PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Mekah

Korban Tewas Crane Tumbang di Mekah Bisa Dapat Santunan Rp 1 M

024112100_1442134565-5_Raja_Arab_Saudi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/9) – Perusahaan asuransi proyek perluasan Masjidil Haram, Kota Mekah, harus membayar diyat sebesar 300 ribu riyal Arab Saudi atau sekitar Rp 1,152 miliar kepada ahli waris setiap korban yang meninggal dunia akibat jatuhnya crane.

Keharusan membayar diyat atau ganti rugi berupa santunan itu ditulis surat kabar Al-Hayat yang mewawancarai Adham Jad, seorang ahli asuransi kesehatan. Perusahaan asuransi, menurut Adham, bertanggung jawab untuk mengompensasi kerusakan material, cedera manusia dan kematian yang disebabkan oleh kecelakaan crane di Masjidil Haram pada Jumat 11 September lalu.

“Total kompensasi diyat diperkirakan 32 juta riyal Saudi dengan rata-rata 300 ribu riyal untuk setiap korban meninggal,” ujar Adham seperti dikutip dari laman Saudi Gazette, Selasa (15/9/2015).

Adham mengatakan, sekalipun kecelakaan kemungkinan disebabkan karena bencana alam, musibah di Mekah itu harus diproses secara hukum. Sebab, perusahaan asuransi pada sektor publik menyadari risiko bencana alam.

Ia menjelaskan pula, sebenarnya asuransi kesehatan untuk semua pengunjung Arab Saudi mencapai maksimal 100 ribu riyal per orang. Namun, dalam kasus darurat dan bencana alam tidak ada batasan nominal.

Ahli asuransi tersebut menambahkan, perusahaan asuransi proyek perluasan perlu mengompensasi kerusakan yang disebabkan untuk semua jenis peralatan. Perusahaan asuransi juga bertanggung jawab untuk menanggung biaya pengobatan korban luka.

Sementara itu ahli asuransi dan ekonomi King Abdulazis, Prof Abdulilah Al-Saati mengatakan, semua perusahaan asuransi menyadari risiko bencana alam.

“Namun, perusahaan asuransi proyek konstruksi harus menanggung semua biaya kerusakan material dan kematian,” ujar dia.

Sementara itu Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dikabarkan mengeluarkan perintah agar memberikan bantuan terhadap korban musibah crane jatuh di Masjidil Haram. 1 Juta riyal untuk korban meninggal, dan 500 ribu riyal untuk anggota jemaah yang luka permanen.

Tragedi Mekah ini terjadi saat hujan badai menerpa kawasan tersebut pada Jumat 11 September 2015 sore sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Hingga kini pemerintah Arab Saudi masih menyelidiki penyebab tumbangnya alat berat itu. Ada 100 lebih anggota jemaah termasuk 11 calon haji asal Indonesia menjadi korban tewas. Sementara 200 lebih orang terluka. (Ans/Dan)

Sumber : Liputan6

Sabda Raja atas Tragedi Mekah

027828700_1442126667-2

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/9) – Gamis putih dikenakan sang Raja untuk berkeliling menyapa satu per satu pasien di Rumah Sakit Al-Noor, Mekah, Arab Saudi. Sejumlah pejabat tampak mendampinginya.

Salman bin Abdul Aziz Al Saud, pemimpin Arab Saudi yang dinobatkan pada 23 Januari 2015 itu tak canggung memberikan senyum dan jabatan tangan kepada mereka yang tergolek lemah di ranjang rumah sakit. Sesekali mimik khawatir nampak di air mukanya.

Sebuah tragedi baru saja terjadi Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi pada Jumat 11 September 2015. Kala itu, sebuah alat berat berupa crane tiba-tiba tumbang di salah satu lokasi ibadah haji tersebut. Dan menimpa para jemaah yang sedang beribadah menghadap Kabah.

Setidaknya 170 orang wafat dalam tragedi nahas tersebut. Dan melukai 230 orang lainnya.

Cuaca buruk, hujan lebat, dan angin kencang dipercaya menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan tersebut.

Namun Raja Salman tak puas. Dia bersumpah akan menguak apa sesungguhnya yang menyebabkan tumbangnya crane tersebut.

“Kami akan menginvestigasi penyebabnya dan setelah itu akan mengumumkan hasil penyelidikan pada publik,” kata Raja Salman, seperti diungkap kantor berita Saudi Press Agency yang dikutip Liputan6.com dari BBC, Minggu (13/9/2015).

Duka dari tragedi itu terasa hingga ke Tanah Air.

