PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Neptunus

Best Profit | Wall Street Bervariasi Jelang Pelaporan

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Best Profit (23/4) – Pasar saham AS atau Wall Street berakhir bervariasi, dengan kenaikan terbesar dipicu sektor energi. Para investor tengah menanti musim pelaporan laba perusahaan secara kuartalan.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 48,49 poin, atau 0,18 persen menjadi 26.511,05. Indeks S&P 500 naik 2,94 poin, atau 0,10 menjadi 2.907,97 dan Nasdaq Composite menambahkan 17,21 poin, atau 0,22 persen menjadi 8.015,27.

Indeks energi S&P melonjak 2,1 persen dalam persentase kenaikan satu hari terbesar sejak Januari. Hal ini dipicu lonjakan harga minyak seiring langkah Amerika Serikat untuk lebih menekan ekspor minyak Iran dan memperketat pasokan global. best profit

Tetapi tujuh dari 11 sektor S&P utama berakhir hari lebih rendah, dipimpin oleh penurunan indeks real estat sebesar 1 persen.

Saat ini, investor sedang menunggu beberapa perusahaan besar dalam indeks S&P 500, termasuk Boeing Co, Amazon.com Inc dan Facebook Inc untuk melaporkan hasil kuartal pertama di akhir minggu ini. Laporan tambahan dapat meredakan kekhawatiran investor akan resesi pendapatan.

Volume perdagangan-yang merupakan level terendah pada tahun 2019-juga diredam kenyataan bahwa beberapa investor masih berlibur seiring penutupan pasar AS pada hari Jumat dan penutupan di beberapa bagian Eropa dan Asia pada hari Senin. best profit

Phil Orlando, Kepala Strategi Pasar Ekuitas Federated Investors, di New York mengatakan pasar saham kali ini didorong oleh hasil kuartalan meskipun ini masih menjadi awal musim pelaporan.

“Untuk tingkat tertentu itu bisa menjadi perhatian karena kita tahu ini adalah penghasilan besar minggu ini. Seperti apa keseluruhan tenor minggu ini pada hari Jumat?, ”Kata Orlando.

“Itu memberitahu Anda bahwa data telah berbalik dan mungkin pendapatan tidak akan menjadi sangat buruk,” katanya. best profit

Kali ini, keuntungan perusahaan pada indeks S&P 500 diperkirakan turun 1,7 persen tahun-ke-tahun, menurut data Refinitiv. Ini akan menjadi kontraksi pendapatan pertama sejak 2016.

Tetapi lebih dari tiga perempat dari 82 perusahaan indeks S&P 500 yang telah melaporkan sejauh ini telah melampaui ekspektasi.

Dengan perdagangan S&P kurang dari 1 persen, di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada bulan September, investor juga menunggu data mendatang seperti PDB kuartal pertama. best profit

“Penting saat ini untuk duduk dan merenungkan apa prospek yang akan membawa kita maju. Sangat tepat untuk melihat apa yang kita lihat hari ini,” kata Ryan Larson, Kepala Perdagangan Ekuitas AS di RBC Global Asset Management di Chicago.

Adapun perusahaan yang mencatatkan penurunan antara lain, Intuitive Surgical Inc turun 7 persen dan merupakan hambatan terbesar pada indeks S&P 500 setelah laba kuartalan pembuat robotika bedah itu meleset dari perkiraan analis.

Sementara yang sahamnya naik, seperti Kimberly-Clark Corp menguat 5,4 persen, menyentuh level tertinggi hampir dua tahun, setelah pembuat produk konsumen ini melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. best profit

Kali ini, Sebanyak 5,79 miliar saham berpindah tangan di Bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata 6,65 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat dengan sektor saham industri menjadi pendorong indeks S&P 500 dan Dow. Pasar kali ini dipengaruhi penguatan data ekonomi dan laporan pendapatan beberapa perusahaan yang baik. Ketiga indeks utama AS ditutup di wilayah positif menuju akhir pekan.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 110 poin, atau 0,42 persen menjadi 26.559,54. Sementara indeks S&P 500 naik 4,58 poin, atau 0,16 persen menjadi 2.905,03 dan Nasdaq Composite menambahkan 1,98 poin, atau 0,02 persen menjadi 7.998,06. best profit

“Pasar telah mengalami anemia selama beberapa minggu terakhir,” kata Matthew Keator, Managing Partner di Keator Group

Pada perdagangan kali ini, pendorong pasar saham AS antara lain data Penjualan ritel AS pada  Maret yang melampaui ekspektasi analis sebelumnya, dan menjadi laju bulanan tercepat mereka dalam 1-1/2 tahun, menurut Departemen Perdagangan.

