PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Harga

Bestprofit | Harga Minyak Bervariasi Tersengat Gerak Dolar AS

PT Bestprofit Bestprofit Best Profit

Bestprofit (22/2) – Harga minyak sedikit berubah menjelang rilis data persediaan minyak Amerika Serikat (AS). Diperkirakan persediaan minyak di AS dan dolar AS menguat dari level terendah pada pekan lalu.

Harga minyak Brent naik 17 sen atau 0,3 persen ke posisi US$ 65,42 per barel usai ditransaksikan di posisi US$ 64,40-US$ 65,53.Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 11 sen atau 0,2 persen ke posisi US$ 61,88 per barel usai bergerak di kisaran US$ 61,80-US$ 60,92.

Persediaan minyak AS diperkirakan meningkat pada pekan keempat. Pada pekan lalu naik 1,8 juta barel. The American Petroleum Institute dan pemerntah akan rilis data persediaan menjadi perhatian pelaku pasar. Sementara itu, produksi minyak AS juga makin meningkat. “Shale oil US terus naik, dan mendapatkan kesempatan terus naik,” kata Analis EnergiCFRA Research, Stewart Glickman.

Sebelumnya, harga minyak menguat dan produksi juga meningkat mendorong kenaikan investasi di pengeboran dan produksi minyak. Glickman menambahkan, hal tersebut mempengaruhi harga minyak.Produksi minyak mentah AS melampaui 10 juta barel per hari pada November 2017. bestprofit

Ini pertama kali sejak 1970. Kenaikan produsi minyak AS berlanjut itu menghambat usaha the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan produsen lainnya untuk mengurangi persediaan global yang membengkak.

Indeks dolar AS juga pengaruhi harga minyak. Indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam satu minggu usai rilis pertemuan bank sentral AS pada Januari. Dolar AS yang lebih kuat membuat minyak dan komoditas berdenominasi dolar AS lainnya lebih mahal.Selain itu, ada sinyal kelemahan saat kilang bersiap untuk tutup buat pemeliharaan antara musim panas dan dingin juga berdampak ke harga minyak.

Sebelumnya, pendorong kenaikan harga minyak mentah AS karena penurunan persediaan di pusat penyimpanan utama. Selain itu, mendorong kenaikan harga minyak mentah lainnya adalah adanya harapan pelaku pasar bahwa produsen utama minyak dunia akan terus memperluas kerja sama pengendalian produksi.

Mengutip Reuters, Rabu 21 Februari 2018, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) naik 22 sen atau 0,4 persen menjadi US$ 61,90 per barel. Harga minyak AS sempat reli ke level US$ 62,74 per barel di awal sesi, tertinggi sejak 7 Februari.Sedangkan harga minyak mentah Brent ditutup turun sen atau 0,6 persen, ke level US$ 65,25 per barel setelah diperdagangkan antara US$ 64,78 per barel hingga US$ 65,81 per barel. bestprofit

Kontrak berjangka minyak mentah AS yang paling aktif untuk pengiriman pada April naik 24 sen menjadi US$ 61,79 per barel.

Data dari perusahaan intelijen pasar Genscape menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, AS, yang merupakan titik utama pengiriman minyak mentah AS turun 2,1 juta barel dalam sepekan kemarin.

Para pedagangn melihat bahwa penurunan tersebut karena pada bulan November lalu adanya kebocoran di pipa Keystone TransCanada sehingga memerlukan waktu untuk perbaikan.

Selain itu, kenaikan harga minyak juga disebabkann karena adanya harapan pelaku pasar bahwa pengendalian produksi negara yang tergabung dalam organisasi pengekspor minyak (OPEC) dan beberapa negara non-OPEC seperti Rusia terus berlanjut sampai di luar batas waktu yang telah ditentukan yaitu akhir 2018. bestprofit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Harga Emas Masih Tertekan Penguatan dolar AS

best profit bestprofit pt bestprofit

Best Profit (21/2) – Harga emas kembali tertekan pada perdagangan Selasa karena kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Namun tekanan yang dihadapi emas tak terlalu besar karena adanya dukungan dari ketidakpastian politik mengenai lelang obligasi AS.

