PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Hotel

Hotel di Bali Siagakan Hellypad untuk Raja | PT Bestprofit

029030100_1478756365-The_Daily_Beast

PT Bestprofit (3/3) – Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) telah menyiapkan segala fasilitas mewah guna menyambut kedatangan pemimpin Arab Saudi Raja Salman bin Abdulazis al-Saud‎.

Wakil Direktur Utama ITDC, Jatmiko Krisna Santosa‎ menjelaskan, ITDC merupakan kawasan yang dikembangkan dengan konsep world class dengan sistem sekuriti yang terintegrasi. Kegiatan kedatangan kepala negara, baik itu Presiden Indonesia maupun kepala negara dari negeri lain cukup sering di kawasan ini.

“Jadi, kalau kita bicara infrastruktur security, yang diperlukan sudah ada. Tapi mengingat ini sebuah kehormatan bagi kita, di mana jumlah rombongan kerajaan ini cukup besar, memang diperlukan peningkatan dari sisi kuantitas. Kalau kualitasnya sendiri kita sudah siap,” kata Jatmiko saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/3/2017).

Jatmiko mengaku segala keperluan yang akan dibutuhkan Raja Salman beserta rombongan‎ sudah tersedia di ITDC. Hanya saja, ia sendiri belum mengetahui apa saja yang diperlukan Raja Salman.

“Ini kan mereka berlibur ya, bukan ikut agenda Setneg yang sudah ada agendanya dan mereka harus mengikuti itu. Ini karena konteksnya berlibur, jadi tidak bisa disistematiskan seperti itu. Tapi kalau mereka butuh sesuatu, termasuk soal penyediaan makanan bisa kita sediakan dalam waktu cepat. Kita sudah terbiasa,” tutur dia.

Termasuk penyediaan fasilitas Hellypad. Jatmiko menjelaskan jika lembaganya memiliki fasilitas tersebut yang siaga 24 jam.‎

“Fasilitas Hellypad kita sudah ada, fasilitas untuk evakuasi kita juga sudah ada. Rumah sakit internasional juga sudah ada. Jadi yang infrastruktur dasarnya sudah ada. Hellypad kita setiap hari siap. Detail dari supporting system yang diperlukan akan dibahas lebih lanjut, karena pada dasarnya basic-nya kita sudah siap, tinggal kalau diibaratkan menu begitu ya, mau pesan apa tinggal diorder saja,” kata dia.

Sejumlah kepala negara di dunia pernah mencicipi fasilitas mewah kawasan ITDC. Mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Joko Widodo. Bahkan, kepala negara dari berbagai belahan dunia juga pernah menginap di hotel di kawasan yang menyediakan 5.000 kamar tersebut. Sebut saja misalnya Presiden Amerika Serikat Ronald Reagen, Presiden Barrack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Malaysia Mahatir Muhammad dan sejumlah kepala negara lainnya.

“Kawasan seperti ini dengan fasilitas bintang lima, kemudian terintegrasi seperti ini kan di Asia ini yang punya 5.000 kamar itu, ya cuma di sini. Sentosa Iland itu hanya sekitar dua ribuan kamar ‎saja,” ucap dia.

Raja Salman bin Abdulazis al Saud‎ akan berlibur ke Bali. Rombongan Raja Salman berada di Bali selama lima hari, 4-9 Maret 2017. Tak tanggung-tanggung, Raja Salman telah memesan empat hotel mewah di kawasan International Tourism Development Center (ITDC) Nusa Dua.

Empat hotel mewah itu nantinya akan menjadi lokasi menginap Raja Salman beserta 1.500 anggota rombongannya, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran.

Sumber : Liputan6

Pemuda 21 tahun Bangun Jaringan Hotel Terbesar di India

150907082138_ritesh_agarwal_oyo_rooms_india_640x360_bbc_nocredit

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/9) – Di usia 21 tahun, Ritesh Agarwal, menjadi pengusaha muda dengan berhasil membangun jaringan hotel terbesar di India.

Semua bermula dari “musibah” kecil saat ia berusia 18 tahun.

Agarwal tak bisa masuk ke apartemennya di Delhi, yang memaksanya memesan hotel.

Pengalamannya sungguh tak mengenakkan, yang sebenarnya bukan untuk pertama kalinya ia alami.

“Penerima tamunya tidur … kasurnya berantakan, kamar mandi bocor dan mereka tak menerima pembayaran dengan kartu kredit,” kenang Agarwal.

Ia berpikir dirinya tidak sendirian dan dipastikan hampir semua pemakai jasa hotel di India pernah mengalami hal yang sama.

