PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: PT Bestprofit

Kaskus Ditinggal Perintisnya, Ken | PT Bestprofit

1212521Ken-dean780x390

PT Bestprofit (19/7) – Ken Dean Lawadinata telah resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai chairman PT Darta Media Indonesia, pengelola situs Kaskus. Saham yang dipegang Ken pun telah seluruhnya dikembalikan pada GDP Ventures.

“Betul, saya sudah seluruhnya meninggalkan Kaskus. Semua saham sudah saya lepasan ke GDP,” ujar Ken saat dihubungi KompasTekno dalam sebuah pesan singkat, Sabtu (15/10/2016).

Ken merupakan salah satu perintis Kaskus dan membawanya menjadi situs komunitas online terbesar di Indonesia.

Ken pula lah yang yang membujuk pendiri Kaskus lainnya, Andrew Darwis untuk pulang dari Amerika Serikat dan mendirikan perusahaan di Tanah Air.

Selepas dari Kaskus, Ken mengaku tidak berminat untuk berinvestasi di perusahaan IT lagi. Sebagai gantinya, dia sedang melirik investasi bidang properti dan komoditas seperti tambang, kayu dan lain-lain.

Perubahan di industri IT

Dia mengakui bahwa bisnis atau industri IT di Indonesia masih terus berkembang. Ada banyak permintaan dan ide-ide baru yang terus menetas. Sayangnya, menurut Ken, risiko di bidang IT masa kini justru terlalu tinggi.

“Valuation yang ada dan diminta oleh para founder (rata-rata perusahaan IT) bisa dibilang agak terlalu di-“goreng”. Padahal mereka masih kesulitan mendapat profit dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Ken menceritakan alasannya.

“Jadi kalau dulu bidang IT itu low-risk high-return, sekarang berubah jadi high-risk high-return. Uang 5 juta sampai 10 juta dollar AS sudah tidak ada artinya di industri ini,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, saat ini Ken memiliki dua perusahaan IT, yaitu Smartmama yang bergerak menyajikan konten khusus untuk ibu dan Tororo yang bergerak dalam penjualan online soal kebutuhan bayi.

“Soal perusahaan IT, paling saya akan fokus di Smartmama dan Tororo saja. Keduanya memang perusahaan saya sendiri bekerja sama dengan rekan,” pungkas Ken.

Dalam keterangan resminya, Andrew yang saat ini berperan sebagai Chief Commercial Officer Kaskus menyatakan terima kasih atas dedikasi Ken membesarkan Kaskus. Dia juga memastikan pengunduran diri tersebut tidak mengganggu kinerja perusahaan.

“Ken adalah orang yang bersemangat dan optimistis dalam menjalankan Kaskus. Pengunduran diri Ken tidak akan berdampak langsung terhadap operasional perusahaan. Kaskus akan fokus pada misi menjadi social commerce platform terbesar Indonesia,” terang Andrew.

Sumber : Kompas

Ekspor Arab Saudi Menurun, Harga Minyak | PT Bestprofit

042589400_1436217805-harga-minyak-mentah-merosot-130413b

PT Bestprofit (19/7) – Harga minyak sedikit menguat pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) karena permintaan yang kuat dan penurunan ekspor Arab Saudi. Sayangnya keluarnya Ekuador dari kesepakatan organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) menahan penguatan ke level yang lebih tinggi.

Mengutip Reuters, Rabu (19/7/2017), harga minyak Brent yang merupakan patokan harga dunia naik 42 sen menjadi US$ 48,84 per barel. Sedangkan untuk harga minyak mentah AS naik 38 sen menjadi US$ 46,40 per barel.

“Ekspor minyak Arab Saudi menurun sehingga membuat pelaku pasar menarik kesimpulan bahwa produksi minyak di negara tersebut juga terus menurun,” jelas analis energi CHS Hedging Tony Headrick.

Arab Saudi yang merupakan negara eksportir minyak terbesar yang tergabung dalam OPEC memang tengah berusaha menurunkan produksi guna mendorong kenaikan harga minyak.

Langkah menahan produksi tersebut bukan hanya dilakukan oleh Arab Saudi saja melainkan seluruh anggota OPEC dan beberapa negara lain di luar OPEC seperti Rusia.

Ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Mei turun menjadi 6,924 juta barel per hari dari bulan sebelumnya yang tercatat ada di 7,006 juta barel per hari.

Salah satu pejabat Arab Saudi mengatakan bahwa penurunan angka ekspor ini memang sejalan dengan kebijakan dari negara tersebut untuk mengurangi kelebihan pasokan global yang menyebabkan harga minyak terus tertekan.

