PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: minyak

PT Bestprofit | Kekhawatiran Pasokan Akibat Sanksi Iran Bawa

PT Bestprofit Bestprofit Best Profit

PT Bestprofit (12/9) – Harga minyak mentah dunia naik lebih dari 2 persen dipicu sanksi Amerika Serikat (AS) yang menekan ekspor minyak mentah Iran. Serta adanya prediksi jika produksi minyak mentah AS pada 2019 akan tumbuh melambat dan mendorong kekhawatiran soal pasokan.

Melansir laman Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,69, atau 2,2 persen ke posisi USD 79,06 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 1,71, atau 2,5 persen menjadi USD 69,25 per barel.

Presiden Donald Trump mengatakan akan memberlakukan sanksi terhadap Iran. Ini membuat harga minyak mentah berada dalam premi risiko yang mencerminkan kekurangan pasokan yang mungkin terjadi ketika ekspor dari anggota OPEC terbesar ketiga tersebut terpangkas.

Kenaikan harga juga terjadi setelah data industri dari American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak mentah AS merosot 8,6 juta barel pekan lalu, dibandingkan perkiraan analis penurunan 805.000 barel. Rencananya, data resmi pemerintah AS baru akan dirilis pada Rabu. pt bestprofit

“Para pelaku pasar sekarang mengevaluasi perkembangan ini dalam hubungannya dengan potensi penurunan lebih lanjut dalam output minyak dari Iran dan Venezuela, yang menggambarkan gambaran bullish harga yang signifikan,” kata Abhishek Kumar, Analis Energi senior di Interfax Energy di London.

AS telah meminta kepada negara-negara sekutunya untuk mengurangi impor minyak Iran. Beberapa pembeli Asia, termasuk Korea Selatan, Jepang, dan India tampaknya termasuk didalamnya. Tetapi pemerintah AS tidak ingin membuat harga minyak dapat menekan kegiatan ekonomi atau bahkan memicu perlambatan pertumbuhan global.

Menteri Energi AS Rick Perry bertemu Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih pada Senin di Washington. Pemerintahan Trump mendorong negara-negara penghasil minyak besar untuk mempertahankan pasokan tinggi. Rencananya Perry akan bertemu dengan Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada hari Kamis di Moskow.

Rusia, Amerika Serikat, dan Arab Saudi adalah tiga produsen minyak terbesar dunia. Ketiganya memenuhi sekitar sepertiga dari hampir 100 juta barel per hari (bpd) dari konsumsi minyak mentah harian. pt bestprofit

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pada hari Selasa bahwa Rusia dan sekelompok produsen di sekitar Timur Tengah yang mendominasi Organisasi Negara Pengekspor Minyak dapat menandatangani kesepakatan kerjasama jangka panjang baru pada awal Desember, kantor berita TASS melaporkan. Namun Novak tidak memberikan rinciannya.

Negara OPEC dan non-OPEC telah secara sukarela menahan pasokan sejak Januari 2017 untuk memperketat pasar. Sejak saat itu, harga minyak mentah naik lebih dari 40 persen dan pasar kian ketata secara signifikan sehingga membuat ada tekanan pada produsen untuk meningkatkan output.

Sementara produksi minyak mentah AS diperkirakan akan meningkat 840.000 barel per hari (bpd) menjadi 11,5 juta bph tahun depan. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya untuk kenaikan 1,02 juta bph hingga 11,7 juta bpd, Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporannya. pt bestprofit

Di sisi lain, pada hari Senin beberapa orang bersenjata menyerang markas besar Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC) di ibukota Tripoli pada hari Senin. NOC terus berfungsi relatif normal di tengah kekacauan di Libya.

Fasilitas lokasi produksi minyak ini telah dilanda serangan hingga blokade, meskipun tahun lalu produksi telah pulih menjadi sekitar satu juta barel per hari.

Karena pasar Timur Tengah semakin ketat, para pembeli Asia mencari pasokan alternatif, dengan impor minyak mentah AS dan Jepang dari Korea Selatan dan Jepang mencapai rekor penjualan pada bulan September.

Produsen minyak AS mencari pembeli baru untuk minyak mentah yang mereka gunakan untuk dijual ke China sebelum pesanan melambat karena adanya sengketa perdagangan antara Washington dan Beijing. pt bestprofit

Sumber : Liputan6

PT Bestprofit | Harga Minyak Merosot Imbas Krisis Turki

PT Bestprofit Bestprofit Best Profit

PT Bestprofit (6/9) – Harga minyak turun lebih dari satu persen usai badai teluk Amerika Serikat (AS) melemah dan kekhawatiran meningkat terhadap perang dagang.

Ditambah krisis mata uang Turki mempengaruhi permintaan minyak. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun USD 1,15 atau 1,65 persen ke posisi USD 68,72 per barel.

Sementara itu, harga minyak Brent tergelincir 90 sen atau 1,15 persen ke posisi USD 77,27 per barel. Sebelumnya harga minyak acuan ini sempat tembus level tertinggi sejak Mei di kisaran USD 79,72 per barel.

Harga minyak sempat melonjak lantaran perusahaan minyak menutup infrastruktur lepas pantai untuk antisipasi kerusakan akibat badai tropical Gordon. Namun, tak seperti yang dikhawatirkan karena badai tersebut membuat perseroan di sepanjang pantai telus AS mengambil langkah lanjutkan operasi pada Rabu waktu setempat. pt bestprofit

“Harga kemarin naik karena antisipasi badai dapat timbulkan kerusakan pada sektor produksi dan penyulingan. Akan tetapi, usai semua dilakukan membuat kehilangan sedikit produksi dan kilang di Mississippi dan Louisiana terus berjalan,” ujar Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (6/9/2018).