Senyum Duka

Rumah Ferry Mauludin Arifin Dulhai (37), di Kompleks Menakertrans, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, mendadak ramai dipenuhi para pelayat. Mereka berdatangan usai mendapat kabar bahwa Ferry menjadi salah satu korban tewas dalam tragedi Mekah itu.

Di balik duka yang merundung, kedua orangtua serta istri Ferry Linda Marlinda berusaha tegar. Sesekali senyum dengan wajah sembab diperlihatkan mereka kala menerima ucapan belasungkawa dari para kerabat.

Linda Marlinda (30) istri Ferry menceritakan, kabar meninggalnya suami tercinta diterima dari pihak Kementerian Agama RI pada Minggu (13/9/2015) sekitar pukul 11.00 WIB. Keluarga pun menerima jika jenazah Ferry harus dimakamkan di Tanah Suci.

Berdasarkan keterangan Kemenag RI, Ferry meninggal setelah sempat menjalani pertolongan medis di rumah sakit setempat.

Tak ada firasat apapun yang dirasakan istri nan tegar itu. Ia dan keluarga besar mengaku ikhlas atas kepergian Ferry dalam menjalani rukun Islam kelima itu. Kejadian ini menurutnya sudah takdir Yang Maha Kuasa.

“Enggak ada firasat atau tanda apapun terkait kematian Ferry. Hanya saja, kita beberapa hari belakangan ini panik banget, karena tak ada kabar dari pemerintah sebelumnya. Mereka hanya merilis jumlah korban, namun tak ada nama-namanya. Almarhum pun akan dimakamkan di Tanah Suci,” ucap Linda.

Sementara rekan almarhum Ferry, Syamsi Hadi (37) menuturkan, terakhir kontak dengannya ketika hendak berangkat haji. Ferry merupakan sosok teman yang baik dan suka bergaul serta rajin beribadah.

“Almarhum dikenal sebagai orang yang ramah dan mudah bergaul. Ia pun aktif dalam organisasi keagamaan. Korban punya satu orang putri, dan bekerja di PT Freeport,” kata Syamsi Hadi kepada Liputan6.com di rumah duka.

Sementara itu Kepala Daerah Kerja (Mekah)Mekah Arsyad Hidayat mengumumkan, ada 7 jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia dalam peristiwa itu.

Sedang 41 lainnya terluka. 10 Orang di antara 41 jemaah itu telah dipulangkan ke pemondokan.

“Kami atas nama pemerintah dan penyelenggara ibadah haji, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya jemaah haji yang jadi korban jatuhnya crane. Semoga amal ibadah mereka diterima Allah, dan keluarga mendapat kesabaran, dan kita semua mendapatkan hikmahnya,” ucap Arsyad.

“Sebanyak 30 orang masih dirawat di RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi) dan satu orang dirawat di BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia) Mekah,” imbuh dia.

Namun tragedi Mekah tak membuat para calon jemaah takut berangkat ke Tanah Suci. Seperti Sanusi, calon jemaah haji asal Buleleng, Bali yang kini menginjak usia 95 tahun.

Bagi sang kakek, usia senja bukan penghalang untuk menunaikan ibadah haji. Sang kakek nampak sehat dan bersemangat.

Dia mengaku tak memiliki resep khusus untuk bisa tetap fit di usia yang tak lagi muda. Hanya minum air tanah dari sumur setiap bangun tidur. Sebelum meminumnya, Sanusi tak lupa membaca salawat Nabi terlebih dahulu.

“Tidak ada resep khusus, tapi kalau dianggap resep, saya selalu minum air putih pada setiap bangun tidur. Air putih itu dari sumur, bukan air plastik (air kemasan),” ujar dia.

Hingga 12 September 2015 pukul 17.00 waktu Arab Saudi tercatat 77,7 persen atau 120.613 jemaah haji Indonesia telah berada di Mekah.

Dan di balik kabar duka tragedi Mekah itu, ada secuil berita bahagia untuk para umat Islam di Tanah Air. Indonesia dan Arab Saudi sepakat mulai tahun depan akan menambah jumlah kuota haji sebesar 10 ribu hingga total menjadi 178 ribu orang.

Hal ini disepakati usai Presiden Jokowi menggelar pertemuan bilateral dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada Sabtu 12 September 2015.

Sejak tahun 2013, pemerintah Arab Saudi memang mengurangi kuota haji dari negara-negara pengirim jemaah. Kebijakan itu diterapkan menyusul proyek perluasan Masjidil Haram yang tengah berlangsung. Saat ini kuota haji Indonesia sebesar 168 ribu anggota jemaah.

Sumber : Liputan6