PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: iOS

Face Swap di Snapchat untuk iOS Jadi Makin Canggih

url

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/4) – Pengguna iOS tampaknya akan makin menyukai Snapchat. Selain karena keunikannya, yaitu mampu mengirim pesan yang kemudian akan hilang sendirinya, kini Snapchat di iOS dibekali fitur face swap yang telah ditingkatkan.

Face swap saat ini merupakan salah satu hal yang tengah menjadi tren. Di pembaruan terkini, menurut informasi yang kami kutip dari Phone Arena, Senin (25/4/2016), pengguna Snpachat di iOS dapat langsung melakukan face swap secara langsung dari foto-foto yang sudah ada di camera roll.

Dengan fitur baru tersebut, untuk melakukan face swap, pengguna tidak perlu lagi memiliki foto wajah orang lain di satu frame dengan dirinya. Pengguna hanya perlu melakukan long-tap pada satu wajah di tampilan kamera hingga membuka tools untuk selfie, termasuk ikon face swap.

Versi baru ini memiliki tombol baru. Menekan tombol tersebut akan memungkinkan Snapchat untuk memindai camera roll pengguna, lalu mencari wajah di foto-foto di camera roll untuk di-swap.

Sementara face swap di iOS telah tersedia, pengguna Android harus lebih bersabar hingga pembaruan serupa hadir.

Untuk diketahui, pada 2015 Snapchat memiliki valuasi di kisaran US$ 16 miliar hingga US$ 19 miliar, meskipun kehilangan US$ 128 juta pada 2014.

(Why)

Sumber : Liputan6

Apple Akui ‘Kesalahan’ Touch ID Tak Berfungsi usai Upgrade iOS 9

app-store-1-yos-140806

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/2) – Beberapa waktu lalu fitur Touch ID iPhone 6 salah satu pengguna tak dapat berfungsi usai memperbarui (upgrade) perangkatnya ke iOS 9.

Hal ini pun dibenarkan Apple terkait kesalahan “Error 53″ yang mengakibatkan tak berfungsinya fitur keamanan Touch ID pada Jumat (5/2/2016) pekan lalu kepada publik.

Apple mengakui bahwa pesan Error 53 dipicu oleh pembaruan (update) iPhone 6 ke iOS 9 atau usai memperbaiki sensor Touch ID di toko tak resmi.

“Kami menjaga data sidik jari dengan menggunakan Secure Enclave, yang dipasangkan (pairing) dengan sensor Touch ID,” ujar juru bicara Apple kepada The Guardian,

Jika iPhone diperbaiki di toko resmi (authorized) atau toko ritel Apple, sensor Touch ID akan melakukan pairing sebagai validasi ulang. Namun, jika perbaikan tak dilakukan di toko resmi, pairing tidak akan tervalidasi dan berujung pada Error 53 ketika iOS diperbarui.

Karena masalah ini, iPhone tak lagi bisa digunakan dan penggunanya tak punya pilihan selain membeli iPhone baru. Perlu diketahui, perbaikan tak resmi melanggar ketentuan garansi Apple.

Ketika Apple merilis Touch ID, Apple berupaya keras meyakinkan orang bahwa data-data mereka tidak akan bocor secara online atau terdeteksi oleh aplikasi yang terpasang.

Kebutuhan validasi ulang tampaknya menjadi upaya pertahanan terhadap pencuri (atau pihak lain) data sidik jari melalui modifikasi perangkat keras.

“Bagi kami, keamanan pelanggan adalah sangat serius dan “Error 53″ adalah hasil dari pemeriksaan keamanan yang dirancang untuk melindungi pelanggan kami,” ucap perusahaan.

iOS mengecek sensor Touch ID di iPhone atau iPad sesuai dengan komponen perangkat lainnya. Jika iOS menemukan ketidakcocokan, pengecekan akan gagal dan Touch ID dinonaktifkan.

Apple sendiri mendorong pelanggan untuk menghubungi Apple Support jika mereka menemukan pesan “Error 53″.

Sumber : Liputan6

iOS App Store Milik Apple Hadapi Serangan Besar Pertama

PT Bestprofit

BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/9) – Beberapa perusahaan keamanan dunia maya melaporkan penemuan program berbahaya bernama XcodeGhost yang menempel di ratusan aplikasi Apple yang sah.

Apple Inc mengatakan hari Minggu (20/9) bahwa pihaknya sedang membersihkan iOS App Store untuk membuang program-program iPhone dan iPad berbahaya yang diidentifikasi dalam serangan skala besar pertama di toko aplikasi perangkat lunak tersebut.

Perusahaan itu mengungkapkan upayanya setelah beberapa perusahaan keamanan dunia maya melaporkan penemuan program berbahaya bernama XcodeGhost yang menempel di ratusan aplikasi sah.

Ini pertama kalinya kasus sejumlah besar program perangkat lunak berbahaya menembus proses evaluasi aplikasi Apple yang ketat. Sebelum serangan ini, hanya ada lima aplikasi berbahaya yang pernah ditemukan di App Store, menurut perusahaan keamanan dunia maya Palo Alto Networks Inc.

Para peretas menempelkan kode berbahaya dalam aplikasi-aplikasi ini dengan meyakinkan para pengembang perangkat lunak yang sah untuk menggunakan versi ternoda dan plasu dari perangkat lunak Apple untuk menciptakan aplikasi-aplikasi iOS dan Mac, dikenal sebagai Xcode, menurut Apple.

“Kami telah menghapus aplikasi-aplikasi dari App Store yang kita ketahui telah diciptakan dengan perangkat lunak palsu,” ujar juru bicara Apple Christine Monaghan dalam email. “Kami sedang bekerja dengan para pengembang untuk memastikan mereka menggunakan versi Xcode yang benar untuk membuat aplikasi mereka.”

Ia tidak mengatakan langkah-langkah apa yang harus diambil para pengguna iPhone dan iPad untuk memutuskan apakah alat-alat mereka terinfeksi.

Sumber : VOA