“Mengapa tidak ada standar kamar hotel yang baku di India, dengan harga yang relatif terjangkau?” katanya.

Dari sini ia berkeliling India, merintis bisnis perhotelan, dan sekarang di usia 21 tahun ia menjadi direktur utama Oyo Rooms, jaringan 1.000 hotel yang beroperasi di 35 kota, dengan pendapatan bulanan mencapai tak kurang dari US$3,5 juta.

Agarwal menjalankan bisnisnya dengan menggandeng hotel-hotel yang telah ada.

Ia memperbaiki fasilitas, memberikan pelatihan kepada para karyawan, mengganti nama hotel menjadi Oyo dan kemudian mengambil persentase dari penerimaan hotel tersebut.

Pemilik hotel mendapat keuntungan karena berkat merek Oyo, tingkat hunian menjadi naik tajam.

Untuk mendongkrak jumlah tamu yang menginap di jaringan hotel Oyo, ia dan timnya mengembangkan aplikasi yang memungkinkan tamu untuk memesan kamar dan bahkan mendapatkan petunjuk jalan atau navigasi ke hotel.

Oyo Rooms memberikan pelatihan karyawan dan menyediakan perangkat lunak bagi hotel yang ingin bergabung.

Meski Oyo Rooms yang ia pimpin sekarang tumbuh pesat, Agarwal mengatakan tak mudah membesarkan jaringan hotel ini dengan menyebut masa-masa awal yang sangat sulit.

“Tak ada yang percaya bahwa teknologi dan pendekatan bisnis yang saya lakukan ini cocok untuk usaha perhotelan di India,” kenang Agarwal.

Untunglah ada beberapa yang percaya. Ia juga didukung oleh Thiel Fellowship, program yang disponsori oleh salah seorang pendiri PayPal dan investor awal Facebook, Peter Thiel.

Program ini menantang 20 anak muda untuk berhenti kuliah dan mendirikan usaha sendiri.

Agarwal memanfaatkan dana dari Thiel Fellowship untuk mendirikan dan mengembangkan Oyo Rooms.

Hotel pertamanya terletak di Gurgaon, di dekat Delhi, dengan modal awal US$900 per bulan pada Juni 2013.

“Saya menjadi manajer, tukang listrik, penerima tamu, sekaligus karyawan yang mengirim pesanan ke kamar. Di malam hari, saya sempatkan waktu untuk mengembangkan aplikasi dan membuat situs internet,” kata Agarwal.

“Pada saat yang sama saya juga membangun tim yang kuat,” imbuhnya.

Investor berdatangan setelah mereka melihat sendiri perbedaan pendekatan dan model bisnis yang ia terapkan.

Sekarang Oyo Rooms telah tumbuh pesat, yang membuatnya jauh lebih mudah untuk mengajak investor menanam modal ke usaha yang ia jalankan.

Agarwal senang mengenang masa-masa awal mendirikan jaringan hotel, ketika banyak orang menganggapnya gila.

“Betul ini usaha gila, tapi pada saat yang sama ini bisa dilakukan, bisa diwujudkan” kata Agarwal.

Ambisius

Oyo Rooms kini memiliki jaringan 1.000 hotel di 35 kota di India.

Ia juga mengatakan tak mudah memulai usaha di usia remaja.

“Orang tak mudah diyakinkan ketika saya merekrut beberapa karyawan … belum lagi ketika berhubungan dengan bank,” katanya.

Salah satu kunci keberhasilan Oyo Rooms mungkin saja adalah sifat Agarwal yang ambisius, bahkan sejak ketika ia masih kanak-kanak.

Ia besar di Rayagada, kota kecil di negara bagian Orissa, di India timur.

Ia mulai membuat program komputer di usia delapan tahun, setelah membaca buku-buku komputer milik sang kakak.

Pada usia 13 tahun ia sudah bisa membantu orang-orang membuat situs internet.

Ia juga menulis buku ketika berusia 17 tahun, yang ditujukan untuk membantu calon mahasiswa mencari jurusan dan perguruan tinggi yang sesuai.

Faktor lain adalah jumlah ponsel pintar dan penetrasi internet di India.

Sekarang Oyo Rooms sudah “berdiri tegak” dan Agarwal mulai mengalihkan pandangan ke luar negeri. Ia ingin jaringan hotelnya hadir di negara-negara lain.

Ketika ditanya soal masukan kepada para wirausahawan yang ingin mengikuti jejaknya, ia mengatakan, “Mulailah seawal mungkin … jika Anda gagal, Anda punya banyak waktu untuk belajar dan kemungkinan untuk sukses tentu lebih besar jika Anda memulai usaha ketika masih muda.”

sumber: bbcindonesia