PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Jokowi

Presiden: Pembangunan Infrastruktur Pertanian | Best Profit

184021820160802-101757-3459-presiden.jokowi-.resmikan-.pameran-.lukisan-.istana-780x390

Best Profit (8/5) – Pemerintah terus membangun infrastruktur pertanian, mulai dari waduk, embung, hingga irigasi sekunder dan tersier. Tujuannya adalah adanya ketersediaan air yang memadai untuk pertanian.

“Pertanian itu kuncinya di air, kalau airnya enggak ada dari mana kita mau menanam?” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi Aceh bersama dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (8/5/2017).

Pemerintah telah membangun 49 waduk besar yang tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke. “Banyak sekali, banyak sekali tapi yang paling banyak di Nusa Tenggara Timur karena di situ sangat membutuhkan sekali,” ujar dia.

Presiden Jokowi juga telah memerintahkan Menteri Pertanian dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk membangun embung-embung kecil. “Target kita tahun ini 30 ribu embung harus jadi,” ucapnya.

Selain itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman pun menjanjikan pembangunan irigasi sekunder dan tersier akan tuntas tahun ini sebagaimana yang dijanjikannya pada tiga tahun yang lalu.

“Bagaimana masalah irgasi sekunder tersier? Menteri Pertanian menyampaikan sampai saat ini sudah mencapai tiga juta hektare, betul Pak Menteri? Saya belum menghitung, Pak Menteri sudah menghitung. Kalau kurang, awas,” kata Presiden Jokowi yang disambut tepuk tangan.

Presiden mengingatkan kepada gubernur, walikota, dan bupati untuk mulai mencari tanaman-tanaman unggulan di daerah yang memiliki harga jual yang baik. “Jangan kita ini terpaku pada tanaman-tanaman tertentu saja,” ucap dia.

Kakao dan kopi adalah contoh dari komoditas yang memiliki harga jual yang baik. Untuk kakao misalnya, permintaan di dalam negeri tinggi tapi pasokan masih kurang. “Kopi harganya juga naik terus,” ucap Jokowi.

Komoditas lainnya yang disebut Presiden adalah mete. “Mete itu harganya juga baik. Kenapa tidak kita tanam?” tutur dia.

Sumber : Liputan6

Menko Polhukam: SBY Bertemu Jokowi, Kita Jangan | Bestprofit

034013300_1489047441-20170309-Jokowi-Bertemu-SBY-di-Istana-Angga-10

Bestprofit (10/3) – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, setiap pertemuan antarpejabat ataupun mantan pejabat negara merupakan hal yang lumrah. Karena itu, ia meminta, pertemuan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu diributkan.

“Biarkan saja antara presiden dan mantan presiden bertemu. Kita tunggu saja pembicaraan apa nanti, pasti ada penjelasan dari kedua Beliau tersebut,” ucap Wiranto di Jakarta Pusat, Kamis (9/3/17).

Bahkan, ia menilai, pertemuan dua tokoh tersebut seharusnya disyukuri. Sebab, menurutnya, Presiden Jokowi dan SBY sedang membincangkan berbagai masalah di Indonesia.

“Harapan saya itu setiap pertemuan silahturahmi itu selalu positif. Jangan kemudian curiga ada apa-apa kita ingin tahu saja, kita jangan kepo, syukuri hasilnya seperti apa nanti,” ujar dia.

Jokowi Bertemu SBY

Sebelumnya, Presiden Jokowi menerima kunjungan SBY di Istana Merdeka. Jokowi menjamu SBY sembari minum teh di beranda Istana Merdeka.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengaku membahas berbagai hal, seperti situasi politik dan ekonomi Indonesia.

“Berbicara banyak hal baik yang berkaitan dengan politik nasional, baik yang berkaitan dengan ekonomi nasional. namanya diskusi kan banyak hal dan hal hal yang lain-lainnya,” beber Jokowi.

SBY mengaku senang bisa bertemu Presiden Jokowi dan mengatakan dalam pertemuan itu dia dan Jokowi dapat saling klarifikasi menjelaskan segala berita simpang siur yang selama ini beredar.

Sebelum pertemuan, SBY kerap menyampaikan keterangan pers terkait kondisi dan isu terkini. Ketua Umum Partai Demokrat itu menyebut ada kesalahpahaman antara informasi yang dia dapat dengan yang diketahui Jokowi.

