PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: indonesia

Facebook Ingin Buat Algoritma Hoax | PT Bestprofit Malang

058802100_1429246145-2848145-zuck1

PT Bestprofit Malang (4/8) – Sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook adalah salah satu media sosial yang digunakan sejumlah orang tak bertanggungjawab untuk menyebarkan informasi palsu (hoax), termasuk di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, Facebook berencana membuat algoritma khusus untuk hoax di Indonesia.

Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Semuel Abrijani Pengerapan, mengungkapkan soal rencana Facebook itu usai bertemu sejumlah perwakilannya pada hari ini, Rabu (2/8/2017) di kantor Kemkominfo, Jakarta.

Rencana ini disambut baik karena pemerintah merasa penanganan untuk menghapus hoax harus ditingkatkan, terutama menjelang momen-momen penting seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Pemerintah juga akan bekerja sama dengan Facebook untuk menangani hoax.

“Kalau kita bicara media sosial, memang tingkat penyebarannya sangat cepat. Hal ini akan diatur, bahkan mereka (Facebook) ingin membuat algoritma khusus untuk Indonesia menangkal hoax,” tutur Semuel.

Di sisi lain, kata pria yang akrab disapa Semmy itu, pemerintah akan membentuk tim terpadu untuk memantau informasi yang beredar, khususnya saat Pilkada.

“Diharapkannya memang ada tim yang bisa memberikan masukan siapa yang bisa menentukan hoax dan waktu yang dibutuhkan, karena khawatir akan beredar luas,” jelasnya.

Penanganan hoax di Facebook juga dinilai akan lebih mudah jika media sosial itu telah membuka kantornya secara resmi di Indonesia. Kantor Facebook di Indonesia, rencananya akan dibuka sebelum 17 Agustus 2017.

“Kantor Facebook akan ada di pusat kota dan semua kegiatan usahanya akan dikelola di sana,” ungkap Semmy.

Kantor Facebook di Indonesia sendiri dinilai akan meningkatkan Service Level Index (SLI) mengenai respons terhadap pemerintah selama 2016-2017. Rata-rata respons Facebook terhadap ketentuan pemerintah baru menyentuh angka 49,3 persen.

Sumber : Liputan6

Indonesia-Turki Siap Kembalikan Tren Positif | Best Profit

184021820160802-101757-3459-presiden.jokowi-.resmikan-.pameran-.lukisan-.istana-780x390

Best Profit (7/7) – Indonesia dan Turki sepakat untuk berupaya mengembalikan trend positif perdagangan dan investasi, dan meningkatkan kerjasama dalam berbagai bidang, khususnya pertahanan. Dalam pertemuan di ibukota Ankara, pemimpin kedua negara juga membahas beberapa isu global.

Membalas kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Jakarta dua tahun lalu, Presiden Joko Widodo secara khusus singgah di Turki dalam perjalanannya menuju ke Hamburg, Jerman, untuk menghadiri KTT G-20.

Indonesia dan Turki memang sudah memiliki hubungan erat dan kerjasama dalam berbagai bidang selama puluhan tahun, antara lain dalam bidang perdagangan dan investasi, pertahanan, energi, dan penanggulangan terorisme.

Ketika bertemu Presiden Erdogan di Istana Kepresidenan Turki, Kamis (6/7), Presiden Joko Widodo kembali menegaskan upaya untuk mengembalikan trend positif perdagangan dan investasi kedua negara lewat perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki atau IT-CEPA dan mengurangi hambatan perdagangan serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.

“Bidang kerjasama lain yang mengalami peningkatan signifikan adalah industri pertahanan. Saya menyambut baik hasil konkret kerja sama industri pertahanan antara lain berupa peluncuran tank kelas menengah ‘Kaplan’ produksi bersama Indonesia dan Turki. Tadi juga telah kita sepakati untuk menambah kerjasama di bidang pembuata kapal selam dan truk. Ini juga akan segera ditindaklanjuti oleh tim kedua negara,” ucapnya.

Selain memproduksi tank bersama, pemerintah Indonesia dan Turki juga sepakat mengembangkan kerjasama kedirgantaraan. Hal ini telah dituangkan dalam nota kesepahaman antara PT. Dirgantara Indonesia dan Turkish Aerospace Industry.

Sejumlah kapal pembangkit listrik atau “power-ship” asal Turki juga dilaporkan telah beroperasi di Medan, Amurang, Bolok dan Ambon untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah itu.

Selain kerjasama bilateral, Jokowi dan Erdogan juga membahas isu global antara lain soal perselisihan negara-negara Teluk dan upaya melawan terorisme.

