PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Miliader

Meski Kaya Raya, Bos Facebook Pilih Hidup Sederhana

058802100_1429246145-2848145-zuck1

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) – Siapa pendiri jejaring sosial terpopuler di dunia, Facebook? Pastinya banyak dari Anda yang sudah mengetahui jawabannya. Ya, Mark Zuckerberg adalah orangnya.

Miliarder muda pendiri Facebook, Mark Zuckerberg merupakan pengusaha yang sangat populer. Di usianya yang belum mencapai 30 tahun, Zuckerberg dilaporkan memiliki pendapatan kotor sebesar US$ 10,5 miliar sepanjang 2013. Saat ini ia diperkirakan memiliki kekayaan bersih senilai US$ 12,4 miliar.

Bahkan, pada 2011 lalu, kekayaan Zuckerberg diklaim telah melampaui Larry Page dan Sergey Brin (dua pendiri Google), dengan pundi-pundi harta mencapai US$ 17 miliar.

Namun di balik seluruh kekayaan dan kesuksesannya itu, Zuckerberg dikenal sebagai konglomerat yang gemar menjalani hidup sederhana.

Dalam berkegiatan sehari-hari di kantor, Zuckerberg selalu memakai kaos abu-abu yang sama. Bukan berarti ia hanya memiliki satu kaos, tetapi ia memiliki banyak kaos dengan warna yang sama. Ia bahkan sempat dicap sebagai pria dengan fashion terburuk oleh sejumlah majalah lifestyle di Amerika Serikat.

Tak seperti konglomerat muda lainnya, ia pun lebih memilih mengendarai mobil seharga US$ 30 ribu atau Rp 360 juta. Masih banyak hal-hal mengejutkan lainnya yang belum diketahui banyak orang seputar kehidupan Zuckerberg.

Ia adalah seorang vegetarian. Namun anehnya ia diketahui sebagai fans berat model bisnis restoran cepat saji merakyat macam McDonald dan In-N-Out Burger.

Selain menyandang posisi sebagai bos besar Facebook, Zuckerberg lebih memilih untuk duduk di meja kerja yang sama dengan para karyawannya dibanding duduk di ruangan khusus dengan kursi dan meja kerja yang mewah.(dhi/isk)

 

Sumber : Liputan6

Rayakan Ultah, Miliarder Ini Bagi-bagi Duit ke 8.000 Pegawai

041252000_1432204388-delvecchio

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) – Leonardo Del Vecchio, yang merupakan penemu perusahaan kacamata ternama Italia, Luxoticca merayakan ulang tahunnya yang ke-80 pada tanggal 22 Mei 2015.

Merayakan hari jadinya itu, ia membagi-bagikan uang berupa saham senilai US$ 10 juta setara Rp 131,6 miliar (kurs: Rp 13.158 per dolar AS) ke 8.000 karyawan di Luxottica.

“Saya berterimakasih dengan tulus pada para karyawan Luxoticca di Italia, semua yang merupakan jantung dari kesuksesan Luxottica”, ungkap Del Vecchio dilansir dari abs-cbnnews.com, Senin (25/5/ 2015).

Del Vecchio merupakan orang terkaya kedua di Italia dari uang yang dicetak perusahaannya Luxxotica. Kini perusahaan tersebut memproduksi kacamata untuk merek-merek ternama di seluruh dunia seperti Burberry, Bulgari, Chanel, Coach, DKNY, Dolce & Gabbana, Armani, Prada, Ralph Lauren, Tiffany dan Versace.

Luxottica mencatat rekor keuntungan pata tahun 2014 dan membuka tahun ini dengan mencetak kenaikan laba pada kuartal I 2015 hampir 34 persen berkat pertumbuhan penjualan di Amerika Utara.

“Dengan kado sederhana, saya ingin menunjukkan pentingnya karyawan bagi saya. Saya sungguh merasa kita adalah keluarga, lanjut dia.”

