PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: IDX Stock

Kembangkan Bisnis Serat Optik Bersama Telkom, Saham JSMR Uji Level Resistance

jsmr-700x357

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berkerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) untuk mengembangkan bisnis non tol, yaitu serat optik. Dana sebesar Rp50 miliar dianggarkan guna investasi untuk pengembangan bisnis tersebut. Kerja sama tersebut sudah terjalin sejak pertengahan tahun 2013, tetapi baru dapat direalisasikan pada awal tahun 2015.

JSMR dan TLKM juga bersepakat untuk mengoptimalkan sinergi mendukung bisnis teknologi informasi di Bali. Hal ini terkait dengan proyek pembangunan jalan tol Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa Bali. Bisnis ini diharapkan sejalan dengan dibangunnya jalan tol Bali.

Melihat posisi kinerja keuangan, JSMR membukukan laba bersih sebesar Rp740,71 miliar pada semester I/2014 atau naik tipis 1,48% dari periode yang sama tahun lalu Rp730,81 miliar. Pendapatan usaha perseroan tercatat turun menjadi Rp4,48 triliun dari periode sebelumnya yang mencapai Rp4,76 triliun.

Penurunan pendapatan terutama diakibatkan oleh anjoknya pendapatan konstruksi menjadi Rp1,05 triliun dari sebelumnya Rp1,82 triliun. Adapun pendapatan tol masih meningkat menjadi Rp3,17 triliun dari periode Januari-Juni 2013 yang mencapai Rp2,78 triliun. Laba usaha perseroan juga meningkat tipis dari Rp1,44 triliun menjadi Rp1,58 triliun per 30 Juni 2014.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Kamis (18/9/14), saham JSMR  dibuka pada level 6,375 dalam kisaran 6,350 – 6,400 dan volume perdagangan saham JSMR  mencapai 2,31 juta lot saham.

Analis Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham JSMR sejak awal bulan Juli terlihat terus mengalami pergerakan konsolidasi. Indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band atas. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh beli.

Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan JSMR dalam tekanan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju JSMR masih akan tertahan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan JSMR. Saat ini level support berada pada Rp6100 hingga resistance Rp6400.

 

Sumber : Vibiznews

Pembangunan PLTU Masih Jauh Dari Target, Koreksi Saham CNKO Belum Usai

CNKO-700x357
Untuk menyelesaikan dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) akan menggunakan dana sebesar Rp 154,78 miliar. Kedua proyek PLTU tersebut berlokasi di Rengat dan Tembilahan, Riau yang tahap pengerjaannya dimulai awal tahun ini.
Sampai saat ini, perseroan telah menggunakan dana sebesar Rp 62,63 miliar untuk pembangunan PLTU di Rengat, dengan estimasi total biaya yang masih akan dikeluarkan sebesar Rp 104,09 miliar. Sedangkan proyek PLTU di Tembilahan sudah menyerap Rp 144,67 miliar dengan perkiraan jumlah dana lanjutan sebesar Rp 50,69 miliar. PLTU Rengat ditargetkan beroperasi pada April 2015 dan Tembilahan pada Desember 2014.
Sepanjang pengerjaannya kedua proyek emiten batubara  tersebut telah melalui beberapa tahap pengerjaan, dari pembebasan tanah dan spengembangan lokasi, teknik, suplai peralatan, sampai pengerjaan sipil. Masih ada tiga tahapan lagi yang belum dimulai, yaitu pembersihan jalur transportasi, commissioning and finishing, dan commercial operation.
Namun, pengerjaan PLTU di Rengat mengalami hambatan, terutama kondisi lahan akibat hujan. Sementara Kondisi tanah yang berupa lahan gambut menjadi hambatan utama perseroan dalam pengerjaan proyek PLTU Tembilahan. Sehingga realisasinya masih tertahan di angka Rp 62,64 miliar. Sementara, perseroan masih harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 104,09 miliar untuk mengerjakan proyek tersebut hingga tahap final.
Secara kondisi fundamentak keuangan, perseroan meraup pendapatan Rp735,34 miliar sepanjang tahun lalu, turun dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya Rp873,17 miliar. Laba kotor semester I/2014 juga mengalami penurunan menjadi Rp137,13 miliar dari laba kotor periode yang sama tahun sebelumnya Rp150,30 miliar, sedangkan laba bersih semester I/2014 turun menjadi Rp9,05 miliar dari laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp33,08 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Rabu (17/9/14), saham CNKO dibuka pada level 209 dan ditutup di 208 dalam kisaran 207 – 209 dan  volume perdagangan saham CNKO mencapai 2,21 juta lot saham.
Analis Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham CNKO sejak awal bulan Agustus terlihat terus mengalami pergerakan penguatan namun saat ini berada bada posisi konsolidasi.  Indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band bawah. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh beli.
Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh -DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan CNKO dalam tekanan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju CNKO masih akan tertahan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan CNKO. Saat ini level support berada pada Rp198 hingga resistance Rp235.
 
Sumber : Vibiznews

Raihan Kontrak 2014 Mendekati Target, Penguatan Saham PTPP Menipis

PTPP-700x357
Hingga akhir Agustus 2014, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 10,95 triliun atau sekitar 46% dari target kontrak baru perseroan hingga akhir tahun di angka Rp 24 triliun. Kontrak baru tersebut terdiri dari proyek swasta 70%, pemerintah dan BUMN 30%. Dengan raihan kontrak baru hingga akhir Juli sebesar Rp 9,35 triliun maka total kontrak dihadapi perseroan mencapai Rp 31,28 triliun. Hal ini ditopang dari kontrak bawaan (carry over) dari tahun lalu sebesar Rp 21,93 triliun. Untuk diketahui, perseroan menargetkan kontrak dihadapi sebesar Rp 46,12 triliun atau naik 30% dari tahun lalu di angka Rp 35,45 triliun.
Melihat kinerja perseoran, Pada semester I tahun ini, PTPP mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp146,7 miliar atau tumbuh 2,09% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp143,7 miliar. Naiknya laba bersih perusahaan dikontribusi dari seluruh pilar bisnis perseroan, yaitu konstruksi, properti, EPC, pracetak, peraltan dan investasi. Sementara pendapatan usaha perseroan semester I sebesar Rp4,6 triliun atau naik 10,3% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp4,17 triliun.
Laba usaha PTPP saat ini mencapai Rp372,48 miliar, tumbuh 20,6% dibanding semester I tahun lalu sebesar Rp308,86 miliar. Persreoan optimistis bisa mencapai target kinerja tahun ini didukung capaian kontrak perusahaan. Pencapain prder book hingga semester I sebesar Rp30,7 triliun, termauk kontrak baru hingga Juni sebesar Rp8,34 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Jumat (5/9/14), saham PTPP dibuka pada level 2,500 dan ditutup di 2460 dalam kisaran 2,465 – 2,510 dan volume perdagangan saham PTPP mencapai 8,53  juta lot saham.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting melihat sisi indikator teknikal, harga saham PTPP sejak awal bulan Juli terlihat terus mengalami pergerakan penguatan dan saat ini telah terlihat bergerak terkoreksi dan konsolidasi, terpantau indikator MA sudah bergerak turun menuju bolinger band bawah.
Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli. Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan PTPP dalam potensi tertahan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju PTPP masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan PTPP. Saat ini level support berada pada Rp 2300 hingga resistance Rp 2550.
Sumber : Vibiznews