SBY mengatakan dengan adanya pertemuan ini, sudah tidak ada lagi salah paham antara dirinya dengan Jokowi. “Insya Allah, insya Allah (tidak ada),” kata SBY di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Sumber : Liputan6

Berbagai Upaya Presiden Jokowi Menguatkan Ekonomi Indonesia : Penetrasi di Berbagai Konferensi Hingga Koordinasi Meraih Investasi

000057200_1415178102-Ilustrasi-Jokowi-20141105-Johan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/11) – Berbagai kegiatan nasional mewarnai pekan keempat di bulan November 2015. Sebagian besar merupakan hasil pelaksanaan berbagai event Konferensi Tingkat Tinggi, dimana Presiden Joko Widodo banyak terlibat dalam rangka memperoleh kerjasama yang dapat memberikan kontribusi untuk memperkuat ekonomi, kemanusiaan, lingkungan dan berbagai upaya untuk memperkuat stabilitas negara Indonesia.

Berbagai Konferensi Tingkat Tinggi

Berbagai Konferensi Tingkat Tinggi dan Pertemuan Internasional yang terjadi pada minggu terakhir di biulan November ini adalah :

KTT ASEAN-AS

KTT ke 3 ASEAN-AS berlangsung di Kuala Lumpur Convention Center, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (21/11). KTT ke-3 ASEAN – AS itu dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, PM Malaysia Najib Abdul Razak selaku Ketua ASEAN dan Kepala Negara/Kepala Pemerintahan Negara di ASEAN. Indonesia yang diwakili oleh Presiden Jokowi mengharapkan kemitraan tersebut diharapkan mampu berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan. Juga perlunya peningkatan kerjasama penanganan perubahan iklim.   Presiden Jokowi kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk mengurangi 29% emisi di bawah business as usual pada tahun 2030.  Presiden Jokowi berharap kemitraan ASEAN-AS ini dapat ditujukan bagi pemberantasan IUU Fishing.

KTT Asia Timur

Presiden Joko Widodo menyampaikan dua hal yang dinilai sangat penting bagi masa depan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (22/11).. Pertama, memajukan kerja sama maritim sebagai prioritas baru dalam kerja sama KTT Asia Timur. Presiden Jokowi juga memberikan apresiasi kepada seluruh negara KTT Asia Timur atas dukungan yang diberikan bagi prakarsa Indonesia mengenai EAS Statement on Enhancing Regional Maritime Cooperation yang akan disahkan pada KTT kali ini.


KTT ASEAN-PBB

Presiden Jokowi pada KTT ke-7 ASEAN-PBB di Kuala Lumpur, Minggu (22/11) menggarisbawahi tiga prioritas kerjasama ASEAN-PBB di masa datang. Prioritas pertama adalah mendorong implementasi Rencana Kerja ASEAN-PBB tahun 2016-2020, khususnya pada empat sektor prioritas, yakni UMKM, maritim, ketahanan pangan, dan penanganan migrasi ilegal.

Prioritas kedua, menurut Presiden, kerjasama ASEAN dan PBB harus dapat menjawab tantangan non-tradisional, yaitua pemberantasan ekstremisme, radikalisme dan terorisme dengan mengatasi akar permasalahan secara menyeluruh, serta penanggulangan penyakit menular seperti Ebola dan MERS melalui pemajuan sistem kesehatan. Sementara itu, prioritas ketiga adalah bahwa kerjasama ASEAN-PBB memerlukan komitmen bersama untuk menghadapi ancaman kemanusiaan global.

Sidang Dewan International Maritime Organization

Berdasarkan hasil rekapitulasi dukungan per pukul 10.06 A.M. (waktu London), Jumat (27/11), Indonesia dengan perolehan 127 suara, berhasil mempertahankan posisi dan terpilih kembali sebagai Anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori “C” periode 2015-2017 pada pemilihan yang dilaksanakan dalam Sidang ke-29  IMO Assembly di Kantor Pusat IMO di London, Inggris.

Dengan posisi tersebut, diharapkan akan semakin memperkuat posisi tawar Indonesia di dunia Internasional khususnya terkait isu kemaritiman sesuai dengan prioritas program pembangunan Indonesia selama 4 tahun ke depan, sebagai poros maritim dunia.

KTT Perubahan Iklim

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Forum COP 21 akan berlangsung pada 30 November – 1 Desember di Paris, Perancis, yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo di antara sekitar 135 kepala negara dan pemerintahan dunia.

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi ingin menyampaikan kontribusi Indonesia dalam isu perubahan iklim, terutama dalam mendorong terealisasinya secara penuh prinsip common but differentiated responsibility. Hal ini penting agar negara berkembang dapat berkontribusi lebih besar dalam isu perubahan iklim.Dalam Forum COP 21 itu, Presiden Jokowi akan menyampaikan langkah-langkah konkrit Indonesia dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, terutama perbaikan tata kelola lahan gambut.

