PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Polisi

Foto Polisi Bersenjata dan Burkini Picu | PT BESTPROFIT FUTURES

008475800_1472079774-20160825-Burkini

BESTPROFIT FUTURES

BESTPROFIT FUTURES (25/8) – Perempuan itu hanya ingin bersantai di pantai. Mengenakan pakaian renang warna hitam dipadu biru muda yang menutupi hampir seluruh tubuhnya, ia duduk di atas hamparan batu, berjemur di bawah limpahan sinar Matahari di Nice, Prancis.

Tiba-tiba, empat polisi yang dipersenjatai pistol dan pentungan mengerumuninya, meminta perempuan itu mencopot kaus lengan panjang yang dipakainya. Aparat juga mengganjarnya dengan sanksi. “…tidak mengenakan pakaian yang menghormati moral yang baik dan sekularisme,” demikian tertera dalam tiket denda, seperti dikutip dari AFP.

Perempuan itu dinggap ‘melanggar hukum’ karena mengenakan burkini — pakaian renang muslimah dan kebetulan ia berada di Promenade des Anglais dekat lokasi terjadinya serangan teror truk maut pada Hari Bastille.

Nice adalah satu dari 15 kota di Prancis yang melarang penggunaan burkini, dengan dalil merespons timbulnya kekhawatiran terhadap aksi teror yang terjadi di negara itu.

Foto insiden tersebut lantas menyebar di media sosial, memicu kontroversi sengit antara pihak yang sepakat dan menentang tindakan itu.

Aparat Nice mengatakan, petugas kepolisian dalam foto tersebut hanya sedang melaksanakan tugasnya.

Wakil Walikota Nice, Christian Estrosi mengecam penyebaaran foto tersebut, yang menurutnya, menempatkan para petugas yang tertangkap lensa kamera dalam bahaya yang bisa mengancam nyawa.

“Saya mengutuk provokasi yang tak bisa diterima ini,” kata dia seperti dikutip dari CNN, Kamis (25/8/2016).

Secara terpisah, Dewan Keyakinan Muslim Prancis (CFCM) mendesak dilakukannya pertemuan dengan pihak pemerintah untuk membahas pelarangan burkini, menyusul publikasi foto tersebut.

“Perempuan muslim menjadi korban stigma, didenda di Cannes, dan dipaksa melepas tuniknya di Nice. CFCM mendesak diselenggarakannya pertemuan dengan (Menteri Luar Negeri) Bernard Cazeneuve,” kata organisasi tersebut lewat Twitter.

Sementara itu, sebuah organisasi setempat membantu para muslimah yang dikenakan denda di pantai-pantai di Prancis.

Marwan Muhammad, pimpinan Collective Against Islamophobia di Prancis, kepada CNN mengatakan, dari 15 orang yang mereka bantu tak ada yang mengenakan burkini. Mereka hanya mengenakan penutup kepala atau jilbab.

Secara terpisah, seorang pengusaha Aljazair juga menawarkan untuk membayar denda burkini yang dijatuhkan pada setiap perempuan muslim di Prancis.

Aparat Nice mengakui, larangan yang mereka tegakkan tak secara spesifik ‘mengharamkan’ burkini. Itu yang membuat para anggota pasukan patroli pantai bebas menafsirkan dan memberlakukannya secara subjektif.

Kejadian di pantai Nice adalah insiden kedua yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, seorang ibu berusia 34 tahun didenda 38 euro di pantai Cannes Selasa lalu, setelah ia didatangi tiga petugas polisi.

Kepada BFM TV, perempuan itu mengaku petugas mengatakan, ia mengenakan pakaian yang tak pantas. Mereka meminta, ia mengenakan penutup kepalanya sebagai bandana — jika tidak, ia dipersilakan meninggalkan pantai. Wanita itu memilih yang terakhir. Pergi.

“Aku tak mengenakan¬† burkini, juga tidak telanjang. Aku merasa apa yang kukenakan pantas,” kata dia.

Sejumlah orang berkerumun di sekitarnya saat insiden terjadi. Banyak yang menawarkan dukungan, segelintir lainnya meneriakinya, “Pulang!”, atau “Kami tak ingin kau ada di sini.”

Korban mengaku tak bisa melupakan kata-kata bernada penghinaan itu, yang dikatakan di depan anak-anaknya.

