PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Pedagang

Best Profit | Bestprofit Futures Lirik Pasar Mahasiswa

best profit bestprofit pt bestprofit

Best Profit (11/4) – Sebagai perusahaan perdagangan berjangka terbesar nasional kedua, PT Bestprofit Futures (BPF) kini berupaya menyentuh milenial agar berani berkontribusi di perusahaan pialang berjangka. Rencananya, perusahaan ini akan menjalankan program Futures Trading Learning Centre (FTLC) bersama dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), untuk mencapai target pertumbuhan kontribusi mahasiswa sebesar 20 persen.

Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Cabang BPF Malang, Andri pada Konferensi Pers Paparan Kinerja PT Best Profit Futures, pagi tadi (10/4) di Javanine Resto. Penerapan FTLC bakal direalisasikan ke depan secara khusus dengan cara mengunjungi beberapa kampus untuk memberikan kegiatan sosialisasi. best profit

“Program ini nantinya akan mengedukasi kalangan milenial, tentang bagaimana cara menanam modal di perusahaan pialang berjangka, tahapan-tahapannya, hingga manajemen resiko. BPF ingin mengenalkan pada milenial bahwa perdagangan berjangka tidak hanya tinggi peluang namun juga tinggi resiko, sehingga harus ada edukasi manajemen resiko,” terangnya.

Berdasarkan data capaian, Andri menjelaskan bahwa BPF Malang mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2018 lalu. Total volume transaksinya mencapai 53.507 lot atau meningkat 71,03 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk nasabah baru mengalami pertumbuhan mencapai 28,18 persen, yakni sebanyak 141 nasabah. best profit

“Malang memiliki nasabah potensial yang lumayan banyak. Karena sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pengusaha dan pedagang. Sehingga dari sisi skala ekonomi mereka merupakan terget potensial untuk perusahan pialang berjangka,” pungkasnya.

Berdasarkan data capaian, Andri menjelaskan bahwa BPF Malang mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2018 lalu. Total volume transaksinya mencapai 53.507 lot atau meningkat 71,03 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk nasabah baru mengalami pertumbuhan mencapai 28,18 persen, yakni sebanyak 141 nasabah. best profit

“Malang memiliki nasabah potensial yang lumayan banyak. Karena sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pengusaha dan pedagang. Sehingga dari sisi skala ekonomi mereka merupakan terget potensial untuk perusahan pialang berjangka,” pungkasnya.

“Program ini nantinya akan mengedukasi kalangan milenial, tentang bagaimana cara menanam modal di perusahaan pialang berjangka, tahapan-tahapannya, hingga manajemen resiko. BPF ingin mengenalkan pada milenial bahwa perdagangan berjangka tidak hanya tinggi peluang namun juga tinggi resiko, sehingga harus ada edukasi manajemen resiko,” terangnya. best profit

Sumber : Radar Malang

Pedagang Curhat ke Mendag Soal Lonjakan Harga Bawang

096727300_1434725085-Bawang-Merah-5

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/7) – Dalam kunjungan ke Pasar Induk Kramat Jati, Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menerima keluhan dari beberapa pedagang.  Salah satu pedagang Anas Sarnil (48) yang meminta pemerintah memperkuat pasokan bawang putih.

Dia bilang, selama ini  bawang putih diperoleh berasal dari impor. Sehingga, jika pasokan impor berkurang maka terjadi lonjakan harga.

“Kita 10 persen lokal, 90 persen dari impor. Kalau pasokan kurang ya harga naik,” kata dia di Jakarta, Jumat (10/7/2016)

Masalah lain ialah karena bongkar muat untuk bawang putih dilakukan di Surabaya. Maka dari itu, harga bawang melonjak karena terdongkrak biaya distribusi.

“Bawang putih dibongkar dulu di Jakarta, Tanjung Priok. Sekarang Surabaya memperpanjang mata rantai,” ujarnya.

Dengan kondisi demikian, dia berharap bongkar muat dikembalikan seperti semula. “Tolong dikembalikan ke Jakarta,” tuturnya.

Selain itu, dia juga meminta pemerintah lebih cermat dalam mengatur distribusi bawang merah. Pasalnya, dalam beberapa kasus bawang merah yang dikirim dari Brebes tak sampai ke Pasar Induk. Alhasil, minimnya pasokan mengerek harga bawang merah.

“Bawang merah nggak sampai yang dari Brebes. Kami minta untuk bawang merah diawasi supaya sampai Induk,” terangnya.

Tak berhenti di sana, dia juga meminta pemerintah meningkatkan produktivitas bawang bombay. Selama ini, bawang bombay lokal masih minim sehingga harganya cukup mahal.

“Bawang bombay, panen paling 5 persen sisanya India, Selandia Baru dan sebagainya,” tandas dia. (Amd/NDw)

 

Sumber : Liputan6