PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: investasi

Bestprofit Malang | Tebas Investasi Bodong, OJK Gandeng

Bestprofit

Bestprofit Malang (11/9) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam menangani kasus investasi bodong atau ilegal di berbagai daerah pelosok Indonesia.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan, pengetahuan masyarakat terhadap keuangan atau instrumen investasi masih sangat rendah. Untuk itu, pihaknya akan menyebar Satgas Waspada Investasi di 39 daerah.

“Di sana kami percepat proses sosialisasi dan penanganannya. Ini akan menggandeng Kemendagri juga,” kata Tongam di Bogor, dikutip Senin (11/9).

Melalui Kemendagri, Satgas Waspada Investasi akan lebih mudah berhubungan dengan pejabat setempat, seperti Bupati dan Lurah. Tak hanya itu, kerja sama sebelumnya dengan Bareskrim Mabes Polri juga akan diperkuat oleh tim satgas investasi ilegal. bestprofit

“Sebelum masuk ke Bareskrim kami analisis,” katanya.

Umumnya, masyarakat masih tergoda dengan imbal hasil (return) yang tinggi setiap bulan atau per tahunnya. Dengan demikian, pelaku investasi ilegal dengan mudah meracuni masyarakat di daerah.

“Makanya kenapa sebenarnya investasi ilegal menari? Karena ada penawaran ada permintaan. Banyak yang ingin cepat kaya,” sambung Tongam.

Sayangnya, satgas waspada investasi sendiri merasa sulit dalam mencari korban dari investasi ilegal. Masalahnya, korban jarang mau melapor karena malu. Sehingga, tim satgas perlu usaha lebih untuk mendapatkan data korban dan lembaga yang menawarkan investasi ilegal.

“Pelapor itu tidak ada, padahal maksud kami adalah untuk meminimalisir korban,” jelasnya. bestprofit

Hingga saat ini, satgas waspada investasi telah menyetop 44 lembaga yang menawarkan investasi ilegal. Beberapa diantaranya, seperti UN Swissindo, PT First Anugerah Karya Wisata/First Travel, Swiss Forex Internasional, dan Koperasi Segitiga bermuda.

Namun, ada 11 lembaga yang saat ini tengah masuk dalam proses hukum. Beberapa diantaranya sudah diberhentikan, misalnya saja First Travel dan UN Swissindo. Dalam waktu dekat, pemilik dari 11 perusahaan itu akan dipanggil untuk meminta penjelasan lebih lanjut terkait bisnis mereka. (gir) bestprofit

“Makanya kenapa sebenarnya investasi ilegal menari? Karena ada penawaran ada permintaan. Banyak yang ingin cepat kaya,” sambung Tongam.

Sayangnya, satgas waspada investasi sendiri merasa sulit dalam mencari korban dari investasi ilegal. Masalahnya, korban jarang mau melapor karena malu. Sehingga, tim satgas perlu usaha lebih untuk mendapatkan data korban dan lembaga yang menawarkan investasi ilegal.

“Pelapor itu tidak ada, padahal maksud kami adalah untuk meminimalisir korban,” jelasnya. bestprofit

Hingga saat ini, satgas waspada investasi telah menyetop 44 lembaga yang menawarkan investasi ilegal. Beberapa diantaranya, seperti UN Swissindo, PT First Anugerah Karya Wisata/First Travel, Swiss Forex Internasional, dan Koperasi Segitiga bermuda.

Namun, ada 11 lembaga yang saat ini tengah masuk dalam proses hukum. Beberapa diantaranya sudah diberhentikan, misalnya saja First Travel dan UN Swissindo. Dalam waktu dekat, pemilik dari 11 perusahaan itu akan dipanggil untuk meminta penjelasan lebih lanjut terkait bisnis mereka. (gir) bestprofit

Sumber : CNN

Indonesia-Turki Siap Kembalikan Tren Positif | Best Profit

184021820160802-101757-3459-presiden.jokowi-.resmikan-.pameran-.lukisan-.istana-780x390

Best Profit (7/7) – Indonesia dan Turki sepakat untuk berupaya mengembalikan trend positif perdagangan dan investasi, dan meningkatkan kerjasama dalam berbagai bidang, khususnya pertahanan. Dalam pertemuan di ibukota Ankara, pemimpin kedua negara juga membahas beberapa isu global.

Membalas kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Jakarta dua tahun lalu, Presiden Joko Widodo secara khusus singgah di Turki dalam perjalanannya menuju ke Hamburg, Jerman, untuk menghadiri KTT G-20.

Indonesia dan Turki memang sudah memiliki hubungan erat dan kerjasama dalam berbagai bidang selama puluhan tahun, antara lain dalam bidang perdagangan dan investasi, pertahanan, energi, dan penanggulangan terorisme.

Ketika bertemu Presiden Erdogan di Istana Kepresidenan Turki, Kamis (6/7), Presiden Joko Widodo kembali menegaskan upaya untuk mengembalikan trend positif perdagangan dan investasi kedua negara lewat perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki atau IT-CEPA dan mengurangi hambatan perdagangan serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.

“Bidang kerjasama lain yang mengalami peningkatan signifikan adalah industri pertahanan. Saya menyambut baik hasil konkret kerja sama industri pertahanan antara lain berupa peluncuran tank kelas menengah ‘Kaplan’ produksi bersama Indonesia dan Turki. Tadi juga telah kita sepakati untuk menambah kerjasama di bidang pembuata kapal selam dan truk. Ini juga akan segera ditindaklanjuti oleh tim kedua negara,” ucapnya.