“Anak perempuanku menangis. Ia tak mengerti mengapa ibunya harus meninggalkan pantai. Ini kali pertamanya aku mengalami diskriminasi seperti ini di Prancis.” BESTPROFIT FUTURES

Sumber : Liputan6

PT BESTPROFIT FUTURES Satu Tewas, Beberapa Terluka Akibat

penusukan-ilustrasi-_121119144807-442

BESTPROFIT FUTURES (4/8) – Seorang perempuan tewas dan lima orang lainnya terluka akibat aksi serangan pisau oleh seorang pria di Russell Square, di pusat kota London, Inggris.

Polisi dan petugas kesehatan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 22:33 waktu setempat, Rabu (03/08), setelah ada laporan seorang pria berpisau yang telah melukai sejumlah orang.

Sejauh ini ada enam orang terluka di tempat kejadian, dan seorang perempuan dinyatakan tewas beberapa saat kemudian.

Pria yang diduga pelaku penusukan telah ditangkap sekitar pukul 22:39 waktu setempat. Petugas menggunakan alat kejut alias taser untuk menghentikannya sebelum menangkapnya.

Aksi terorisme adalah salah satu motif yang diduga melatari serangan pisau tersebut, kata kepolisian London.

Polisi dan petugas kesehatan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 22:33 waktu setempat, Rabu (03/08), setelah ada laporan seorang pria berpisau yang telah melukai sejumlah orang.

Sejauh ini ada enam orang terluka di tempat kejadian, dan seorang perempuan dinyatakan tewas beberapa saat kemudian.

Pria yang diduga pelaku penusukan telah ditangkap sekitar pukul 22:39 waktu setempat. Petugas menggunakan alat kejut alias taser untuk menghentikannya sebelum menangkapnya.

Aksi terorisme adalah salah satu motif yang diduga melatari serangan pisau tersebut, kata kepolisian London.

Polisi dan petugas kesehatan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 22:33 waktu setempat, Rabu (03/08), setelah ada laporan seorang pria berpisau yang telah melukai sejumlah orang.

Sejauh ini ada enam orang terluka di tempat kejadian, dan seorang perempuan dinyatakan tewas beberapa saat kemudian.

Pria yang diduga pelaku penusukan telah ditangkap sekitar pukul 22:39 waktu setempat. Petugas menggunakan alat kejut alias taser untuk menghentikannya sebelum menangkapnya.

Aksi terorisme adalah salah satu motif yang diduga melatari serangan pisau tersebut, kata kepolisian London. BESTPROFIT FUTURES

Sumber: BBC News

Polisi Perancis Gunakan DNA untuk

da196f25954a6cf104c66cee3c005ad9

BESTPROFIT FUTURES (29/7) – Polisi di Perancis resmi mengidentifikasi lelaki kedua yang terlibat dalam serangan brutal terhadap gereja awal pekan ini, yang menewaskan seorang pastor.

Abdel Malik Petitjean lahir di Perancis Timur dan diawasi pihak berwenang setelah ia berusaha pergi ke Suriah. Polisi dapat mengidentifikasinya setelah ibunya memberikan sampel DNA.

Petitjean dan Adel Kermiche, keduanya berusia 19 tahun, menyerbu gereja Saint-Etienne-du-Rouvray di Perancis Utara pada misa pagi hari Selasa (26/7) lalu, dengan menggorok pastor yang berusia 86 tahun dan menyandera lima orang lainnya. Kedua pelaku akhirnya ditembak mati oleh polisi dan salah seorang sandera masih dalam kondisi serius.

Kermiche sedang menunggu sidang untuk diadili dengan tuduhan terkait terorisme, dan mengenakan gelang pelacak elektronik pada waktu melancarkan serangan.

Kelompok jihadis ISIS melansir video yang memperlihatkan kedua pelaku memegang spanduk ISIS dan menyatakan sumpah setia mereka kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

Abdel Malik Petitjean lahir di Perancis Timur dan diawasi pihak berwenang setelah ia berusaha pergi ke Suriah. Polisi dapat mengidentifikasinya setelah ibunya memberikan sampel DNA.

Petitjean dan Adel Kermiche, keduanya berusia 19 tahun, menyerbu gereja Saint-Etienne-du-Rouvray di Perancis Utara pada misa pagi hari Selasa (26/7) lalu, dengan menggorok pastor yang berusia 86 tahun dan menyandera lima orang lainnya. Kedua pelaku akhirnya ditembak mati oleh polisi dan salah seorang sandera masih dalam kondisi serius.

Kermiche sedang menunggu sidang untuk diadili dengan tuduhan terkait terorisme, dan mengenakan gelang pelacak elektronik pada waktu melancarkan serangan.

Kelompok jihadis ISIS melansir video yang memperlihatkan kedua pelaku memegang spanduk ISIS dan menyatakan sumpah setia mereka kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. BESTPROFIT FUTURES

Sumber: VOA News