PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Microsoft

Microsoft Edge vs Google Chrome, Cepat Mana?

030871700_1438246054-microsoft-edge-vs-chrome-browser-speed-test

BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/7) – Micorosoft telah melengkapi Windows 10 dengan browser terbaru mereka yang diberi nama “Edge”. Mesin peramban modern yang menggantikan posisi Internet Explorer (IE) di sistem operasi Windows 10 itu diklaim lebih ringan, cepat, serta terkoneksi dengan asisten virtual Cortana.

Kehadiran Edge diharapkan mampu menutupi kelemahan IE yang dinilai gagal bersaing dengan browser modern lain seperti Google Chrome dan Mozilla Firefox.

Bila dibandingkan dengan browser populer Chrome, bagaimanakah sebenarnya performa dari Edge?

Untuk membuktikannya, jurnalis teknologi Raymond Wong dari Mashable telah melakukan serangkaian uji coba. Hasilnya dapat dilihat seperti berikut ini.

Uji coba menggunakan Futuremark Peacekeeper

Futuremark Peacekeeper adalah software benchmark berbasis JavaScript yang digunakan untuk menghitung kecepatan rendering browser dari HTML5 ke Document Object Model operations. Browser yang memiliki skor tertinggi adalah yang terbaik.

Dan hasilnya, Chrome masih lebih unggul dengan mencatatkan skor rata-rata 3917. Sedangkan Edge hanya mampu menghasilkan skor rata-rata 2525.

Uji coba menggunakan SunSpider JavaScript

SunSpider juga merupakan software benchmark yang berbasiskan JavaScript. Software ini digunakan untuk melihat browser mana yang memiliki kemampuan enkripsi lebih baik.

Dan hasilnya, kali ini Edge yang menang. Microsoft Edge tercatat mendapatkan skor 103.5ms, sedangkan Chrome 267.4ms. Skor terendah dalam tes ini adalah yang lebih baik.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil uji coba tersebut, Wong menyimpulkan bahwa secara speed, Google Chrome masih yang terbaik. Namun, kecepatan maksimalnya akan berkurang drastis jika pengguna menambahkan banyak ektensi pada browser.

Sementara untuk Microsoft Edge, meski kecepatannya masih berada di bawah capaian Chrome, browser ini cukup konsisten dalam mempertahankan speed.

(dhi/dew)

 

Sumber : Liputan6

Militer AS Rela Bayar Rp 128 Miliar Demi Windows XP

windows+XP

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/6) – Sistem operasi Windows XP sejatinya sudah tak lagi didukung oleh Microsoft sejak April 2014 silam. Namun, nyatanya hingga kini masih banyak pihak yang belum mampu move on dari Windows XP. Salah satunya adalah pihak Angkatan Laut Amerika Serikat.

Dilaporkan laman IDG News, Selasa (30/6/2015), US Navy atau armada Angkatan Laut AS rela merogoh kocek hingga US$ 9,1 juta atau setara dengan Rp 128 miliar agar Microsoft tetap memberikan dukungan terhadap sistem operasi Windows XP yang mereka gunakan.

Bahkan, jumlah yang harus dibayarkan US Navy kepada Microsoft dapat membengkak hingga angka US$ 30,8 juta jika dukungan tersebut diperpanjang hingga 2017 mendatang.

Tercatat ada sekitar 100 ribu workstation milik US Navy yang masih mengadopsi Windows XP dan menjalankan aplikasi-aplikasi jadul (jaman dulu) seperti Office 2003, Exchange 2003, dan Windows Server 2003.

“Angkatan Laut masih sangat bergantung pada sejumlah aplikasi dan program-program Windows XP. Sebelum aplikasi-aplikasi ini dimodernisasi, kontinuitas layanan dari Microsoft sangat diperlukan untuk menjaga keamanan dan efektivitas operasional,” papar Steven Davis selaku juru bicara Space and Naval Warfare Systems Command (SPAWAR).

Dukungan Microsoft memang sangat diperlukan bagi organisasi-organisasi yang belum memigrasikan sistem komputasinya dari Windows XP ke versi Windows yang lebih baru. Hal ini dilakukan mengingat kerentanan keamanan yang terjadi bila Windows XP berjalan tanpa update patch dari Microsoft.

Konsekuensinya, oraganisasi-organisasi tersebut diwajibkan membayarkan biaya yang tidak sedikit kepada Microsoft.

Selain US Navy, Pemerintah Inggris juga telah menandatangani kontrak serupa dengan nilai yang tak jauh berbeda, yakni US$ 9,2 juta untuk mendukung sistem komputasi pelayanan publik di negaranya yang masih mengandalkan Windows XP.

