PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Manufaktur

Sektor Manufaktur AS Melemah, ‘Riverdale Mills’ | PT Bestprofit

BD338227-4039-42CB-BC79-E15EBB70C7D7_w1023_r1_s

PT Bestprofit (20/2) – NORTHBRIDGE, MASSACHUSETTS — Namun, pada saat bersamaan, sebuah pabrik kecil di Massachusetts telah merekrut, memperluas perusahaan dan mengekspor produknya. Riverdale Mills berharap bisa semakin berkembang dengan membuat produk-produk yang tidak biasa dan membangun angkatan kerja yang kuat.

Jaring logam dicelupkan ke dalam berton-ton timah sari cair di Riverdale Mills di Northbridge, Massachusetts, yang terletak sekitar satu jam perjalanan dari Boston. Ini merupakan bagian dari proses yang rumit pembuatan berbagai produk tahan karat.

Ketika banyak pabrik memecat pekerjanya, Dennis Meola di Riverdale Mills justru melatih sejumlah pekerja baru.

“Operator kami yang berpengalaman melatih orang baru. Kami mulai melatih seorang karyawan dengan satu orang baru hari ini.”

Riverdale Mills membuat materi yang telah merevolusi penangkapan lobster dengan bahan dan proses yang unik. Perusahaan ini menerapkan pelajaran yang diperoleh dari penangkapan lobster untuk membuat pagar keamanan, termasuk sejumlah pagar yang digunakan untuk melindungi perbatasan.

CEO Riverdale Jim Knotts mengatakan untuk mempertahankan penjualan produknya di dalam dan luar Amerika, ia butuh lebih dari sekedar mesin.

“Kunci keberhasilan di pasar domestik dan global adalah kita harus memiliki pekerja terlatih yang mampu membuat produk-produk yang lebih baik dibanding yang dibuat orang lain di seluruh dunia,” katanya.

Mesin-mesin berukuran sangat besar yang bisa mengelas ratusan produk sekaligus, ditingkatkan kapasitasnya dengan biasa sangat mahal. Lebih banyak otomatisasi adalah alasan yang membuat pabrik-pabrik Amerika menghasilkan produksi dalam jumlah yang sama dengan lebih sedikit tenaga kerja.

Tom Kochan di MIT mengatakan sejak tahun 1980an otomatisasi dan perdagangan telah memangkas sepertiga lapangan kerja pepabrikan di Amerika. Ditambahkannya, para pengusaha secara keliru menilai tenaga kerja hanya sebagai biaya yang harus diminimalisir, bukan aset.

“Begitu ada teknologi baru yang mereka pikir dapat mengganti tenaga kerja dengan teknologi, mereka cenderung bergerak ke arah itu. Seringkali mereka bahkan menanam investasi terlalu besar untuk teknologi dan hanya sedikit investasi untuk pekerja, dan pada akhirnya biaya produksi tetap tinggi,” ujar Kochan.

Seorang ilmuwan peneliti di MIT – Andrew McAfee – mengatakan sistem pendidikan Amerika mengajarkan keahlian yang sudah ketinggalan 50 tahun.

“Kita perlu mendorong kreatifitas. Saya kira kita tidak saja perlu mendorong kemampuan menyelesaikan persoalan, tetapi kemampuan menentukan apa persoalan yang mungkin muncul nanti dan bagaimana mengantisipasinya. Kinerja teknologi dalam hal itu masih kurang memuaskan,” paparnya.

McAfee mengatakan orang akhirnya akan beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja, sama seperti yang dilakukan pendahulu mereka ketika perekonomian Amerika beralih dari pertanian ke pepabrikan. Ini merupakan transisi sangat sulit yang terjadi ketika gedung yang kini menjadi pabrik Riverdale Mills memproduksi bayonet untuk pasukan Union dalam Perang Saudara Amerika.[em/ds]

Sumber Voa Indonesia

Akibat Apresiasi Dollar Terhadap Bisnis Manufaktur AS

amerika-700x357
BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/5) – Pekan lalu berbagai data kinerja manufaktur di negara-negara maju telah dirilis. Kinerja manufaktur di Tiongkok, Jepang dan Inggris masih menunjukkan pergerakan yang belum memuaskan, demikian juga dengan Amerika Serikat (AS). Pasalnya, laju ekspansi di sektor manufaktur AS untuk periode April yang dikeluarkan oleh Institute for Supply Management tidak mengalami perubahan skor indeks dari bulan sebelumnya.

ISM melaporkan bahwa skor PMI manufaktur AS di bulan April masih tercatat sebesar 51,5, sama dengan bulan sebelumnya. Meski tidak mengalami perubahan dari bukan sebelumnya, kinerja manufaktur di negara ini masih tercatat mengalami ekspansi karena masih mencatat skor diatas 50.

Meskipun mencatat pertumbuhan yang stagnan, mnurut laporan ISM, sekitar 15 dari 18 industri manufaktur di AS melaporkan pertumbuhan yang cukup baik pada bulan April jika dibandingkan dengan ulan sebelumnya. Hal ini terlihat dari naiknya indeks pesanan baru menjadi 53,5 pada April dari 51,8 pada bulan Maret, sementara indeks produksi juga naik menjadi 56,0 pada bulan April dari 53,8 di bulan Maret.
Namun di sisi lain, indeks kerja turun menjadi 48,3 pada bulan April dari 50,0 pada bulan sebelumnya, hal ini mencerminkan adanya kontraksi terhadap pekerjaan di sektor manufaktur. ISM juga melaporkan bahwa indeks harga naik tipis menjadi 40,5 pada bulan April dari 39,0 pada bulan Maret. Ke depan sektor manufaktur AS yang berorientasi ekspor ini diperkirakan masih harus berjuang untuk memulihkan laju ekspansinya, terutama dalam menghadapi apresiasi Dolar AS yang masih berlangsung hingga hari ini.
Sumber : Vibiznews