PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: OPEC

Harga Minyak Naik Usai OPEC Kurangi Pasokan | Bestprofit

ilustrasi-minyak2

Bestprofit (14/6) – Harga minyak menetap lebih tinggi usai berkurangnya pasokan dari negara-negara anggota OPEC ke pasar di seluruh dunia. Meski pasokan berkurang, OPEC mengatakan jika produksi secara keseluruhan meningkat di Mei, dan harga minyak mentah masih bertahan di bawah US$ 50 per barel.

Melansir Reuters, Rabu (14/6/2017), harga minyak patokan Brent 43 sen lebih tinggi menjadi US$ 48,72 per barel. Sementara minyak mentah AS naik 38 sen menjadi US$ 46,46 per barel.

Sebelumnya, harga minyak mentah tergelincir setelah American Petroleum Institute mengatakan pasokan minyak naik sebesar 2,8 juta barel pada pekan yang berakhir 9 Juni, lebih tinggi dari prediksi 2,7 juta barel.

Pasar akan memastikan perihal dana API ini, dengan dikonfirmasi laporan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) yang rilis pada Rabu pagi.

Pengekspor minyak utama dunia Arab Saudi, menyatakan pemotongan pada Juli mencakup pengurangan 300 ribu barel per hari (bpd) ke Asia serta pengurangan alokasi yang lebih besar ke Amerika Serikat.

Riyadh yang memimpin OPEC, bersama Rusia dan produsen minyak lainnya kembali mengurangi produksi hampir 1,8 juta barel per hari hingga Maret 2018 untuk mengekang kelebihan pasokan di dunia.

Upaya tersebut sejauh ini sebagian besar tidak berhasil. Kontrak berjangka Brent misalnya, masih diperdagangkan pada harga yang lebih tinggi, yang menjadi pendorong produksi naik.

“Minyak mentah masih berjuang untuk pulih,” kata Olivier Jakob, Ahli Strategi di Petromatrix seraya menambahkan jika pendekatan bertahap OPEC untuk menyeimbangkan kembali memberi waktu kepada para produsen minyak AS untuk mengebor sumur baru yang bisa merongrong dampak pemotongan minyak OPEC.

Laporan bulanan OPEC menunjukkan output minyak meningkat sebesar 336 ribu bph pada Mei menjadi 32,14 juta barel per hari, seiring kenaikan di Nigeria dan Libya yang dibebaskan dari pemotongan pasokan.

Data perdagangan menunjukkan pengiriman minyak OPEC ke pelanggannya rata-rata sekitar 26 juta bpd dalam enam bulan terakhir pada 2016 dan ditetapkan rata-rata sekitar 25,3 juta bpd pada semester pertama tahun ini.

Sumber : Liputan6

Prediksi OPEC Kembali Pangkas Pasokan Bikin | PT Bestprofit

042589400_1436217805-harga-minyak-mentah-merosot-130413b

PT Bestprofit (23/5) – Harga minyak mentah dunia naik seiring tumbuhnya kepercayaan jika negara anggota OPEC setuju untuk memperpanjang pembatasan pasokan pada pertemuan pekan ini. Serta spekulasi bila pemotongan bisa mendorong harga ke tingkat tertinggi dalam lebih dari sebulan.

Melansir laman Reuters, Selasa (23/5/2017), harga minyak berjangka Brent naik 26 sen, atau 0,5 persen, menjadi US$ 53,87 per barel. Sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni bertambah 40 sen atau 0,8 persen ke posisi US$ 50,73 per barel.

Harga minyak terus merangkak naik usai muncul kabar jika Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya seperti Rusia, akan memperpanjang kesepakatan pemotongan output, pada pertemuan mereka di 25 Mei ini.

