PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Payroll

Bursa Saham AS Ditutup Naik Jelang Rilis Laporan Payroll

PT Bestprofit

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/3) – Bursa saham AS naik, dipimpin oleh keuntungan dalam saham energi untuk memperpanjang reli tiga minggu sebelum laporan payroll pada hari Jumat yang dapat memberikan gambaran lebih jelas terkait kekuatan ekonomi serta langkah suku bunga.

produsen energi dalam indeks Standard & Poor 500 menghapus penurunan tahun 2016 karena reli dalam kelompok membantu ekuitas menyingkirkan pelemahan sebelumnya untuk hari kedua. Sektor perbankan juga mendapatkan momentum di sore hari, naik untuk kelima kalinya di enam hari. Saham perawatan kesehatan dan teknologi berjuang, dengan Microsoft Corp kehilangan 1,1 persen. Kroger Co tenggelam 7 persen setelah toko kelontong memperkirakan pertumbuhan lebih lambat tahun ini.

Indeks S&P 500 naik 0,4 persen menjadi 1,993.39 pada pukul 04:00 sore di New York, menghapus penurunan sebanyak 0,5 persen untuk bertahan di level delapan minggu tertinggi.

Investor mengamati laporan ekonomi sebagai pendekatan pertemuan bank sentral, dengan angka bulanan nonfarm payroll pemerintah masih terus membayangi besok. Data hari ini menunjukkan pertumbuhan di industri jasa melambat untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Februari. Indeks terpisah menunjukkan pesanan pabrik pada bulan Januari naik kurang dari yang diharapkan, sementara jumlah klaim tunjangan pengangguran tetap konsisten dengan pasar tenaga kerja yang stabil.(frk)

Sumber: Bloomberg

Emas Kembali Meredup Mendekati Level Terendahnya Pasca Data Payroll

Ilustrasi+Emas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) – Emas kembali meredum ditransaksikan mendekati level terendahnya dalam 11-pekan terakhir pasca rilis data payrolls AS yang lebih baik dari estimasi mendukung keinginan the Fed untuk segera meningkatkan biaya pinjaman AS, penguatan dolar dan meredupnya daya pikat bullion ini. Platinum mendekat level terendah dalam enam tahun terakhir.

Bullion untuk pengiriman segera turun sebanyak 0,2 persen menjadi $1,169.29 per ons, dan ditransaksikan di level $1,170.39 pukul 7:42 di Singapura, menurut harga generik Bloomberg. Emas turun pada hari Jumat pekan lallu ke level $1,162.88, level terendah sejak 19 Maret lalu dan mencatat penurunan sebesar 1,6 persen pekan lalu pasca rilis data pekerjaan Mei.

Emas turun sebesar 10 persen dari level penutupan tertingginya tahun ini pada bulan Januari lalu terkait prospek kenaikan suku bunga pertama sejak 2006. Kesempatan bagi Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneternya pada bulan September mendatang naik menjadi 33 persen pasca rilis data pekerjaan AS yang menunjukan kinerja terbaik dalam lima bulan terakhir, dari 27 persen sebelum angka dirilis pada hari Jumat. Kenaikan gaji menyarankan bank sentral membuat kemajuan menuju tujuannya kerja maksimal, menurut William C. Dudley, Presiden Fed Bank of New York.

Pengusaha menambahkan sebanyak 280.000 pekerja bulan lalu, mengalahkan perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg, menurut data yang dirilis dari Departemen Tenaga Kerja. Pejabat The Fed akan melakukan pertemuan untuk membahas kebijakan pada tanggal 16-17 mendatang, dengan pertemuan berikutnya ditetapkan untuk bulan Juli dan September.

Bullion untuk pengiriman Agustus naik sebesar 0,2 persen ke level $1,170.10 di Comex di New York. Indeks Bloomberg Dollar Spot berada di level 1,192.92 pasca melonjak sebesar 0,8 persen pada hari Jumat lalu. Indeks telah meningkat 5,5 persen tahun ini pasca naik 11 persen pada tahun 2014 lalu. (izr)

Sumber: Bloomberg

Dolar Melemah Menjelang Rilis Data Payroll AS

USD-Wiki-6-700x357

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) – Dolar jatuh untuk hari kedua jelang rilis data nonfarm payrolls pada Jumat ditengah sinyal pertumbuhan ekonomi AS yang mungkin kehilangan momentumnya.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang menelusuri mata uang AS terhadap 10 dari rekan utama, turun 0,6% menjadi 1,191.23 pada 16:00 sore waktu New York, setelah mengakhiri kenaikan empat hari pada Rabu. Kenaikan sebesar 6,2% dalam tiga bulan yang berakhir 31 Maret adalah kenaikan kuartal pertama tertajam sejak 2004.

Dolar melemah 1,1% menjadi $1,0880 per ons, memangkas gain di 2015 sampai 10%, dan ditransaksikan sedikit berubah pada level ¥119,72.(yds)

Sumber: Bloomberg