PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: OPEC

Harga Minyak Melonjak Terdorong Pasokan AS | Best Profit Malang

PT Bestprofit

Best Profit Malang (10/8) – Harga minyak melonjak usai laporan data menunjukkan penurunan tajam pasokan minyak Amerika Serikat (AS). Namun, secara mengejutkan pasokan bensin naik sehingga batasi kenaikan harga.

Pasokan minyak turun 6,5 juta barel pada pekan lalu. Diharapkan penurunan pasokan minyak 2,7 juta barel. Proses refinary atau penyulingan minyak mendekati 17,6 juta barel.

Harga minyakBrent naik 56 sen atau 1,1 persen ke level US$ 52,70 usai alami penurunan dua hari berturut-turut. Kemudian harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 39 sen atau 0,8 persen menjadi US$ 49,56.

“Penurunan impor minyak mentah dan kenaikan untuk penyulingan minyak sehingga menekan persediaan minyak mentah. Sementara itu, permintaan bahan bakar bensin dan sulingan tetap kuat,” ujar David Thompson, Executive Vice President Powerhouse, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (10/8/2017).

Seperti diketahui, data menunjukkan stok bensin naik 3,4 juta barel. Sebelumnya berdasarkan survei Reuters, stok bensin diharapkan turun 1,5 juta barel seiring impor ke wilayah pantai timur meningkat.

Adapun penurunan stok minyak mentah AS juga mengangkat harapan pemangkasan produksi minyak oleh negara pengekspor minyak tergabung dalam OPEC. Ini seiring pasokan minyak berlebih dalam tiga tahun.

The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), Rusia dan produsen lainnya memangkas produksi minyak sekitar 1,8 juta barel per hari. Kesepakatan ini dilakukan hingga Maret 2018.

Kesepakatan OPEC itu mendukung harga. Namun, pemulihan produksi minyak di Libya dan Nigeria telah mempersulit kondisi harga minyak. Selain itu, produsen minyak AS juga meningkatkan produksi.

Pejabat OPEC bertemu pada pekan ini di Abu Dhabi untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pemotongan produksi. Sejumlah pernyataan menyebutkan kalau pertemuan sampai kepada kesimpulan untuk meningkatkan kepatuhan memangkas produksi minyak. Namun, sejumlah analis skeptis.

“Pernyataan di situs OPEC setelah pertemuan Abu Dhabi kekurangan substansinya,” tulis JBC Energy.

Sumber : Liputan6

Harga Minyak Naik ke Posisi Tertinggi | PT Bestprofit Malang

PT Bestprofit

PT Bestprofit Malang (1/8) – New York Harga minyak mentah dunia naik ke posisi tertinggi dalam dua bulan, terdorong ekspektasi sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela dan kekhawatiran berkurangnya pasokan dalam beberapa pekan terakhir.

Dilansir dari laman Reuters, Selasa (1/8/2017), patokan minyak mentah Brent naik 0,3 persen menjadi US$ 52,65. Sebelumnya, harga Brent mencapai US$ 52,92 per barel sejak 25 Mei. Sementara minyak mentah AS mencapai posisi tertinggi dengan naik hampir 1 persen menjadi US$ 50,17 per barel.

Selama perdagangan, hal yang mempengaruhi berpusat di sekitar potensi sanksi AS terhadap Venezuela, terkait pemilihan umum di negara tersebut yang dikecam Washington “palsu”.

Hal yang mendorong harga adalah kekhawatiran tentang pembatasan impor minyak Venezuela atau ekspor AS ke negara itu. Namun, Departemen Keuangan AS kemudian mengumumkan sanksi terbatas hanya untuk Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

“Sejauh ini pasar minyak adalah non-event,” kata Presiden Konsultan Energi WTRG Economics, James Williams, di London, Arkansas.

Di sisi lain, rencananya beberapa anggota OPEC dan non-OPEC akan bertemu pada 7-8 Agustus di Abu Dhabi untuk menilai kepatuhan negara-negara ini terkait pengurangan produksi pada 1 Januari.

Sebuah survei yang digelar Reuters, mengindikasikan jika produksi Juni 200 ribu barel per hari akan direvisi naik.

Di Eropa, pemadaman produksi sebesar 404 ribu barel per hari akibat kebakaran di kilang Royal Dutch Shell Plc, Belanda, berdampak ke margin patokan diesel Eropa naik ke posisi tertinggi sejak November 2015 sebesar US$ 14,60 per barel.

Sumber : Liputan6

Harga Minyak Naik di Tengah Kekhawatiran | PT Bestprofit

ilustrasi-minyak2

PT Bestprofit (11/7) – Harga minyak mentah dunia naik di tengah peningkatan aktivitas pengeboran milik Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian pengurangan produksi di Nigeria dan Libya yang mengurangi prospek pasokan minyak di masa depan.

Melansir laman Reuters, Selasa (11/7/2017), harga minyak mentah berjangka AS naik 17 sen atau 0,4 persen menjadi US$ 44,40 per barel. Sementara minyak mentah berjangka Brent naik 17 sen atau 0,36 persen ke US$ 46,88 per barel.

“Pasar rapuh pada setiap langkah OPEC,” kata James Williams, presiden perusahaan konsultan energi WTRG Economics di London, Arkansas.

Organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) dan beberapa anggota non-OPEC pada Mei, memang setuju untuk mengurangi produksi minyaknya hingga Maret 2018. Namun langkah itu gagal untuk menurunkan membanjirnya pasokan minyak mentah global.

Beberapa menteri kunci anggota OPEC rencananya akan bertemu dengan pejabat non OPEC Rusia pada 24 Juli di St. Petersburg, Rusia, untuk membahas kondisi pasar minyak.

Nigeria dan Libya telah diundang untuk pertemuan tersebut, dengan kemungkinan produksi mereka bisa dibatasi lebih awal dari November.

Namun menteri minyak Nigeria tidak bisa menghadiri pertemuan OPEC karena komitmen sebelumnya, ujar Menteri Perminyakan Kuwait Essam al-Marzouq.

Libya dikatakan siap untuk melakukan pembicaraan tetapi meminta ada pertimbangan terkait situasi ekonomi dan kemanusiaan politik di negaranya yang harus masuk dalam pembicaraan.

Sementara itu, CEO Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan pada sebuah konferensi di Istanbul jika dirinya berpikir dunia sedang menuju kekurangan pasokan global.

“Volume minyak konvensional ditemukan di seluruh dunia selama empat tahun terakhir memiliki lebih dari setengahnya dibandingkan sebelumnya,” kata Nasser.

Namun produksi minyak AS terus tumbuh, meningkat lebih dari 10 persen sejak pertengahan 2016. Perusahaan AS tercatat menambahkan tujuh rig pengeboran minyak pekan lalu.

Sumber : Liputan6