PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: IHSG

Aksi Jual Investor Asing Bikin IHSG Melemah | Best Profit

091658300_1451882456-20160104-Perdagangan-Bursa-AY1

Best Profit (23/12) – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun tipis pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Investor asing masih melakukan aksi jual.

Pada pembukaan IHSG pukul 09.00, Jumat (23/12/2016) WIB, IHSG dibuka di level 5036,,28 kemudian bergerak melemah. IHSG turun 0,05 persen ke levell 5039,29

Ada sebanyak 58 saham menguat tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 59 saham melemah dan 67 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.035,29 dan terendah 5.1041,90

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 6.656 kali dengan volume perdagangan 365,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 135,8 miliar.

Investor asing masih mencatatkan aksi jual mencapai Rp 25,1 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.465.

Secara sektoral, sektor saham bergerak seimbang. Sektor saham perkebunan mendaki 0,03 persen dan sektor saham barang konsumsi menanjak 0,46 persen. Sektor saham manufaktur naik 0,29 persen. Sementara saham konstruksi memimpin penurunan dengan 0,41 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham MITI mendaki 23,53 persen ke level Rp 84 per saham, saham ITMA mendaki 13,77 persen ke level Rp 1.900 per saham, dan saham AMIN naik 12,88 persen ke level Rp 298 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham BCIP turun 9,6 persen ke level Rp 113 per saham, saham BBYB merosot 9,49 persen ke level Rp 286 per saham, dan saham GREN tergelincir 7,2 persen ke level Rp 234 per saham.

Sebagian besar bursa Asia kompak tertekan. Bursa Asia tergelicir pada pembukaan perdagangan menjelang hari raya Natal. Penurunan bursa Asia sejalan dengan bursa global di mana Dow Jones menjauh dari level 20.000.

Indeks saham Australia ASX 200 jatuh 0,05 persen, sementara indeks Selandia Baru NZX 50 naik 0,367 persen.

Seperti yang dilanir dari CNBC, Jumat (23/12/2016), indeks saham Korea Selatan juga tergelincir 0,16 persen.

Sumber : Liputan6

Menuju Akhir Pekan, IHSG Rawan | PT BESTPROFIT FUTURES

091658300_1451882456-20160104-Perdagangan-Bursa-AY1

BESTPROFIT FUTURES (7/10) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali tertekan pada perdagangan saham menuju akhir pekan ini. Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan IHSG akan bergerak pada level support 5.370 dan resistance 5.445.

Pada perdagangan saham kemarin, IHSG ditutup melemah 11,30 poin ke level 5.409,34. Investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 75,07 miliar. Lebih lanjut, pelemahan IHSG karena aksi jual saham di sektor infrastruktur.

“Seperti halnya bursa regional Asia lain sektor pertambangan khususnya produsen energi melonjak cukup signifikan sebesar 2 persen di saat mayoritas indeks sektoral tertekan aksi jual seperti sektor infrastruktur,” kata dia, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Dia mengatakan, rencana rights issue 4 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mempengaruhi pergerakan IHSG. “Keputusan pemerintah terhadap rencana rights issue pada 4 saham BUMN membuat investor lebih cenderung berhati-hati,” ujar dia.

PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak variatif dengan kisaran support 5.365 dan resistance 5.450. Sinarmas Sekuritas merekomendasikan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (6/10/2016), IHSG turun 11,30 poin atau 0,21 persen ke level 5.409,34. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,20 persen ke level 935,61. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

Ada sebanyak 184 saham berada di zona merah sehingga menekan IHSG. Sedangkan 111 saham menguat tetapi tak mampu mendorong IHSG. Sedangkan 96 saham lainnya diam di tempat.

Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.447,25 dan terendah 5.390,08. Total frekuensi perdagangan saham 290.729 kali dengan volume perdagangan 8,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 5,9 triliun. Investor asing catatkan aksi jual bersih sekitar Rp 70 miliar di seluruh pasar.

Secara sektoral, dari 10 sektor pembentuk saham, terdapat 7 melemah dan 3 mampu menguat. Sektor saham infrastruktur turun 1,51 persen, dan mencatatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri merosot 0,15 persen dan sektor saham keuangan tergelincir 041 persen. (Amd/Gdn)

Sumber : Liputan6

Realisasi Tax Amnesty Tentukan Laju IHSG| PT BESTPROFIT FUTURES

044266400_1467016613-20160627-Perdagangan-Saham-Jakarta-AY2

BESTPROFIT FUTURES (26/9) – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal variatif pada sepekan ke depan. Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh realisasi periode pertama dari program pengampunan pajak atau tax amnesty.

Analis PT Recapital Securities Kiswoyo Adie Joe mengatakan, realisasi tax amnesty menjadi penentu pergerakan IHSG.

“Sentimen global The Fed sudah selesai, memang menunggu faktor tax amnesty,” kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (26/9/2016).

Kiswoyo menerangkan, realisasi tax amnesty khususnya repatriasi menentukan arah IHSG. Lantaran, aliran dana ini bisa masuk ke instrumen mana saja tak terkecuali pasar modal.

Berdasarkan data dashboard amnesty pajak Minggu malam pukul 18.40 WIB, jumlah harta yang telah dilaporkan mencapai Rp 1.770 triliun. Dari situ, sebanyak Rp 92,6 triliun merupakan repatriasi, Rp 1.198 triliun deklarasi dalam negeri, dan Rp 480 triliun deklarasi luar negeri.

“Target dana repatriasi Rp 1.000 triliun, kemarin Rp 100 triliun masih kurang,” ujar dia.

Pada pekan ini, Kiswoyo memperkirakan IHSG berada pada support 5.100 dan resistance 5.500.

Kiswoyo merekomendasikan saham PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

PT HD Capital memperkirakan IHSG akan menguat. Lantaran, beberapa pekan lalu investor terus-menerus melakukan aksi jual saham. HD Capital memprediksi IHSG mendekati level resistance 5.370.

 

Sumber : Liputan6