PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Obama

Pakai BlackBerry, Obama Akui Tak Bisa Pindah | Bestprofit

033945900_1416718034-obama-blackberry

Bestprofit (27/6) – Ada cerita menarik di balik gadget favorit Barack Obama. Presiden Amerika Serikat ke-44 itu mengaku punya kisah dramatis dengan ponsel kesayangannya, BlackBerry.

Meski sekarang tidak diungkap ponsel apa yang ia pakai, Obama diketahui sempat menggunakan BlackBerry selama ia menjadi Presiden.

Obama mengukuhkan dirinya sebagai pengguna setia BlackBerry. Bahkan, pria kelahiran 4 Agustus 1961 silam itu menggunakan BlackBerry sejak 2008. Waktu itu adalah momen ia memenangkan Pilpres AS untuk pertama kalinya.

Padahal, Obama sempat dilarang menggunakan BlackBerry dengan alasan keamanan. Namun, karena terlalu ‘cinta’ dengan BlackBerry, ia tetap berjuang untuk menggunakannya.

Lalu, seperti apa kisah Obama dan kecintaannya dengan ponsel pintar besutan vendor asal Kanada ini? Berikut kisahnya:

BlackBerry Obama Diklaim Paling Aman

Meski diperkenankan memakai BlackBerry, nyatanya Obama masih dibatasi menggunakannya. Aturan tersebut sengaja dibuat semata-mata untuk menjaga keamanan suami dari Michelle Obama ini.

“Presiden boleh menggunakan BlackBerry-nya, tapi ada kompromi di mana ia harus dibatasi menggunakan BlackBerry. Ia cuma boleh pakai ponselnya itu untuk berkomunikasi dengan staf senior dan teman-teman dekat,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Roberts Gibbs.

Bahkan, tim keamanan Gedung Putih juga mengamankan BlackBerry milik Obama. Sampai-sampai, ponselnya diklaim sebagai BlackBerry paling aman di dunia.

BlackBerry versi 8330 milik Obama, tingkat keamanannya sudah dimodifikasi sedemikian rupa dengan solusi keamanan sandi seperti SecurVoice yang dibesut Genesis Key.

Solusi tersebut adalah solusi keamanan ponsel pertama di dunia yang dapat mengamankan suara, data, dan video. Teknologi ini juga sudah memenuhi standar National Security Agency (NSA).

Kendati memiliki standar keamanan tinggi, Obama memberi kebebasan untuk anak-anaknya. Kedua anaknya yang masih remaja, Malia dan Natasha, memiliki ponsel non-BlackBerry dan bisa saling mengirim SMS dengan teman-teman mereka.

“Saya tidak boleh menggunakan ponsel dengan alat perekam di dalamnya. Jadi banyak hal-hal baru demi alasan keamanan, tidak saya gunakan,” jelasnya.

Pada 2014, saat ponsel Android menginvasi ranah teknologi, muncul kabar bahwa staf Gedung Putih sedang melakukan uji coba handset bertenaga Android yang akan memisahkan Obama dari BlackBerry-nya.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa produk dari LG dan Samsung kemungkinan akan menggantikan BlackBerry. Jika ponsel bertenaga “robot hijau” ini sukses diuji coba, handset Android lah yang akan dipakai untuk kebutuhan pemerintahan AS.

Akan tetapi, menurut laporan dari Wall Street Journal, penggantian BlackBerry dengan ponsel Android di kalangan staf Gedung Putih masih membutuhkan waktu lama.

Media asal AS itu juga menyebutkan, agak sulit membayangkan Obama melepaskan BlackBerry miliknya dan mengganti dengan ponsel Android atau iPhone.

Pasalnya, Obama sudah sangat lama menggunakan BlackBerry sebagai perangkat komunikasinya. Selain itu, ia dikabarkan juga tetap memakai BlackBerry sepanjang jabatannya sebagai Presiden AS.

Asumsi bahwa Obama masih menggunakan BlackBerry muncul ketika ia hendak melakukan perjalanan ke Las Vegas menggunakan helikopter kepresidenan AS, Marine One.

Para jurnalis sempat kaget ketika Obama tiba-tiba menghentikan langkahnya dan urung menaiki Marine One.

Obama tiba-berkata, “Saya lupa sesuatu.” Ia lalu berlari kembali ke dalam ruangan Gedung Putih diiringi ajudan.

Tak seberapa lama ia pun kembali ke luar sembari mengacung-acungkan BlackBerry miliknya kepada para jurnalis dan berteriak, “Apakah kalian pernah terlupakan sesuatu? BlackBerry saya tertinggal!”

Mungkin banyak di antara kita yang bertanya-tanya, kenapa seorang presiden negara Adidaya seperti Obama masih menggunakan BlackBerry? Padahal umumnya, pengguna ‘kelas atas’ akan lebih memilih menggunakan iPhone.

