PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Negara

ISIS Bombardir Media Sosial dengan Propaganda Berbahasa Rusia

YBGgi9BO

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) – Negara Islam ISIS membombardir media sosial dengan propaganda berbahasa Rusia dengan tujuan untuk menarik anggota baru dari khalayak yang menjadi targetnya.

Propaganda bertubi-tubi itu tampaknya semakin intensif setelah Rusia memasuki perang saudara di Suriah September lalu untuk membantu rezim Presiden Bashar al-Assad. Meskipun sulit untuk mengukur keberhasilan kampanye itu, Rusia telah mengambil langkah-langkah dengan memblokir pesan-pesan ISIS melalui Internet.

ISIS terus menarget para pemuda yang terpinggirkan, para perempuan yang teradikalisasi dan para jihadis yang dipercaya akan bersedia bergabung demi tujuan ISIS.

Menurut pemerintah Rusia, lebih dari 4.000 warga Rusia telah melakukan perjalanan ke Irak dan Suriah untuk berjuang bersama berbagai kelompok jihad, termasuk ISIS. Negara-negara Asia Tengah juga melaporkan tingginya tingkat pengaruh dan perekrutan oleh jihadis, dengan perkiraan jumlah mereka yang telah bergabung antara beberapa ratus hingga beberapa ribu orang.

Sumber: voaindonesia

Keren, Estonia Bakal Jadi Negara Virtual

ilustrasi-digital-network-140523

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) – Dalam beberapa tahun terakhir, Estonia telah berkembang menjadi salah satu negara yang dikenal dengan pemanfaatan teknologi digital yang sangat tinggi.

Negara yang berada di kawasan Baltik itu telah memiliki layanan publik digital, pemilu online, rapat pemerintah yang paperless, sampai catatan kesehatan online. Namun, hal itu ternyata masih belum cukup.

Baru-baru ini, pemerintah Estonia diketahui tengah mengembangkan proyek yang diberi nama e-residence. Proyek ini memungkinkan orang di seluruh dunia menjadi warga digital dari Estonia online, sehingga menambah penduduk negara tersebut.

“Jawaban untuk menjadi negara yang lebih, tentu membutuhkan lebih banyak warga, dan kami tak memiiliki pelanggan sebanyak itu,” ujar Taavi Kotka, Chief Information Officer Estonia, seperti dikutip dari laman Business Insider, Rabu (4/5/2016).

Untuk itu, pemerintah Estonia berencana untuk menambah jumlah populasi warganya secara digital. Hal itu dilakukan untuk mengatasi masalah terlalu sedikitnya orang yang ingin hidup di Estonia, mengingat lokasinya yang cukup jauh.

Nantinya, sekitar 1,3 juta orang Estonia akan memiliki kartu identitas khusus yang memungkinkan akses pada lebih dari 1.000 layanan publik. Layanan itu tersebut kesehatan dan pembayaran pajak online, termasuk layanan digital sektor swasta dengan sistem yang sama.

Data dari tersebut nantinya akan disimpan dalam sistem yang dibarengi dengan nomor unik. Penggunaan nomor unik tersebut dapat digunakan warga untuk menandatangi dokumen online dan memastikan informasi warga tersebut.

“Ada yang namanya SaaS (Software as a Service), kami di Estonia menjadi CaaS (Country as as Service). Itulah yang menjadi ambisi kami,” ujar Kofka. Lebih lanjut ia menuturkan dalam satu tahun belakangan sudah 10.000 pendaftar sampai saat ini.

Namun, untuk saat ini proyek e-residence masih dalam masa perkembangan. Kofka menuturkan masih ada beberapa elemen yang perlu disempurnakan sebelumnya akhirnya proyek ini dirilis ke publik.

Salah satu yang masih mengganjal adalah peraturan membuka akun bank Estonia dari negara lain. Peraturan negara tersebut jelas melarang kegiatan itu, tapi saat ini sedang upaya untuk mengubah hal tersebut agar mendukung pemerintahan berbasis teknologi digital.