“Selain isu bilateral kami juga melakukan pembahasan isu dunia antara lain masalah Qatar yang kita harapkan bisa diselesaikan lewat komunikasi dan dialog yang baik antar negara-negara yang memiliki masalah,” kata Presiden Joko Widodo.

Indonesia dan Turki juga sepakat untuk saling berbagi informasi intelijen dan pembangunan sistem teknologi informasi intelijen yang lebih canggih untuk mempermudah penanganan terorisme global.

“Indonesia dan Turki telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama terutama terkait dengan ‘Foreign Terrorist Fighters’ melalui kerja sama bidang informasi intelijen dan juga pembangunan sistem IT di bidang intelijen sehingga memudahkan kita bekerja sama dalam rangka memberantas terorisme.”

Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Turki pada pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.

Dalam kunjungan kerja ini, Presiden Joko Widodo juga mengunjungi Mausoleum Attaturk yang merupakan makam tokoh pendiri dan presiden pertama Turki , Mustafa Kemal Ataturk, dilanjutkan ke Mesjid Kotacepe di pusat kota Ankara dan bertemu dengan sejumlah ulama setempat.

Sumber : VoaIndonesia

Indonesia Sarankan Pendekatan Agama-Budaya untuk | Bestprofit

184021820160802-101757-3459-presiden.jokowi-.resmikan-.pameran-.lukisan-.istana-780x390

Bestprofit (22/5) – Indonesia menyarankan pendekatan agama dan budaya dalam mengatasi terorisme. Alasannya, sejarah sudah membuktikan bahwa senjata dan kekuatan militer saja tidak akan mampu mengatasi terorisme dan radikalisme.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ketika berbicara dalam Arab Islamic America Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam-Amerika di Conference Hall King Abdulaziz Convention Center, Riyadh, Arab Saudi, Minggu 21 Mei 2017 waktu setempat.

“Untuk program deradikalisasi, misalnya, otoritas Indonesia melibatkan masyarakat, keluarga, termasuk keluarga mantan narapidana terorisme yang sudah sadar, dan organisasi masyarakat,” kata Jokowi.

Presiden menyebutkan, untuk kontraradikalisasi, otoritas di Indonesia antara lain merekrut para netizen muda dengan follower yang banyak untuk menyebarkan pesan-pesan damai.

“Kita juga melibatkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, untuk terus mensyiarkan Islam yang damai dan toleran,” tutur Jokowi seperti dikutip Antara, Minggu (22/5/2017).

Pesan-pesan damailah yang harus diperbanyak, bukan pesan-pesan kekerasan. Karena, menurut Presiden setiap kekerasan akan melahirkan kekerasan baru.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengatakan bahwa KTT Arab Islam-Ameika memiliki makna yang penting untuk mengirimkan pesan kemitraan dunia Islam dengan Amerika Serikat dan menghilangkan persepsi bahwa Amerika Serikat melihat Islam sebagai musuh.

“Yang lebih penting lagi pertemuan ini harus mampu meningkatkan kerja sama pemberantasan terorisme dan sekaligus mengirimkan pesan perdamaian kepada dunia,” ujar Jokowi.

Pemikiran Jokowi

Dalam penutupnya, Presiden menyampaikan empat pemikiran. Pertama, umat Islam sedunia harus bersatu untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

“Persatuan umat Islam merupakan kunci untuk keberhasilan memberantas terorisme. Janganlah energi kita habis untuk saling bermusuhan,” ujar Jokowi.

Kedua, kerja sama pemberantasan radikalisme dan terorisme harus ditingkatkan, termasuk pertukaran informasi intelijen, pertukaran penanganan FTF (Foreign Terrorist Fighters), peningkatan kapasitas.

“Semua sumber pendanaan harus dihentikan, kita semua tahu banyaknya dana yang mengalir sampai ke akar rumput di banyak negara dalam rangka penyebaran ideologi ekstrem dan radikal. Semua aliran dana harus dihentikan,” jelas Jokowi.

Ketiga, upaya menyelesaikan akar masalah harus ditingkatkan, ketimpangan dan ketidakadilan harus diakhiri, pemberdayaan ekonomi yang inklusif harus diperkuat.

“Terakhir, saya berharap bahwa setiap dari kita harus berani menjadi part of solution dan bukan part of problem dari upaya pemberantasan terorisme. Setiap dari kita harus dapat menjadi bagian upaya penciptaan perdamaian dunia,” tegas Jokowi.

Sumber : Liputan6