Mengutip Reuters, Rabu (21/2/2018), harga emas di pasar spot turun 1,3 persen menjadi US$ 1.328,71 per ounce pada pukul 1.35 siang waktu New York.

Sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun US$ 25 atau 1,8 persen, ke level US$ 1.331,20 per ounce.

Dolar AS mulai rebound atau kembali naik dari posisi terendah dalam tiga tahun karena ivestor mengabaikan kekhawatiran defisit anggaran AS dan mulai berfokus kepada lelang utang pemerintah AS pada pekan ini. best profit

“Harga emas berada di bawah tekanan dolar AS yang menguat secara signifikan. Selain itu, kenaikan suku bunga juga menjadi tekanan bagi harga emas,” jelas analis RJO Futures, Phillip Streible.

Departemen Keuangan AS akan menjual lebih dari US$ 250 miliar utang baru pada minggu ini, yang menurut para analis akan menjadi daya tarik utama bagi investor internasional untuk menyimpan aset AS.

Dengan rencana tersebut dolar AS menjadi bahan incaran bagi investor sehingga mengalami kenaikan dan menekan harga emas.

Di awal pekan, analis memperkirakan harga emas akan terus mengalami penguatan pada perdagangan pekan ini seiring dengan tren pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). best profit

Harga emas menemukan momentum baru pada pekan lalu karena nilai tukar dolar AS tidak mampu menembus angka resistance dan kemudian terdorong ke level terendah dalam tiga tahun.

Menurut beberapa analis, pelemahan dolar AS menjadi tenaga yang paling signifikan bagi harga emas. Pada penutupan pekan lalu, harga emas berjangka berada di angka US$ 1.355 per ounce, naik 3 persen jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Merupakan presentase kenaikan yang terbaik dalam dua tahun.

“Dengan adanya ketidakpastian atau bisa disebut pelemahan nilai tukar dolar AS maka sudah pasti orang akan menyukai emas,” jelas Neil Mellor, analis senior BNY Mellon, dikutip dari Kitco, Senin (19/2/2018).

Mellor melanjutkan sebenarnya ada sentimen negatif pada dolar AS setelah Kongres AS menyetujui adanya aksi pemotongan pajak perusahaan maupun pribadi.

Dengan adanya pengurangan pajak tersebut besar kemungkinan defisit anggaran pemerintah semakin besar sehingga memberikan beban kepada nilai tukar dolar AS.

“Sekarang bertambah dengan adanya ancaman inflasi naik dan ekonomi melambat,” tambah dia. best profit

Sumber : Liputan6

PT Bestprofit | Iran Mau Genjot Produksi, Harga Minyak Jatuh

PT Bestprofit Bestprofit Best Profit

PT Bestprofit (9/2) – Harga minyak jatuh lagi ke level terendah dalam tujuh pekan, pada perdagangan Kamis. Tekanan ini dipicu kekhawatiran meningkatnya pasokan minyak dunia pasca rencana Iran mengumumkan menaikkan produksi dan produksi minyak mentah AS yang menembus rekor tertinggi.

Mengutip Reuters, Jumat (9/2/2018), harga minyak mentah berjangka Brent turun 70 sen atau 1,1 persen ke posisi US$ 64,81 per barel. Harga tersebut yang terendah sejak 20 Desember 2017.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melorot 64 sen atau 1 persen ke level US$ 61,15 atau yang terendah sejak 2 Januari 2018.

Penurunan tersebut terpanjang untuk harga minyak Brent sejak November 2017 dan WTI sejak April 2017. pt bestprofit

Kontrak harga minyak mentah berjangka Brent sudah anjlok 15 persen sejak mencapai level tertingginya dalam empat tahun di atas US$ 71 per barel pada akhir Januari lalu.

“Harga minyak tetap tertekan karena pelaku pasar terus mencerna laporan persediaan minyak,” kata Analis Energi Senior, Abhishek Kumar.

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menyatakan, produksi minyak mentah pada pekan lalu naik ke rekor tertinggi sebanyak 10,25 juta barel per hari (bpd).

