PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Pesawat

Duka Rusia di Semenanjung Sinai

018540800_1446334062-egypt_russian_plane_crash_sin02_53708845

Dunia penerbangan kembali berduka. Kali ini kepiluan itu menyelimuti Negeri Beruang Merah, Rusia. Pesawat maskapainya bernama Kolavia jatuh di Semanjung Sinai, Mesir.

Burung besi bernomor penerbangan 7K9268 itu hilang beberapa saat usai lepas landas dari Bandara Sharm el-Sheikh dalam perjalanan menuju St Petersburg, Sabtu 31 Oktober 2015. Ada 224 penumpang, termasuk 17 anak-anak, berada dalam lambung kapal terbang Airbus A-321 tersebut.

Usai kabar tragedi diterima, Mesir menerbangkan pesawat militernya mencari burung besi nahas tersebut. Hasilnya, pesawat ditemukan di Hasna, Semenanjung Sinai dalam kondisi hancur. Puing-puingnya, termasuk black box, ditemukan di wilayah pegunungan terpencil di sisi utara.

“Pesawat militer telah menemukan puing-puing pesawat di wilayah pegunungan. Petugas penyelamat menyebut Airbus KGL-9268 nyaris seluruhnya hancur,” demikian dilaporkan Telegraph, Sabtu 31 Oktober 2015.

Pejabat pemerintah Mesir menyatakan, 224 penumpang dan kru pesawat Rusia yang jatuh di Sinai, tewas dalam peristiwa nahas tersebut.

“Sebanyak 45 ambulans telah diarahkan ke lokasi untuk mengevakuasi mereka yang meninggal dunia dan terluka.”

Kepada Reuters, seorang petugas keamanan Mesir mengaku mendengar suara misterius, yang diduga berasal dari penumpang yang terjebak di dalam puing pesawat — yang dilaporkan terbelah dua.

“Ada bagian lain dari pesawat di mana masih ada penumpang yang terjebak di dalamnya. Tim penyelamat masih mencoba masuk ke dalamnya dan kami berharap menemukan korban selamat, apalagi kami mendengar suara manusia dari dalamnya,” kata petugas yang tak tak mau disebutkan namanya itu.

Sementara keluarga dan kerabat penumpang mendatangi Bandara St Petersburg untuk memperoleh informasi jelas tentang insiden di Mesir. Mereka kemudian dinaikkan ke bus dan dibawa ke crisis centre.

“Kami sangat terkejut. Ia masih sangat muda,” kata Olga Ofitserova, yang temannya Nadya Laisheva berada dalam pesawat tersebut kepada Gazeta.ru, seperti dikutip dari Guardian, Sabtu 31 Oktober 2015.

Sumber : Liputan6

Mengintip Kreasi Pesawat Terbang Tanpa Bahan Bakar

076119500_1430404404-Fuel-Less_Gravity_Powered_Airplane_-_YouTube.mp4_snapshot_02.35__2015.04.30_17.38.08_

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) – Di masa lalu, balon udara berisi gas helium sempat menjadi alat angkutan udara. Karena kemampuannya menanggung beban yang cukup berat. Namun demikian, balon udara seperti itu terbang lambat.
Tapi tak demikian dengan saat ini, teknologi balon helium untuk sarana angkutan udara itu telah mendapat sentuhan teknologi terkini.
Seorang mantan pakar teknologi nuklir Robert D. Hunt dari Hunt Aviation Corp yang memperbaiki kreasi rancangan balon udara itu. Caranya: ia dengan menempatkan sejumlah balon udara elastis berukuran kecil dalam badan pesawat yang kaku namun ringan tersebut.
Ketika akan terbang, balon-balon udara itu akan diisi dengan gas helium yang memiliki berat jenis yang lebih ringan daripada gas-gas di atmosfer. Dengan demikian, pesawat terbang ini akan terangkat ke udara.
Setelah mencapai ketinggian yang cukup, pesawat terbang akan diarahkan ke tujuan dan dibiarkan bergerak dengan menggunakan daya tarik bumi.

Sumber : Liputan6