PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: India

Rumah Sakit di Kashmir India Kebanjiran

66E42879-B9DE-436D-8B87-1F83D1CFE987_cx0_cy6_cw0_w987_r1_s_r1

BESTPROFIT FUTURES (14/7) – Empat hari bentrokan kekerasan antara demonstran anti-India dan pasukan pemerintah membuat rumah-rumah sakit di kawasan Kashmir yang dikuasai India kewalahan menangani pasien.

Kekerasan selama empat hari di kawasan Kashmir-India telah mengakibatkan 31 orang tewas dan lebih dari 1.400 lainnya terluka.

Seorang dokter di rumah sakit pemerintah di kawasan itu mengatakan, staf medis melangsungkan lebih banyak operasi mata selama tiga hari terakhir dibanding selama tiga tahun terakhir sebelum bentrokan kekerasan terjadi. Ia berbicara dengan syarat namanya dirahasiakan karena ia tidak diizinkan berbicara kepada wartawan.

Kekerasan itu pecah akhir pekan lalu setelah pasukan pemerintah menewaskan seorang pemimpin tertinggi Hizbul Mujahideen, kelompok pemberontak terbesar yang menentang pemerintahan India di kawasan Himalaya yang bergejolak itu. Seorang polisi tewas dan ratusan polisi lainnya terluka dalam bentrokan itu.

Pasukan pemerintah menggunakan senjata berpeluru sungguhan dan senapan angin untuk membubarkan massa yang marah dan melemparkan batu. Para demonstran itu berkerumun di sejumlah tempat di berbagai penjuru wilayah itu menentang pemberlakuan jam malam yang diberlakukan pihak berwenang India.

Paling sedikit 300 warga sipil yang terluka dirawat di Rumah Sakit Sri Maharaja Hari Singh, di Srinagar, kota utama dikawasan itu.

Kashmir bergejolak sejak 1947, setelah India dan Pakistan meraih kemerdekaan dari Inggris namun tidak sepakat mengenai negara mana yang menguasai wilayah Himalaya itu. Dua dari tiga perang yang pernah berlangsung antar kedua negara itu bersumber pada masalah Kashmir. BESTPROFIT FUTURES

Sumber: voaindonesia

Pemuda 21 tahun Bangun Jaringan Hotel Terbesar di India

150907082138_ritesh_agarwal_oyo_rooms_india_640x360_bbc_nocredit

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/9) – Di usia 21 tahun, Ritesh Agarwal, menjadi pengusaha muda dengan berhasil membangun jaringan hotel terbesar di India.

Semua bermula dari “musibah” kecil saat ia berusia 18 tahun.

Agarwal tak bisa masuk ke apartemennya di Delhi, yang memaksanya memesan hotel.

Pengalamannya sungguh tak mengenakkan, yang sebenarnya bukan untuk pertama kalinya ia alami.

“Penerima tamunya tidur … kasurnya berantakan, kamar mandi bocor dan mereka tak menerima pembayaran dengan kartu kredit,” kenang Agarwal.

Ia berpikir dirinya tidak sendirian dan dipastikan hampir semua pemakai jasa hotel di India pernah mengalami hal yang sama.

“Mengapa tidak ada standar kamar hotel yang baku di India, dengan harga yang relatif terjangkau?” katanya.

Dari sini ia berkeliling India, merintis bisnis perhotelan, dan sekarang di usia 21 tahun ia menjadi direktur utama Oyo Rooms, jaringan 1.000 hotel yang beroperasi di 35 kota, dengan pendapatan bulanan mencapai tak kurang dari US$3,5 juta.

Agarwal menjalankan bisnisnya dengan menggandeng hotel-hotel yang telah ada.

Ia memperbaiki fasilitas, memberikan pelatihan kepada para karyawan, mengganti nama hotel menjadi Oyo dan kemudian mengambil persentase dari penerimaan hotel tersebut.

Pemilik hotel mendapat keuntungan karena berkat merek Oyo, tingkat hunian menjadi naik tajam.

Untuk mendongkrak jumlah tamu yang menginap di jaringan hotel Oyo, ia dan timnya mengembangkan aplikasi yang memungkinkan tamu untuk memesan kamar dan bahkan mendapatkan petunjuk jalan atau navigasi ke hotel.

Oyo Rooms memberikan pelatihan karyawan dan menyediakan perangkat lunak bagi hotel yang ingin bergabung.

Meski Oyo Rooms yang ia pimpin sekarang tumbuh pesat, Agarwal mengatakan tak mudah membesarkan jaringan hotel ini dengan menyebut masa-masa awal yang sangat sulit.

“Tak ada yang percaya bahwa teknologi dan pendekatan bisnis yang saya lakukan ini cocok untuk usaha perhotelan di India,” kenang Agarwal.

Untunglah ada beberapa yang percaya. Ia juga didukung oleh Thiel Fellowship, program yang disponsori oleh salah seorang pendiri PayPal dan investor awal Facebook, Peter Thiel.

