk membekukan produksi.

Dia menambahkan, Rusia akan menerima kapanpun langkah pembekuan akan dilakukan dan bahwa penting bagi negara-negara lain untuk mendukung usulan tersebut, mungkin termasuk penurunan produksi.

Strategi untuk menjaga harga minyak tinggi dengan membatasi produksi biasanya sering tidak berhasil. Namun, Rusia dan Arab Saudi adalah dua produsen minyak terbesar di dunia.

Para menteri dari kedua negara akan bertemu lagi akhir bulan ini, dan sekali lagi di kedua Oktober dan November.

Perjanjian untuk berbicara tentang kesepakatan, meskipun tak secara detail, disambut dua produsen minyak lainnya.

“Dialog ini menegaskan bahwa produsen minyak utama terus memantau pasar minyak … untuk membantu mencapai stabilitas,” kata Menteri Minyak Kuwait Anas al-Saleh.

Sementara Menteri Energi UEA Suhail al-Mazroui dalam laman Twitternya mengatakan, UEA sebagai anggota aktif dan bertanggung jawab terhadap OPEC akan selalu mendukung setiap upaya bersama yang akan menguntungkan stabilitas pasar,” cuit dia. (Nrm/Ndw) BESTPROFIT FUTURES

Sumber : Liputan6

Minyak Pangkas Gain Terkait Pembicaraan | PT BESTPROFIT FUTURES

Oil-Platform-1-factsnotfantasy.blogspot.com_1-700x357

BESTPROFIT FUTURES

BESTPROFIT FUTURES (6/9) – Minyak memangkas keuntungan terkait pembicaraan antara Rusia dan Arab Saudi untuk menstabilkan pasar minyak mentah yang turun tipis karena pengurangan produksi

Minyak berjangka naik 1,6 persen di New York, setelah naik sebanyak 4,7 persen sebelum apa yang ditandai sebagai pengumuman yang “signifikan” oleh Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih di KTT G-20 di China. Meskipun tidak dibutuhkan adanya pengurangan produksi sekarang, Al-Falih mengatakan ia optimis bahwa pertemuan akhir bulan ini antara produsen di Aljir akan membawa kesepakatan. Presiden Rusia, Alexander Novak, mengatakan kedua negara sedang mencari cara untuk mengurangi volatilitas pasar minyak.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober naik 73 sen ke $ 45,17 per barel di New York Mercantile Exchange sebelum perdagangan dihentikan pada 13:00 siang. Tidak ada penutupan pada hari Senin ini terkait libur hari buruh. Kontrak naik $ 1,28 ke $ 44,44 pada hari Jumat, kenaikan terbesar sejak 18 Agustus.

Brent untuk pengiriman November naik 80 sen untuk berakhir di $ 47,63 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak tersebut naik 3 persen ke $ 46,83 per barel pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 1,84 untuk WTI November.(mrv)

Minyak berjangka naik 1,6 persen di New York, setelah naik sebanyak 4,7 persen sebelum apa yang ditandai sebagai pengumuman yang “signifikan” oleh Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih di KTT G-20 di China. Meskipun tidak dibutuhkan adanya pengurangan produksi sekarang, Al-Falih mengatakan ia optimis bahwa pertemuan akhir bulan ini antara produsen di Aljir akan membawa kesepakatan. Presiden Rusia, Alexander Novak, mengatakan kedua negara sedang mencari cara untuk mengurangi volatilitas pasar minyak. BESTPROFIT FUTURES

Sumber: Bloomberg