Kesepakatan untuk memangkas pasokan sebesar 1,8 juta barel per hari (bph) selama enam atau sembilan bulan ke depan. “Keputusan (untuk memperpanjang pemotongan) tampaknya hampir dilakukan,” kata Bjarne Schieldrop, Analis Komoditas Utama SEB Markets.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih melakukan kunjungan ke Irak pada Senin, sebagai upaya terbaru produsen minyak tersebut untuk meyakinkan sesama anggota OPEC terkait perpanjangan pemotongan pasokan hingga sembilan bulan, guna meringankan kekenyangan stok keseluruhan dan menopang harga.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengaku melihat sebuah konsensus yang berkembang antara anggota kelompok serta produsen non-OPEC terkait perpanjangan pemangkasan output.

Namun, bila kesepakatan ini tidak disetujui dinilai akan menimbulkan kekecewaan, kata analis Commerzbank. “Jika pemotongan diperpanjang, ini mungkin akan menjadi penerimaan yang baik, tapi jika tidak menjadi kekecewaan,” sebut Commerzbank dalam sebuah catatan.

Beberapa analis berpendapat langkah pemotongan diwajibkan untuk menyeimbangkan pasar. Namun di sisi lain, pemotongan merangsang perusahaan energi AS meningkatkan produksi shale miliknya.

Produksi minyak AS telah naik sebesar 10 persen, atau 900 ribu barel per hari sejak pertengahan 2016.

Sumber : Liputan6

OPEC Beri Sinyal Perpanjangan Kesepakatan, Harga | Bestprofit

ilustrasi-minyak2

Bestprofit (9/5) – Harga minyak mentah naik pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta), setelah sepanjang perdagangan mengalami gejolak yang cukup tinggi. Kenaikan harga minyak setelah adanya pernyataan dari negara-negara penghasil minyak utama untuk mengurangi pasokan minyak hingga 2018.

Mengutip Reuters, Selasa (9/5/2017), harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan dunia naik 24 sen atau 0,5 persen menjadi US$ 49,34 per barel. Sedangkan harga minyak mentah AS menguat 21 sen menjadi US$ 46,43 per barel.

Harga minyak telah tertekan dalam beberapa hari terakhir karena pelaku pasar khawatir mengenai pengurangan pasokan minyak global tidak akan turun secepat yang diperkirakan.

Pada akhir tahun lalu, negara-negara yang tergabung dalam organisasi pengekspor minyak (OPEC) dan beberapa negara non-OPEC seperti Rusia sepakat untuk mengurangi produksi minyak mentah sebesar 1,8 juta barel per hari.

Pengurangan pasokan tersebut dilakukan selama enam bulan sejak awal Januari hingga akhir Juni tahun ini. Kesepakatan tersebut untuk mengurangi pasokan minyak yan ada di dunia.

Adanya berita bahwa negara-negara tersebut akan mempertahankan kesepakatan menjadi lebih panjang atau adanya kemungkinan pengendalian produksi tersebut akan bertahan hingga 2018 menjadi pendorong penguatan harga minyak mentah pada perdagangan sepanjang Senin.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih pada hari Senin mengeluarkan pernyataan yang memberikan sinyal kuat mengenai rencana OPEC untuk memperpanjang kesepakatan tersebut dengan mengatakan OPEC akan melakukan apapun yang diperlukan untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan pasar.

“Pelaku pasar sudah melihat sendiri bagaimana OPEC menjalankan kebijakan tersebut dan bagaimana anggota OPEC patuh dalam kesepakatan tersebut,” jelas Kepala Riset Komoditas Commerzbank, Eugen Weinberg.

Namun memang, hal tersebut tidak bisa mendorong harga minyak terlalu tinggi mengingat masih ada beberapa negara produsen minyak di luar yang melakukan kesepakatan yang melakukan produksi secara besar-besaran.

Produksi minyak AS naik lebih dari 10 persen sejak pertengahan 2016 hingga 9,3 juta barel per hari, tertinggi sejak Agustus 2015 dan mendekati tingkat produksi produsen minyak utama yaitu Rusia dan Arab Saudi.

Sumber  Liputan6