PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: PT Bestprofit

Best Profit | Harga Emas Naik Karena Permintaan Safe-Haven

PT bestprofit Best Profit Bestprofit

Best Profit (25/3) – Harga emas dan perak menguat pada awal perdagangan sesi AS karena sedikit permintaan “safe-haven” ditengah keprihatinan terhadap pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat.

Emas mempertahankan keuntungannya  belakangan ini setelah turun sedikit dari ketinggian selama sesi dengan konsumen AS membeli lebih banyak rumah bekas pada bulan lalu, menurut laporan terbaru dari National Association of Realtors (NAR).

Harga emas tetap berada pada teritori yang positip dan diperdagangkan dekat ketinggian sesi setelah data sentimen pendahuluan dari sektor manufaktur dan jasa AS yang lebih lemah daripada yang diperkirakan. best profit

Emas berjangka bulan April terakhir diperdagangkan naik $4.80 per ons pada $1,312.30. Perak Comex bulan Mei terakhir naik $0.023 pada $15.46 per ons.

Saham Asia kebanyakan menguat pada Jumat malam dan saham-saham Eropa kebanyakan turun. Indeks saham AS juga mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Data ekonomi yang keluar dari Uni Eropa pada hari Jumat buruk.  Markit purchasing managers’ composite index (PMI) untuk zona Euro muncul di 51.3 pada bulan Maret dari 51.9 pada bulan Februari. Sementara angka bulan Februari lebih rendah daripada yang diperkirakan. Manufacturing PMI zona Euro bulan Maret adalah 47.6 dibandingkan dengan 49.3 di bulan Februari. Bank sentral Eropa belakangan ini menganut kebijakan moneter yang lebih mudah untuk menstimulir pertumbuhan ekonomi Zona Euro. best profit

Kurva imbal hasil Treasury AS pada hari Jumat memiliki bentuk yang “inverted” yang secara histori menunjukkan resesi ekonomi sedang mengintai.

Hal-hal diluar pasar pada hari Jumat minggu lalu adalah naiknya indeks dolar AS dengan rally yang kuat setelah menyentuh kerendahan enam minggu pada hari Rabu minggu lalu. Dolar AS mula-mula dilanda aksi jual setelah pernyataan FOMC yang mengejutkan “dovish”. Kemudian, nampaknya, para trader memandang bahwa bahkan ekonomi AS yang melambat dan tingkat bunga AS yang stabil masih membuat dolar AS menjadi matauang yang kuat di dunia.

Ironisnya, emas diuntungkan dari menguatnya dolar AS dengan pemikiran matauang dunia disekitarnya masih akan berjuang pada bulan-bulan yang akan datang karena kebijakan moneter yang lebih mudah dari Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa, juga dolar yang kuat. best profit

Sementara, harga minyak mentah Nymex turun dan diperdagangkan disekitar $59.50 per barel.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas selanjutnya adalah menembus “resistance” yang solid pada ketinggian bulan Januari di $1,331,30 setelah melewati $1,320.20 dan kemudian $1,325.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas selanjutnya adalah menembus “support” yang solid pada kerendahan bulan Maret di $1,280.80 setelah melewati $1,306.50 dan kemudian $1,300.00. best profit

Sumber : Vibiznews

Best Profit | Harga Emas Turun dari Level Tertinggi

best profit bestprofit pt bestprofit

Best Profit (22/3) – Harga emas turun pada perdagangan Kamis setelah sempat mencapai level tertinggi dalam tiga pekan karena adanya perbaikan data-data ekonomi AS. Nilai tukar dolar AS menguat karena adanya data yang membaik tersebut sehingga menekan harga emas.

Sementara paladium mencatatkan rekor puncak harga tertinggi karena adanya kekhawatiran pasokan.

Mengutip CNBC, Jumat (22/3/2019), harga emas di pasar spot tergelincir 0,29 persen menjadi USD 1.308,46 per ounce, setelah sebelumnya mencapai USD 1.320,22 per ounce, tertinggi sejak 28 Februari.

Kebalikannya, harga emas berjangka naik 5,60 menjadi USD 1.307,30 per ounce. best profit

Jumlah orang AS yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran turun lebih dari yang diperkirakan minggu lalu, dan data lain menunjukkan ukuran aktivitas pabrik di kawasan Atlantik tengah yang merbalik arah bulan ini setelah turun tajam pada bulan lalu.

“Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi lebih kuat dari yang diperkirakan. Sekarang tinggal menunggu data pekerjaan dan survei gaji,” kata Tai Wong, Kepala Analis Logam Mulia BMO.

Beberapa pedagang melakukan aksi jual sehingga mendorong penurunan harga emas. Hal tersebut karena nilai tukar dolar AS yang menguat karena membaiknya data-data ekonomi tersebut. best profit

Terhadap sekeranjang mata uang, indeks dolar naik menjadi 96,32, membuat emas berdenominasi dolar AS lebih mahal bagi investor mata uang lainnya.

Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) mengambil sikap kebijakan kurang agresif usai menggelar pertemuan selama dua hari.

Hal ini menunjukkan the Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada 2019 di tengah ekonomi yang melambat dan mengumumkan rencana akhiri program pengurangan neraca pada September.