“Tujuh dari eksportir minyak utama dunia telah menjalankan kebijakan OPEC dan hasilnya sudah mulai terlihat,” jelas pejabat tersebut.

Sayangnya, kenaikan harga minyak sedikit tertekan karena Ekuador memilih untuk tidak melanjutkan kesepakatan yang telah dilakukan sejak awal tahun ini. Ekuador sebenarnya masih menjalankan kesepakatan tetapi jumlah pengurangan produksi tidak sebesar yang ditentukan.

Dalam kesepakatan awal, negara tersebut menyanggupi untuk mengurangi produksi minyak mencapai 26 ribu barel per hari. Namun karena masalah keuangan negara maka jumlah pengurangan tidak setinggi kesepakatan.

Menteri Perminyakan Ekuador Carlos Perez menyatakan bahwa negara tersebut hanya akan mengurangi produksi 60 persen dari jumlah kesepakatan.

Sumber : Liputan6

Lebih Dekat dengan Pusaran Gas Raksasa Jupiter| PT Bestprofit

090435800_1499931852-19431143_303

PT Bestprofit (14/7) – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Juno akhirnya sukses ‘terjun’ ke wilayah paling dekat pusaran gas raksasa planet Jupiter. Pesawat luar angkasa NASA itu pun mengabadikan seperti apa suasana di dalam pusaran gas yang berwarna kemerahan ini.

Menurut yang dilansir Inverse, Jumat (14/7/2017), Juno mengabadikan pemandangan pusaran gas Jupiter dalam pendekatan yang dramatis. Diketahui, Juno membidik pusaran tersebut dalam jarak 5.600 mil di atas permukaan dengan kamera JunoCam.

Karena prosesnya berlangsung singkat, kira-kira 12 menit, para ilmuwan NASA tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproses semua foto yang dibidik Juno. Alhasil, mereka merilis foto-foto mentah pusaran gas Jupiter tanpa memilahnya terlebih dulu.

JunoCam mampu mengabadikan pemandangan pusaran gas dalam resolusi hampir dua mil per piksel. Saat mendekati garis khatulistiwa dan kutub Jupiter, ia bahkan bisa mengambil foto dalam 30 mil per piksel. Hasilnya sangat menakjubkan. Pasalnya, belum pernah ada instrumen NASA yang posisinya pernah sedekat itu dengan Jupiter.

Sebelum Juno, foto terbaik Jupiter dibidik dari dua pesawat luar angkasa Voyager yang melewati planet raksasa 40 tahun lalu, tepatnya 1979.

Sayang, ilmuwan NASA belum dapat menjabarkan apa yang ada di dalam pusaran gas tersebut. Untuk saat ini, mereka masih mengkaji ulang foto-foto bidikan Juno untuk kembali memeriksa asal muasal pusaran gas yang terus berputar tanpa henti selama 350 tahun lamanya itu.

Dengan diterbangkannya Juno ke Jupiter, NASA berharap eksplorasi ini dapat mengubah perspektif umat manusia tentang Tata Surya di alam semesta.

Seperti yang sudah disebutkan, Juno juga akan mempelajari lapisan atmosfer Jupiter. Setelah itu, para ilmuwan akan mencoba mempelajari ekosistem Jupiter dan menguak apakah planet ini menyimpan ‘rahasia’ lain.

Dilansir Tech Insider, Juno merupakan pesawat jenis probe yang ditenagai oleh tiga baling-baling seluas lapangan basket. Ia juga memiliki panel surya sebagai sumber tenaga utamanya. Baling-baling berputar tiga kali setiap menit.

Kemampuan baling-baling Juno mampu membuatnya mengorbit Jupiter lebih cepat. Meski begitu, para astronom sempat khawatir dengan panel solar yang menyokong baling-baling Juno.

Pasalnya, cahaya matahari begitu jauh dari Jupiter dan panel solar tersebut pasti hanya menyerap sedikit cahaya. Ini tentu berbeda kasusnya dengan panel tenaga New Horizons, probe yang mengitari Pluto karena mereka ditenagai oleh plutonium.

Probe ini juga memiliki kamera khusus Juno Cam yang mampu mengambil foto-foto dengan resolusi tinggi. Selain itu, salah satu instrumen milik Juno yang disebut JADE (Jovian Auroral Distributions Experiment) akan mempelajari fenomena aurora Jupiter yang terjadi belum lama ini.

Juno juga akan mencari apa memang Jupiter memiliki kandungan air dari atmosfer planet. Jika sudah selesai dengan misinya, ia akan ‘menyelam’ ke tengah planet dan akan menghancurkan diri di antara atmosfer Jupiter.

Sumber : Liputan6