Dalam laporannya EIA memproyeksikan produksi minyak mentah AS akan mencapai rekor tertinggi dengan rata-rata 10,6 juta bpd pada 2018. Jumlah ini akan terus meningkat menjadi 11,2 juta bpd pada 2019, atau naik 9,3 juta barel per hari di 2017.

Produksi minyak mentah AS ini akan menyalip Arab Saudi sebagai produsen terbesar di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of The Petroleum Exporting Countries/OPEC).

OPEC dan produsen minyak lainnya, termasuk Rusia telah memangkas produksi sejak Januari 2017. Tujuannya untuk menekan pasokan minyak mentah global. Akan tetapi, pemotongan produksi ini justru diimbangi dengan meningkatnya produksi minyak AS. pt bestprofit

Harga minyak pun tertekan oleh rencana Iran yang ingin meningkatkan produksi dalam empat tahun ke depan.

“Iran ingin meningkatkan produksi (minyak) meskipun mereka mematuhi kesepakatan OPEC-Rusia (memangkas produksi),” ujar Partner at Energy Hedge Fund Again Capital LLC, John Kilduff.

Harga minyak mentah merosot juga dipengaruhi adanya perbaikan jaringan pipa Forties di Laut Utara Inggris. Pipa tersebut membawa sekitar seperempat dari seluruh produksi minyak mentah Laut Utara dan sepertiga produksi gas alam lepas pantai Inggris.

“Produksi minyak AS sekarang meningkat sangat tajam sehingga ada risiko kelebihan pasokan jika OPEC tidak sukarela melepas pangsa pasar,” tulis Analis Commerzbank.

Harga minyak turun ke level terendah dalam satu bulan. Harga minyakmelemah usai data Amerika Serikat (AS) menunjukkan persediaan dan produksi sentuh rekor tertinggi.

Sentimen tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar akan alami aksi jual dan spekulan memanfaatkan momentum tersebut. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah US$ 1,87 atau tiga persen ke posisi US$ 61,52 per barel pada pukul 1.38 waktu setempat. Harga minyak WTI pun sentuh level US$ 61,33. Level itu terendah dalam satu bukan sejak 5 Januari. pt bestprofit

Sedangkah harga minyak Brent susut US$ 1,44 atau 2,2 persen ke posisi US$ 65,40 per barel. Persediaan minyak AS meningkat 1,9 juta barel pada pekan lalu mempengaruhi harga mninyak. Meski persediaan tersebut kurang dari yang diharapkan namun memberi kejutan.

Selain itu, produksi minyak AS juga sentuh 10,25 juta barel per hari. Ini menunjukkan rekor jika dikonfirmasikan dengan data bulanan.

“Produksi minyak mingguan tercatat 10,25 juta barel per hari, ini meresahkan pasar. Dampaknya terwujud pada harga minyak yang melemah,” ujar Analis Interfax Global Gas Analytics, Abhishek Kumar, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (8/2/2018).

Kenaikan produksi yang didorong aktivitas pengeboran rig usai harga minyak sentuh level tertinggi dalam tiga tahun juga meningkatkan sentimen. Kenaikan produksi dapat melemahkan harga minyak ke depan. Apalagi analis menuturkan, kalau produksi AS meningkat.

“Sentimen positif didorong pemangkasan produksi OPEC dan kerusuhan geopolitik perlahan memudr. Ini adanya sentimen produksi AS yang melebihi 10 juta barel per hari sehingga menempatkan risiko Arab Saudi dan Rusia kehilangan pangsa pasar,” tulis Analis Drillinginfo dalam laporannya.

Sebelumnya, the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan produsen minyak lainnya termasuk Rusia sudah pangkas produksi sejak Januari 2017. Langkah tersebut memangkas persediaan minyak global. Meningkatnya produksi AS telah membayangi pasar dengan kenaikan produksi 1 juta barel per hari pada tahun lalu.

EIA memperkirakan produksi minyak AS rata-rata 10,59 juta barel per hari pada 2018. Kemudian 11,18 juta barel per hari pada 2019. Produksi minyak AS menekan langkah OPEC untuk kurangi pasokan, dan bisa menempatkan AS menyalip Rusia sebagai produsen minyak terbesar di dunia. pt bestprofit

Sumber : Liputan6