The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 2,25 persen-2,5 persen. best profit

Suku bunga acuan ini digunakan sebagai kunci untuk menentukan suku bunga untuk sebagian besar utang konsumen dengan tingkat bunga yang dapat disesuaikan antara lain kartu kredit dan pinjaman rumah.

Langkah the Fed sesuai harapan dan permintaan pasar. Pembuat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) mengambil perubahan tajam dari proyeksi kebijakan sebelumnya.

The Fed kembali menegaskan janjinya untuk sabar terhadap kebijakan moneternya. Selain itu, the Fed menyatakan akan mulai perlambat pengurangan kepemilikan obligasi pada Mei dengan menurunkan batas bulanan menjadi USD 15 miliar dari USD 30 miliar. best profit

Dengan pengumuman yang digabung berarti setelah pengetatan kebijakan moneter pada tahun lalu, the Fed berhenti pada kedua sisi untuk menyesuaikan pertumbuhan global yang lebih lemah dan pandangan agak lebih lemah untuk ekonomi AS.

“Mungkin perlu beberapa waktu sebelum prospek lapangan kerja dan inflasi jelas menyerukan perubahan kebijakan. Kami melihat tidak perlu terburu-buru untuk segera melakukan,” ujar pimpinan the Fed, Jerome Powell. best profit

Sumber : Liputan6

best profit

Best Profit | Harga Emas Naik Usai The Fed Pertahankan

PT bestprofit Best Profit Bestprofit

Best Profit (21/3) – Harga emas kembali berada di wilayah positif setelah the Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat (AS) mengirim sinyal dovish lain ke pasar.

The Federal Reserve menurunkan perkiraan pertumbuhannya dan menandakan tidak ada kenaikan suku bunga pada 2019.

Seperti yang diharapkan, bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 2,25 persen-2,5 persen. Akan tetapi, pasar sedikit lebih memperhatikan pertumbuhan lebih rendah dan proyeksi tingkat suku bunga pada 2019. best profit

“Mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan global karena tekanan inflasi yang diredam. Komite akan bersabar karena menentukan penyesuaian di masa depan dengan kisaran target yang mungkin sesuai untuk hasil ini,” tulis pernyataan the Federal Reserve.

Harga emas menguat ke posisi tertinggi seiring proyeksi suku bunga the Fed tetap dan tidak ada kenaikan pada 2019. Sebelumnya diperkirakan kenaikan suku bunga the Fed sebanyak dua kali pada 2019. Harga emas untuk pengiriman April naik 0,19 persen ke posisi USD 1.309.

Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Mei di divisi Comex naik USD 0,108 ke posisi USD 15.475 per ounce. Harga tembaga naik 10 poin ke posisi USD 292,45. best profit

Selain itu, the Federal Reserve menyampaikan program pengurangan neraca. The Federal Reserve akan akhiri pengurangan neraca pada September.

Ekonom Senior CIBC Capital Markets, Avery Shenfeld menuturkan, pernyataan the Federal Reserve cenderung dovish. Ini menunjukkan hanya ada satu kenaikan suku bunga lagi dalam dua tahun ke depan.

“Kami melihat satu kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini dan dan pemotongan pada 2020, tetapi the Fed sekarang tampaknya kurang cenderung memberikan overshoot netral pada 2019,” tutur dia, seperti dikutip dari laman Kitco, Kamis (21/3/2019). best profit

Ia menambahkan, pelaku pasar mengharapkan the Fed akan menaikkan suku bunga lagi. Akan tetapi, kondisi berbeda membuat dolar AS juga akan melemah.

Dalam proyeksi suku bunga terbaru, suku bunga acuan bank sentral AS berada di posisi 2,4 persen pada 2019. Angka ini turun dari perkiraan Desember mencapai 2,9 persen.

Dalam jangka panjang, bank sentral AS melihat suku bunga di posisi 2,8 persen, dan tidak berubah seperti perkiraan Desember.

Untuk pertumbuhan, the Federal Reserve mengharapkan produk domestik bruto (PDB) akan tumbuh 2,1 persen pada 2019.Perkiraan ini turun dari Desember sebesar 2,3 persen. best profit

Pada 2020, bank sentral AS melihat pertumbuhan ekonomi 1,9 persen dari proyeksi Desember 2 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi pada 2021 tidak berubah di posisi 1,8 persen.

Komite juga melihat sedikit lebih banyak kelemahan di pasar tenaga kerja dengan tingkat pengangguran naik menjadi 3,7 persen pada 2019. Angka ini naik dari perkiraan Desember sebesar 3,5 persen.

Tingkat pengangguran akan naik menjadi 3,8 persen pada 2020, naik dari perkiraan Desember sebesar 3,6 persen. Pada 2021, tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 3,9 persen, naik dari perkiraan sebelumnya 3,8 persen.

The Federal Reserve juga melihat tekanan inflasi sedikit lebih rendah dengan indeks pengeluaran konsumsi pribadi naik 1,8 persen pada 2019, turun dari perkiraan sebelumnya 1,9 persen. Bank sentral AS melihat inflasi bertahan di dua persen dalam dua tahun ke depan. Angka ini turun sedikit dari perkiraan Desember 2,1 persen. best profit

Sumber : Liputan6