Dalam laporan terpisah, data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah dalam 50 tahun. best profit

Saham industri mendorong pasar menyusul hasil kuartalan yang optimis dan pernyataan dari juru bicara kementerian perdagangan China bahwa kemajuan telah dibuat dalam pembicaraan perdagangan AS-China.

Dengan musim pelaporan kinerja perusahaan, laba perusahaan Januari-Maret pada indeks S&P 500 diperkirakan telah turun 1,7 persen secara tahun-ke-tahun, yang akan menandai penurunan pertama pendapatan kuartalan sejak 2016.

Dari 77 perusahaan S&P 500 yang telah merilis hasil sejauh ini, 77,9 persen telah mengalahkan konsensus, dibandingkan dengan rata-rata beat rate 65 persen kembali ke tahun 1994.

“Meski harapan sangat rendah memasuki kuartal ini, ada beberapa kejutan yang menyenangkan,” tambah Keator. best profit

Sumber : Liputan6

best profit

Ekspedisi Uranus dan Neptunus Dimulai 2030 | PT Bestprofit

061608600_1440907788-TheIceGiants

PT Bestprofit (20/6) – Setelah Mars, Jupiter, Saturnus, dan Pluto, NASA mulai fokus untuk menyiapkan proyek besar mengekspedisi planet Uranus dan Neptunus.

Proyek yang sebetulnya sudah direncanakan sejak September 2015 itu baru bisa direalisasikan sekarang. Bagaimana pun, NASA masih harus menggagas sejumlah inovasi teknologi mumpuni, agar pesawat luar angkasanya bisa terbang ke orbit planet berjuluk ‘Planet Kekasih’ tersebut.

Jadi, jika dihitung-hitung, ekspedisi Uranus dan Neptunus baru bisa dimulai pada 2030. Itu juga baru Uranus. Sementara untuk Neptunus, kemungkinan besar dimulai pada pertengahan 2030 atau setelah 2040.

Menurut informasi yang Tekno Liputan6.com kutip via laman BGR, Senin (19/6/2017), tujuan utama ekspedisi dilakukan tak lain adalah untuk memantau ekosistem kedua planet.

Tak cuma itu, Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut juga ingin mencari tahu material planet terbuat dari apa, serta komposisi atmosfer yang melapisi planet.

Para ilmuwan NASA juga berharap, ekspedisi bisa meneliti iklim planet secara keseluruhan. Jika proses penelitian rampung, barulah mereka dapat menyimpulkan seperti apa bobot kontribusi kedua planet ini terhadap Tata Surya.

Secara mekanisme, NASA nantinya akan mengirim probe (pesawat kecil) untuk terjun ke dalam atmosfer planet dan mengambil sampel gas yang terkandung di dalamnya. Sama halnya dengan ekspedisi planet lain, probe akan mengirimkan data dari sampel yang diambil ke Bumi untuk diteliti secara mendalam.

Terkait kesiapan wahana ekspedisi, NASA kini tengah melakukan penelitian di Jet Propulsion Laboratory (JPL) untuk merancang pesawat antariksa Uranus dan Neptunus, yang juga akan rampung setidaknya pada 2030.

Salah satu kendala utama proses pembuatan pesawat antariksa anyar ini adalah besarnya dana penelitian dan pengembangan, yang diprediksi bisa mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun.

Dibanding dengan misi-misi NASA sebelumnya, seperti Discovery atau New Frontier, misi ekspedisi Uranus dan Neptunus ini justru memakan biaya yang lebih besar.

“Yang menjadi persoalan besar bagi kami agar dapat menjalankan misi ke Neptunus dan Uranus adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan,” kata Jim Green, kepala divisi Planetary Science NASA.

Rencana NASA menerbangkan pesawat antariksa untuk mempelajari secara mendalam planet Uranus dan Neptunus, sejatinya sudah direncanakan sejak 26 tahun lalu. Namun, hal tersebut baru bisa direalisasikan sekarang. Pasalnya, NASA terbentur banyak masalah dan menantikan dukungan pendanaan besar.

Selain persoalan dana, misi ekspedisi menuju duo planet es tersebut juga terhalang persoalan persediaan Plutonium yang menjadi bahan bakar baku pesawat antariksa.

“Penerbangan ke Uranus dan Neptunus akan bergantung ke alat baterai nuklir yang akan ditenagai plutonium,” jelas Green.

Sampai saat ini, para ilmuwan hanya bisa berspekulasi, bahwa Uranus dan Neptunus terdiri dari bebatuan, es, dan ammonia (kumpulan hidrogen dan nitrogen), sehingga kedua planet ini juga kerap mendapat julukan planet es raksasa.

Sumber : Liputan6