Selain itu, di sela-sela pelaksanaan rangkaian Forum COP 21 nanti, Presiden Jokowi direncanakan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan kepala negara dan pemerintahan: Belanda, Norwegia, India dan Afrika Selatan.

 

Seperti yang Presiden Joko Widodo tegaskan ketika bertemu dengan Liga Parlemen Indonesia Jepang, di Istana Negara, Jakarta, Senin (23/11), bahwa pemerintah Indonesia akan terus menunjukkan konsistensinya dalam upaya memperbaiki fundamental perekonomian nasional, maka selain menjalankan berbagai Paket Kebijakan Ekonomi yang sudah mencapai jilid keenam, Presiden Jokowi juga terus berupaya melakukan tindakan baik melalui berbagai pertemuan bilateral, koordinasi dengan para menterinya, maupun pertemuan dengan berbagai kepala daerah, dan kunjungan langsung ke berbagai daerah maupun even nasional, dengan tujuan memperkuat ekonomi Indonesia.

Kerjasama Bilateral

Kerjasama RI-Vietnam

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Vietnam Nguyen Tan Dung di Ruang Pertemuan Bilateral KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (22/11) di sela-sela acara KTT ke-27 ASEAN dengan tujuan meningkatkan kerjasama di sektor perdagangan dan investasi. Kedua Kepala Negara itu sepakat untuk mewujudkan target perdagangan sebesar 10 Miliar dollar AS pada tahun 2018. Saat ini, nilai perdagangan kedua negara hampir mencapai USD 6 miliar. Juga sepakat untuk menyegerakan penyelesaian negosiasi Exclusive Economic Zone (EEZ) atau Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara kedua negara.

Pertemuan Jokowi-Abe

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe di Ruang Pertemuan KLCC, Kuala Lumpur Malaysia, Minggu (22/11). Dalam pertemuan disepakati untuk meningkatkan kerjasama yang dapat mengeratkan hubungan kedua negara, terutama di bidang infrastruktur seperti pembangkit listrik, pelabuhan dan lainnya. Juga kerjasama juga dilakukan di bidang politik dan pertahanan dimana Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara akan melakukan pertemuan, yang akan dilakukan di Jepang pada Desember 2015.

Presiden Jokowi Bertemu Deputi PM Singapura

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri (PM) Singapura Teo Chee Hean, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/11).

Beberapa isu dibahas dalam pertemuan itu. Yang pertama adalah penegasan kembali bahwa Indonesia dan Singapura adalah mitra yang sangat penting karena Singapura adalah investor yang paling besar untuk Indonesia, dan perdagangan kita dengan Singapura juga sangat besar.

Isu kedua yang dibahas, lanjut Menlu, adalah sebagai tindak lanjut dari kunjungan Presiden jokowi ke Singapura waktu itu sempat dibahas masalah Batam-Bintan–Karimun.

Kemudian yang ketiga, juga dibahas mengenai masalah asap. Menurut Menlu, Singapura menyatakan komitmennya untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam konteks prevensinya ke depan.

Juga dibicarakan mengenai FIR (Flight Information Region). Ia menyebutkan, Indonesia saat ini tengah mempersiapkan persiapan teknis dalam rangka pada satu titik nanti, mengambil kembali FIR kita yang dipegang Singapura.

 

Koordinasi dengan Para Menteri dan Kepala Daerah

Tugas Menteri Menindaklanjuti Kesepakatan Ekonomi dan Investasi

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (23/11), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat masih dijumpai persoalan yang terkait dengan tindak lanjut kesepakatan dan investasi antara Pemerintah Indonesia dengan berbagai negara. Padahal  kehadiran investasi, terutama Foreign Direct Investment diperlukan untuk membantu menggerakkan roda perekonomian di tanah air.

“Untuk itulah, Presiden mengambil langkah terobosan dengan menunjuk beberapa Menteri untuk mendapatkan tugas tambahan  mengawal  dan memastikan tindak lanjut berbagai kesepakatan ekonomi dan investasi yang telah dibuat antara Indonesia dengan negara-negara sahabat,” terang Seskab.

Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2015

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, ada lima tolok ukur hal-hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota, serta pemerintah pusat.

“Yang pertama adalah, pertumbuhan ekonomi. Yang kedua adalah, tingkat pengangguran. Yang ketiga adalah, angka kemiskinan. Yang keempat adalah, inflasi. Yang kelima adalah, gini rasio atau masalah kesenjangan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2015, yang diselenggarakan di Hotel Grand Clarion, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/11) malam.

