PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Penjara

Penghuni Teluk Guantanamo berkurang di bawah 100 orang

160114181817_guantanamo_640x360_afpgetty

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/1) – Penghuni penjara Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, Kuba, berkurang di bawah 100 orang untuk pertama kalinya sejak dibuka pada tahun 2002, dengan dipindahkannya sepuluh pria Yaman ke Oman.

Pemindahan ini mewakili kemajuan yang dilakukan Presiden Barack Obama bagi tercapainya tujuan menutup penjara, kata sejumlah pejabat Amerika.

Kementerian Luar Negeri menyampaikan terima kasih kepada Oman karena menerima para tahanan tersebut.

Negara itu menjadi tempat tinggal sementara sampai ditemukan lokasi tetap.

Para pejabat di Oman mengatakan mereka tiba pada hari Kamis (14/15) dan kemungkinan akan tetap berada di sana sampai keadaan di Yaman yang sedang dilanda perang membaik.

Ini adalah pemindahan tahanan terbesar dari Guantanamo, lapor para wartawan, yang terjadi di masa pemerintahan Presiden Obama yang memulai masa jabatan pertamanya pada tahun 2009 dengan menjanjikan percepatan penutupan pusat penahanan tersebut.

Penjara itu berulang kali dikecam pegiat hak asasi manusia.

Sebagian besar yang baru saja dipindahkan telah ditahan selama lebih sepuluh tahun tanpa didakwa atau diadili.

Sumber: BBC News

Kisah Mencengangkan di Balik Penjara Tua Holmesburg

043623400_1430222527-Abandoned_History-_Holmesburg_Prison_-_YouTube.mp4_snapshot_02.01__2015.04.28_16.01.55_

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) – Suatu penjara di kota Philadephia, Amerika Serikat ini dikenal sebagai tempat uji coba kedokteran terhadap para narapidana. ‘Hotel prodeo’ tersebut dihuni oleh para pelaku kriminal atas kasus kerusuhan, pemerkosaan, dan pembunuhan brutal.

Penjara yang dibangun pada 1896 ini merupakan bagian dari City of Philadelphia Prison System yang digunakan hingga tahun 1995. Dalam rentang waktu dari 1951 hingga 1974, penjara ini menjadi tempat berbagai percobaan dunia kedokteran yang mengundang pertentangan.

Situs Baltimore Sun menjelaskan, para narapidana di penjara itu menjadi sukarelawan uji coba shampoo, bedak kaki, deodorant, dan bahkan obat penenang dan dioksin.

Pada awalnya, ada wabah penyakit kulit kaki merebak di penjara itu sehingga seorang dokter kulit Dr. Albert M. Kligman dari University of Pennsylvania diundang untuk memeriksa. Kala itu ia seperti mendapatkan hadiah dalam diri 1.200 orang yang menjadi sasaran uji cobanya.

20 Tahun kemudian, Allen M. Hornblum yang waktu itu berusia 23 tahun dan baru lulus S2 dari Villanova University, memutuskan untuk mengajar membaca kepada para narapidana di Philadelphia Detention Center. Ia mendapati kenyataan yang mencengangkan terkait keadaan kesehatan kulit para narapidana.

Ia kemudian berjuang mengungkapkan penistaan dan penyelewengan yang terjadi di penjara itu. Kisahnya kemudian dituangkan dalam buku ‘Acres of Skin: Human Experiments at Holmesburg Prison; A True Story of Abuse and Exploitation in the Name of Medical Science’.

Ternyata, ruam-ruam pada kulit para narapidana bukan dikarenakan perkelahian dalam penjara, melainkan oleh zat-zat kimia dalam parfum yang diujikan kepada mereka dengan imbalan sejumlah uang tunai.

Berbagai uji coba selama 20 tahun itu melibatkan pasta gigi, deodorant, krim kulit, deterjen, cairan diet, tetes mata, bedak kaki dan pewarna rambut yang dilakukan dengan biopsi terus-menerus. Belakangan, terungkaplah uji coba menggunakan obat penenang, isotop radioaktif dan racun dioksin yang dipakai dalam senjata kimia.

Namun demikian, Dr. Albert M. Kligman menjadi sangat kaya raya dan terkenal sebagai dokter kulit yang mumpuni di kota Philadelphia. Dokter itu mengaku tidak menyalahi aturan dan prosedur dalam melakukan semua uji cobanya. Meski para narapidana itu yang menanggung ulahnya itu.

 

Sumber : Liputan6