Selain memproduksi tank bersama, pemerintah Indonesia dan Turki juga sepakat mengembangkan kerjasama kedirgantaraan. Hal ini telah dituangkan dalam nota kesepahaman antara PT. Dirgantara Indonesia dan Turkish Aerospace Industry.

Sejumlah kapal pembangkit listrik atau “power-ship” asal Turki juga dilaporkan telah beroperasi di Medan, Amurang, Bolok dan Ambon untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah itu.

Selain kerjasama bilateral, Jokowi dan Erdogan juga membahas isu global antara lain soal perselisihan negara-negara Teluk dan upaya melawan terorisme.

“Selain isu bilateral kami juga melakukan pembahasan isu dunia antara lain masalah Qatar yang kita harapkan bisa diselesaikan lewat komunikasi dan dialog yang baik antar negara-negara yang memiliki masalah,” kata Presiden Joko Widodo.

Indonesia dan Turki juga sepakat untuk saling berbagi informasi intelijen dan pembangunan sistem teknologi informasi intelijen yang lebih canggih untuk mempermudah penanganan terorisme global.

“Indonesia dan Turki telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama terutama terkait dengan ‘Foreign Terrorist Fighters’ melalui kerja sama bidang informasi intelijen dan juga pembangunan sistem IT di bidang intelijen sehingga memudahkan kita bekerja sama dalam rangka memberantas terorisme.”

Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Turki pada pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.

Dalam kunjungan kerja ini, Presiden Joko Widodo juga mengunjungi Mausoleum Attaturk yang merupakan makam tokoh pendiri dan presiden pertama Turki , Mustafa Kemal Ataturk, dilanjutkan ke Mesjid Kotacepe di pusat kota Ankara dan bertemu dengan sejumlah ulama setempat.

Sumber : VoaIndonesia

Investasi dan Produksi Tak Efisien Sebab Tarif | Bestprofit

ilustrasi-tarif-listrik-naik-1400701-andri

BESTPROFIT (30/12) – Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) menilai mahalnya harga listrik di Tanah Air karena biaya investasi dan produksi di Indonesia yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara lainnya.

“Biaya investasi dan produksi di Indonesia memang lebih tinggi, belum efisien,” ujar Ketua Harian APLSI Arthur Simatupang di Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Dia mencontohkan, harga listrik EBT di beberapa negara di Uni Emirat Arab akan lebih murah dibandingkan harga listrik EBT yang dijual di Indonesia.

Harga listrik EBT di UEA dijual di kisaran 2,25 sen per kwh hingga 2,99 sen per kwh. Solar tenaga matahari 150 megawatt (MW) dijual dengan harga 2,99 sen per kwh, dan 200 MW 2,42 sen per kwh.

Sedangkan di Indonesia, harga listrik EBT dipatok di kisaran 15 per kwh hingga 18 sen per kwh.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan faktor-faktor yang menyebabkan harga listrik di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan di negara-negara lain.

Presiden mengatakan harga listrik mahal sebab terlalu banyak beban-beban biaya yang sebenarnya tidak perlu serta masih adanya biaya makelar atau perantara.

Namun Arthur menambahkan, banyak faktor lain yang membuat harga listrik, termasuk EBT, di Indonesia kemudian menjadi lebih mahal.

“Misalnya, biaya investasi kita lebih mahal, di luar sana, lahan gratis sebab padang pasir di kasih cuma-cuma sama pemerintah. Biaya perizinan, dan sebagainya. Sedangkan disini, harga lahan tiba-tiba melonjak saat akan dibebaskan. Belum lagi biaya dana (cost of fund) di sini mahal sekali. Di sana cuma dua persenan. Di sana juga pengusaha dapat free tax, sedangkan di sini masih ada pajaknya dan sebagainya,” tutur Arthur.

Proses perizinan dan birokrasi yang panjang dan memakan waktu yang lama membuat harga listrik di Tanah Air sulit bersaing dengan negara lain “Lamanya perizinan ini kan biaya juga, kita dibayang-bayangi ketidakpastian,” ujar dia.

Dia melanjutkan, pengusaha di sana juga mendapat kesempatan membangun pembangkit dalam skala besar. “Sehingga investasinya lebih efisien. Bangun yang kecil-kecil kan biaya belanjanya yang mahal,” pungkas Arthur.

Selain itu, biaya logistik di Indonesia juga lebih mahal. Sebab infrastruktur belum memadai dan kondisi alam di Indonesia sangat berat. “Biaya logistik kita di Indonesia ini kan yang tertinggi di Asean. Yakni, 29 persen dari produk domestik bruto (PDB). Tingginya biaya logistik membuat biaya kita membangun infrastruktur listrik sangat tinggi,” pungkas dia.

Sebab itu, ujar Arthur, fokus pemerintahan Jokowi-JK membangun infrastruktur secara besar-besaran sudah sangat tepat. Meski menyedot anggaran cukup besar, pembangunan infrastruktur bertujuan untuk menekan ekonomi biaya tinggi, biaya logistik dan inflasi.

”Dampaknya nanti jangka panjang biaya bangun pembangkit listrik akan berkurang. Apalagi kalau biaya dana menurun, land acquisition-nya lancar, birokrasi efisien dan sebagainya,” ujar Arthur.

APLSI mengusulkan agar investasi dilistrik diberi insentif fiskal. Dengan demikian akan mengundang lebih banyak investor berinvestasi, sekaligus dapat membantu produsen melakukan ifisiensi saat investasi dan produksi. “Supaya lebih kompetitif, mesti ada insentif fiskal,” tegas Arthur. (Nrm/Ndw)

Sumber : Liputan6