Menurut Presiden Jokowi, pertumbuhan ekonomi kita di kuartal III ini berada pada posisi 4,73%, tingkat pengangguran bisa dilihat 6 koma, angka kemiskinan 11 koma, inflasi sampai Oktober ini 2,16%, gini rasio juga pada angka yang perlu perhatian khusus 0,41.

Presiden memperkirakan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2015 ini akan berada pada kisaran angka 4,7-4, 4,8-4,9. Tetap inflasinya kalau tahun lalu kira-kira 8 lebih sedikit (8,5), inflasi tahun ini insya Allah berada pada posisi di bawah 4.

Dikatakan Presiden Jokowi, kita punya pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi inflasinya lebih tinggi tidak ada artinya. Karenanya daerah diharapkan bisa mengendalikan inflasi melalui TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah).

Untuk itu, Presiden Jokowi  berharap seluruh Gubernur/Bupati/Walikota terus tahun depan tekan lagi angka inflasi agar bisa di bawah 3. Tahun depannya agar bisa di bawah 2. “Terus akan kita lakukan itu terus. Karena rata-rata kalau di Eropa, di negara-negara maju biasanya masih di bawah 2,” tuturnya.

 

Berbagai Even Nasional

Penghargaan Produktivitas Paramakarya tahun 2015

Presiden Jokowi menyerahkan penghargaan produktivitas Paramakarya tahun 2015 kepada 22 perusahaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/11). Presiden Jokowi mengingatkan bahwa era sekarang adalah era persaingan, era kompetisi, yang melibatkan antar negara, bukan lagi antar perusahaan. Dalam upaya memenangkan persaingan, baik di MEA, TPP maupun FTA-EU, Presiden sudah memerintahkan Menteri Perdagangan untuk menyiapkan Badan Promosi Ekspor khusus melakukan  penetrasi  ke pasar negara lain, dan  Dewan Penunjang Ekspor, yang akan mengurusi peningkatan citra produk dalam negeri untuk siap ekspor.

 

Hari Menanam Pohon Indonesia

Presiden Jokowi menghadiri peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dan Bulan Menanam Nasional, yang diselenggarakan di Taman Hutan Raya Sultan Adam, Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar ,Kalsel, Kamis (26/11).

Presiden Jokowi berharap, di tahun 2016 upaya pencegahan dikerjakan sebelum terjadi kebakaran. Selain itu, Presiden Jokowi meminta agar ke depan, semua pihak harus fokus pada pencegahan terutama pada lahan gambut karena kalau itu terbakar berapapun pesawat water bombing tidak akan bisa mengatasi.

Menurut Presiden, kebakaran hutan 2015 dan sebelumnya harus menjadi peringatan. Sosialisasi agar tidak membakar dalam land clearing harus terus dilakukan pemda dan aparat.  ”Hari ini kita beri contoh penamaman hutan rakyat. Ini terluas di Indonesia, harus direhabilitasi diawali dengan 10.000 pohon. Ditanam dipelihara tumbuh, itu sudah bagus,” ujarnya.

 

Festival Buah dan Bunga Nusantara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak untuk menggenjot agar buah-buahan dari Indonesia bisa memasuki pasar dunia. Karena di situlah income tambahan petani bisa dinaikkan. Ajakan ini disampaikan oleh Presiden Jokowi saat membuka Festival Buah dan Bunga Nusantara, Bogor, Sabtu (28/11) pagi.

Presiden mengajak semua pihak untuk menggenjot agar buah-buahan dari Indonesia bisa memasuki pasar dunia.  Ke depan, Presiden berharap substitusi barang impor harus diganti produk dalam negeri untuk memperbaiki neraca perdagangan kita.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi meminta kesediaan Bupati untuk menyiapkan lahan 5-50 hektar setiap kabupaten untuk fokus menjadi produsen buah dan bunga yang baik untuk ekspor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Di awal sambutannya Presiden Jokowi memberikan perintah pada Menteri Pertanian agar tahun depan IPB (Institut Pertanian Bogor) diberi tanggungjawab untuk menyelenggarakan Festival Bunga dan Buah Nusantara dengan skala yang sangat besar dan menghadirkan pembeli internasional. “Agar mereka tahu kekuatan bunga dan buah Nusantara ini,” kata Presiden.

Presiden juga meminta agar PTPN menyiapkan lahan seluas 10.000 hektar untuk memproduksi buah-buahan.

 

Pilkada Serentak

Dengan pertimbangan guna memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota secara serentak, Pemerintah menetapkan hari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tanggal 9 Desember 2015 sebagai hari libur. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres+ Nomor 25 Tahun 2015, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 November 2015.

Sumber : Vibiznews