PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: NASA

NASA Tepis Anggapan Bumi Datar Lewat Foto Terbaru | Best Profit

033461600_1484296611-earth-moon-mars

Best Profit (16/1) – NASA merilis foto antariksa terbaru yang memperlihatkan komposit pemandangan Bumi dan bulan. Foto tersebut, diklaim NASA sebagai foto terbaik antara Bumi dengan satelit alamnya, karena diabadikan dalam bingkai yang sama.

Foto ini, sebagaimana dilansir Space, Senin (16/1/2017), diambil lewat spacecraft yang bernama Mars Reconnaissance Orbit (MRO) dari Mars. Diungkap NASA, MRO mengambilnya dengan kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) pada 20 November 2016 lalu.

Dari foto yang tampak, jarak Mars dan Bumi berkisar di angka 205 ribu kilometer. Seperti yang terlihat di dalam foto, tampak wujud Bumi di kanan atas dengan bentuk bulat dan di bagian kiri bawah ada bulan yang ukurannya lebih kecil dari Bumi.

Dari foto ini saja, sudah terbukti bahwa Bumi itu bulat, mengingat akhir-akhir ini ada sebuah teori yang mengatakan bahwa Bumi itu datar. Padahal, merujuk pada foto yang merupakan bukti sains otentik NASA, Bumi yang kita huni ini jelas-jelas berbentuk bulat.

Menariknya, foto itu sebetulnya merupakan gabungan dari dua foto objek yang terpisah. “Foto ini sebetulnya memiliki dua objek yang digabungkan dalam satu bingkai, namun ukurannya relatif sama,” tulis NASA dalam keterangan resminya.

Jika dilihat lebih dekat, objek Bumi yang muncul di sudut kanan atas foto memperlihatkan rincian ukuran benua, salah satunya tampak benua Australia.

Sekadar informasi, MRO adalah spacecraft NASA yang meluncur pada 2005 dan mencapai orbit Planet Mars di 2006. Dalam satu dekade terakhir, MRO bertugas untuk meneliti geologi, lingkungan dan iklim Planet Merah demi mencari apakah ada ‘kehidupan’ seperti aktivitas air di permukaan Mars.

MRO ditugaskan untuk memberikan hubungan komunikasi antara Curiosity—robot yang ada di permukaan Mars—dengan tim pengendali yang ada di Bumi.

Spacecraft ini juga berfungsi untuk membantu peneliti mencari tahu apakah ada wilayah yang dianggap potensial untuk nantinya bisa menjadi lokasi pendaratan robot dan manusia di masa depan.

(Jek/Ysl)

Sumber : Liputan6

Matahari Bisa ‘Berlubang’ di Luar Angkasa, Bahaya atau Tidak?

051271700_1464166714-sun2

BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/5) – Para ilmuwan NASA dikagetkan dengan penampakan lubang yang muncul di tengah permukaan Matahari. Mereka bahkan belum bisa memastikan dari mana asal usul lubang tersebut.

Gambar lubang di Matahari ini awalnya dipublikasikan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut belum lama ini. Mereka menyebut lubang itu dengan nama “Coronal Hole”.

Meski lubang tampak menganga lebar di tengah Matahari, para ilmuwan memastikan fenomena tersebut tidak membahayakan bagi Matahari.

“Walau belum jelas dari mana Coronal Hole itu muncul, kami prediksi mereka berhubungan dengan beberapa titik area Matahari dengan medan magnet tertinggi,” kata juru bicara NASA sebagaimana dikutip laman Mirror, Selasa (30/5/2016).

Juru bicara itu melanjutkan, saat lubang tersebut terbuka lebar, ia akan menghempaskan angin matahari yang mengakibatkan efek aurora di langit
Bumi.”Coronal Hole merupakan sumber yang bisa mengeluarkan angin dengan kecepatan dan partikel solar tinggi, lebih cepat dari angin-angin lainnya,” tutur juru bicara itu melanjutkan.

Akibatnya, Coronal Hole mampu “mengirim” lebih banyak angin matahari ke arah Bumi dan membuat beberapa titik di kutub utara diterangi oleh cahaya aurora.

(Jek/Why)

5 Teknologi yang Dikembangkan NASA Untuk Bisa Pergi ke Mars

090367900_1441966614-was-chinese-scientist-a-spy-at-nasa-130318

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/10) – Keinginan NASA untuk bisa pergi ke Mars tahun 2030 ternyata telah makin serius diperhitungkan dan mulai dipersiapkan, meskipun tidak sedikit dari rencana-rencana tersebut masih berupa cetak biru.