Selain itu, harga minyak melemah karena perselisihan sektor perdagangan antara Amerika Serikat dan China meningkatkan kekhawatiran permintaan. Presiden AS Donald Trump dapat mengenakan tarif lebih besar untuk barang impor China senilai USD 200 miliar.

Sekretaris Jenderal OPEC, Mohammad Barkindo menuturkan, sengketa perdagangan dapat membebani permintaan energi di masa depan. Selain itu, krisis mata uang di Turki juga beban harga minyak berjangka. Lira Turki telah jatuh lebih dari 40 persen pada 2018. pt bestprofit

“Kekhawatiran krisis mata uang Turki menyebar ke pasar negara berkembang lainnya telah dorong kekhawatiran sisi permintaan,” ujar Abhishek Kumar, Analis Interfax Energy.

Adapun harga minyak dapat peroleh dukungan jika laporan mingguan tentang inventaris AS menunjukkan penurunan inventaris. Analis perkirakan, stok secara rata-rata turun sekitar 1,9 juta barel pada pekan lalu.

Sanksi AS menargetkan sektor minyak Iran pada November juga sudah mengurangi ekspor dari produsen terbesar ketiga OPEC tersebut dan meniadakan dampak dari perjanjian OPEC dan sekutunya untuk memproduksi lebih banyak minyak.

“Dengan antisipasi hingga 1,5 juta barel per hari dipengaruhi oleh sanksi AS terhadap Iran, diperkirakan harga akan lebih tinggi pada minggu-minggu mendatang,” tutur Stephen Innes, broker OANDA.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, pihaknya tidak prediksi apa yang akan terjadi dengan Iran. Hal itu tidak menjadi masalah baginya jika para pemimpin Iran ingin berbicara atau tidak. pt bestprofit

Sumber : Liputan6

PT Bestprofit | Harga Minyak Naik di Tengah Persiapan Hadapi

best profit bestprofit pt bestprofit

PT Bestprofit (5/9) – Harga minyak naik seiring infrastruktur energi di Pantai Teluk AS yang bersiap menghadapi topan. Namun kenaikan harga masih dibatasi penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan laporan meningkatnya stok minyak di Cushing, Oklahoma.

Melansir laman Reuters, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 7 sen menjadi USD 69,87 per barel. Harga sebelumnya sempat mencapai sesi tinggi di USD 71,40. Sebelumnya Pasar AS ditutup pada hari Senin untuk Hari Buruh.

Sementara harga minyak mentah Brent, yang diperdagangkan pada Senin, berakhir 2 sen lebih kuat menjadi USD 78,17 per barel, turun dari sesi tertinggi USD 79,72 per barel.

Harga kedua patokan minyak itu melompat di awal sesi dipicu banyak produsen yang mengeluarkan karyawannya dari jalur Tropical Storm Gordon dan menutup 9 persen produksi minyak dan gas Teluk Meksiko AS.

Badai itu, diperkirakan akan terjadi pada malam hari dan masuk kategori 1, yang diprediksi bergeser ke arah timur. Kondisi ini mengurangi ancaman ke area produksi minyak utama dan sebagian besar kilang Gulf Coast. pt bestprofit

Lalu lintas kapal di sepanjang Pantai Teluk AS juga mendapatkan pembatasan akibat kondisi ini.

Teluk Meksiko merupakan lokasi bagi 17 persen produksi minyak mentah AS dan 5 persen dari produksi gas alam setiap hari, menurut Administrasi Informasi Energi AS. Di darat, Pantai Teluk berfungsi sebagai pusat pemurnian utama AS.

Harga minyak bergerak lebih rendah, namun, pelaku pasar melihat pasar sebagai overbought.

“Reaksi awal pagi ini tampak berlebihan karena gangguan terhadap infrastruktur produksi Teluk Meksiko tidak mungkin untuk mengekstrak sejumlah besar minyak mentah dari pasar,” kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates, dalam sebuah catatan. pt bestprofit

Menurut para pedagang, persediaan minyak mentah naik hampir 754.000 barel dari 24 Agustus hingga Jumat di Cushing, Oklahoma, mengutip laporan dari firma intelijen pasar Genscape.

Adapun indeks dolar AS yang meningkat juga mendorong minyak mentah berjangka lebih rendah. Dolar yang lebih kuat membuat harga minyak dalam mata uang greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pasar minyak global telah diperketat selama sebulan terakhir, mendorong harga Brent naik lebih dari 10 persen sejak pertengahan Agustus. Investor mengantisipasi berkurangnya pasokan dari Iran karena sanksi AS terhadap Teheran mulai menggigit.

Harry Tchilinguirian, ahli strategi minyak di BNP Paribas, memperingatkan “masalah pasokan” ke 2019.

“Kerugian ekspor minyak mentah dari Iran karena sanksi AS, penurunan produksi di Venezuela dan pemadaman episodik di Libya tidak mungkin diimbangi sepenuhnya oleh kenaikan yang sesuai dalam produksi OPEC,” kata Tchilinguirian. pt bestprofit

Sumber : Liputan6