PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Partai

Partai AK Kembali Rebut Kursi Mayoritas Parlemen Turki

091408300_1446416917-20151102-pemilu_parlemen-turki

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/11) – Partai pendukung pemerintah Turki, AKP, kian memperkokoh kekuasaannya. Perdana Menteri Ahmet Davutoglu menyatakan AKP atau Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa memenangkan pemilu parlemen, yang merupakan pencoblosan kali kedua dalam beberapa bulan terakhir.

Di hadapan para pendukungnya, Minggu (1/11/2015) malam waktu setempat, Davutoglu mengatakan pemerintah akan membangun kembali Turki bersama semua elemen masyarakat lain. Termasuk mereka yang mencoblos partai-partai lain.

“Ini adalah hari kemenangan,” ucap Davutoglu di kota kelahirannya, Konya. “Kemenangan ini milik semua orang,” imbuh PM Davutoglu, seperti dikutip dari BBC, Senin (2/11/2015).

“Tidak ada yang kalah, semuanya menang. Kita akan membangun kembali Turki yang baru bersama semua elemen rakyat,” sambung Davutoglu.

Sejauh ini hampir seluruh kartu suara telah dihitung. Hasilnya memperlihatkan AKP meraih lebih dari 276 kursi — jumlah minimal yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Sementara Partai pro-Kurdi, HDP, mendapatkan lebih dari 10% atau setara dengan 59 kursi di parlemen — 21 kursi lebih sedikit dari perolehan pada pemilu Juni lalu, ketika Partai AKP untuk pertama kalinya dalam kurun 13 tahun gagal menjadi kekuatan mayoritas.

Ketika itu upaya untuk membentuk pemerintah koalisi gagal hingga diputuskan digelar kembali pencoblosan pada 1 November 2015. (Ans/Nda)


Sumber : Liputan6

Turnbull Gantikan Abbott sebagai PM Australia

australia_map

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/9) – Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, dilengserkan dari jabatannya sebagai pemimpin Partai Liberal yang berkuasa.

Perkembangan ini terjadi setelah Abbott dikalahkan oleh penantangnya, Malcolm Turnbull, dalam pemungutan suara di internal Partai Liberal, hari Senin (14/09), dengan hasil suara 54-44.

Keberhasilan Turnbull menurunkan Abbott mengantarkannya sebagai perdana menteri Australia yang baru.

“Drama politik” di Australia berlangsung sangat cepat, menurut wartawan BBC untuk Asia Pasifik, Michael Bristow.

Beberapa jam sebelumnya Turnbull mengatakan ingin menjadi pemimpin partai yang baru, yang kemudian dijawab Abbott dengan mengumumkan pemungutan suara yang diikuti oleh anggota partai yang duduk di parlemen.

Turnbull mengatakan jika Abbott tetap dipertahankan sebagai pemimpin Partai Liberal, maka koalisi yang sekarang berkuasa di Australia akan kalah di pemilihan umum mendatang.

“Jelas bahwa tidak ada arahan yang jelas terutama di bidang ekonomi … kita juga perlu gaya kepemimpinan yang baru,” kata Turnbull.

Turnbull akan menjadi perdana menteri Australia keempat sejak 2013.

Dinamika di Partai Liberal ini mirip dengan apa yang dialami oleh perdana menteri dari Partai Buruh, Julia Gillard, yang dijatuhkan oleh Kevin Rudd pada Juni 2013, sebelum digelar pemilu yang dimenangkan partai Abbott, Partai Liberal.

Gillard sendiri menjatuhkan Rudd sebagai perdana menteri pada 2010.(sdm)

Source: bbcindonesia

Krisis Ukraina : Protes Anti-Otonomi Di Luar Gedung Parlemen

303137_3ukraineprotests

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/9) – Satu orang anggota garda nasional tewas dan sekitar 100 orang lainnya terluka dalam sebuah protes keras di luar parlemen Ukraina, menurut kementerian dalam negeri.

Bentrokan antara nasionalis dan polisi anti huru hara meletus setelah anggota parlemen memberikan dukungan awal untuk reformasi otonomi yang lebih banyak pada daerah timur yang dikuasai pemberontak.

Garda nasional dilempari kembang api dan bom Molotov seiring terdengarnya suara ledakan.

Reformasi adalah bagian dari rencana perdamaian untuk mengakhiri pertikaian di daerah timur Ukraina.

Para pengunjuk rasa yang dipimpin oleh Partai Radikal yang merakyat dan parta Svoboda (Kebebasan) i ultra-nasionalis – yang takut kehilangan daerah timur ke separatis yang didukung Rusia – berkumpul di luar parlemen pada Senin pagi.

Setelah perdebatan yang ricuh, 265 anggota parlemen dari 450 yang didukung bacaan pertama dari RUU desentralisasi, pemberian kekuasaan lebih untuk bidang Donetsk dan Luhansk.

Awalnya, hanya ada bentrokan kecil tetapi seorang koresponden BBC kemudian mendengar ledakan kecil diikuti dengan yang jauh lebih besar – rupanya dari granat.

Para demonstran berjumlah hampir tidak lebih dari beberapa lusin – terutama pria muda, kebanyakan dari mereka bertopeng. Mereka memulai perkelahian dengan polisi, tetapi yang lain juga mendukung mereka.

Para pengunjuk rasa mencoba untuk menarik polisi jauh dari garis pertahanan mereka. Mereka mengalahkan para polisi tersebut dan mengambil perisai serta helm mereka. Tidak lama setelah itu sekitar selusin pria muda sudah menyerupai polisi dengan peralatan lengkapnya.

Beberapa kali suasana dekat gedung tampak tenang untuk sementara waktu, tetapi bentrokan mulai lagi. Dan kemudian mulai terdengar suara ledakan.

Aku melihat beberapa orang – polisi dan petugas pemadam kebakaran – jatuh ke tanah, dan beberapa melarikan diri dari situ, terpincang-pincang. Aku melihat genangan darah berada dekat dinding parlemen.

Menteri Dalam Negeri Ukraina, Arsen Avakov, mengatakan sekitar 30 orang telah ditahan, termasuk anggota Svoboda yang mengaku melemparkan granat.

Dengan getir dia mengkritik pemimpin Svoboda Oleh Tyahnybok, dia menulis di Facebook bahwa beberapa alat peledak telah dilemparkan oleh orang-orang yang mengenakan kaus Svoboda.

Kaki seorang polisi mengalami robek di bawah lutut dalam ledakan tersebut, Interfax Ukraina melaporkan, sementara wartawan di lokasi kejadian juga dilaporkan terluka.

Perdamaian Yang Bergoncang

Hampir 7.000 orang tewas sejak konflik di timur Ukraina pecah pada Maret 2014 lalu, setelah aneksasi Rusia di semenanjung Ukraina Crimea.

Mendorong melalui otonomi yang lebih besar untuk daerah yang dikuasai pemberontak adalah bagian penting dari perjanjian damai Minsk, yang awalnya ditandatangani pada bulan Februari.

Selama musim panas, pertempuran antara pasukan militer Ukraina dan pemberontak telah meningkat. Tapi kedua belah pihak sepakat pada pekan lalu untuk menghentikan kekerasan pada 1 September, hari dimana anak-anak pada wilayah tersebut kembali ke sekolah.

Meskipun jumlah pelanggaran gencatan senjata tampaknya telah turun dalam beberapa hari terakhir, monitor OSCE telah memperingatkan bahwa tidak ada pihak yang menghormati gencatan senjata tersebut.

Sumber : BBC