Obama sudah pernah menjawab langsung pertanyaan seperti itu di acara konferensi pemuda dan kesehatan AS yang berlangsung beberapa tahun lalu. Saat itu ia mengungkapkan, “Karena alasan keamanan, saya tidak diperbolehkan menggunakan iPhone.”

Sumber : Liputan6

Obama Mulai Lawatan Terakhir ke Luar | PT BESTPROFIT FUTURES

url

BESTPROFIT FUTURES

BESTPROFIT FUTURES (16/11) – Presiden Amerika Barack Obama akan menekankan isu ekonomi ketika dia bertemu dengan para pemimpin Yunani hari Selasa ini (15/11) dalam persinggahan pertama lawatan resmi terakhirnya ke luar negeri, dalam masa kepresidenannya.

Para pejabat Gedung Putih memperkirakan Obama dan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras membahas perlunya reformasi ekonomi yang tetap harus dilakukan, termasuk transparansi dan pembersihan sektor keuangan di negara itu, sementara juga mengakui berbagai pengorbanan yang telah dialami oleh rakyat Yunani untuk memenuhi persetujuan terkait dana talangan internasional.

Obama dan Tsipras dijadwalkan akan mengadakan jumpa pers bersama setelah pertemuan mereka. Obama juga akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Yunani Prokopis Pavlopoulos dan menghadiri jamuan kenegaraan.

Deputi Penasihat Keamanan Nasional Ben Rhodes mengatakan dia memperkirakan Presiden terpilih Donald Trump akan menjadi topik pembicaraan hangat dalam lawatan Obama itu.

Satu-satunya pidato yang direncanakan adalah di Yunani, hari Rabu, di mana Presiden Obama akan berbicara mengenai upaya yang tetap harus dilakukan untuk mengatasi tantangan ekonomi di negara itu dan di tempat-tempat lain di dunia sementara menggalakkan pertumbuhan yang inklusif dan memerangi ketidakadilan.

Kanselir Jerman Angela Merkel akan menerima Obama untuk melakukan pembicaraan hari Kamis. Rhodes menyoroti pentingnya hubungan itu, dan menyebut Merkel œmitra terdekat Obama selama masa kepresidenannya.

Para pemimpin Inggris, Perancis, Italia dan Spanyol juga akan berada di Berlin untuk menghadiri pertemuan hari Jumat yang diperkirakan akan membahas berbagai hal termasuk perang melawan ISIS, isu-isu yang berkaitan dengan migrasi, situasi di Ukraina, dan pemilu Amerika pekan lalu.

Persinggahan terakhir di Peru difokuskan pada KTT APEC. Tetapi menurut rencana Obama juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan mengadakan pembicaraan terpisah dengan para pemimpin yang terkait dengan kesepakatan perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP). BESTPROFIT FUTURES

Sumber : VOA

Trump Diperkirakan jadi Topik Hangat | PT BESTPROFIT FUTURES

Bestprofit PT Bestprofit Best Profit

PT BESTPROFIT FUTURES (15/11) – Presiden Amerika Barack Obama hari Senin mengawali perjalanan ke luar negeri dalam masa terakhir kepresidenannya, dan para penasihatnya memperkirakan Presiden terpilih Donald Trump akan menjadi topik utama diskusi dengan para pemimpin lainnya.

Deputi Penasihat Keamanan Nasional Ben Rhodes mengatakan jadwal dengan persinggahan di Yunani, Jerman dan Peru itu adalah sinyal solidaritas bagi sekutu terdekat Amerika dan merupakan cara untuk menunjukkan œdukungan bagi Eropa yang bersatu, terintegrasi dan kuat.

Satu-satunya pidato yang direncanakan adalah di Yunani, hari Rabu, di mana Presiden Obama akan berbicara mengenai upaya yang tetap harus dilakukan untuk mengatasi tantangan ekonomi di negara itu dan di tempat-tempat lain di dunia sementara menggalakkan pertumbuhan yang inklusif dan memerangi ketidakadilan.

Rhodes mengatakan dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, Obama juga akan menyatakan dukungan terhadap apa yang telah dialami oleh rakyat Yunani dalam menanggapi krisis ekonomi yang memerlukan dana talangan internasional dan persyaratan yang ketat untuk memangkas pengeluaran dan layanan publik.

Kanselir Jerman Angela Merkel anak menerima Obama untuk melakukan pembicaraan hari Kamis. Rhodes menyoroti pentingnya hubungan itu, dan menyebut Merkel œmitra terdekat Obama selama masa kepresidenannya.

Para pemimpin Inggris, Perancis, Italia dan Spanyol juga akan berada di Berlin untuk menghadiri pertemuan hari Jumat yang diperkirakan akan membahas berbagai hal termasuk perang melawan ISIS, isu-isu yang berkaitan dengan migrasi, situasi di Ukraina, dan pemilu Amerika pekan lalu.

Sumber : VOA