PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: indeks

Menanti Cadangan Devisa, IHSG Bakal Menguat | Bestprofit

044266400_1467016613-20160627-Perdagangan-Saham-Jakarta-AY2

BESTPROFIT (9/1) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak menguat terbatas pada perdagangan saham sepekan. Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak pada support 5.200 dan resistance 5.400.

Dia menerangkan, pada perdagangan saham pekan ini, data cadangan devisa dalam negeri akan menjadi sentimen penggerak pasar. Bukan hanya itu, pelaku pasar juga mencermati data penjualan kendaraan dan ritel.

“Sentimen dalam negeri yang mungkin akan menjadi pusat perhatian investor di antaranya data pertumbuhan penjualan mobil dan cadangan devisa serta pertumbuhan penjualan eceran di mana masing-masing diperkirakan sedikit tertekan,” kata dia di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Dari global, Lanjar mengatakan pelaku pasar akan mencermati data neraca perdagangan.”Pada minggu kedua di tahun 2017 investor akan kembali dikhawatirkan oleh beberapa data neraca perdagangan dan komposisi ekspor impor di beberapa negara dunia yang dapat menjadi katalis pergerakan pasar,” jelas dia.

Beberapa saham rekomendasi Lanjar antara lain, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Timah Tbk (TINS).

Sebagai informasi, IHSG menguat sebanyak 0,95 persen pada minggu lalu di mana ditutup pada level 5.347,02. Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar menguat dari sebelumnya Rp 5.753,61 triliun menjadi Rp 5.808 triliun.

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono mengatakan, rata-rata frekuensi pekan lalu naik 12,41 persen menjadi 251,09 ribu kali. Namun, rata-rata volume transaksi saham turun 51,91 persen dari 16,72 miliar menjadi 8,04 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian turun 33,66 persen dari Rp 7,93 triliun menjadi Rp 5,26 triliun.

“Investor asing mencatatkan jual bersih di sepanjang pekan ini (kemarin) dengan nilai Rp 361,9 miliar,” tandas dia.

Sumber : Liputan6

Aksi Jual Investor Asing Bikin IHSG Melemah | Best Profit

best profit bestprofit pt bestprofit

Best Profit (23/12) – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun tipis pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Investor asing masih melakukan aksi jual.

Pada pembukaan IHSG pukul 09.00, Jumat (23/12/2016) WIB, IHSG dibuka di level 5036,,28 kemudian bergerak melemah. IHSG turun 0,05 persen ke levell 5039,29

Ada sebanyak 58 saham menguat tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 59 saham melemah dan 67 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.035,29 dan terendah 5.1041,90

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 6.656 kali dengan volume perdagangan 365,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 135,8 miliar.

Investor asing masih mencatatkan aksi jual mencapai Rp 25,1 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.465.

Secara sektoral, sektor saham bergerak seimbang. Sektor saham perkebunan mendaki 0,03 persen dan sektor saham barang konsumsi menanjak 0,46 persen. Sektor saham manufaktur naik 0,29 persen. Sementara saham konstruksi memimpin penurunan dengan 0,41 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham MITI mendaki 23,53 persen ke level Rp 84 per saham, saham ITMA mendaki 13,77 persen ke level Rp 1.900 per saham, dan saham AMIN naik 12,88 persen ke level Rp 298 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham BCIP turun 9,6 persen ke level Rp 113 per saham, saham BBYB merosot 9,49 persen ke level Rp 286 per saham, dan saham GREN tergelincir 7,2 persen ke level Rp 234 per saham.

Sebagian besar bursa Asia kompak tertekan. Bursa Asia tergelicir pada pembukaan perdagangan menjelang hari raya Natal. Penurunan bursa Asia sejalan dengan bursa global di mana Dow Jones menjauh dari level 20.000.

Indeks saham Australia ASX 200 jatuh 0,05 persen, sementara indeks Selandia Baru NZX 50 naik 0,367 persen.

Seperti yang dilanir dari CNBC, Jumat (23/12/2016), indeks saham Korea Selatan juga tergelincir 0,16 persen.

Sumber : Liputan6

Indeks Dow Melonjak Ke Level 20.000, Emas Turun | Bestprofit

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Bestprofit (14/12) – ┬áSaham global menguat, mengirim Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak ke level 20.000 ditengah spekulasi bahwa harapan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve merupakan sinyal dari keyakinan terhadap perekonomian terbesar di dunia adalah membaik. Sementara dolar dan obligasi sedikit berubah.

Intel Corp dan Apple Inc memimpin kenaikan di indeks blue-chip mengirim penutupan hari ketujuh menyentuh rekornya dan naik 43 poin dari level terendahnya. Indeks itu telah melonjak 8,6 persen sejak pemilihan 8 November lalu dan sekarang diperdagangkan hampir 7 persen lebih tinggi dari harga rata-rata selama 50 hari terakhir. Indeks relatif-kekuatannya (RSI) naik menuju level tertinggi dalam dua dekade terakhir, memberikan sinyal kepercayaan terhadap analis teknis.

Saham Eropa mencapai level 11 bulan tertinggi seiring saham pemberi pinjaman terbesar di Italia menyusun rencana untuk meningkatkan modal. Treasuries stabil dengan imbal obligasi dengan tenor 10 tahun di bawah 2,50 persen untuk hari kedua, sementara dolar sedikit berubah terhadap mata uang utama karena The Fed memulai pertemuan kebijakan selama dua hari. Minyak menetap pada level tertinggi dalam 17 bulan terakhir.

Spekulasi bahwa pelonggaran fiskal di AS akan mendorong pertumbuhan memicu para investor kembali ke saham karena pemerintah mendorong dari bank sentral yang mulai kembali skala dalam satu dekade stimulus. Dengan pasar menetapkan 100 persen peluang untuk kenaikan suku bunga The Fed hari Rabu, investor berfokus pada jalur untuk tahun 2017, dan melihat dua hingga tiga kali kesempatan pada pengetatan tambahan di bulan Juni.

Indeks S & P 500 naik 0,7 persen ke semua waktu tertinggi di level 2,271.63 pada pukul 16:00 sore waktu New York, sementara Indeks Dow menguat 112,11 poin ke level 19,908.54. Indeks Nasdaq 100 meningkat ke rekor pertama sejak Oktober, sedangkan saham berskala kecil rebound dari penurunan 1 persen hari Senin. (knc)

Sumber : Bloomberg