PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: PT Bestprofit

Ekspedisi Uranus dan Neptunus Dimulai 2030 | PT Bestprofit

061608600_1440907788-TheIceGiants

PT Bestprofit (20/6) – Setelah Mars, Jupiter, Saturnus, dan Pluto, NASA mulai fokus untuk menyiapkan proyek besar mengekspedisi planet Uranus dan Neptunus.

Proyek yang sebetulnya sudah direncanakan sejak September 2015 itu baru bisa direalisasikan sekarang. Bagaimana pun, NASA masih harus menggagas sejumlah inovasi teknologi mumpuni, agar pesawat luar angkasanya bisa terbang ke orbit planet berjuluk ‘Planet Kekasih’ tersebut.

Jadi, jika dihitung-hitung, ekspedisi Uranus dan Neptunus baru bisa dimulai pada 2030. Itu juga baru Uranus. Sementara untuk Neptunus, kemungkinan besar dimulai pada pertengahan 2030 atau setelah 2040.

Menurut informasi yang Tekno Liputan6.com kutip via laman BGR, Senin (19/6/2017), tujuan utama ekspedisi dilakukan tak lain adalah untuk memantau ekosistem kedua planet.

Tak cuma itu, Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut juga ingin mencari tahu material planet terbuat dari apa, serta komposisi atmosfer yang melapisi planet.

Para ilmuwan NASA juga berharap, ekspedisi bisa meneliti iklim planet secara keseluruhan. Jika proses penelitian rampung, barulah mereka dapat menyimpulkan seperti apa bobot kontribusi kedua planet ini terhadap Tata Surya.

Secara mekanisme, NASA nantinya akan mengirim probe (pesawat kecil) untuk terjun ke dalam atmosfer planet dan mengambil sampel gas yang terkandung di dalamnya. Sama halnya dengan ekspedisi planet lain, probe akan mengirimkan data dari sampel yang diambil ke Bumi untuk diteliti secara mendalam.

Terkait kesiapan wahana ekspedisi, NASA kini tengah melakukan penelitian di Jet Propulsion Laboratory (JPL) untuk merancang pesawat antariksa Uranus dan Neptunus, yang juga akan rampung setidaknya pada 2030.

Salah satu kendala utama proses pembuatan pesawat antariksa anyar ini adalah besarnya dana penelitian dan pengembangan, yang diprediksi bisa mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun.

Dibanding dengan misi-misi NASA sebelumnya, seperti Discovery atau New Frontier, misi ekspedisi Uranus dan Neptunus ini justru memakan biaya yang lebih besar.

“Yang menjadi persoalan besar bagi kami agar dapat menjalankan misi ke Neptunus dan Uranus adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan,” kata Jim Green, kepala divisi Planetary Science NASA.

Rencana NASA menerbangkan pesawat antariksa untuk mempelajari secara mendalam planet Uranus dan Neptunus, sejatinya sudah direncanakan sejak 26 tahun lalu. Namun, hal tersebut baru bisa direalisasikan sekarang. Pasalnya, NASA terbentur banyak masalah dan menantikan dukungan pendanaan besar.

Selain persoalan dana, misi ekspedisi menuju duo planet es tersebut juga terhalang persoalan persediaan Plutonium yang menjadi bahan bakar baku pesawat antariksa.

“Penerbangan ke Uranus dan Neptunus akan bergantung ke alat baterai nuklir yang akan ditenagai plutonium,” jelas Green.

Sampai saat ini, para ilmuwan hanya bisa berspekulasi, bahwa Uranus dan Neptunus terdiri dari bebatuan, es, dan ammonia (kumpulan hidrogen dan nitrogen), sehingga kedua planet ini juga kerap mendapat julukan planet es raksasa.

Sumber : Liputan6

Wall Street Bervariasi Usai The Fed Naikkan | PT Bestprofit

007030700_1410989447-FOTO

PT Bestprofit (15/6) – Saham teknologi kembali tertekan sehingga mendorong indeks saham Nasdaq ke zona merah diikuti indeks saham S&P. Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street pun bervariasi.

Selain itu, investor khawatir terhadap pertumbuhan ekonomi usai angka inflasi lebih rendah dan kenaikan suku bunga bank sentral AS atau the Federal Reserve turut mempengaruhi wall street.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu, (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 46,09 poin atau 0,22 persen ke level 21.374,56. Indeks saham S&P 500 tergelincir 2,43 poin atau 0,10 persen ke level 2.437,92 dan indeks saham Nasdaq melemah 25,48 poin atau 0,41 persen ke level 6.194,89.

