PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Minyak Dunia

Best Profit | Indonesia Dianggap Berpengalaman Hadapi Gejolak

PT Bestprofit Bestprofit Best Profit

Best Profit (13/1) – Pemerintah optimis Indonesia bisa melewati tantangan kenaikan harga minyak dunia yang dipengaruhi ketegangan konflik Iran dan Amerika Serikat.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, ‎ Indonesia sudah punya pengalaman melewati harga minyak di atas USD 100 per baren, juga harga minyak di bawah USD 40 perbarel.

Dengan bekal pengalaman yang telah dilewati dengan tingginya harga minyak dunia, maka pemerintah sudah ‎memiliki solusinya jika harga minyak kembali naik akibat ketegangan hubungan AS dan Iran. best profit

“Jika memang nanti terjadi harga minyak yang tinggi kita sudah bisa punya pengalaman solusinya langkah-langkah apa yang bisa kita lakukan,” kata Djoko, di Jakarta, Sabtu (11/1/2019).

Djoko mengungkapkan, jika harga minyak dunia naik dari prediksi harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang tercantum dalam asumsi makro Anggaran Pedapatan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar USD 63 per barel‎. Maka pemerintah akan berkorinasi untuk mempertimbangkan perubahan asumsi patokan ICP. best profit

“APBN kita kan 63 ya di 2020, kalau nanti bulan pertama misalnya harganya menjadi tinggi mungkin kita bisa bicara lagi dengan parlemen. Apakah kita bisa merubah asumsi dengan Kementerian Keuangan atau tidak,” paparnya. best profit

Menurut Djoko, untuk besaran subsidi BBM pun tidak akan ‎memberatkan keuangan negara. Pasalnya, saat ini pemerintah sudah menerapkan subsidi tetap Rp 1.000 per liter untuk BBM jenis solar.

‎”Subsidi kan kalau minyak sekarang berapa pun harga minyak dunia tetap 1000 rupiah per liter, jadi tidak terpengaruh oleh kurs tidak terpengaruh oleh harga minyak. Kebijakan subsidi kan tinggal solar nih. Enggak pengaruh,” ujarnya.

Djoko pun tidak mengkhawatirkan terganggunya impor minyak ke Indonesia akibat ketegangan AS dan Iran. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber dari negara produsen minyak lainnya.‎”Nah sumber kita kan tidak hanya satu negara kita ada dari Rusia, dari negara negara lain. Ya Afrika, tidak harus negara yang berkonflik,” tandasnya. best profit

Sumber : Liputan6

Dolar AS Picu Harga Minyak Merosot | Bestprofit

best profit bestprofit pt bestprofit

BESTPROFIT (4/1) – Harga minyak dunia turun lebih dari dua persen pada hari pertama perdagangan 2017. Harga minyak tersebut merosot dari level tertinggi dalam 18 bulan seiring dolar Amerika Serikat (AS) menguat dan pelaku pasar realisasikan keuntungan.

Harga minyak Brent turun US$ 1,35 atau 2,4 persen ke level US$ 55,47 per barel. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun US$ 1,39 atau 2,6 persen menjadi US$ 52,33 per barel.

Sebelum harga minyak turun, harga minyak sempat sentuh level tertinggi sejak Juli 2015 dengan harapan kesepakatan negara OPEC dan negara eksportir minyak lainnya memangkas produksi. Harga minyak Brent sempat ke level tertinggi US$ 58,37 dan WTI di kisaran US$ 55,24.

Volatilitas harga minyak pun cukup tinggi pada awal perdagangan.”Ini gerak harga minyak yang bergejolak signifikan dalam satu hari. Penguatan dolar AS juga berkontribusi dengan penurunan harga minyak. Ditambah aksi ambil untung,” ujar James Williams, Presiden Direktur WTRG Economics, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (4/1/2017).
Dolar AS sentuh level tertinggi dalam 14 tahun terhadap sejumlah mata uang usai data ekonomi AS menunjukkan data aktivitas manufaktur tumbuh lebih dari yang diharapkan pada November. Penguatan dolar AS membuat harga minyak lebih mahal untuk pengguna mata uang lainnya.

“WTI telah memulai perdagangan dengan dukungan laporan Kuwait dan Oman. Setuju pemangkas produksi 175 ribu barel per hari,” ujar Jim Ritterbusch, Direktur Utama Ritterbusch and Associates.

Selain itu, OPEC dan negara eksportir utama minyak lainnya secara resmi mulai memberlakukan pemangkasan produksi minyak. Rusia akan pangkas produksi 1,8 juta minyak barel per hari. Oman memangkas produksi minyak sekitar lima persen.

Sumber : Liputan6

Harga Minyak Naik Tersengat Harapan OPEC | PT Bestprofit

PT Bestprofit Bestprofit Best Profit

PT Bestprofit (29/12) – Harga minyak dunia menguat ke level tertinggi dalam 18 bulan. Penguatan harga minyak dipicu harapan the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) atau negara pengekspor minyak dan produsen utama minyak non OPEC berkomitmen memangkas produksi minyak pada 2017.

Harga minyak di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari naik 16 sen atau 0,3 persen ke level US$ 54,06. Angka itu tertinggi sejak penutupan 2 Juli 2015.

Selain itu, harga minyak Brent di London ICE Future naik 13 sen atau 0,2 persen ke level US$ 56,22 per barel, dan tertinggi sejak 22 Juli 2015.

“OPEC dan non OPEC akan memangkas produksi minyak sejak 2001. Sektor energi berbalik arah, dan tahun depan kelihatan bagus dan cerah,” ujar Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (29/12/2016).

Sebagian besar pasar menanti aksi negara produsen minyak utama baik OPEC dan non OPEC untuk memangkas produksi produksi. Bila kesepakatan dilaksanakan maka persediaan minyak global susut dua persen.

Venezuela, salah satu anggota OPEC yang ekonominya terpuruk lantaran harga minyak rendah berkomitmen pangkas 95 ribu barel minyak per hari. Meski demikian, ada juga sejumlah keraguan bagaimana komitmen produsen minyak untuk memangkas produksi dalam jangka panjang dan menjaga kuota masing-masing negara.

“Kami melihat hasil produksi minyak dipangkas dengan target rendah. Namun sisi lain ada kesempatan untuk mendorong produksi seiring harga menarik,” kata Analis Citi Tim Evans.

Adapun dalam jangka pendek, pasar juga akan mengawasi data mingguan produksi minyak AS. Analis memperkirakan ada penurunan pasokan 1,5 juta untuk pasokan minyak hingga 23 Desember.

Produksi minyak Amerika Serikat meningkat dengan harga baik. Rata-rata produksi sekitar 8,79 juta barel per hari hingga 16 Desember. Angka ini naik dari data Juli sekitar 8,43 juta barel dalam seminggu. Produksi minyak AS juga pengaruhi harga minyak.

“Harapan tinggi seiring pasar global akan perketat produksi tahun depan dengan kesepakatan produsen minyak baik OPEC dan non OPEC memangkas produksi 1,8 juta barel per hari. Pemangkasan produksi dapat membuat impor sedikit, dampaknya ke persediaan minyak AS,” tulis the Energy Information Administrion.

Adapun lembaga tersebut akan rilis data pasokan minyak AS secara mingguan pada Kamis waktu setempat.

Sumber : Liputan6