PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: IHSG

BI Tahan Suku Bunga, IHSG Bakal Bergerak Positif | Bestprofit

044266400_1467016613-20160627-Perdagangan-Saham-Jakarta-AY2

Bestprofit (20/1) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan saham tutup pekan ini. IHSG diperkirakan akan bergerak pada support 5.270 dan resistance 5.350.

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan, IHSG ditutup menguat 4,1 poin ke level 5.298,95 pada perdagang saham kemarin. “Keputusan suku bunga tidak berubah di Indonesia di level 4,75 persen membuat investor asing cukup tertarik hingga melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 181.65 miliar,” kata dia di Jakarta, Jumat (20/1/2017).

Sementara, mayoritas Bursa Asia sendiri ditutup variatif di mana Bursa Saham Jepang naik hampir 1 persen. Sedangkan Bursa Saham China ditutup melemah. “Penguatan ekuitas Jepang didukung oleh pelemahan yen yang terus memperpanjang tren bearish sedangkan pelemahan ekuitas di Tiongkok lebih disebabkan penurunan perusahaan-perusahan enegi dan tambang,” kata dia.

Lanjar memperkirakan IHSG bergerak pada support 5.270 dan resistance 5.350. Ia merekomendasikan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT PP Tbk (PTPP).

PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak variatif. IHSG diproyeksi pada level support 5.265 dan resistance 5.320. Saham rekomendasi Sinarmas Sekuritas antara lain PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Sumarecon Agung Tbk (SMRA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Untuk diketahui pada penutupan perdagangan saham Kamis (19/1/2017), IHSG naik tipis 4,1 poin atau 0,08 persen ke level 5.298,94. Indeks saham LQ45 naik 0,14 persen ke level 886,47. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Ada sebanyak 150 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 131 saham melemah. 126 saham lainnya diam di tempat. Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 303.133 kali dengan volume perdagangan 11,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,6 triliun. Investor asing pun melakukan aksi beli cukup besar pada Kamis pekan ini. Aksi beli tercatat Rp 124 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.369.

IHSG pun sempat berada di level tertinggi 5.309,95 dan terendah 5.288,57. Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat dengan dipimpin sektor saham perdagangan. (Amd/Gdn)

Sumber : Liputan6

Menanti Cadangan Devisa, IHSG Bakal Menguat | Bestprofit

044266400_1467016613-20160627-Perdagangan-Saham-Jakarta-AY2

BESTPROFIT (9/1) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak menguat terbatas pada perdagangan saham sepekan. Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak pada support 5.200 dan resistance 5.400.

Dia menerangkan, pada perdagangan saham pekan ini, data cadangan devisa dalam negeri akan menjadi sentimen penggerak pasar. Bukan hanya itu, pelaku pasar juga mencermati data penjualan kendaraan dan ritel.

“Sentimen dalam negeri yang mungkin akan menjadi pusat perhatian investor di antaranya data pertumbuhan penjualan mobil dan cadangan devisa serta pertumbuhan penjualan eceran di mana masing-masing diperkirakan sedikit tertekan,” kata dia di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Dari global, Lanjar mengatakan pelaku pasar akan mencermati data neraca perdagangan.”Pada minggu kedua di tahun 2017 investor akan kembali dikhawatirkan oleh beberapa data neraca perdagangan dan komposisi ekspor impor di beberapa negara dunia yang dapat menjadi katalis pergerakan pasar,” jelas dia.

Beberapa saham rekomendasi Lanjar antara lain, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Timah Tbk (TINS).

Sebagai informasi, IHSG menguat sebanyak 0,95 persen pada minggu lalu di mana ditutup pada level 5.347,02. Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar menguat dari sebelumnya Rp 5.753,61 triliun menjadi Rp 5.808 triliun.

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono mengatakan, rata-rata frekuensi pekan lalu naik 12,41 persen menjadi 251,09 ribu kali. Namun, rata-rata volume transaksi saham turun 51,91 persen dari 16,72 miliar menjadi 8,04 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian turun 33,66 persen dari Rp 7,93 triliun menjadi Rp 5,26 triliun.

“Investor asing mencatatkan jual bersih di sepanjang pekan ini (kemarin) dengan nilai Rp 361,9 miliar,” tandas dia.

Sumber : Liputan6

Jelang Tutup Tahun, IHSG Diproyeksi Variatif Pekan Ini | PT Bestprofit

Ilustrasi+IHSG-OK

PT Bestprofit (26/12) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi variatif dengan kecenderungan tertekan. Minimnya sentimen membuat IHSG bergerak di dua arah.

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, sepinya sentimen disebabkan oleh libur panjang jelang tutup tahun.

“Menjelang akhir tahun pergerakan IHSG masih akan diuji. Minimnya sentimen dalam negeri membuat investor tertuju pada gejolak sentimen di eksternal ditambah efek liburan akhir tahun yang memicu sepinya perdagangan,” jelas dia di Jakarta, Senin (26/12/2016).

Dia menambahkan, laju IHSG saat ini menanti rilisnya beberapa data ekonomi seperti inflasi dan tingkat kepercayaan konsumen.

“Sentimen selanjutnya yang akan rilis diantaranya tingkat inflasi, indeks kepercayaan konsumen, tingkat pengangguran dan penjualan ritel,” ungkap dia.

Dia memperkirakan IHSG bergerak pada support 5.000 dan resistance 5.100. Saham pilihan Lanjar pekan ini antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Tabungan Negara Tbkk (BBTN), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Sepanjang pekan lalu (19-23 Desember 2016) IHSG turun 3,90 persen dari 5.231,65 menjadi 5.027,70. Nilai kapitalisasi pasar juga turun 3,83 persen menjadi Rp 5.462 triliun dari pekan sebelumnya Rp5.679,73 triliun.

Rata-rata volume transaksi harian pada pekan kemarin naik 15,19 persen menjadi 14,33 miliar saham dari 12,44 miliar saham dibanding pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian BEI turun 15 persen menjadi Rp7,59 triliun dari Rp 8,93 triliun.

Lalu, rata-rata volume transaksi harian turun 0,81 persen menjadi 263,27 ribu kali transaksi dari 265,42 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Investor asing di sepanjang pekan kemarin mencatatkan penjualan bersih dengan nilai Rp 710 miliar. Namun, secara tahunan aliran dana investor asing tercatat beli bersih Rp 15,35 triliun.

Sumber : Liputan6