PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Laba

Pendapatan Bisnis Awal Tahun Merosot, Laju Saham UNTR Gagal Sentuh Resistance

untr1-700x357

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/4) – Hingga kuartal I tahun 2015, PT United Tractors Tbk (UNTR) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 3,8 persen menjadi Rp1,63 triliun atau Rp439 per saham, dibandingkan dengan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,57 triliun atau Rp423 per saham. Namun kenaikan laba tersebut tidak diikuti pendapatan bersih yang malah mengalami penurunan menjadi Rp12,64 triliun dari pendapatan bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,90 triliun sehingga laba bruto juga turun menjadi Rp2,57 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,81 triliun.

Adapun beban penjualan turun jadi Rp125,65 miliar dari beban penjualan tahun sebelumnya Rp148,68 miliar, dan beban lain-lain turun jadi Rp11,79 miliar dari beban lain-lain tahun sebelumnya Rp183,11 miliar. Laba sebelum pajak naik menjadi Rp2,22 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,06 triliun. Disisi neraca keuangan, hingga hingga Maret 2015 total aset perseroan mencapai Rp65,02 triliun, naik dari jumlah aset per Desember 2014 yang sebesar Rp60,29 triliun.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (28/4/15) saham UNTR ditutup turun 0,9% pada level 22,500 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 22,700 dan bergerak dalam kisaran 21,975 – 22,425 dengan volume perdagangan saham mencapai 3,68 juta lembar saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham UNTR sejak awal bulan Maret terlihat terus mengalami penguatan dan sempat bergerak menyentuh level resistance namun saat ini pergerakannya dalam koreksi, terpantau indikator MA sudah bergerak sideways dan pola Black Marubozu Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan UNTR dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju UNTR masih akan dalam tren menguat dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan UNTR. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp20600 hingga target resistance di level Rp24500.

 

Sumber : Vibiznews

Saham AS Ditutup Flat Mendekati Rekornya Ditengah Laba Perusahaan

Bursa+Saham+AS-OK

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/2) – Saham AS flat mendekati level tertinggi sepanjang masa karena penurunan pada Hewlett-Packard Co dan Apple Inc mengimbangi kenaikan di antara perusahaan ritel ditengah laba perusahaan.

Hewlett-Packard jatuh 9,9% setelah pihaknya mengatakan laba menuurun dikarenakan penguatan dolar. Saham Apple turun 2,6% karena saham teknologi merosot 0,7%. Chesapeake Energy turun 9,6% seiring laba jatuh pendek dari proyeksi analis. Dollar Tree Inc dan TJX Cos naik lebih dari 2,2%.

Indeks Standard & Poor 500 turun kurang dari 0,1% menjadi 2,113.83 pada 16:00 sore di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 15,38 poin, atau kurang dari 0,1% , ke rekornya menjadi 18,224.57. Nasdaq Composite kehilangan kurang dari 1 poin, mengakhiri rally 10-hari yang membawa indeks tersebut ke dalam 1,6% dari rekor 2000-nya.(yds)

Sumber: Bloomberg

Laba Awal Tahun Merosot, Pergerakan ISAT Mulai Tertekan

isat-700x357
Tahun 2013 PT Indosat Tbk mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar yaitu sebesar Rp23,885 triliun atau naik 6,8 persen dibandingkan 2012 yang senilai Rp22,42 triliun. Laba usaha perusahaan di 2013 mengalami penurunan yaitu Rp1,5 triliun dibandingkan 2012 sebesar Rp3,2 triliun. Sementara itu beban perusahaan mengalami peningkatan di 2013 sebesar Rp22,3 triliun dibandingkan 2012 yaitu Rp19,228 triliun.
Jumlah aset di 2013 sebesar Rp54.52 triliun, meningkat dibandingkan 2012 senilai Rp55,23 triliun. ISAT juga melaporkan Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) di 2013 mengalami penurunan yaitu Rp10,38 triliun dibandingkan 2012 sebesar Rp10,54 triliun.
Jumlah pelanggaran seluler Indosat di 2013 sebanyak 59,6 juta pelanggan, yang menunjukkan peningkatan 1,9 persen dibandingkan 2012 sebesar 58,5 juta orang. Jumlah tersebut menurut dia terdiri pelanggan prabayar sebanyak 58,8 juta orang di 2013 dibandingkan 2012 sebesar 57,8 juta pelanggan. Lalu untuk pelanggan pascabayar meningkat 23,7 persen di 2013 sebanyak 0,8 juta pelanggan dibandingkan 2012 sebanyak 0,6 juta pelanggan,’ katanya.
PT Indosat mencatatkan peningkatan signifikan dalam penggunaan data oleh para pelanggannya yaitu di 2013 sebesar 12.316 terabyte. Angka itu menurut dia meningkat dibandingkan 2012 sebesar 4.500 terabyte. Untuk internet ‘wholesale’ di 2013 sebesar 45.106 Mbps, meningkat dibandingkan 2012 sebesar 21.608 Mbps
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Jumat (23/5/14), saham ISAT dibuka dilevel 4,075 dan bergerak dikisaran 4,040 – 4,075. Volume perdagangan saham ISAT mencapai 166 ribu lot saham.
Melihat indikator teknikal, harga saham ISAT saat ini telah masuk dalam area jenuh beli dan akan terkoreksi turun. Terpantau indikator MA terus bergerak turun menuju bolinger band bawah. Selain itu indikator stochastic menunjukan harga yang berada pada zona jenuh beli mengindikasikan harga akan segera turun ke zona tengah.
Sementara itu indikator ADX bergerak flat ketika  +DI menunjukan bergerak melemah di level 25, hal ini menunjukan penguatan ISAT akan segera berkurang. Diprediksi kenaikkan ISAT akan terkoreksi. Dengan kondisi fundamental dan teknikalnya, maka harga masih akan bergerak konsolidasi di level support Rp 3812 hingga resistance Rp 4520.
Sumber : Vibiznews