PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Komoditi

Saham Jepang Jatuh Pasca Gain Senin Terkait Turunnya Saham Komoditi

72ea1bdec219eb7c1f73a429a845ceb6
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/12) – Saham Jepang jatuh, dengan indeks Topix turun dari kenaikan terbesarnya dalam dua minggu terakhir, karena saham komoditas memimpin penurunan menyusul pelemahan saham AS.
Indeks Topix turun sebesar 0,3 persen menjadi 1,524.84 pada 09:09 pagi di Tokyo, dengan 26 dari 33 kelompok industri jatuh. Indeks tersebut mencatat kenaikan terbesar sejak 17 Desember di Senin pada omset terendah dalam setahun. Indeks Nikkei 225 Stock Average kehilangan 0,3 persen menjadi 18,824.74. Yen diperdagangkan sedikit berubah pada 120,35 per dolar setelah jatuh untuk pertama kalinya dalam lima hari kemarin.
Indeks berjangka Standard & Poor 500 tidak berubah. Indeks tersebut turun 0,2 persen pada hari Senin setelah melanjutkan perdagangan pasca liburan Natal. Perusahaan energi kembali menjalankan peran mereka yang dikenal sebagai pemain terburuk pasar, sementara gain pada Amazon.com Inc dan Walt Disney Co membantu menghentikan penurunan.
Minyak memimpin penurunan di antara komoditas Senin, merosot 3,4 persen dari tiga minggu tertingginya terkait Iran yang mengulangi tujuannya untuk meningkatkan ekspor setelah sanksi terhadap negara itu dicabut. Penurunan laba industri China juga menekan sentimen terhadap bahan baku.(mrv)
Sumber: Bloomberg

S & P 500 Naik Untuk Hari Ketiga Terkait Komoditas Tahan Penurunan, Minyak Gain

saham

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/12) – Indeks Standard & Poor 500 naik untuk hari ketiga, menghapus penurunan untuk tahun ini, terkait saham energi yang mengalami kenaikan terbaiknya dalam hampir tiga bulan terakhir dan data belanja konsumen mendorong optimisme terhadap perekonomian.

Perusahaan komoditas melonjak untuk hari kedua setelah minyak mentah menguat ke dua minggu tertingginya dan industri yang memperoleh optimisme bahwa ekonomi China dan Amerika akan memicu permintaan untuk sumber daya. Chevron Corp. menguat 3,9 persen dan penambang tembaga Freeport-McMoRan Inc melonjak 16 persen untuk keuntungan terbesar sejak bulan Agustus. Celgene Corp naik 9,8 persen setelah menetap mengakhiri sengketa hak paten atas obat terlaris nya. Micron Technology Inc kehilangan 2,2 persen setelah penjualan kuartalannya diluar perkiraan.

Indeks Standard & Poor 500 naik 1,2 persen menjadi 2,064.29 pada 04:00 sore di New York, terkait reli tiga hari dari 2,9 persen menghapus penurunan untuk tahun ini. Dow Jones Industrial Average naik 184,93 poin, atau 1,1 persen, ke 17,602.20. Indeks Nasdaq Composite naik 0,9 persen. Perdagangan di saham S & P 500 berada di 16 persen lebih rendah dari rata-rata 30-harinya. Bursa AS akan ditutup lebih awal pada hari Kamis untuk liburan Natal dan dibuka kembali pada 28 Desember.

Ekuitas memperpanjang reli di minggu singkat liburan ini, pulih dari penurunan ke level terendah dua bulan karena data menunjukkan kesediaan konsumen untuk optimisme berbelanja mendukung prospek pertumbuhan. Investor terbebani  beberapa kekalahan terbesar tahun ini untuk mencari barang murah antara energi dan saham bahan mentah.
Sebuah laporan hari ini menunjukkan kenaikan belanja konsumen pada bulan November didampingi oleh meningkatnya upah dan kecilnya inflasi, menunjukkan bagian terbesar dari ekonomi AS akan terus mendukung pertumbuhan. Data terpisah menunjukkan pesanan untuk barang modal AS turun pada bulan November untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, menunjukkan usaha mulai tercampur investasi baru setelah lonjakan kuartal ketiga.
Sumber: Bloomberg

Komoditi Perkebunan Laku Keras Tapi Ekspor Timah Nyaris Anjlok Hingga 100%

TIMAH-700x357

BESTPROFIT FUTURES MALANG (16/9) – Badan Pusat Statistik (BPS) telah melaporkan kemarin  (15/9) bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia tercatat sebesar US$ 433,8 juta pada Agustus 2015 lalu atau turun jika dibandingkan dengan perolehan yang tercatat di bulan sebelumnya yaitu sebesar US$ 1,33 miliar. Angka tersebut merupakan selisih lebih antara ekspor dan impor, yang masing-masing membukukan nilai masing-masing sebesar US$ 12,7 miliar dan US$ 12,27 miliar. Secara rinci kinerja ekspor pada bulan lalu tercatat meningkat 10,79 persen (mom), sementara impor tumbuh lebih tinggi, yakni mencapai 21,69 persen (mom).

Ekspor nonmigas Agustus 2015 mencapai US$11,17 miliar, naik 11,23 persen dibanding Juli 2015, sedangkan dibanding ekspor Agustus 2014 turun 5,99 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2015 terhadap Juli 2015 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$237,1 juta (121,75 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada timah sebesar US$103,8 juta (99,96 persen). Sedangkan jika menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode Januari-Agustus 2015 turun 7,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 9,15 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik 1,77 persen.

Jika kriteria ekspor non migas dipersempit dalam kriteria HS 2 digit maka nilai ekspor komoditi lainnya yang juga bukukan peningkatan antara lain kendaraan dan bagiannya meningkat US$ 147,8 juta atau naik 41,04 persen, mesin dan pesawat mekanik meningkat US$ 146,3 juta atau naik 37,26 persen. Lalu kopi, teh, dan rempah-rempah juga meningkat US$ 49 juta atau naik 49,06 persen, serta karet dan barang dari karet bukukan peningkatan terkecil hanya sebesar US$ 81,7 juta atau naik 16,75 persen. Sedangkan komoditi HS 2 digit yang mencatat penurunan terbesar adalah ekspor timah yang pada bulan lalu mencatat penurunan sebesar -US$ 103,8 juta atau turun -99,96 persen.

Tajamnya penurunan ekspor timah pada bulan lalu tidak lepas dari intervensi yang dilakukan pemerintah. Pasca penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 33 Tahun 2015 tentang perubahan Permendag No. 44/2014 tentang Ketentuan Ekspor Timah, volume perdagangan ekspor timah batangan Indonesia naik pesat. Dengan revisi Permendag tersebut, maka para eksportir timah diwajibkan memiliki sertifikat CnC yang bertujuan untuk menjamin ketelusuran asal barang. Maksudnya ialah asal usul bijih timah yang digunakan untuk bahan baku timah murni batangan harus CnC, sedangkan untuk timah solder dan barang lainnya dari timah harus dilengkapi bukti pembelian bahan baku tumah murni batangan dari bursa timah.

Perlu diketahui, sebelum peraturan ini resmi diberlakukan, volume ekspor timah pada Mei 2015 lalu misalnya menunjukkan bahwa volume transaksi perdagangan timah di Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI) berhasil mencapai 6.395 ton, atau melonjak 35,3% ketimbang April 2015 sebesar 4.725 ton. Lonjakan ekspor timah pada bulan-bulan lalu disebabkan oleh banyaknya perusahaan yang memanfaatkan waktu tersisa sebelum efektifnya Permendag Nomor 33/2015.

 

Sumber : Vibiznews