Belajar Ilmu Kereta Api dari Negara-negara Maju

022396900_1440412564-Kereta_Api_7

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/8) – Jakarta Guna meningkatkan pelayanan dan system perkeretaapian di Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) gencar mengirimkan karyawannya ke luar negeri untuk belajar ilmu perkeretaapian dari negara-negara maju.

“Seeing is believing adalah filosofi program studi banding atau benchmarking PT KAI yang terus mengirimkan pegawai-pegawainya ke luar  negeri untuk belajar sistem perkeretaapian yang maju,” ujar Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro.

Berikut ini negara-negara maju yang menjadi tujuan PT KAI belajar tentang kereta api yang modern, cepat dengan layanan prima.

1. Belajar dari Tiongkok, Negeri dengan Jalur Kereta Terpanjang dan Cepat

Hingga Agustus 2015, sudah ada 2.257 pegawai dari berbagai lapisan jabatan diberangkatkan ke Tiongkok untuk merasakan secara langsung kemajuan perkeretaapian di negeri tirai bambu tersebut.

Selain Tiongkok, pegawai PT KAI juga telah menuntut ilmu perkeretaapian ke negara maju lainnya seperti Jepang, Perancis, Belgia, Belanda, dan Spanyol.

2. Belajar dari Jepang Lewat Fellowship Program

Di Jepang, PT KAI menjalin kerjasama dengan East Japan Railway (JREast) untuk melaksanakan studi banding maupun program magang yang dikenal JREast Fellowship Program

“Merasakan atmosfer bekerja, ikut terlibat dalam kegiatan pekerjaan sehari-hari tentunya akan berbeda apabila kita hanya duduk di kelas dan mendengarkan presentasi,” kenang Juhari M. Saepudin, Manager UPT Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan, peserta JREast Fellowship Program 2013.

Di program JREast, Juhari dan rekan-rekannya mendapat kesempatan ikut dalam beberapa rapat perusahaan, kunjungan lapangan dan terlibat dalam pekerjaan di lapangan. “alur kerja, pola berpikir, alasan pengambilan keputusan, dan etika kerja yang sudah terbiasa diterapkan di JREast dapat langsung kami rasakan,” lanjut Juhari.

Di Negeri Sakura itu, Juhari juga banyak belajar tentang kemajuan sarana, prasarana dan pelayanan kereta api. Hingga kini, PT KAI sudah mengirimkan sebanyak 57 pegawainya untuk bergabung dan belajar secara professional di JREast.

3. Belajar dari Prancis Tentang Layanan dan Sistem Perkerataapian

Di daratan Eropa, PT KAI bahkan sudah melaksanakan Hospitality Training SNCF  hingga 14 angkatan di Paris, Perancis. Program ini bertujuan memberikan referensi baru bagi PT KAI untuk dapat memberikan pelayanan yang prima bagi pengguna jasanya.

SNCF (Société Nationale des Chemins de fer Français/French National Railways) di Perancis adalah salah satu referensi PT KAI untuk belajar mengenai pelayanan dan sistem perkeretaapian.

Di sana para pegawai PT KAI mengikuti presentasi perkeretaapian di Perancis, pelatihan valorisasi (pemaksimalan nilai ekonomis) stasiun, presentasi mengenai pengelolaan infrastruktur, presentasi mengenai KA-KA cepat dan kegiatan operasinya di zona padat Paris, pemeliharaan rolling stock, dan sebagainya.

Dengan melihat dan merasakan secara langsung setiap proses pelayanan perkeretaapian di luar negeri, Edi berharap dapat memotivasi munculnya semangat dan perilaku untuk meningkatkan pelayanan yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan teori saja.

“Tentunya, imbas akhirnya adalah peningkatan pelayanan dan sistem perkeretaapian di Indonesia yang semakin maju dan berbudaya global yang tak kalah dengan negara-negara maju lainnya,” harap Edi. (Adv)

Sumber : Liputan6