Pergerakan wall street juga dipengaruhi sentimen the Federal Reserve. Bank sentral AS tersebut kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Juni. Dalam pertemuan bank sentral AS itu juga menyatakan kalau pertumbuhan ekonomi dan data tenaga kerja AS akan menguat.

Namun, investor khawatir dengan pernyataan the Fed yang agresif dan mempertimbangkan menaikkan suku bunga kembali.

Selain itu, aksi jual masih terjadi di sektor saham teknologi juga menekan sektor itu. Sektor saham teknologi turun 0,5 persen. Sektor saham teknologi telah naik 18 persen pada 2017.

“Ini dimulai pada pekan lalu ketika perdagangan saham begitu padat. Kini semakin gugup di pasar saham, dan terjadi aksi jual,” ujar William Delwiche, Investment Strategist Robert W.Baird and Co, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (15/6/2017).

Data ekonomi juga menunjukkan kalau harga konsumen secara tak terduga turun pada Mei, dan penjualan ritel cetak penurunan terbesar dalam 16 bulan.

“Saham teknologi yang melemah juga didorong pertumbuhan ekonomi melambat atau komponen software dan peralatan lainnya juga turun. Aksi jual di sektor teknologi seiring kekhawatiran terhadap prediksi pertumbuhan perusahaan teknologi ke depan usai the Fed menaikkan suku bunga,” kata Daniel Morgan, Portfolio Manager Synovus Trust.

Sektor keuangan yang tertekan pada tahun ini mendapatkan dampak positif dari kenaikan suku bunga bank sentral AS. Sektor keuangan naik 0,2 persen. Kemudian sektor saham energi melemah 1,8 persen didorong harga minyak tertekan.

Adapun volume perdagangan saham di bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street mencapai 7,1 miliar saham. Angka ini di atas rata-rata perdagangan saham sekitar 6,8 miliar saham.

Sumber : Liputan6

Harga Emas Akhir Pekan dan Mingguan Turun | PT Bestprofit

278582_ilustrasi-emas-batangan_663_382

PT Bestprofit (12/6) – Harga Emas turun pada akhir pekan Sabtu dinihari (10/06) tertekan penguatan dollar AS terpicu anjloknya poundsterling pasca pemilihan nasional Inggris.

Harga emas spot LLG turun 0,77 persen menjadi $ 1,269.60 per ons. Logam mulia ini mengalami penurunan mingguan pertama dalam lima minggu. Untuk minggu ini emas spot turun 0,8 persen, sebagian besar tertekan penguatan dollar AS dan keputusan ECB yang melemahkan euro, dan penurunan akhir pekan ini setelah poundsterling lemah pasca kegagalan Partai Konservatif Theresa May memenangkan suara mayoritas.

Harga emas berjangka A.S. untuk pengiriman Agustus turun 0,89 persen menjadi $ 1,267.06.

Emas berdenominasi dolar biasanya turun nilainya saat dollar AS menguat.

Dolar AS naik ke level tertinggi 10 hari terhadap sekeranjang mata uang pada hari Jumat, didorong oleh pound Inggris yang lemah setelah Partai Konservatif Perdana Menteri Theresa May kehilangan mayoritas parlemennya dalam pemilihan nasional.

Dengan mayoritas kursi dihitung, Partai Konservatif Perdana Menteri Theresa May tidak bisa memenangkan mayoritas secara langsung di parlemen.

Dia telah meminta pemilihan untuk mendapatkan mandat yang lebih kuat sebelum melancarkan pembicaraan pemisahan yang sulit dengan Uni Eropa.

Sebelumnya pada hari itu, emas ditekan oleh peristiwa di Amerika Serikat, termasuk kesaksian mantan direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) James Comey di Kongres AS.

Comey menuduh Presiden Donald Trump memecat dia untuk mencoba merongrong penyelidikan FBI mengenai kemungkinan kolusi oleh tim kampanyenya dengan upaya-upaya yang diduga dilakukan oleh Rusia untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS pada 2016. Namun, pernyataannya itu terlihat tidak mengandung kejutan besar.

Sementara itu, jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun pekan lalu, melepaskan setengah dari lonjakan periode sebelumnya dan menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja semakin ketat meski terjadi penurunan pertumbuhan pekerjaan baru-baru ini.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,44 persen pada 97,35.

Di antara logam mulia lainnya, paladium naik sebanyak $ 864,50 per ons, tertinggi sejak September 2014. Perak tergelincir 0,86 persen menjadi $ 17,23 per ons, sementara platinum naik 0,8 persen lebih tinggi menjadi $ 939,70.

Sumber : Vibiznews