Di dalam dokumen yang bertajuk ‘NASA Journey to Mars’, walau kebanyakan di antaranya masih berupa tujuan-tujuan abstrak, dapat diketahui beberapa rencana teknologi penting yang dibutuhkan dan dapat menunjang upaya manusia untuk bisa pergi ke Mars.

Oleh karena itu, dalam rangka lebih mengenal teknologi yang termasuk ke dalam rencana NASA untuk mendorong misi manusia ke Mars tersebut, berikut Tekno Liputan6.com sajikan teknologi yang sedang direncanakan dan dikembangkan NASA, seperti dikutip dari laman Popular Science, Kamis (15/10/2015)

1. Roket yang sangat besar
Untuk mampu membawa banyak kebutuhan selama perjalanan, dibutuhkan sebuah roket yang mendukung hal tersebut. Karena itu, Space Launch System NASA yang sedang dipersiapkan mampu menampung 70 metrik ton suplai.

Selain itu, Space Launch System ini dapat digunakan untuk mengirim muatan hingga 130 metrik ton dalam lintasan menuju Mars. Dengan tinggi kira-kira 116 meter, nantinya Space Launch System NASA akan menjadi kendaraan terbesar yang pernah diluncurkan. Bahkan, akan lebih kuat dibandingkan roket Saturn V yang pernah membawa astronot ke bulan.

2. Sebuah habitat penyokong kehidupan
Supaya kehidupan astronot di Mars dapat dimungkinkan, NASA menginginkan sebuah habitat luar angkasa yang dapat dihubungkan dengan kapsul Orion. Nantinya habitat itu dapat digunakan untuk mendukung kehidupan astronot di Mars, layaknya yang diperlihatkan di film The Martian baru-baru ini

Habitat tersebut akan dibuat tahan api dan dilengkapi dengan perlindungan radiasi. Selain itu, habitat ini rencananya juga akan ditambah ruang untuk astronot melakukan latihan dan pekerjaan mereka.

3. Propulsi Eksprimental
Space Launch system didukung oleh pembakaran hidrogen dan oksigen cair. Namun, itu hanya digunakan untuk membawa astronot keluar dari orbit bumi. Jika harus menggunakan sumber daya yang sama untuk perjalanan selama kurang lebih 7 bulan Mars, pesawat luar angkasa harus memiliki tangki gas besar dan itu berarti biaya yang lebih mahal.

Maka dari itu, NASA berencana menggunakan sinar matahari untuk mengirimkan kargo, persediaan, termasuk para astronot ke Mars. Dengan demikian, NASA menggunakan metode Solar Electric Propulsion yang dapat menggerakan pesawat luar angkasa dengan menembakkan ion.

Meski Solar electric propulsion tidak langsung menyediakan kecepatan maksimal untuk roket, kecepatannya akan bertambah seiring waktu dengan kecepatan hingga sekitar 300 ribu kilometer per jam. Selain itu, teknologi ini juga lebih efisien dibandingkan bahan bakar roket. Teknologi ini sekarang sudah benar-benar nyata, namun NASA masih masih terus mengembangkan ukurannya untuk keperluan misi ke Mars.

4. Baju Luar Angkasa yang Fleksibel
Dengan pertimbangan bahwa astronot yang dikirim ke Mars akan berada di sana dalam waktu setahun atau lebih, maka untuk mendukung kegiatan yang dilakukan, seperti menjelajah dan mengumpulkan data, diperlukan sebuah pakaian yang mendukung.

Karena itu, nantinya baju luar angkasa yang baru dapat digunakan untuk melawan radiasi, udara dingin, termasuk atmosfer tipis, namun tetap dapat memungkinkan astronot melakukan pekerjaan mereka.

5. Komunikasi Menggunakan Sinar Laser
Lantaran kondisi jaringan internet di Mars terbatas, diperlukan suatu perubahan untuk memperbaikinya. NASA dikabarkan telah memiliki sebuah rover di Mars yang dapat digunakan untuk menerima ataupun mengirimkan data sampai 2 juta bits per detik.

Untuk itu, NASA sedang memperkuat pengiriman data dengan menggunakan laser. Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan NASA pada 2013 lalu, penggunaan sistem komunikasi laser dapat mengunduh informasi hingga 622 juta bits per detik.

(dam/why)

 

Sumber : Liputan6