(dhi/dew)

Sumber : Liputan6

Rahasia Orang Terkaya Dunia Mendulang Kesuksesan

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/6) – Jadi orang kaya mungkin impian hampir semua orang. Namun perlu diketahui, orang terkaya di dunia tidak mendapat kekayaannya dari warisan. Mereka mengumpulkan kekayaan itu dari karir kewirausahaan yang panjang.

Itu juga termasuk di dalamnya dengan penemuan atau teknologi yang baru namun mengganggu pada awalnya seperti komputer dan ponsel.

Setiap tantangan mesti dilewati oleh orang-orang terkaya di dunia tersebut, lantas bagaimana orang-orang kaya itu melewatinya? Dikutip dari Fool.com, Senin (29/6/2015), berikut rahasia orang terkaya dunia dalam mengumpulkan pundi-pundi kekayaanya.

1. Bill Gates

Total kekayaan: US$ 79,2 miliar

Kekayaan Bill Gates dibangun dari Microsoft. Pada 1975, Gates bersama dengan sahabatnya Paul Allen menawarkan perangkat lunak (software) untuk PC, telah mengubah cara hidup masyarakat dunia hingga era modern seperti sekarang ini. Selama 40 tahun penjualan Microsoft untuk perangkat lunak membawanya menjadi orang terkaya di planet ini.

Antara 1978-1981, Microsoft berkembang pesat. Karyawannya bertambah dari 25 menjadi 128 orang. Pendapatannya melesat dari US$ 4 juta menjadi US$ 16 juta. Pertengahan 1981, Gates dan Allen mengukuhkan Microsoft sebagai perusahaan resmi. Gates ditunjuk sebagai presiden dan CEO sementara Allen menjadi wakil presiden eksekutif.

Dua tahun kemudian bisnisnya merambah pasar global seperti Inggris dan Jepang. Tak hanya itu lebih dari 30% komputer di dunia menjalankan software buatan Microsoft.

Namun, membangun bisnis itu bukan tanpa risiko. Banyak yang meragukan usaha yang dibangun Gates bakal langgeng. Sebut saja pionir bisnis server Digital Equipment Corporation di tahun 1970-an yang mengatakan ‘tidak alasan individu untuk memiliki komputer di rumahnya’.

Tentu Gates selalu memperhatikan penantangnya di masa lalu dan keberanian bertaruh untuk sifat transformatif. Hal tersebut terbayar sudah atas kekayaannya yang diterima saat ini dan bisa dijadikan pelajaran setiap orang.

2. Carlos Slim

Total kekayaan: US$ 77,1 miliar

Slim memegang kendali konglomerasi bisnis Meksiko, termasuk di dalamnya perusahaan  ponsel terbesar America Movil.

Awalnya, dia hanya seorang insinyur, yang dengan pelatihan akhirnya dia menjadi pedagang saham di Meksiko awal 1960-an. Slim kemudian mendirikan perusahaan pialang sendiri dengan mengakuisisi perusaan pembotolan.

Seterusnya, dia mendirikan Grupo Carso yakni induk perusahaan untuk berbagai bisnis. Di mana perusahaan tersebut yang memperoleh keuntungan harga murah dari krisis peso pada tahun 1980.

Sekarang 220 bisnisnya mewakili 40 persen perusahaan yang tercatat di bursa. Lalu kekayaan bersihnya setara 7 persen dari PDB Meksiko.

Mencari keuntungan dari kelemahan tidak mudah. Dalam hal ini, Slim menunjukkan bahwa investasi dengan cara ini sangat sukses.

3. Warren Buffett

Total Kekayaan: US$ 72,7 miliar

Buffett terkenal dengan nasihat investasinya yang sederhana yaitu lebih baik menaruh perhatian pada berlian daripada memiliki semua berlian imitasi.

Dia menjalankan bisnis dari nol, mulai dari seorang penjual koran, penjaga mesin pinball dan broker. Namun pekerjaannya di Benjamin Graham membentuk disiplin investasinya.

Setelah kelaur dari Graham dia membangun perusahaan investasi sendiri. Buffett belajar dari kesalahan untuk membeli perusahaan kelas dua semata-mata karena murah.

Berkat kemauannya untuk mengubah cara pandang tersebut, dia berhasil membangun bisnis kelas pertama termasuk di dalamnya raksasa asuransi GEICO dan kereta api Burlington Northern.

Buffett tetap menjadi investor saham yang aktif dan bersedia mengambil perusahaan besar. (Amd/Ndw)

Sumber : Liputan6