Program ini menantang 20 anak muda untuk berhenti kuliah dan mendirikan usaha sendiri.

Agarwal memanfaatkan dana dari Thiel Fellowship untuk mendirikan dan mengembangkan Oyo Rooms.

Hotel pertamanya terletak di Gurgaon, di dekat Delhi, dengan modal awal US$900 per bulan pada Juni 2013.

“Saya menjadi manajer, tukang listrik, penerima tamu, sekaligus karyawan yang mengirim pesanan ke kamar. Di malam hari, saya sempatkan waktu untuk mengembangkan aplikasi dan membuat situs internet,” kata Agarwal.

“Pada saat yang sama saya juga membangun tim yang kuat,” imbuhnya.

Investor berdatangan setelah mereka melihat sendiri perbedaan pendekatan dan model bisnis yang ia terapkan.

Sekarang Oyo Rooms telah tumbuh pesat, yang membuatnya jauh lebih mudah untuk mengajak investor menanam modal ke usaha yang ia jalankan.

Agarwal senang mengenang masa-masa awal mendirikan jaringan hotel, ketika banyak orang menganggapnya gila.

“Betul ini usaha gila, tapi pada saat yang sama ini bisa dilakukan, bisa diwujudkan” kata Agarwal.

Ambisius

Oyo Rooms kini memiliki jaringan 1.000 hotel di 35 kota di India.

Ia juga mengatakan tak mudah memulai usaha di usia remaja.

“Orang tak mudah diyakinkan ketika saya merekrut beberapa karyawan … belum lagi ketika berhubungan dengan bank,” katanya.

Salah satu kunci keberhasilan Oyo Rooms mungkin saja adalah sifat Agarwal yang ambisius, bahkan sejak ketika ia masih kanak-kanak.

Ia besar di Rayagada, kota kecil di negara bagian Orissa, di India timur.

Ia mulai membuat program komputer di usia delapan tahun, setelah membaca buku-buku komputer milik sang kakak.

Pada usia 13 tahun ia sudah bisa membantu orang-orang membuat situs internet.

Ia juga menulis buku ketika berusia 17 tahun, yang ditujukan untuk membantu calon mahasiswa mencari jurusan dan perguruan tinggi yang sesuai.

Faktor lain adalah jumlah ponsel pintar dan penetrasi internet di India.

Sekarang Oyo Rooms sudah “berdiri tegak” dan Agarwal mulai mengalihkan pandangan ke luar negeri. Ia ingin jaringan hotelnya hadir di negara-negara lain.

Ketika ditanya soal masukan kepada para wirausahawan yang ingin mengikuti jejaknya, ia mengatakan, “Mulailah seawal mungkin … jika Anda gagal, Anda punya banyak waktu untuk belajar dan kemungkinan untuk sukses tentu lebih besar jika Anda memulai usaha ketika masih muda.”

sumber: bbcindonesia

Negara Ini Bantu Dongkrak Harga Emas Dunia

Ilustrasi+Harga+Emas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/3) – Harga emas di India diprediksi dapat naik sekitar US$ 5 per ounce, melampaui kenaikkan harga emas dunia pekan depan. Itu terjadi setelah Menteri Keuangan India Arun Jaitley mengurangi pajak impor ke level terendah akhir pekan lalu.

Mengutip laman Reuters, Senin (2/3/2015), musim pernikahan yang melebar hingga Mei biasanya juga meningkatkan permintaan emas. Tapi banyak pembelian yang ditunda karena pembeli memprediksi adanya pemangkasan pajak 10 persen.

Dalam beberapa pekan terakhir, pembelian emas sempat berkurang di Mumbai dan New Delhi.

“Sebelumnya, harga emas menurun karena para pembeli memprediksi pajak impor emas akan turun. Tapi kini harga emas akan naik hingga US$ 3 – US$ 4 per ounce,” ujar Rahul Gupta, Direktur P.P. Jewellers di New Delhi.

Pimpinan riteler emas Muthoot Pappachan, Keyur Shah mengatakan, para pengusaha emas dan manufaktur akan mengeluarkan pasokan yang mendorong naik harga emas US$ 5 per ounce. Sebelumnya, para penjual dan produsen emas memang menunggu pajak impor turun untuk mengeluarkan pasokan.

“Pekan depan, akan ada pembelian emas dalam jumlah besar,” kata Keyur.

Sekitar 20 ribu ton emas akan digelontorkan ke pasar menyambut penurunan pajak impor emas.

Analis Sudheesh Nambiath, India diprediksi dapat membeli lebih dari 90 ton pada Maret dibandingkan estimasi 50 ribu ton bulan ini. Meskipun pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi tidak memangkas bea impor pada 2013, saat ini pembatasan pembelian emas telah dilonggarkan. (Sis/Ndw)

Sumber : Liputan6