PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Fotografer

Berkenalan dengan Fotografer Cilik, Hawkeye Huey

058725300_1445810666-hawkeye

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/10) – Usianya memang baru 5 tahun. Tapi jangan ragukan kemampuan bocah cilik asal Seattle, Amerika Serikat ini. Foto-foto hasil bidikan Hawkeye Huey telah dimuat dalam National Geographic, akun Instagramnya masuk dalam daftar Top 100 versi majalah Rolling Stone. Dan sekarang ini Hawkeye tengah menggalang dana untuk menerbitkan buku foto pertamanya berjudul “A Portrait of The American West”.

Hawkeye yang merupakan putra fotografer National Geographic, Aaron Huey mulai memotret sekitar setahun lalu saat melancong bersama ayahnya.

“Waktu itu kami hanyalah ayah dan anak yang melakukan perjalanan besar pertama tanpa ibu, dari Seattle ke Salton Sea di California Selatan,” cerita sang ayah, Aaron Huey.

“Ketika berkendara itulah aku memutuskan akan lebih menyenangkan untuk Hawkeye mempunyai kamera dalam perjalanan ini karena begitulah caraku menghabiskan waktu melihat dunia,” lanjutnya.

Proyek itu dimulai sebagai cara kolaboratif antara ayah dan anak untuk melakukan perjalanan gila dan bertemu banyak orang. Tapi dari situlah bakat alami Hawkeye terlihat.

“Aku jatuh cinta pada foto-foto yang dibidik Hawkeye sejak pertama kali melihatnya terserak di lantai, semua dengan obyek fotonya tersenyum,” cetus Aaron. “Kurasa aku langsung mengetahui bahwa aku menyukai foto-fotonya melebihi fotoku sendiri, dan perjalanan itu telah memulai sesuatu yang ingin kulanjutkan,” lanjutnya.

Tahun lalu, usai sesi pemotretan, Huey mengunggah sebuah foto Hawkeye yang menenteng kamera di feed Instagram National Geographic. Para pengunjung mengatakan ingin melihat lebih banyak lagi maka mereka membuatkan akun baru khusus untuk mengunggah foto-foto hasil bidikan Hawkeye.

Dalam satu hari pertama saja Hawkeye sudah berhasil memiliki 10 ribu pengikut dan proyeknya dimulai. Aaron memilah foto foto-foto yang akan dimasukkan dalam buku Hawkeye nantinya dan hasil kampanye awal mereka telah melebihi target, kini telah terkumpul dana 35 ribu dollar.

Hawkeye sendiri yang membidik setiap foto, ayahnya hanya membantu memilihkan lokasi tujuan dan mempersiapkan kameranya.”Ini benar-benar latihan antara orangtua dan anak,” cetus Aaron.

Ke depannya Aaron akan membiarkan putranya menikmati hobi baru itu dan dia tak akan memaksa Hawkeye mengikuti jejaknya sebagai fotografer profesional.

Belakangan ini Hawkeye tengah tertarik pada bidang teknik dan bangunan. Aaron mengatakan dia akan membiarkan putranya mengikuti kata hati serta apa pun yang menjadi minatnya.

Buku foto Hawkeye akan terbit awal tahun depan. Berisi 130 foto yang dibidiknya selama 18 bulan dengan obyek cowboy, Indian, kaum hobo, penjudi, turis, para patriot, dan sunset. Uniknya semua foto itu diambil menggunakan kamera film, bukan digital, dilansir dari laman Today, Senin (26/10/2015).

“Kami ingin semua orang bisa memegangnya. Ini ide di balik buku itu, sesuatu yang nyata dan bisa disentuh, pengalaman yang nyata, bukan berupa `like` atau `swipe` dan pengikut di ponsel Anda,” tandas Aaron.

 

Sumber : Liputan6

Tips Memotret `Luar Angkasa` ala Fotografer Amatir

047014100_1440736264-11025858_271283593040581_8900733553234843001_o

BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/8) – New Delhi – Mustahil rasanya bila Anda bisa mengabadikan langit penuh bintang pada malam hari dengan kamera biasa atau menggunakan aplikasi edit foto. Namun, seorang fotografer amatir asal India ini telah membuktikannya.

Adalah Navaneeth Unnikrishnan, seorang astrofotografer dan astronom amatir yang telah menggeluti hobinya tersebut selama dua tahun dengan mengabadikan keindahan semesta dari rumahnya di wilayah Kerala, India.

Ia pun mengunggah hasil foto bidikannya di akun Instagram pribadinya, @navaneeth_unnikrishnan. Lewat akun tersebut, ia berbagi tips mudah kepada para fotografer amatir agar bisa mengambil foto luar angkasa lewat Bumi dengan cara sederhana namun mampu menciptakan hasil yang ciamik.

Mengutip informasi dari laman Space, Senin (31/8/2015), Navaneeth mengungkap bahwa ia memanfaatkan waktu malam hari untuk membidik foto yang ia inginkan. Pada saat malam, pemandangan menjadi lebih jelas dan lebih gemerlap.

“Di India banyak sekali langit gelap yang bisa dibidik pada saat malam hari. Khususnya di wilayah Himalaya yang memiliki pemandangan angkasa terbaik di dunia,” ungkapnya.

Navaneeth, yang memiliki ketertarikan mendalam akan luar angkasa, selalu berpikir bahwa satu-satunya cara untuk mengamati antariksa adalah dengan menggunakan teropong jarak jauh di pusat pemantauan luar angkasa atau observatorium.

“Astrofotografi adalah seni memotret keindahan alam semesta yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Secara teknis, kita bisa mengabadikan masa lalu, cahaya yang dikeluarkan jutaan tahun lalu,” lanjutnya.

Navaneeth mengatakan astrofotografi adalah bentuk fotografi yang paling menantang secara teknis. Ia pun memberikan tips mudah yang bisa diikuti. Pertama, setiap tahapan harus sempurna, dari melacak ke fokus, kemudian dari exposure ke pemrosesan gambar.

Selain itu, ia mengimbau bahwa pemotret harus menguasai aspek teknis kamera pada mode manual. “Adapun bagi para fotografer amatir yang tidak mampu merogoh kocek untuk mendapatkan perangkat tracking mount, lensa wide-angle adalah alternatif yang baik,” tambahnya.

Pria yang juga menggemari travelling dan musik ini pun mengatakan bahwa objek luar angkasa yang paling digemarinya adalah komet dan nebula. “Nebula merupakan objek luar angkasa yang menjadi seni yang indah dan menakjubkan,” tuturnya.

(jek/dew)

Sumber : Liputan6