 

Mayoritas orang terkaya di dunia harus bekerja keras untuk mencapai tingkat kesuksesan tertingginya. Di antara ratusan miliarder yang hanya menikmati harta warisan keluarga, banyak orang kaya yang harus banting tulang untuk mendapatkan seluruh kekayaannya sekarang.
Salah satunya adalah Leonardo Del Vecchio. Menilik kehidupan masa kanak-kanaknya, tak ada satu orang pun yang akan menyangka, Leonardo dapat menjadi salah satu orang terkaya dunia sekarang.
Leonardo lahir tanpa ayah dari keluarga tak berada pada Mei 1935 di Italia. Saat baru berusia 7 tahun, ibu Leonardo mengirimnya ke panti asuhan Milan lantaran sudah tak punya biaya lagi untuk membesarkannya.
Tapi Leonardo yang kini memiliki harta US$ 20 miliar tak pernah menyerah begitu saja pada hidupnya. Di usia remaja saat anak lain masih senang bermain, Leonardo sudah menjadi buruh di perusahaan peralatan di Milan.
Di sana, dia mulai belajar desain industrial di malam hari setelah bekerja seharian. Leonardo akhirnya mulai tertarik dengan bingkai kacamata dan memutuskan pindah ke Agordo, tempat yang fokus pada industri kacamata.
Enam tahun kemudian, berbekal pengalaman kerja, Leondardo memutuskan untuk memulai bisnis sendiri. Dengan visi fusturistiknya, Leonardo berhasil mengambil berbagai keputusan penting yang membuatnya unggul di bidang tersebut. (Ikr/Ndw)
Sumber : Liputan6

Demi Penuhi Janji Miliarder Ini Gulirkan Uang Hampir Rp 3 Triliun

008442500_1431598007-Pendiri_GoPro__Nick_Woodman

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/5) – Janji adalah utang. Ungkapan itu tampaknya sangat tepat diberikan pada salah satu miliarder terkaya di dunia Nick Woodman yang rela mengeluarkan uang hingga US$ 229 juta atau Rp 2,99 triliun demi memenuhi janjinya (estimasi kurs: Rp 13.055 per dolar AS).

Melansir laman Sydney Morning Herald, Jumat (14/5/2015), harta pendiri GoPro ini berkurang hingga hampir Rp 3 triliun setelah memenuhi janji yang diberikan sekitar 10 tahun lalu pada kawannya. Woodman mengembalikan 4,7 juta saham pada perusahaan pembuat kamera yang didirikannya tersebut.

Pada 2011, dia sepakat untuk membayar kembali opsi saham perusahaan yang ditawarkan pada Neil Dana, kawan yang belajar bersama di University of California. Dana merupakan karyawan GoPro yang pertama.

Pada fase pengembangan, perusahaan berusia 10 tahun ini, Woodman berjanji akan memberikan Dana 10 persen dari keuntungan yang diterima atas penjualan saham perusahaan. Untuk membatalkan perjanjian ini, GoPro menerbitkan lebih dari 6 juta saham pada Juni 2011 untuk ditawarkan pada Dana.

GoPro juga menerbitkan 270 ribu penawaran saham terbatas enam bulan kemudian. Woodman sepakat untuk mengganti uang yang dikeluarkan Dana saat dia membeli opsi saham yang diterbitkannya.

Dana, pengarah musik GoPro dan merupakan tim spesialis sales, menghabiskan dana US$ 3,6 juta untuk membeli saham tersebut. Saat ini, harga saham US$ 3,6 juta itu telah bernilai US$ 229 juta.

Woodman yang kini memiliki kekayaan US$ 2,3 miliar harus membayar perusahaan senilai US$ 229 juta sesuai dengan apa yang dijanjikannya. Meski hartanya berkurang banyak, Woodman masih menjadi CEO dengan gaji tertinggi di Amerika Serikat.

Juru bicara GoPro Jeff Brown menolak berkomentar atas kabar tersebut. (Sis/Gdn)

Sumber :  Liputan6