PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Komoditi

Saham Eropa Hentikan Rebound seiring Penurunan di Sektor Perbankan dan Komoditi

url

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/1) – Penurunan saham komoditas dan pemberi pinjaman mengakhiri reli di saham Eropa.

Stoxx Europe 600 Index turun 0,6 persen pada penutupan perdagangan hari ini di London. Seadrill Ltd memimpin penurunan, jatuh 8,9 persen seiring jatuhnya harga minyak setelah eksportir minyak mentah terbesar dunia mengatakan bahwa mereka menjaga investasi dalam proyek-proyek energi. Saham penambang juga turun, sementara pemberi pinjaman mengalami penurunan terdalam di antara kelompok industri.

Kekalahan pada harga komoditas sekali lagi membebani aset berisiko di tengah kekhawatiran bahwa perlambatan China akan merugikan pertumbuhan global. Pasca mencapai valuasi termurah dalam sekitar dua tahun pada hari Rabu lalu, Stoxx 600 berhasil meraih lonjakan dua hari terbesar sejak 2011 pada spekulasi stimulus. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengisyaratkan langkah-langkah lebih lanjut secepatnya pada bulan Maret.

Di antara saham aktif di berita perusahaan, Kingfisher Plc tenggelam 6,1 persen setelah pengecer home-improvement terbesar Eropa mengatakan bahwa laba jangka pendek akan meleset dari rencana lima tahun untuk meningkatkan keuntungan. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Bursa AS Berakhir di Zona Hijau Karena Menguatnya Saham Komoditi

statik.tempo.co

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/1) – Bursa saham AS naik di perdagangan sore untuk hari kedua, memperbaharui reli sebelumnya setelah produsen komoditas pulih dari kerugian dan saham teknologi menguat, sementara upaya China untuk menopang mata uangnya mendorong optimisme bahwa hal itu dapat meredam kekacauan yang telah mengguncang pasar keuangan global.

Ekuitas telah terhapus dalam dua sesi pertama setelah penurunan mingguan tertajam mereka dalam empat tahun, dengan reli awal menguap hanya untuk melihat badai saham kembali di jam terakhir perdagangan. Intel Corp. dan Apple Inc. serba kelompok teknologi untuk hari kedua berturut-turut, sementara perusahaan-perusahaan energi menghapus penurunan sebanyak 2,3 persen.

Indeks Standard & Poor 500 naik 0,8 persen menjadi 1,938.80 pada pukul 04:00 sore di New York, kenaikan terkuat dalam dua minggu setelah melewatkan hampir sepanjang hari dengan bergoyang antara keuntungan dan kerugian.

Kekhawatiran bahwa turbulensi dalam saham dan mata uang China akan menyebar ke perekonomian global telah mendorong penurunan di pasar saham pada tahun 2016 – S&P 500 membukukan permulaan tahun terburuk, turun 6 persen pada pekan lalu. Langkah-langkah China hari ini untuk mempertahankan yuan membantu meredakan kekhawatiran investor tentang pendaratan keras dalam perekonomian negara, memicu lonjakan rekor dalam tingkat pasar uang Hong Kong dan menghalangi spekulan untuk bearish.(frk)

Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Jatuh Pasca Gain Senin Terkait Turunnya Saham Komoditi

72ea1bdec219eb7c1f73a429a845ceb6
BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/12) – Saham Jepang jatuh, dengan indeks Topix turun dari kenaikan terbesarnya dalam dua minggu terakhir, karena saham komoditas memimpin penurunan menyusul pelemahan saham AS.
Indeks Topix turun sebesar 0,3 persen menjadi 1,524.84 pada 09:09 pagi di Tokyo, dengan 26 dari 33 kelompok industri jatuh. Indeks tersebut mencatat kenaikan terbesar sejak 17 Desember di Senin pada omset terendah dalam setahun. Indeks Nikkei 225 Stock Average kehilangan 0,3 persen menjadi 18,824.74. Yen diperdagangkan sedikit berubah pada 120,35 per dolar setelah jatuh untuk pertama kalinya dalam lima hari kemarin.
Indeks berjangka Standard & Poor 500 tidak berubah. Indeks tersebut turun 0,2 persen pada hari Senin setelah melanjutkan perdagangan pasca liburan Natal. Perusahaan energi kembali menjalankan peran mereka yang dikenal sebagai pemain terburuk pasar, sementara gain pada Amazon.com Inc dan Walt Disney Co membantu menghentikan penurunan.
Minyak memimpin penurunan di antara komoditas Senin, merosot 3,4 persen dari tiga minggu tertingginya terkait Iran yang mengulangi tujuannya untuk meningkatkan ekspor setelah sanksi terhadap negara itu dicabut. Penurunan laba industri China juga menekan sentimen terhadap bahan baku.(mrv)
Sumber: Bloomberg